Jerat Mafia Hareudang

Jerat Mafia Hareudang
S2 - Inisiatif


__ADS_3

Sikap Mattew membuat Anna semakin bingung, rasanya tidak mungkin lelaki itu bertanya pendapatnya apalagi mengenai dasi untuk pergi ke kantor.


Jadi, Anna akan menjawabnya secara asal saja.


Anna menunjuk salah dasi dengan asal.


Dan hari itu Mattew benar-benar memakainya.


"Dasar bunglon!" umpat Anna dalam hatinya.


Mattew memang seperti bunglon yang suasana hatinya bisa berubah-ubah.


Di sisi lain, pasangan yang serasa seperti pengantin baru begitu menikmati waktu mereka di rumah baru.


Flo sampai harus meliburkan diri ke kantor supaya tidak merusak suasana.


Apalagi Axe begitu bersemangat memasak untuknya.


"Silahkan, darling," Axe meletakkan sepiring spageti dengan irisan daging untuk istrinya.


Dari aromanya saja sudah sangat menggugah selera.


"Dagingnya baik untuk kesuburan," lanjut Axe.


Walaupun tidak pernah menuntut tapi Flo sadar jika Axe menginginkan kehadiran seorang anak di pernikahan mereka.

__ADS_1


"Menurutmu anak kita nanti mirip siapa?" celetuk Flo seraya menyuapkan masakan Axe ke mulutnya.


"Tentu saja mirip denganku, aku kan yang bekerja keras bagai kuda," sahut Axe percaya diri.


Flo merasa tidak suka dengan jawaban suaminya itu. "Jadi, menurutmu aku terima beres?"


"Sepertinya begitu," Axe sengaja menjawab pertanyaan Flo dengan sedikit memancing. "Aku yang selalu berinisiatif duluan!"


"Aku tidak berinisiatif bukannya karena tidak mau, lagipula aku tidak pernah menolak," ucap Flo tidak terima.


"Tapi, bagaimana, ya? Fakta berkata lain," balas Axe tanpa mau melihat wajah istrinya.


Suasana yang sebelumnya romantis menjadi rusak dalam sekejap, hanya dentingan sendok yang terdengar.


"Biar aku yang mencucinya," Axe mengambil piring kotor dan berjalan ke arah wastafel dapur.


"Siapa bilang aku tidak bisa berinisiatif," gumam Flo seraya mendekat. Dia berdiri di belakang Axe dan mencoba meraba tubuh suaminya.


"Darling..." Axe pura-pura terkejut padahal dalam hatinya kesenangan.


Akhirnya dia berhasil memancing Flo supaya lebih agresif.


"Aku sedang mencuci," lanjut Axe.


"Kalau begitu selesaikan pekerjaanmu, diam dan nikmati sentuhanku," ucap Flo dengan nakal.

__ADS_1


Tangan Flo sudah bergerilya kemana-mana bahkan menyentuh milik Axe di bawah sana.


Ternyata hanya seperti itu saja milik Axe sudah menegang sempurna.


"Dasar..." Flo tidak habis pikir. Dia terus melanjutkan aksinya sampai pada menurunkan celana sang suami.


Di sana Flo ingin bermain lollipop yang jarang dia lakukan.


Kali ini Flo harus memimpin permainan dan Axe lagi-lagi berpura-pura menjadi korban.


"Darling, bagaimana ini?" tanya Axe pura-pura polos.


"Diam saja," Flo sudah berjongkok dan menikmati lollipop di bawah sana.


Axe memejamkan mata sambil menikmati tapi hal itu tidak berlangsung lama karena Flo mengajak suaminya untuk masuk ke dalam kamar.


Padahal bisa saja mereka melakukan di dapur tapi Flo belum terbiasa di tempat terbuka walaupun hanya ada mereka berdua.


"Berbaringlah!" Flo mendorong dada Axe sampai lelaki itu telentang di atas kasur.


"Apa yang mau kau lakukan, darling?" Axe menyilangkan kedua tangannya di dada.


Flo terkekeh melihat tingkah Axe yang dibuat-buat seperti itu.


"Kali ini aku yang berinisiatif, bukan? Jadi, anak kita harus mirip kita berdua," ucap Flo seraya naik ke perut Axe.

__ADS_1


"Apa boleh buat, sepertinya memang anak kita akan mirip kita berdua," sahut Axe yang sudah pasrah sedari tadi. Dia akan membiarkan Flo melakukan apa yang perempuan itu ingin lakukan padanya.


__ADS_2