
Axe melihat Flo yang tertidur di pelukannya, dia masih mengingat jelas bagaimana istrinya itu berusaha untuk memuaskan dirinya.
"Kau pasti lelah, darling," bisik Axe seraya mengeratkan pelukannya.
Dulu dia tidak pernah berpikir bisa menjalin pernikahan dengan seorang wanita tapi semua berubah setelah dirinya mengenal Flo.
Walaupun awal perkenalan mereka tidak baik tapi semua bisa teratasi.
Kadang Axe masih memikirkan dampak dari iblis Larry dalam diri Flo. Apa mungkin Flo susah hamil karena iblis Larry sebelumnya?
Kalau memikirkan itu, rasanya Axe merasa sangat bersalah. Hampir saja dia kehilangan Flo untuk selama-lamanya.
"Aku tidak akan menuntut apapun, aku hanya ingin bersama istriku," gumam Axe yang akan melakukan segala cara untuk membahagiakan Flo.
Keesokan harinya, Flo harus bergegas ke kantor karena ada urusan mendesak.
Flo berpamitan tanpa sarapan karena sudah terlambat.
"Aku ada rapat penting kalau bosan datanglah ke kantorku saat jam makan siang," ucap Flo seraya mengecup bibir suaminya.
Perempuan itu tidak menunggu jawaban dari suaminya dan langsung pergi.
__ADS_1
"Darling..." Axe memanggil tapi istrinya sudah tidak mendengar lagi. Dia jadi merasa jika posisi mereka jadi terbalik.
Demi Flo, Axe harus meninggalkan perusahaan ayam franchisenya. Entah sampai kapan dia bisa pergi tapi Axe juga tidak mau berjauhan dengan Flo.
Sepertinya dia harus membicarakan masalah ini karena Axe dan Flo harus memilih salah satu negara untuk ditinggali sekaligus mengembangkan bisnis.
Flo harus menemui tender besar di sebuah restoran mewah. Dia sedang mengembangkan bisnis parfumnya supaya bisa masuk ke banyak negara.
Dia tidak menyangka kalau akan bertemu Mattew di sana.
Mattew juga melakukan rapat di luar, lelaki itu memakai setelan jas rapi dengan dasi pilihan dari Anna sebelumnya.
Indera penciuman Mattew bisa merasakan jika Flo ada di sekitar restoran tempatnya berada.
Pada saat itu Flo memang tengah lewat untuk pergi ke toilet.
"Pengharum ruangan di restoran ini sungguh enak sekali," komentar salah satu pengunjung.
Padahal aroma itu berasal dari Flo yang lewat.
Flo pergi ke toilet dan ingin cepat kembali tapi sampai di koridor toilet, dia berpapasan dengan Mattew.
__ADS_1
"Matt..." tegur Flo yang melihat mantan tunangannya.
"Aku masih mencium aromamu bahkan dari jarak jauh Flo," ucap Mattew dalam hatinya. Dia berusaha tersenyum dan membalas sapaan Flo di sana.
"Flo, kau di sini? Apa kabar?" Mattew mendekat dan langsung memeluk perempuan itu.
Lelaki itu mencuri kesempatan dengan mencium rambut Flo sejenak.
Dan hal itu tentu saja membuat Flo risih.
Buru-buru Flo memundurkan badannya, sudah setahun berlalu tapi Mattew sepertinya belum bisa move on darinya.
"Aku harus kembali, aku ingin melanjutkan presentasiku," ucap Flo berpamitan.
"Tunggu!" Mattew menahan perempuan itu dengan memegang tangannya. "Setelah ini, apa kita bisa minum kopi berdua?"
"Maafkan aku, Matt. Tapi, aku harus segera kembali ke kantor," Flo menolak secara halus.
"Hanya setengah jam tidak lebih, entah kapan lagi kita bisa bertemu lagi," pinta Mattew dengan wajah memelasnya.
Sepertinya Flo harus mempertegas hubungan mereka supaya ke depannya tidak terjadi salah paham. Dia tidak mau timbul masalah dengan Axe nantinya.
__ADS_1
"Baiklah," Flo akhirnya setuju.
Anggap ini terakhir kalinya dia bisa minum kopi bersama Mattew.