Jerat Mafia Hareudang

Jerat Mafia Hareudang
JMH BAB 39 - Sebentar Lagi


__ADS_3

Lagi-lagi Kenzo mendengar Flo membicarakan masalah iblis, kalau waktu itu Kenzo mengabaikannya, sekarang dia jadi penasaran.


"Apa maksudmu?" tanya Kenzo kemudian.


"Nanti kau juga tahu sendiri," sahut Flo yang sangat yakin jika Axe akan datang untuknya.


Kenzo tidak mau membahas lebih dalam lagi, dia mengambil ponsel Flo dan memberikannya pada gadis itu.


"Bicaralah dengan suamimu dan minta berpisah darinya, kau harus memilihku!" perintah Kenzo.


"Kau memang gila!" teriak Flo semakin kesal tapi dia tetap mengambil ponselnya.


Flo jadi bingung harus menghubungi Axe atau Mattew. Sampai dia akhirnya memutuskan untuk mendial nomor Mattew.


"Flo?" jawab Mattew yang langsung menerima panggilan itu.


"Iya, ini aku. Kau tidak perlu khawatir padaku, Matt!"


"Tidak khawatir bagaimana, jangan matikan panggilannya. Aku akan melacakmu!"


Flo menggigit bibir bawahnya sebelum bertanya. "Apa kau bersama Axe?"


"Kau ingin berbicara dengannya?" tanya Mattew balik.


"Kau tidak marah padaku, Matt?"


"Apa marah akan menyelesaikan masalah sekarang?"


Mattew tidak ingin membuang waktu, dia mencari Axe dan memberikan ponselnya pada lelaki itu.

__ADS_1


"Axe?"


"Darling? Apa bajingan itu menyentuhmu!?" Axe langsung emosi.


"Aku baik-baik saja, aku hanya ingin bilang..." Flo menatap Kenzo yang berdiri di hadapannya. "Kau harus mengalahkan bajingan itu apapun yang terjadi!"


Kemudian Flo mematikan panggilan dan melempar ponselnya.


"Aku tidak sudi bersamamu!" pekik Flo menantang.


Kenzo terkekeh melihat perlawanan Flo, dengan cepat Kenzo menindih tubuh kurus itu yang membuat Flo tidak bisa bergerak.


"Kau sangat berani Flo, aku sudah bersikap sabar, rupanya kau menantangku ya!?" Kenzo berusaha mencumbu Flo tapi gadis itu berusaha melawan.


"Lawanlah aku! Semakin kau melawan semakin kau berkeringat dan itu membuatku bergairah!?"


"Larry, bawa aku ke duniamu!" ucap Flo dalam hatinya. Saat itu pikiran Flo hanya tertuju di sana.


Flo memejamkan matanya dan tiba-tiba Flo pingsan yang membuat Kenzo jadi bingung.


"Argh... Kenapa fisik Flo jadi lemah!?" geram Kenzo.


Sementara Flo sudah berada di dunia Larry, dia berdiri di dinding kaca kamar Larry.



Flo tertunduk dan kembali menangis, dia memikirkan hidupnya yang rumit di dunia. Apa dia harus menerima tawaran Larry saja?


__ADS_1


Flo menempelkan tangannya di kaca dan dia merasakan ada seseorang yang datang dari arah belakang.


"Larry?"



Flo membalik badannya yang masih penuh derai air mata. Dia melihat Larry sudah berdiri dengan begitu gagah di belakangnya.


"Kemarilah!" Larry mengulurkan satu tangannya.


Awalnya Flo ragu tapi karena dia sudah terbuai, akhirnya Flo menerima uluran tangan itu.


Larry langsung memeluk Flo saat gadis itu memegang tangannya.


"Kau akan aman dan tenang di sini jadi tetaplah bersamaku!" ucap Larry kemudian.


Flo memejamkan matanya merasakan hangatnya pelukan Larry, dia merasa juga tubuhnya sehat, tidak lemah seperti di dunianya.


"Jadi, kau bersedia menjadi pendampingku, 'kan?" tanya Larry.


Flo masih diam, dia masih ragu. Tapi Larry mengurai pelukan dan menyeka air matanya.


"Jangan takut padaku!" bujuk Larry dengan senyuman manis sekali.


Flo memandangi wajah iblis itu kemudian tangannya terulur untuk mengusap wajah Larry.


"Apa ini sudah waktunya?" tanya Flo.


"Sebentar lagi!" Larry mencium Flo dengan dalam, dia harus menyatu dengan gadis itu jika ingin memiliki Flo seutuhnya.

__ADS_1


__ADS_2