Jerat Mafia Hareudang

Jerat Mafia Hareudang
JMH BAB 53 - Misi Pebinor


__ADS_3

Axe ingin membuat Flo ingat padanya dengan kembali mengulang momen-momen mereka, Axe akan berjuang sebelum Flo menikah.


"Berhenti bersikap kurang ajar padaku!" geram Flo sambil menunjuk pintu. "Keluar atau aku panggil security!"


Tapi rupanya Axe terlalu agresif yang justru membuat Flo tidak nyaman dan marah.


"Maafkan saya, Nona. Saya akan coba merawat anda," ucap Axe yang tidak mau pergi dan memaksa Flo untuk duduk. "Apa kita pergi ke dokter saja, ya?"


"Tidak perlu, aku hanya butuh istirahat sebentar!" Flo memejamkan matanya mencoba mengabaikan Axe.


Beberapa menit kemudian, Flo terlelap juga dengan posisi duduk. Flo tertidur yang menurut Axe dengan posisi tidak nyaman.


Axe pelan-pelan membaringkan tubuh Flo kemudian dia keluar ke ruangan pantry untuk menyiapkan kompres. Dia ingin mengompres Flo supaya demam gadis itu mereda.


"Biar aku bantu," tawar Elsa saat melihat Axe sibuk merawat Flo.


"Aku bisa sendiri," tolak Axe dingin. Dia sebenarnya tidak suka berdekatan dengan wanita kecuali Flo yang dia anggap istrinya.

__ADS_1


"Apa aku menghubungi tuan Mattew saja ya, aku yakin dia akan langsung kemari saat tahu nona Flo sakit," ucap Elsa yang membuat Axe melotot tajam pada gadis itu.


"Jangan pernah memanggilnya, aku akan merawat nona Flo sendiri," sahut Axe dengan nada penuh ancaman.


Axe kembali ke ruangan Flo dan mengompres gadis itu, Axe begitu telaten melakukan itu sampai demam Flo turun. Sebelum Flo bangun, Axe ingin mempersiapkan makan siang.


Karena dia tidak mungkin memasak di kantor Flo jadi dia memesan beberapa makanan. Axe keluar dari kantor dan memesan sendiri makanan untuk Flo.


"Sup krim jamur?" tanya Flo saat terbangun dan mendapati Axe yang memaksanya untuk makan.


"Dapat teori dari mana itu?"


"Makan saja!"


Axe memaksa Flo membuka mulut dan Axe dengan sabar menyuapi Flo. Suap demi suap masuk ke mulut Flo dan gadis itu terus memandangi wajah Axe yang semakin membuatnya penasaran.


"Kenapa kau lakukan ini padaku? Kau bersikap seolah kita sudah saling mengenal sebelumnya?" celetuk Flo yang membuat Axe bingung harus menjawab apa.

__ADS_1


"Anggap saja saya fans anda, Nona," jawab Axe kemudian.


Flo terkekeh karena merasa Axe semakin aneh, dia akan mencoba bersabar setidaknya sampai launching produknya digelar.


"Aku harus mempercepat launching parfum baruku karena aku akan segera menikah. Jadi kemungkinan kita akan sibuk mulai sekarang, kau bisa pulang, aku bisa mengurus diriku sendiri...."


"Dan terima kasih sudah merawatku!" Flo berkata dengan tulus.


Tiba-tiba Axe mendekat dan menciumnya, Flo kaget setengah mati tapi alih-alih marah, respon tubuhnya justru menikmati. Flo terhanyut dan membalas ciuman Axe.


Kedua anak manusia itu bergulat dengan indera pengecap mereka sampai Axe melepas pagutan bibirnya.


"Maaf, aku tidak bisa menahan diri untuk mencium anda, Nona," ucap Axe yang membuat wajah Flo merah padam. Flo merutuki kebodohannya karena terbawa suasana.


"Kau fans yang paling lancang!" Flo membenahi penampilannya dan menjauhi Axe, dia memegang dadanya karena jantungnya berdebar tak karuan.


"Kalau begitu saya permisi, Nona." Axe rasa sudah cukup untuk tebar pesona hari ini. Dia sudah puas karena Flo yang membalas ciumannya. Sebentar lagi misi pebinornya pasti akan berhasil.

__ADS_1


__ADS_2