Jerat Mafia Hareudang

Jerat Mafia Hareudang
JMH BAB 35 - Tanpa Larry


__ADS_3

Axe mengambil artefak yang dia miliki kemudian ingin menghancurkannya. Tapi buru-buru Simon mencegahnya.


"Apa yang kau lakukan? Justru dengan menghancurkan artefak ini, iblis itu akan lebih mudah mengambil istrimu!" Simon merebut artefak dari tangan Axe.


"Semua harus batal!" geram Axe yang jadi marah dengan keadaan. Dia menyalahkan dirinya sendiri dengan apa yang terjadi.


"Tidak akan semudah itu membatalkan perjanjian dengan iblis!" Simon menunjuk tanda yang dia buat di leher Axe. "Aku sudah menyegelnya dalam tubuhmu tapi itu hanya sementara, aku yakin iblis itu akan terus mencari cara untuk keluar!"


"Dia iblis yang kuat, sebelumnya kepala suku sudah menyegelnya di artefak ini tapi dia justru berhasil menguasai pemiliknya sampai kepala suku dan pengikutnya jadi korban!"


"Jadi, salah langkah. Bukan hanya istrimu yang jadi korban, bisa jadi kau sendiri dan para anak buahmu akan ikut serta!"


Simon menjelaskan panjang lebar yang membuat Axe semakin frustasi.


"Aku akan mempelajari artefak ini!" Simon kemudian undur diri. Dia menghilang begitu saja.


Axe buru-buru menertibkan para anak buahnya, dia meminta mereka bersiap jika Axe nanti memberi mereka perintah.


"Ada hal yang jauh lebih penting!" Axe mengurungkan niatnya untuk balas dendam pada Kenzo karena urusan Flo lebih utama sekarang.


Setelah itu, Axe bergegas menghubungi Robin dan menanyakan keadaan Flo pada bawahannya itu.


"Eee.... Eee..." Robin bingung harus menjawab apa.


"Kau itu kenapa!?" bentak Axe tidak sabaran.

__ADS_1


"Bu bos..." Robin mengatur nafasnya. "Bu bos berada di rumah sakit!"


"Lihat saja, saat melihatmu nanti aku pasti akan mengeluarkan ususmu!"


"Jangan bos! Saya bingung karena bu bos dengan suaminya yang lain!"


"Oh, aku tidak mengeluarkan ususmu tapi aku akan langsung mencincangmu dan akan aku berikan dagingmu pada kucing jalanan!"


...~°••°~...


Mattew dengan perhatian menyuapi Flo makan kemudian dia juga membantu menyeka tubuh Flo.


"Demamnya sudah turun," komentar Mattew yang mengelap punggung Flo dengan handuk basah.


"Matt, biarkan perawat yang membantuku," ucap Flo yang malu.


Beberapa menit pun selesai, Mattew membawa ember berisi air dan juga pakaian dalam Flo yang kotor. Flo masih memakai baju pasien.


"Kalau demamnya sudah turun berarti aku tidak perlu khawatir saat kita ada di pesawat nanti," ucap Mattew lagi.


"Matt, aku..."


"Tentang kedai ayamnya, Gerald sudah mengurus semuanya!"


Perkataan Flo dipotong begitu saja oleh Mattew.

__ADS_1


"Sekarang berbaringlah lagi, aku akan mengurus kepulangan kita!" Mattew membelai rambut Flo sebelum dia keluar dari ruangan rawat inap itu.


Flo jadi enggan berbicara mengenai Axe pasti calon suaminya itu akan sakit hati padanya.


Setelah Mattew keluar, Flo kembali membaringkan dirinya. Dia terus melihat cincin pemberian Axe di jari manisnya.


"Saat aku jujur pada Mattew pasti laki-laki itu akan bilang tidak apa-apa bahkan kalau aku bilang, aku hamil dari laki-laki lain pasti Mattew akan bersedia bertanggung jawab," gerutu Flo yang tahu sifat Mattew. "Ya, dia tipe seperti itu. Selalu memikirkan perasaanku tanpa memikirkan perasaannya sendiri!"


Tak lama pintu ruangan Flo terbuka lagi, Flo pikir itu adalah Mattew yang kembali.


"Kenapa cepat sekali?" tanya Flo membalik badannya.


Mata Flo membulat karena bukan Mattew yang kembali melainkan Axe.


"Axe?" Flo mendudukkan dirinya.


Dan Axe langsung mendekati Flo, lelaki itu meraih tengkuk istrinya dan tanpa peringatan, Axe mencium bibir Flo dengan menggebu-gebu.


"Hmmp!" Flo berusaha mendorong dada Axe karena dia tidak mau bertemu Larry. "Lepas!"


Saat terlepas, Flo masih melihat aura Axe bukannya Larry.


"Axe?" tanya Flo memastikan.


"Aku suamimu, darling!" Axe kembali mencium Flo dan kali ini gadis itu membalasnya.

__ADS_1


Mereka bergulat dengan indera pengecap mereka sampai tangan Axe menyusup masuk ke celana yang dipakai Flo.


"Eugh!" Flo melenguh karena Axe bermain dengan tubuh bagian bawahnya.


__ADS_2