
Grey mondar-mandir karena menunggu Flo yang tak kunjung pulang. Dia sudah membaca berita mengenai Flo dan ingin membicarakannya lebih lanjut.
"Tenanglah, Grey! Sebentar lagi Flo pasti akan pulang!" ucap Silver mencoba menenangkan suaminya.
"Flo benar-benar rela nama baiknya tercoreng demi laki-laki yang tidak jelas asal-usulnya," kesal Grey karena Flo tidak membicarakan masalah skandal itu padanya dulu. Dan Grey menyalahkan Axe atas semuanya.
"Mungkin Flo mempunyai pertimbangan lain apalagi mereka menganggap jika mereka adalah suami istri," sahut Silver.
"Come on, Honey. Pernikahan mereka tidak sah!"
"Lalu kau akan meminta mereka berpisah?"
"Tidak juga!"
Grey jadi bingung sendiri, dia mendudukkan diri di sofa dengan wajah tertunduk.
"Aku tahu apa yang kau rasakan," ucap Silver mencoba menenangkan. "Flo tiba-tiba mengaku mempunyai suami yang kita tidak tahu siapa itu, parahnya dia adalah seorang mafia, apalagi Axe sempat membuat Flo hampir kehilangan nyawa. Apa kita akan mempercayakan Flo dengan orang seperti itu?"
"Awalnya aku juga ragu, Grey. Tapi aku mencoba mengerti perasaan Flo. Dan kita harus membiarkan anak-anak kita menyelesaikan masalah mereka sendiri!"
__ADS_1
Mendengar itu, Grey langsung mengecup puncak kepala istrinya. Ternyata Silver sudah sangat dewasa, dia ingat pertama kali bertemu dengan istrinya itu. Gadis yang sangat polos dan selalu rendah diri tapi sekarang?
"Kau banyak berubah, Honey," komentar Grey.
"Sebentar lagi kita akan mempunyai cucu jadi aku harus lebih dewasa!"
"Flo hamil?"
"Mereka tidak mungkin belum melakukannya, tadi pagi aku melihat dada Flo penuh dengan tanda merah!"
"What?"
"Jadi di mana kakak iparku?" tanyanya.
Silver langsung menatap suaminya. "Yang harus kau khawatirkan sebenarnya adalah anak laki-lakimu itu!"
"Setelah urusan kakakmu selesai, kita perlu bicara, anak muda!" tegas Grey menatap tajam Keenan.
"Kan... Kan... Aku pasti kena imbasnya! Padahal aku itu..." perkataan Keenan terpotong karena melihat Flo yang datang. Wajah kakaknya itu tampak kelelahan dengan gaya berjalan yang aneh membuat Keenan jadi naik pitam.
__ADS_1
Keenan memicingkan mata pada Axe yang berjalan merangkul Flo kemudian dia berdiri dan langsung merebut Flo dari Axe.
"Apa yang kau lakukan pada kakak ku?" tanyanya.
"Flo hanya kelelahan," jawab Axe berusaha menjelaskan.
"Kelelahan atau jiwanya kau serap lagi?" Keenan yang sudah tahu semuanya jadi hilang respect pada Axe.
Flo berusaha menenangkan Keenan. "Iblis itu sudah pergi jadi aku tidak apa-apa!"
"Ehem!" Grey juga berusaha menjauhkan Flo dari Axe mengingat apa yang dilakukan Axe pada putrinya sebelumnya. Grey menelisik penampilan Axe seperti yang dilakukan Silver. "Kau memang berandalan yang mencoba menggoda putriku!"
"Awalnya memang begitu ayah mertua tapi Flo yang sekarang sudah cinta mati padaku!" ucap Axe membela diri.
"Cinta mati kau bilang!?" Grey jadi emosi mendengarnya, rasanya dia masih tidak rela jika Flo jatuh pada lelaki seperti Axe.
"Kami sudah melakukan apa yang ayah mertua mau, kami sedang proses membuat anak dan cucu untuk ayah mertua jadi terimalah saya menjadi ayah dari cucumu nanti, ayah mertua," ucap Axe dengan gaya percaya dirinya seperti biasa.
"Jadi begitukah cara yang kau gunakan supaya aku bisa menerimamu, dasar licik!" geram Grey dengan mengepalkan kedua tangannya. Dia ingin menghajar Axe sekarang juga.
__ADS_1