Jerat Mafia Hareudang

Jerat Mafia Hareudang
JMH BAB 75 - Tidak Buruk


__ADS_3

Flo menyadari jika Grey tengah emosi, dia ingin menyelesaikan masalah dengan kepala dingin. Jadi dia berusaha menenangkan sang daddy.


"Dad, semua sudah berlalu. Aku dan Axe ingin memulai dengan yang baru sekarang jadi lupakan apa yang telah terjadi," ucap Flo dengan meraih lengan Grey. "Axe sudah terbiasa hidup tanpa arah jadi maklumi saja kalau dia berbuat kesalahan, dia sudah mau berubah itu sudah hal yang tidak ternilai harganya!"


Mendengar itu, Axe menjadi terharu karena Flo yang membelanya. Axe merangkul bahu istrinya dan memberanikan diri menatap Grey untuk berusaha meyakinkan ayah mertuanya.


"Penjahat seperti saya memang tidak pantas bersanding dengan Flo tapi saya bersungguh-sungguh ingin menjadi orang baik! Flo sudah mengajarkan banyak hal pada saya, saya akan menyerahkan hidup saya untuk Flo dan anak-anak kami nanti!" ucap Axe dengan memukul dadanya memakai salah satu tangannya.


Silver juga mendekati suaminya. "Beri Axe kesempatan untuk membuktikan dirinya!"


Sepertinya Grey tidak bisa berbuat banyak, dia akan mencoba menerima Axe walaupun setengah hati.


Grey berlalu pergi begitu saja yang membuat Silver mengikuti suaminya. Sementara Keenan dengan tajam menatap Axe di sana.


"Kau pasti belum tahu tentang silsilah keluargaku, 'kan? Jika kau menyakiti atau membahayakan kak Flo lagi, aku akan memanggil pasukan Pandawa!" ancam Keenan yang membicarakan ke lima belas sepupunya.

__ADS_1


"Pandawa itu apa, darling?" tanya Axe yang tidak mengerti.


"Itu sebutan kakak-kakak mommy Silver, aku mempunyai lima paman kembar dan lima pamanku itu mempunyai lima belas anak," jelas Flo.


Mata Axe membulat, dia yang selama ini sebatang kara, sekarang diberi keluarga langsung banyak.


"Dan jangan lupakan Opa dan Oma, Grandpa dan Grandma, aku akan memperkenalkanmu dengan mereka semua nanti," tambah Flo dengan menggenggam tangan Axe. "You not alone!


"Asal dia menutup jati dirinya yang seorang mafia, kau tahu sendiri keluarga kita membenci mafia!" ucap Keenan memberi peringatan.


Flo mendengus kasar pada Keenan. "Lebih baik kau belajar berbicara sopan pada Axe!"


"Jangan ambil hati, lebih baik terbuka dari awal dari pada kau menghadapi wajah-wajah palsu yang tidak tulus padamu! Saat kau mengenal lebih dalam keluargaku, kau pasti akan menemukan kehangatan," bujuk Flo.


"Aku menantikan hari itu," sahut Axe dengan tersenyum lebar sampai deretan gigi kelincinya kelihatan.

__ADS_1


"Sekarang kau lebih banyak tertawa, Mr. Mafia!" komentar Flo.


...~°••°~...


"Mandilah, aku akan menyusun bajumu di walk in closet!" ucap Flo saat masuk ke kamar.


Tapi Axe menahan istrinya untuk tidak melakukan itu.


"Aku tidak akan lama di sini, darling. Aku harus segera kembali, sebenarnya Robin terus menghubungiku!" ungkap Axe.


Flo mengadah menatap suaminya. "Berjanjilah padaku, kau akan cepat kembali!"


"Of course!" Axe memeluk Flo dengan memejamkan matanya, sebenarnya dia juga tidak mau jauh dari istrinya tapi mau bagaimana lagi, dia tidak mungkin hanya modal terong saja. Dia harus membuktikan jika Axe bisa membuka waralaba franchise ayamnya.


Kalau berhasil, dia bisa akan mempunyai perusahaan ayam dan menjadi pimpinan di sana. Membayangkan saja membuatnya tidak sabar.

__ADS_1


"Kau tidak masalah kan jika mempunyai suami CEO ayam, darling?" tanya Axe memastikan.


Flo tergelak mendengarnya. "Dari mafia kemudian model dan berakhir menjadi pedagang ayam! Itu tidak buruk!"


__ADS_2