
Axe benar-benar menculik istrinya dan pergi jauh tanpa tujuan. Lelaki itu singgah ke pom bensin untuk mengisi bahan bakar terlebih dahulu.
"Kenapa kita tidak kembali saja?" Flo melakukan protes untuk kesekian kalinya.
Bagaimana tidak, perempuan itu hanya membawa diri saja bahkan Flo hanya memakai piyama tanpa membawa barang apapun.
"Aku tidak ingin dibunuh daddy mertua," jawab Axe seraya mengangkat selang dan memasukkan dalam tangki bensin mobil.
Di pom bensin itu ada sebuah swalayan, Flo berjalan ke arah sana untuk membeli minum, rasanya melelahkan menghadapi Axe yang suka bertindak sesuka hatinya.
Flo membeli minuman dingin dan mie instan lalu duduk di meja yang disediakan oleh swalayan.
Setelah selesai mengisi bahan bakar, Axe bergabung dengan istrinya.
Padahal Flo berpenampilan apa adanya tapi lelaki itu tambah suka.
"Kau terlihat semakin cantik, darling," Axe memuji seraya duduk di samping Flo.
Flo yang mau menyuapkan mie ke mulutnya sampai tidak jadi mendengar pujian itu. Sempat-sempatnya suaminya memuji disaat seperti ini.
"Kau harus banyak bersosialisasi seperti yang aku katakan dari awal, Axe. Jika terus begini, entah bagaimana pernikahan kita nanti," ucap Flo kemudian.
"Maksudnya bagaimana?" Axe tidak mengerti.
"Kau tidak bisa bersosialisasi dengan benar, kalau orang normal pasti akan menjemputku baik-baik, bukan menculikku seperti ini," jelas Flo.
__ADS_1
Axe tidak membalas perkataan istrinya karena memang dia merasa bersalah.
"Kau tidak bisa dihubungi, darling. Aku jadi cemas," ucap Axe pada akhirnya.
Flo mencoba menggenggam tangan suaminya, dia juga merasa bersalah karena tidak memberi kabar.
"I'm sorry, okay. Aku berjanji lain kali jika ada masalah, tidak akan pergi lagi seperti ini," Flo berusaha bersikap bijak.
"I love you, darling. Aku akan cepat kembali," ucap Axe seraya mengecup punggung tangan istrinya.
Malam itu, Axe mengajak istrinya menginap di sebuah motel.
Besok pasti Axe akan mengakui dosanya pada mertuanya.
*
*
Jadi, mereka harus mencari pelakunya.
Dan sesuai dugaan orang itu adalah Axe karena Flo yang menghilang.
"Astaga, kenapa kakak ipar melakukan hal seperti ini padahal aku baru saja memejamkan mata," protes Keenan di sana.
Grey mengeratkan gigi gerahamnya karena kesal.
__ADS_1
"Kita harus membawa Flo kembali," ucap Grey kemudian.
"Apa?" Keenan merasa tidak percaya. "Mereka pasti bercinta di suatu tempat, Dad!"
"Kenapa kau berpikir kotor seperti itu?" Grey jadi tambah kesal.
Keenan menghela nafasnya panjang sebelum menjelaskan.
"Oh my God, Dad. Mereka sudah menikah apalagi setelah bertengkar itu obat mujarabnya memang bercinta," ucap Keenan secara gamblang.
Grey baru sadar kalau putranya adalah playboy kelas kakap.
"Dasar anak begundal!" umpat Grey seraya berlalu pergi.
Memang benar apa kata Keenan saat ini Axe tengah menggoda istrinya yang ingin terlelap dalam tidurnya.
"Axe..." Flo mencoba menjauhkan tangan suaminya yang terus meraba tubuhnya. Dia ingin beristirahat sejenak, besok pagi-pagi sekali mereka harus pergi dari motel.
Namun, Axe tidak akan bisa diam begitu saja, terong bangsa romawinya terus menggesek bokong Flo di belakang sana.
"Satu kali saja, darling," bujuk Axe.
Flo menganggukkan kepalanya. "Aku ingin melakukan gaya pasrah saja!"
"Tidak apa-apa, aku akan memuaskanmu, darling," Axe jadi bersemangat dan langsung membuka bajunya.
__ADS_1