
Flo tidak percaya Axe akan menanyakan hal seperti itu padanya. Walaupun dia nyaman di dunia Larry tidak berarti dia menyukai iblis itu.
"Aku akan pura-pura tidak mendengar pertanyaanmu itu, Mr. Mafia!" ucap Flo dengan mendudukkan dirinya, sebelumnya dia masih dalam keadaan berbaring. "Dan sikapmu itu seolah-olah kita pasangan sungguhan!"
"Aku memang menganggap kita pasangan sungguhan, kau saja yang selalu meremehkan hubungan kita! Kau tidak pernah menganggapku sebagai suamimu sementara aku selalu memperlakukanmu layaknya seorang istri," ucap Axe semakin kesal karena Flo yang selalu seperti itu.
Flo tidak bisa menampik itu, Axe memang selalu memberi perhatian layaknya seorang suami.
"Aku beberapa kali mendengar kau selalu memanggil kedua orang tuamu, apa kau melupakan mereka?" cecar Axe yang mencoba menyadarkan Flo lagi.
Tangan Flo meremas seprai, dia menetaskan air matanya.
"Aku tidak suka dengan bau tubuhku!" keluh Flo merasa yang semua dia alami karena bau tubuhnya.
"Jadi kau ingin tubuhmu bau busuk!?" Axe langsung mengangkat tubuh istrinya ke dalam bath up kamar mandi.
Axe mencampur wewangian dan juga sabun dari berbagai aroma yang menghasilkan aroma tidak sedap kemudian mencampurnya dengan air yang di bath up.
"Axe, apa yang kau lakukan?" protes Flo yang mencium aroma aneh di air tempat dia berendam.
__ADS_1
Axe membuka bajunya kemudian dia ikut berendam bersama istrinya. Axe menggosok tubuh Flo supaya bau busuk.
"Aku tidak suka baunya!" komentar Flo sambil menutup hidungnya memakai tangannya.
"Bau harum salah, bau busuk pun salah, jadi apa maumu, Flo!?" Axe menghentikan menggosok tubuh Flo.
Axe kemudian meraba tubuh istrinya. "Di mana Larry menyentuhmu? Aku tidak suka istriku disentuh orang lain apalagi yang menyentuhnya bukan manusia walaupun dia meminjam ragaku dan memakai tanganku ini, aku tidak rela!"
"Aku akan memberi banyak tanda pada tubuhmu, kau adalah istriku!"
Pertama-tama Axe menyesap leher Flo dan memberi tanda merah di sana kemudian bibirnya semakin turun, Axe mengecup dan menghisap semau dada Flo sampai tercipta tanda-tanda merah.
"Akh! Sudah!" teriak Flo yang merasa tubuhnya sudah penuh dengan tanda kemerahan.
"Aku masih menahan diri, Flo! Jika kau berani berselingkuh lagi, aku tidak akan memberi tanda seperti ini tapi...."
Tangan Axe meraba paha istrinya dan menyusup ke dalam kain segitiga yang dipakai Flo.
__ADS_1
"Aku akan memasukinya, tidak peduli jika kau akan menolaknya!" ancam Axe.
Axe yang merasa sudah memberi hukuman pada Flo kemudian mengangkat tubuh kurus itu ke bawah shower dan memandikan Flo, seperti bayi Flo menurut saja.
Saat selesai, Axe memakaikan bathrobe dan menggendong Flo keluar dari kamar mandi. Dia mendudukkan Flo di sofa sambil menggosok rambut istrinya yang basah.
"Aku akan membuat bubur setelah itu minum obatmu!" Axe memeriksa suhu tubuh Flo yang kembali demam.
Axe keluar dari kamar dan berkutat di dapur untuk membuat bubur sementara Flo di kamar merenungi apa yang telah dia lakukan. Dia merutuki kebodohannya karena terperdaya dengan Larry.
Hampir satu jam menunggu, akhirnya Axe kembali masuk ke kamar dengan semangkuk bubur.
"Buka mulutmu!" perintah Axe yang ingin menyuapi istrinya.
"Setelah marah-marah, sikapmu sungguh manis," komentar Flo yang masih mengingat jelas Axe dengan nada tinggi membentaknya.
"Percayalah, aku menahan diriku! Aku hanya mengeluarkan beberapa persen kemarahanku, aku tidak ingin menyakiti istriku!" ungkap Axe yang membuat Flo langsung terdiam.
Flo jadi merasa bersalah pada lelaki itu. "Maafkan aku!"
__ADS_1
Akhirnya kalimat itu terlontar dari mulut Flo yang membuat Axe menarik tubuh Flo kepelukannya.
"Kau harus merasa nyaman bersama suamimu, kau harus menungguku dengan setia," tuntut Axe yang akan pergi meninggalkan Flo cukup lama nanti.