Jerat Mafia Hareudang

Jerat Mafia Hareudang
JMH BAB 40 - Kapal Pesiar I


__ADS_3

Larry dan Flo saling berciuman dan membalas, Larry membimbing tubuh Flo untuk naik ke atas ranjangnya.


Saat itu Flo berciuman sambil memejamkan matanya, dia terbuai begitu dalam. Sampai kedua tangannya mengalung di leher kokoh Larry.


Flo merasakan ada sisik di leher iblis itu yang membuatnya membuka mata.


Mata Flo membulat karena melihat wujud asli Larry, dia langsung melepaskan ciumannya.


"Jangan takut!" Larry berusaha membujuk.


Flo menggelengkan kepalanya, dia ingin kembali. Tapi bagaimana caranya? Saat kembali pun, dia akan diperkosa oleh Kenzo.


"Axe!" panggil Flo, gadis itu memanggil suaminya.


Pada saat itu, Axe sudah bersiap dengan beberapa senjata. Dia sudah tahu lokasi Flo dari Mattew yang melacak keberadaan Flo sebelumnya.


"Sial, dia berada di tengah laut!" kesal Axe yang harus memakai helicopter menuju lokasi dan tentunya dia tidak bisa membawa anak buah banyak.


Mattew menunggu Axe dengan terus memantau kapal pesiar yang dia tandai titik koordinatnya. Kapal pesiar itu terus melaju yang membuatnya harus memantau setiap saat.

__ADS_1


"Hanya bisa membawa dua helicopter dan beberapa anak buah, saat kita turun ke kapal pasti kita sudah diincar," ucap Axe yang mendatangi Mattew berada.


"Dia pasti sudah merencanakan ini semua!" sahut Mattew.


"Ya, kau benar! Dan tujuannya adalah aku." Axe mengepalkan kedua tangannya.


"Apa yang akan kau lakukan untuk menyelamatkan Flo?" cecar Mattew.


"Aku akan melakukan apapun," jawab Axe tanpa ragu.


Jangan tanya bagaimana perasaan Mattew mendengar itu, tentu Mattew sangat marah dan cemburu tapi lagi-lagi dia harus bisa menurunkan egonya.


Mattew membuka jasnya dan memperlihatkan pistol yang dia bawa sendiri. "Bukan hanya mafia saja yang memiliki benda itu dan aku memilikinya secara legal!"


Tidak mau membuang dan mengulur waktu Axe dan Mattew pergi ke sebuah gedung di mana ada dua helicopter menunggu mereka di rooftop.


Di dalam helicopter, Axe terus melihat gelang pemberian Flo, dia mengingat perkataan istrinya jika kuning artinya menunggu.


"Apa kau menungguku, darling?" gumam Axe sambil memejamkan matanya. Dia jadi mengingat kata-kata Simon.

__ADS_1


"Ck! Di mana pemburu hantu itu?"


Kemudian Axe melihat Mattew yang duduk di sampingnya, lelaki itu tampak tenang tapi Axe tahu jika yang ada dipikiran Mattew adalah Flo.


"Aku tidak bermaksud merebut Flo darimu," ucap Axe agak mengeraskan suaranya karena mereka memakai headphone.


Mattew hanya diam karena mau beralasan apapun, Axe tetaplah perebut di mata Mattew.


Sampai akhirnya mereka sudah sampai di lokasi kapal pesiar yang di naiki Kenzo. Helicopter siap mendarat dan di bawah sana para anak Kenzo sudah mengepung Axe dan Mattew.


Dan saat helicopter benar-benar mendarat dan mesinnya mati, para anak buah Kenzo menyambut Axe dan Mattew dengan todongan senjata.


Axe tahu jika dia kalah jumlah maka dari itu, dia tidak akan melakukan perlawanan sekarang.


"Dengarkan aku! Jika terjadi sesuatu yang buruk di sini, kau harus membawa Flo pergi menjauh! Aku akan memastikan, dia akan tetap hidup!" ucap Axe pada Mattew.


"Aku pegang kata-katamu!" sahut Mattew menuntut.


Mereka kemudian mengangkat kedua tangan mereka yang membuat para anak buah Kenzo memborgol tangan Axe dan Mattew.

__ADS_1


"Akhirnya kalian datang juga," ucap Kenzo yang tiba-tiba muncul dan tertawa kemenangan melihat kedua laki-laki yang rela berkorban apapun demi menyelamatkan seorang wanita.


__ADS_2