Jerat Mafia Hareudang

Jerat Mafia Hareudang
JMH BAB 28 - Bukan Apa-Apa


__ADS_3

"Kekasih?" rasanya Flo ingin menendang Kenzo sekarang juga. Flo bersikap wajar saja supaya dia kelihatan tetap anggun, rupanya banyak wartawan yang menyorot semua orang di sana.


"Aku dengar kau mendirikan perusahaan dengan brand sendiri?" tanya lelaki itu lagi.


"Ya, aku membuat brand parfum setelah itu akan merambah ke fashion," sahut Flo yang membuat Kenzo tidak nyaman karena merasa dirinya tidak dianggap.


"Maaf kami permisi karena kami ingin menikmati pestanya." Kenzo kemudian membawa Flo untuk menjauh.


Berada di pesta seperti ini tentu Flo sudah sering melakukannya tapi kenapa Kenzo membawanya kemari? Apa Kenzo ingin merampok uang amal?


Hal itu yang terlintas di pikiran Flo sekarang.


"Setahuku untuk bisa masuk kemari, kau harus membayar uang untuk amal dalam jumlah besar," ucap Flo berusaha memancing.


"Kau benar, aku membayar uang kemari karena aku tahu uang amal itu akan digunakan untuk membantu para yatim piatu," sahut Kenzo jujur.


Ternyata dugaan Flo salah, Kenzo beramal?


"Aku besar di panti asuhan dan hidup sebatang kara!" ungkap Kenzo mengingat masa lalu.


Sebenarnya Flo tidak peduli tapi dia jadi penasaran, apa alasan Kenzo mengkhianati Axe? Bukankah mereka besar bersama-sama dengan menjadi yatim piatu?

__ADS_1


"Ternyata kau seorang yang dermawan juga, mengingat sikapmu yang suka memaksa!" komentar Flo sambil meminum segelas jus jeruk yang dia ambil sebelumnya.


"Aku harus memaksamu karena aku tahu, kau akan menolakku!" sahut Kenzo, baru awal bertemu saja Flo sudah berbohong mempunyai 4 orang anak.


"Aku memang tidak tertarik berhubungan dengan pria, aku sudah biasa melakukan semuanya sendiri dan semua pria itu sama saja," ungkap Flo.


Kenzo mengernyit menatap gadis itu. "Apa aku salah satunya?"


"Aku bisa ada disini karena apa? Sepertinya pertanyaanmu tidak butuh jawaban," ketus Flo karena Kenzo yang tidak peka itu.


Kenzo tergelak sambil menganggukkan kepalanya. "Ya, ya, ya. Apa aku boleh menebus semua kesalahanku?"


Kenzo ingin mengajak Flo berdansa, tentu saja Flo menolaknya.


"Aku pegang kata-katamu!" Flo akhirnya mau menerima ajakan Kenzo itu. Dia berharap jam berlalu dengan begitu cepat.


Rupanya saat Kenzo dan Flo berdansa, beberapa wartawan menyorot mereka. Mereka tahu siapa Flo dan menjadikan gadis itu sebagai berita.


...~°••°~...


Sesuai dengan perkataan Kenzo, lelaki itu akan membebaskan Gerald tapi Flo juga harus ikut ke tempat di mana dia menawan Gerald.

__ADS_1


Tempat yang jauh dari kota yang membuat Flo jadi was-was.


"Jangan takut!" Kenzo berusaha membuat gadis itu tenang. Kenzo berusaha menggenggam tangan Flo tapi langsung ditepis oleh gadis itu.


"Jangan menyentuhku dengan sesuka hatimu!" protes Flo yang tidak suka.


"Kulitmu sangat halus, apalagi aromamu, sangat memanjakan indera penciuman semua orang. Kau lihat di pesta tadi kan, kau jadi pusat perhatian," ungkap Kenzo yang justru membuat Flo tidak nyaman. "Dari mana asal aromamu ini? Aku yakin ini bukan parfum!"


"Jangan banyak bertanya!" Flo semakin ketus dan hal itu membuat Kenzo tambah suka.


Sampai akhirnya, mobil limusin berhenti di sebuah bangunan yang tampak terbengkalai.


"Tempat apa ini?" tanya Flo yang tidak mau masuk ke tempat menyeramkan seperti itu.


"Tempat untuk menyandera tawananku! Ah, aku lupa memberitahumu, aku sebenarnya seorang mafia!" ungkap Kenzo berharap Flo akan takut kemudian tunduk padanya.


Tapi Flo sepertinya tampak santai mendengar pengakuannya.


"Oh...." komentar Flo sambil memainkan kuku-kuku jarinya. "Tampang mu memang cocok untuk menjadi penjahat!"


"Kau tidak takut padaku?" tanya Kenzo gusar.

__ADS_1


"Akhir-akhir ini, aku bahkan melawan iblis jadi kau bukan apa-apa bagiku!"


"What?"


__ADS_2