JODOH SANG DOKTER

JODOH SANG DOKTER
GALAU


__ADS_3

Rais yang biasanya setiap hari membuat susu untuk dijual, hari ini dia memutuskan untuk libur. Dia terlihat murung seharian diruang tengah. Ibunya yang melihat putra tercintanya itu murung merasa bersalah. Apalagi sampai putranya itu tidak mau makan.


"Le...mas rais...kamu masih mikirin kejadian kemaren ya..." tanya ibu rais sembari mengelus rambut anaknya yang sedang duduk di sofa tengah.


Rais yang memang sedang murung dan melamun langsung terperanjak kaget.


"Engg...nggak kok umm.." jawab rais dengan nada agak kalut.


"Maas...maafin ummu ya...gara gara ummu mas rais harus mengungkapkan isi hati sama mbak ara..." kata ibu rais sembari memegang lengan rais.


"Umm...mas rais bersyukur karena ummu udah memberikan jalan untuk mas rais menyatakan isi hati ini kepada mbak ara... mas rais sudah siap dengan konsekwensi nya kok umm...mas rais juga siap kalau mbak ara menolaknya..." jawab rais sambil menatap dalam wajah ibunya.


\=\=\=\=\=\=


Ditempat lain ara yang masih bingung dengan perasaannya, memutuskan untuk menelpon orang tuanya di jakarta. Meminta saran, apa yang harus dia lakukan.


Tuuuut...tuuuuut....tuuuut....


Tuuuut....tuuuut.....tuuuut...


Dua kali ara mencoba menelpon ibunya namun belum ada jawaban. Akhirnya dia memutuskan untul menelpon ayahnya.


Tuuuut.....tuuuut....tuuut...


"Hallo assalamualaikum nak" jawab ayah ara dari balik telpon ara, ternyata telponnya diangkat oleh sang ayah.


"Waalikumsalam pah...gimana kabar papah sama mamah sehat.." tanya ara.


"Alhamdulillah papah sama mamah sehat...gimana nak...ada apa kok tumben jam segini telpon papah..." ucap ayah ara


"Iya pah...tadi ara coba telpon mamah tapi nggak diangkat...mamah kemana pah..." tanya ara. Karena ara memang paling suka bercerita masalah pribadinya kepada sang ibu dibanding ayahnya. Mungkin pikir ara karena mereka sama sama perempuan, jadi enak untuk diajak shering.


"Mamah lagi ada metting nak...ada apa kenapa anak papah seperti ada sesuatu...coba bilang papah.." kata ayah ara dari balik ponsel.


"Iya pah...ini masalah perasaan...tapi nanti aja ya pah nunggu mamah aja..." jawab ara.


"Oh yuadah...kalau gitu papah lanjut kerja dulu ya nak..." kata ayah ara.


\=\=\=\=\=\=


Kembali ke rais.


Hari ini rais yang memutuskan untuk libur membuat susu, akhirnya dia memutuskan untuk pergi kerumah kakaknya di solo. Dia mohon ijin kepada ibunya untuk berkunjung kerumah kakaknya dalam waktu beberapa hari kedepan.


Ibunyapun mengijinkannya, apalagi rais yang sudah cukup lama tidak pergi kesolo. Menurut ibunya mungkin ini cara rais agar melupakan kejadian kemaren juga.


setelah meminta ijin kepada ibunya, raispun segera pergi ke terminal untuk mencari bus tujuan solo. Setelah menemukan bus tujuan solo diapun bergegas menaiki bus tersebut. Sepanjang perjalannya rais tidak bisa melupakan kejadian memalukan kemaren. Kenapa dia sampai dengan PD nya menyatakan perasaannya kepada ara.


"Kenapa aku sebodoh itu ya..." kata rais dalam hati.


Rais yang membutuhkan waktu sekitar 3 jam lebih ke tempat kakaknya, sampai tertidur didalam bus.


\=\=\=\=\=\=


Kembali ke ara.


Setelah menunggu waktu yang lama akhirnya ara menelpon ibunya kembali. Kali ini telpon ara direspon oleh sang ibu.


"Assalamualaikum sayang..." ucap salam ibu ara.


"Waalikum salam mah.." jawab ara. Ara belum melanjutkan percakapannya ibunya sudah tanya duluan.


"Kata papah kamu mau cerita masalah perasaan...perasaan apa sayang..." kata ibu ara, langsung to the poin.

__ADS_1


"Iya mah... tapi mamah nggak lagi sibuk kan ya... klau mamah sibuk...ara bisa nanti saja ceritanya..." tanya ara.


"Nggak..mamah lagi senggang...coba kamu cerita ada masalah apa... apa putri mamah ini lagi jatuh cinta..." ucap ibu ara sambil menggoda putrinya.


"Ara nggak tau mah... apa ara jatuh cinta apa gimana...tapi perasaan ara bener bener berbeda..." kata ara membuka curhatannya.


"Sayang... mamah tidak pernah memaksakan kamu untuk jatuh cinta lagi.... karena mamah tau gimana posisi kamu saat ini...apalagi mamah tau sebesar apa rasa sayang dan cinta kamu kepada almarhum ali... tapi balik lagi sayang... kalau kamu tidak berusaha membuka hati.. bahkan memutuskan untuk menutup ruang hati kamu untuk orang lain, itu sama saja kamu menyiksa almarhum, itu sama saja kamu belum ikhlas dengan kepergian almarhum... (beehenti sejenak sambil menghela nafas panjang)... nak hidup kamu harus terus berlanjut, tidak akan berhenti karena kamu ditinggal oleh almarhum, masadepan kamu masih panjang...langkah kamu masih jauh...jangan menyia nyiakan kesempatanmu nak.." kata ibu ara memberi masukan kepada putrinya.


Sejenak suasana hening, ara yang berfikir dengan kata kata ibunya tidak lantas menjawabnya..


"Kamu kenapa..jatuh cinta kepada siapa...coba kamu lebih terbuka sama mamah..." pinta ibu ara sambil menanyakan laki laki mana yang sudah mendapatkan tempat spesial dihati putrinya.


"Maaah..." panggil ara pelan.


"Iya...apa...coba bilang dulu biar mamah tau duduk permasalahannya." Kata ibu ara.


"Ara bingung dengan perasaan ara mah... kenapa ara harus jatuh cinta kepada orang yang jauh lebih muda dari ara... " kata ara mulai membuka curhatannya.


"Bahkan ara sudah berkali kali melawan rasa penasaran ara kepada laki laki itu mah... namun ujung ujungnya ara semakin penasaran..."imbuhnya.


"Padahal sewaktu mas ali meninggal dulu, ara sempat berjanji di telinga mas ali, kalau ara tidak akan membuka hati lagi untuk orang lain..." tambahnya sambil terisak nangis.


Sejenak suasana hening, ibu ara mendengar kalau putrinya tersebut sedang menangis.


"Sayang...kamu nggak perlu merasa bersalah sama diri kamu sendiri...tidak ada y salah dengan keadaan dan rasa cintamu... semua itu anugrah dari Allh yang harus kamu syukuri...masalah kamu berjanji di telinga Almarhum...itu hanyalah sebuah janji yang sudah tidak ada artinya... mungkin kalau almarhum mendengar janji janjimu itu disaat almarhum masih hidup, almarhum akan menjawabnya...entah apapun itu jawabannya...sedangkan kamu berjanji ketika almarhum sudah berpulang..." jawab ibu ara.


"Naak...bismillah...istikharahlah untuk mendapat jawaban yang terbaik..." imbuh ibu ara.


Merasa lega karena sudah bercerita kepada sang ibundanya, arapun menjawab.


"Iya mah...mamah bener, ara harus istikharah..." jawabnya.


"Kalau boleh mamah tau..siapa pemuda itu sayang..." tanya ibu ara dengan tersenyum.


"Mashaa allah nak... semoga kalian berjodoh ya...meskipun mamah belum pernah melihat raut pemuda itu, namun mamah yakin dia pemuda yang baik, adiknya saja baik apalagi kakaknya..." kata ibu ara.


\=\=\=\=\=\=


Setelah perjalanan yang membutuhkan waktu lama, akhirnya rais sampai kerumah kakaknya di solo. Dengan wajah bahagia dia memasuki gerbang rumah kakaknya, rais melihat keponakannya bermain diteras rumahnya.


"Assalamualaikum..." sapa rais kepada dua ponakannnya yang sedang asyik bermain pedang pedangan.


"Waalaikumsalam..." jawab ponakan rais.


"Abii... ada om rais biiii..." teriak salah satu ponakannya sambil berlari menuju rais.


Dari balik pintu rumah kakak rais keluar, dengan wajah sumringah, kakak rais menyambut kedatangan adik tercintanya...


"Om rais apa kabar..." tanya langsung kakak rais, yang tidak lama kemudian disusul sang istri.


"Baik mas...mas sama mbak gimana kabarnya.." tanya balik rais.


"Seperti yang kamu lihat, mas makin subur om.." jawab kakak iparnya.


\=\=\=\=\=\=\=


Setelah melepas rindu kepada keponakan keponakannya, raispun beranjak kekamar tamu beristirahat sejenak melepas lelah akibat perjalanan jauhnya.


Tiba tiba kakak rais masuk kamar.


"Ooom...ummu tadi telpon mas ahmad...katanya om rais lagi ada masalah...masalah apa om..coba cerita..." pinta kakak rais.


"Iya mas...sebenarnya bukan masalah aih mas...lebih ke rasa mali aja..." ucapnya aambil tertawa.

__ADS_1


"Malu...?" Kata kakak rais dengan wajah penuh tanya.


"Iya malu... rais kmren tuh mengutarakan isi hati sama seseroang mas didepan ummu... bukannya dijawab malah ditinggal pulang..." kata rais sembari mengenang kejadian kemaren pagi dirumahnya.


"Waduuuuh....adik mas ahmad udah gede ya..udah berani jatuh cinta kelawan jenis..." goda kakak rais.


"Mas ahmad...ini pertama kalinya lho rais suka sama seseeorang dan langsung mengutarakannya... tadinya rais mau mengajak dia menikah mas...tapiii...." kata kata rais tidak dilajutkan, karena rais juga bingung sebenarnya apa arti dari tangisan ara kemaren.


"Tapi apa...ditolak...itu hal yanv wajar om... " jawab kakak rais yang terus saja menggoda adiknya.


"Eh...nggak ditolak mas...rais belum tau,sebenarnya mbak ara kemaren nangis tuh bentuk penolak apa gimana..semua masih samar samar." Kata rais sembari tersenyum.


" owh namanya ara toh...iya iya iya..." jawab kakak rais sambil manggut manggut.


"Iya mas...namanya ara, seorang dokter bedah... dia juga seorang janda mas... usianya 28th..." kata rais memberitahu kakaknya.


"Udah tau om...tadi pas ummu telpon udah kasih tau mas ahmad..." sahutnya sambil tersenyum menggoda adiknya.


\=\=\=\=\=\=


Setelah empat hari dirumah kakaknya, dan hatinya sudah merasa lega, raispun meminta ijin kepada kakaknya untuk pulang. Setelah kakaknya meng iyakan keinginan rais, diapun bergegas pulang dari solo ke klatan.


Perjalanan yang lumayan melelahkan untuk rais, karena dia harus menempuh perjalanan sekitar kurang lebih tiga jam perjalan.


Disepanjang jalan rais memikirkan apakah dia harus bertemu dengan ara lagi untuk meminta maaf, atauakah membiarkan saja.


Raispun dilanda kegalauan yang baru dirasakan dalam hidupnya.


Sesampainya dirumah, rais hanya mendapati mila sendirian yang juga bersiap siap akan kembali ke pesantren. Karena memang hari minggu jadi rais tau kalau ibu dan ayah sambungnya pergi ke jogja seperti biasanya.


Namun biasanya jam sebelum dzuhur ibunya sudah sampai rumah. Ini dilihatnya sudah hampir jam 3 ibu dan ayahnya belum nampak dirumah.


"Assalamualaikum".ucap rais memberi salam.


"Waalaikumsalam...mas rais udah pulang...?" Jawab mila sembari bertanya kepada rais sambil mencium punggung tangan rais.


"Iya... ummu belum balik mil.." tanya rais yang belum mendapati ibu dan ayah sambungnya dirumah.


"Belum mas, tadi sih telpon katanya mau mampir kerumah mbah kakung di tempur". Jawab mila.


"Oh gitu... kamu mau balik ke pondok jam berapa..." tanya rais lagi.


"Habis magrib kayanya mas...nanti tolong mas rais anterin mila ya..." jawab mila, sambil minta tolong dengan senyum.


."iya... lah terus ini kamu mau kemana kok udah rapi aja..." kata rais...


"Ehm..mau main kerumah mbak ara mas, sekalian mau anter susu.. tuh susunya diatas meja..." jawab mila, sambil mendongakkan kepalanya seperti sedang menunjukkan susu diatas meja makan.


"Kerumah bu dokter..." tanya rais lagi menegaskan..


"Iya mas...bu dokter cantik... tadi mbak ara telpon mila,,,tanya mas rais jual susu nggak hari ini,, mila jawab aja mas rais libur karna kerumah mas ahmad disolo..." jawab mila dengan wajah polos.


"Makanya mas rais save nomernya mbak ara dong mas...jadi klau misal mbak ara pesen susu langsung sama mas rais..." imbuhnya.


Karena memang selama kenal dengan ara, rais enggan menanyakan kepada mila berapa nomer ponsel ara. Bahkan saat mila mau ke jakarta menghubungi ara lewat ponselnya saja setelahnya tidak ia simpan.


" nggak usah...enakan lewat kamu...jadi biar nggak ada fitnah.." jawab rais...(padahal dalam hatinya pengen nyimpen nomernya, cuma krena gengsi gaspol aja...😁😁)


"Yaudah mila mau kerumah mbak ara... mas rais mau ikut...?" Tanya mila


"Nggak...mas mau iatirahat capek...salam aja sama bu dokter..." ucap rais sembari berjalan menuju kamarnya.


Mila yang memang tidak tau dengan kejadian antara rais dan ara pun tidak merasa ada yang aneh.

__ADS_1


__ADS_2