JODOH SANG DOKTER

JODOH SANG DOKTER
PERTUNANGAN DAN AKAD


__ADS_3

Hari ini ara bersiap siap untuk pulang ke jakarta. Karena hari rabu lusa dia harus sudah dirumah menanti kehadiran rais beserta keluarganya dari klaten.


Di sepanjang perjalanan ara memikirkan sesuatu, ya sesampainya nanti dijakarta ara tidak akan langsung kerumah orang tuanya. Dia akan berkunjung ke makan sang suami tercintanya terlebih dahulu. Ingin memberi kabar lewat pusara almarhum, kalau sebentar lagi dia akan melepas masa jandanya.


Benar saja sesampainya dijakarta, ara yang sudah di jemput pak mus sopir pribadi orang tuanya, dia meminta tolong ke pak mus agar ke mengantarkannya ke TPU tempat almarhum suaminya dikebumikan. Pak mua yang memang sudah tau dimana almarhum suami ara di kebumikan langsung tancap gas.


Sesampainya di gerbang TPU menteng pulo ara menyuruh pak mus menghentikan laju mobilnya, karena ara mau membeli bunga untuk ditabur diatas pusara sang suami. Setelah membeli beberapa macam bunga, arapun melanjutkan perjalanannya memasuki area pemakaman.


Sesampainya ara tepat didepan makan suaminya, dia menangis menatap pilu bagu nisan yang tertulis atas nama "Ali akmaludin". Perasaan ara kembali kepada kenangan saat mendiang suaminya melamar serta meminangnya.


"Assalamualaikum yank... apakabar kamu... maaf sebulan ini aku nggak ngunjungin kamu.. aku sibuk sama tugas tugas aku yank.." kata ara sambil membersihkan daun yang berguguran diatas pusara tersebut.


"Yank...maafin aku ya... aku nggak bisa setia sama kamu... aku melanggar janjiku untuk tudak jatuh cinta lagi selain kamu yank..." lanjutnya sambil mengusap batu nisan almarhum.


"Oh iya yank... besok lusa hari rabu,,aku akan dipinang seseorang... yang tentunya kamu sudah tau siapa dia..karena aku yakin kamu tau segala apa yang aku lakukan dan apa yang aku rasakan selama ini..."ucapnya lagi.


"Semoga rais laki laki yang baik ya yank...seperti kamu dulu tidak pernah mau melihat aku terluka...seperti kamu dulu mencintai aku dengan cara kamu sendiri..." tambahnya sambil mengusap air matanya..


Setelah dirasa cukup lega dengan curhatannya di pusara sang suami, ara melanjutkan membuka surah Yasin. Dia membacakan surah yasin serta doa doa untuk mendiang suaminya. 


Diakhir doanya ara menyematkan sebuah doa.


"إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ – اَللَهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي، وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا"


Setelah selesai beedoa dan menaburkan bunga dan air mawar diatas pusara, dia bergegas meninggalkan makan tersebut. Sekarang dalam hatinya dia hanya ingin menatap masadepan tanpa menghapus rasa cintanya kepada almarhum suaminy. Biarlah semua berjalan dengan apa adànya, batin ara.


Sesampai dirumah ibu dan ayah ara sudah menunggu kedatangannya. Ternyata saudara ayah dan ibu ara yang jauh sudah berkumpul dan menginap dikediaman orang tua ara. Mereka sudah tau kalau keponakannya itu akan melangsungkan lamaran sekaligus akad nikah hari rabu besok.


Semua saudara memberikan selamat kepada ara.


\=\=\=\=\=\=\=\=


Ditempat lain yang berbeda, tepatnya dikediaman orang tua rais, sudah ramai juga. Saudara dan tetangga dekat dirumah rais berkumpul dirumah orang tua rais, ada yang sedang sibuk membuat parcel lamaran, ada yang bikin kue kering dan masih banyak lagi.


Tapi asa yang berbeda dengan suasana bahagia rais, ya...rais tidak nampak dirumahnya. Ternyata dia sedang mengunjungi makam ayahnya. Dia mohon doa restu kepada almarhum ayahnya. Rais sengaja berlama lama dimakam untuk melepas kerinduan kepada mendiang ayahnya.


"..bi doain rais ya bi...semoga kedepan rais bisa menjadi suami yang membimbing istri rais...inshaa allah setelah akad nantu, rais akan membawa istri rais ke makam abi.."ucapnya sembari memandang batu misan sang ayah.


Setelah berdoa dan berlama lama dimakam sang ayah, raispun segera pulang. Belum sampai dirumah ibu rais menelpon rais untuk menjemput mika adiknya dipesantren, dan raispun meng iyakan.


Sesampainya dipesantren rais meminta ijin kepada satpam untuk menemui mila, karena satpam itu tau siapa yang akan mengunjungi mila, tanpa pikir panjang langsung menyuruh rais masuk.


Setelah minta ijin kepada pihak pesantren, yang mana pihak pesantren juga sudah tau kalau dirumah rais akan ada acra, langsung meng iyakannya.


Disepanjang jalan dari pesantren mila yang dibonceng rais tidak berbicara sepatah katapun. Dalam hati mila terus kepikiran ara, bahkan mila sampai mengutuki kakaknya sendiri kalau tidak menikah dengan ara semoga pernikahannya gagal. Karena memang mila tidak diberi tahu kalau kakaknya mau menikah dengan ara, itupun atas persetujuan ara.


Sesampai dirumah, mila bersalaman kepada semua orang  setelah itu dia beranjak menuju kamarnya, menutup rapat kamarnya dan menguncinya.


Ternyata didalam kamar mila menangis, dia memikirkan bagaimana nasib ara. Mila berinisiatif untuk mengunjungi ara kekontrakannya. Tapi sebelum mila memutuskan ke kontrakan mila, dia mencoba untuk menelpon terlebih dahulu, takut ara sibuk dan tidak sedang dikontrakan.


Tuuuut.....tuuuuuttt.....tuuuuttt


"Hallo assalamualaikum..." sahut ara dari telpon mila.


"Waalaikumaalam...mbak araaaaa...mbak dirumah nggak...sibuk nggak...aku boleh kerumah mbak ara nggak..."mila langsung memberi rentetan pertanyaan kepada ara.


"Mbak ara lagi nggak dikontrakan mil...mbak ara pulang ke jakerta...ada kepentingan keluarga..ada apa sayang..." tanya ara sambil menahan tawanya.


"Oh gitu... mbaaak... maa rais mau nikah...huhuhuhuhu...."kata mila sambil nangis sesenggukan.


"Lho...mas rais yang mau nikah kok kamu yang nangis toh...harusnya kan kamu seneng dan bahagia kalau mas rais kamu menikah..." jawab ara.


"Mbak ara nggak kaget apa mas rais mau nikah..." tanya mila masih sesenggukan.


"Mbak udah tau kali mil kalau mas rais kamu mau nikah...malah mabk seneng dan bahagia, akhirnya mas kamu mendapatkan jodoh...biar nggak jadi bujang lapuk..."kata ara swmbari tertawa.


"Tapi mbaaak..." belum sempat melanjutkan pembicaraannya ara sudah memotongnya.

__ADS_1


"udah ya mbak lagi sibuk ini...assalamualaikum adek cantik..." kata ara sembari menutup telponnya.


Mila yang merasa tidak ada seorangpun yang


mengerti dan peduli dengan isi hatinya, semakin menangis. Karena lelahnya mengeluarkan tenaga untuk menangis akhirnya mila ketiduran.


\=\=\=\=\=\=\=


Hari sudah berganti, hari ini keluarga rais dan rombongan akan siap siap pergi ke jakarta, menemui keluarga untuk melamar putrinya sekaligus meng akad nya.


Rais yang sudah beberapa hari ini tidak bisa tidur, takut dan bahagia.


Sesangkan mila masih dengan hatinya yang sedih, karena masih dikiranya sang kakak menikah dengan gadis lain.


Semua keluarga sudah siap siap, karena memang perjalanan dari klaten ke jakarta tidak cukup hanya denga beberapa jam saja, maka mereka berangkatnya satu hari sebelum acara dimulai.


Sepanjang jalan rais nampak begitu gelisah, kakaknya yang dari solo ikut dalam rombongan mobil yang dinaiki oleh rais pun bertanya kepada rais.


"Kamu kenapa om...gelisah banget kayanya..kebelet pipiskah..." goda ahmad sang kakak.


"Nggak..."...jawab rais dengan wajah masam.


"Nggak usah panik gitu...jakarta masih jauh kellesss"... goda ahmad lagi.


Karena mila duduk dibelakang mereka,akhirnya mendengar kata jakarta dia langsung ingin menanyakan sesuatu.


"Mas raia mau nikah sama mbak ara yaaa..."kata mila sembari menarik baju rais kebelakang.


"Iya..." jawab rais singkat.


"Iiiih mas rais kenapa nggak ngomong sih kalau yang akan menikah sama mas itu mbak dokter cantik..." kata mila sambil memukul punggung rais.


"Aduuuh sakit mil...lagian kenapa mas kudu ngomong sama kamu...kan yang mau nikah mas rais bukan kamu...week..."jawab rais dengan wajah meledek mila..


"Iiih jahaaat..." jawab mila sambil manyun.


Setelah menempuh kurang lebih lima belas jam akibat macet juga, akhirnya rombongan dari klaten sampai dirumah ara. Semua rombongan terperangah dengan kemewahan rumah ara. Orang tua rais yang juga pertama kali berkunjung kerumah rais merasa tidak percaya, bahwa putranya yang menjual susu keliling akan menikah dengan seorang perempuan dari keluarga kaya raya. Tapi diantara sekerumunan orang orang yang terperangah dengan kemewahan rumah ara, ada satu anak yang menatap biasa biasa saja, yaa... dia mila, karena mila sudah pernah bertandang kerumah ara jauh sebelum ada acara ini.


Namun keluarga rais yang antusias menanti kedatangan calon besan sudah di siap siap di depan pintu rumah mewah yang ber ukuran besar itu.


Inilah uniknya keluarga ara, mereka tidak pernah memandang rendah orang lain, bagaimanapun keadaan orang itu, selagi bagi keluarga baik, maka mereka akan welcome kepada siapa saja.


Karena perjalanan cukup jauh dan melelahkan, akhirnya keluarga ara menyuruh para rombongan untuk beriaturahat terlebih dahulu sebelum melakukan prosesi lamaran yang akan dilajutkan dengan akad nikah.


Kelurga ara yang memang sudah mempersiapkan rumah untuk menyambut ŕombongang beristrirahat, mempersilahkan mereka kerumah dibelakang rumah utama. Para rombongan itu bukannya beristirahat malah terperangah dengan kemegahan rumah orang tua ara, rumah belakang yang berada tepat di belakang rumah utamapun nampak mewah, perabotannya terlihat mahal mahal.


"Duh is...kamu mimpi opo toh le...iso oleh wong ayu..dokter...sugeh pisan..." kata seorang rombongan yang memang tidak bisa berbahasa indonesia. (Duh is...kamu mimpi apa ya nak...bisa dapet perempuan cantik...dokter...kaya lagi..)


"Yo rejekine rais kwi pakne... mungkin sakdawane ki rais ndungo diijabah maring gusti..." jawab seorang rombongan lain.


(Ya rejekinya rais itu pak...mungkin sepanjang ini rais berdoa diijabah sama Allah..).


\=\=\=\=\=\=\=\=


Setelah rasa lelah hilang, semua rombongan kembali lagi kerumah utama, mereka duduk ditempat yang memang sudah disediakan oleh tuan rumah.


Tak nampak ara sedari rombongan rais sampai, mungkim dia sedang sibuk dikamar untuk merias diri.


Orang tua rais yang duduk dekat dengan orang tua ara sedari tadi berbincang sambil senyum senyum. Mereka sudah terlihat akrab. Apalagi ibu ara yang sudah lengket dengan mila.


"Mbak...anak mbak ini lucu lho...pertama kali kesini saya sudah suka mbak..." kata ibu ara menyanjung mila didepan ibunya.


"Makasih ya mbak..." jawab ibu mila sambil tersenyum.


"Oh iya bu... mbak ara mana kok belum keliatan..." tanya mila kepada ibu ara.


"Dikamar...kamu samperin sana.. bair nanti setelah akad kamu keluar sama mbakmu.." kata ibu ara.

__ADS_1


Setelah meminta ijin akhirnya mila beranjak menyusuri tangga kekamar ara. Rais yang mengamati adiknya itu dari bawah,sampai tidak mendengar diajak bicara sama ayah sambungnya.


"Le...udah jangan grogi...nanti malah kacau..."kata ayah rais.


Setelah masuk kamar ara, mila tersenyum bahagia. Ternyata selama ini impiannya untuk mempunyai saudara dokter tercapai. Dilihatnya ara dengan balutan baju berwarna putih dengan hijab syar'i tanpa balutan bunga bunga seperti orang menikah pada umumnya terlihat sangat cantik, bak bidadari turun dari langit. Wajahnya yang mirip dengan raisa benar benar terlihat sempurna.


Dari dalam kamar ara, mila dan dua orang sepupu ara mendengarkan sambutan dari luar kamar, tepatnya diruang tamu yang sudah digelar acara tadi.


\=\=\=\=\=\=\=\=


Assalamu’alaikum Wr. Wb.


Puji syukur hanya kepada Allah SWT yang telah memberikan begitu banyak nikmat kepada kita sekalian sehingga kita dapat bertemu, berkumpul dan saling silaturahmi pada hari yang berbahagia ini dalam keadaan sehat wal’afiat.


Selamat siang Bapak ramli samsudin dan Ibu susi rahmawati  serta segenap keluarga yang kami hormati. Terimakasih kami ucapkan telah berkenan menerima kami sekeluarga dengan baik. Perkenankanlah saya untuk menyampaikan tutur kata mewakili orang tua kami Bapak abu hasan dan ibu aisyah untuk secara resmi menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan kami ini.


Pada hari ini, kami hadir di tengah-tengah keluarga Bapak ramli dan ibu susi, tiada lain dalam rangka bersilaturahmi agar saling mengenal lebih dekat antara satu dengan lainya. Selanjutnya, kami juga ingin menyampaikan hajat dari adik kedua kami dari empat bersaudara yaitu RAIS ALMUNFIQ. Adik kami sudah cukup lama mengenal putri Bapak ramli dan Ibu susi yang bernama SHAMIRA SAMSUDIN atau lebih kita kenal dengan panggilan mbak ara atau dokter ara.


Singkat cerita, izinkan kami mewakili adik rais menyampaikan niat tulus untuk melamar serta meng akad kan putri Bapak ramli dan ibu susi. Untuk itulah maksud dan tujuan kedatangan kami pada hari ini.


Mudah-mudahan Bapak ramli dan Ibu susi berkenan untuk meridho’i niat adik kami, dengan menerima lamaran adik kami yang mana putri bapak ramli dan ibu susi akan langsung di akad hari ini juga. Hanya inilah yang dapat kami utarakan kepada Bapak dan Ibu, sambil menanti sambutan dari Bpp ramli dan ibu susi apakah lamaran kami ini diterima atau mungkin ditolak, tak lupa kami sekeluarga mohon maaf apabila dalam menyampaikan maksud dan tujuan ini ada tutur kata yang kurang berkenan di hati. Begitu pula hantaran hari ini yang ala kadarnya sebagai wujud keseriusan hati kami.


Wassalamuallaikum Wr. Wb.


Begitu sambutan yang langsung diwakilkan oleh kakak pertama rais yaitu ahmad.


Dari balik pintu kamar, ara mulai meneteskan air mata, antara senang dan was was. Mila yang sedari tadi disampingnya menenangkan ara agapr tidak menangis, karena ini hari bahagia.


Didengarnya lagi suara dari balik kamar oleh ara dan mila.


Pertama - tama marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kita kehadirat Allah SWT yang telah memberikan banyak kenikmatan kepada kita sehingga kita dapat berkumpul pada kesempatan yang berbahagia ini untuk mempererat tali silaturahmi kita semua.


  Shalawat serta salam mari kita hadiahkan kepada suri tauladan kita, Nabi Muhammad Sholallahu 'Alaihi Wassalam beserta keluarga, sahabat dan para pengikutnya yang masih selalu kita nanti - nantikan syafaatnya kelak di hari akhir. Pada kesempatan ini , tak lupa kami menghaturkan selamat datang dan terima kasih kepada Bapak Abu hasan dan ibu aisyah beserta rombongan. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala meridho'i silaturahmi kita pada kesempatan kali ini.


  Pada kesempatan yang berbahagia ini , kami mewakili Bapak Ramli samsudin beserta Istri ingin menyampaikan " Gayung Bersambut " atas apa yang diutarakan oleh Bapak abu hasan selaku wakil dari pihak pria yang telah kita dengar bersama yang telah disampaikan secara jelas dan terperinci tentang maksud khitbah yang akan dilanjutkan dengan pernikahan, dengan putri kami bernama yang bernama shamira samsudin yang biasa kami panggil dengan sebutan ara.


Dengan ini kami selaku wakil dari keluarga Bapak ramli dan ibu susi, menerima dengan ikhlas dan senang hati lamaran serta pernikahan ananda putri kami shamira samsudin dengan putra bapak abu hasan dan ibu aisyah.


Setelah prosesi lamaran rais diterima oleh keluarga ara, sekarang waktunya rais membaca ijab kabul dihadapan para saksi dan wali nikah.


Dengan rasa hati berdegup kencang tak beraturan, serta wajah yang sudah mulai kelihatan panik dan berkeringat, rais mulai menghela nafas. Mengatur setiap nafasnya agar bisa lancar dalam membacakan ijab qobul.


Sebelum memulai ijab kabul, pak penghulu bertanya terlwbih dahulu kepada rais.


"Apa anda sudah siap mas...apa mau minum dulu.." tanya pak penghulu sambil tersenyum karena melihat keringat rais sudah bercucuran. Padahal ara gidak ada diaampingnya. Ara hanya mendengar dari kamar bersama mila dan dua sepupunya.


"Iya pak saya ijin minum dulu ya pak.." jawab rais dwngan grogi.


"Om...jangan grogi...biar lancar nggak ngulang ngulang lagi..." bisik ahmad sambil tersenyum.


Setelah meminum air putih dalam botol kemasan yang disodorkan ahmad, raispun melanjutkan perjuangannya untuk membacakan ijab kabul.


'Audzubillahi-minas-syaithoonir-rajiim. Bismillaahir-rahmanir-rahiim.


Astaghfirullaahaladziim 3x.


Min jamii’il-ma’aashii wal- dzunubi wa- atuubuilaih. Asyhadu an laa ilaha illallah- wa asyhadu anna muhammadar-rasuulullah. Bismillahi wal-hamdulillaahi was-sholaatu was-salaamu ‘alaa rasuulillaahi sayyidinaa muhammadibni ‘abdillaahi wa ‘alaa aalihi wa ash-haabihi pa man tabi’ahu wa nashorohu wa maw-walah wa laa hawla wa laa quwwata illaa billaah ammaa ba’du: uwashiikum wa iyyaaya bitaqwaa-allahi faqod faajal muttaquun.


Yaa Rais Almunfiq bin Malik mahdud (almarhum)! Ankahtuka wa zawwajtuka ibnatii Shamira Samsudin bintii Ramli Samsudin bimahri swperangkat alat sholat naqdaan.”


Setelah sang penghulu selesai membaca dan menarik tangan rais, segera rais menjawab tanpa grogi dan lancar


Qobiltu nikaahaa wa tazwiijahaa bilmahril madzkuuri naqdaan.


"Bagaimana saksi sah..." tanya penghulu


"Sah.." semua seisi rumah mengatakan kata sah...

__ADS_1


Yang langaung disambut dengan doa doa terbaik dari penghulu. Setelah selesai prosesi jab dan kabul akhirnya ara dipersilahkan keluar dari tempat persembunyiannya.


Semua mata terpesona memandang kecantikan dan keanggunan ara yang berbalut baju syar'i warna putih dengan hijab yang senada. Dia berjalan disamping mila adik rais, dan diiringinoleh dua sepupunya. Tangis bahagiapun menyelimuti ara. Dia menangis setelah sampai didepan rais, bersalamanan dengan rais dan meminta doa restu kepada ke empat orang tua. hari ini ara dan raia telah sah menjadi suami istri. perjalan hidup yang sebenarnya telah menantindidepan mata.


__ADS_2