JODOH SANG DOKTER

JODOH SANG DOKTER
KUNJUNGAN ARA KERUMAH RAIS


__ADS_3

Hari sudah mulai sore, jam sudah menunjukkan pukul 3 sore. Ara yang memang sudah berjanji akan main kerumah mila pun bersiap siap sambil menunggu ara menjemputnya.


Hari ini ara memakain baju warna putih dengan hijab berwarna senada. Ara yang memang berparas cantik dengan balutan hijab berwarna putihnya semakin terlihat elegan dan semakin cantik.


Sudah 15menit dia menunggu mila tapi belum ada tanda tanda sampai di kontrakan ara, akhirnya arapun menelpon mila bertanya sudah sampai mana, nyasar apa tidak. Ternyata jawaban dari mila, mila bilang sudah dekat dengan rumah ara.


Benar saja hanya selisih 5menit dari telpon mila tadi, dia sudah muncul di depan gerbang kontrakan ara.


"Assalamualaikum... mabk ara.." teriak mila dari balik gerbang, karena memang pintu rumah ara dalam keadaan tertutup.


Tidak lama kemudia pintu rumah itu dibuka dan ara pun menjawab salam dari mila.


"Mil...kamu nggak masuk dulu..." ara menawarkan kepada mila.


"Nggak usah mbak...nanti aja pas anter mbak ara pulang, mila mampir..." jawab mila sambil membelokkan motor beat nya ke arah dimana dia muncul tadi.


Sesampainya dirumah mila, ara pun turun dari motor dan menunggu mila memarkirkan motornya. Setelah mila selesai memarkirkan motor,mereka berjalan ber iringan masuk rumah.


"Assalamualaikum umm" kata mila menguluk salam.


Dari dalam rumah ibu mila sudah menjawab salam dari mila,sembari berjalan keluar menemui mila.


"Assalamualaikum bu.." kata ara memberi salam kepada ibu mila, yang langsung ara cium punggung tangannya.


"Waalaikumsalam mbak ara.." jawab ibu mila sambil terpukau dengan kecantikan ara, dan mempersilahkan masuk.


"Ibu sudah tau naman saya.." kata ara sambil tersenyum.


"Ya tau mbak..kan ndug mila sering cerita sama ibu.." jawab ibu mila masih dengan tatapn terpukaunya.


Tak lama mereka duduk diruang tamu dan terlibat perbincangan, ibu arapun menanyakan sesuatu kepada ara.


Ibu mila :"oh iya.. kata ndug mila mbak ara bukan asli orang sini ya... terua katanya mbak ara seorang dokter.."


Ara :"iya bu,, saya asli oranv jakarta, tapi karena saya kerja dirumah sakit***** ya mau tidak mau saya harus merantau kesini..hehehe"


Ibu mila :"mbak ara masih single..? Kok kata mila tinggal sendiri disini.."


Ara :"iya bu... tapi tepatnya saya janda bu..bukan single (sambil senyum)."


Seketika mila dan ibunya kaget bukan main, karena ternyata ara adalah seorang janda. Karena mila memang belum menanyakan statusnya. Tapi dalam hati mila menerka nerka. "jangan jangan yang kapan hari mbak ara sedih gara gara pesan WA mila itu mantan suaminya ini yang bikin sedih.." kata mila dalam hati.


Ibu milapun melanjutkan obrolannya.


Ibu mila :"maaf ya mbak ara,,ibu nggak tau kalau mbak ara sudah janda...kalau boleh ibu tau kenapa mbak ara berstatus janda..(diam sejenak lalu meneruskan)..tapi kalau mbak ara nggak mau jawab nggak apa apa kok mbak..ibu paham..maafin ibu ya.."


Ara :"oh nggak apa apa bu, ara akan menjawabnya....(sambil tersenyum)... suami ara sudah meninggal 7bulan yang lalu bu, meninggal karena kecelakaan... saya juga baru menikah 3bulan dengan almarhum suami saya bu..."

__ADS_1


Mila dan ibu "innalillahi wa'innailaihi roji'un"..


Ara :" bahkan saya sengaja meninggalkan jakarta agar saya bisa melanjutkan hidup bu... agar saya tidak tenggelam dalam kenangan dengan almarhum suami saya, karena sejak saya ditinggal suami meninggal saya tidak punya penopang lagi rasanya..(dengan wajah sedih dan tatapan nanar).


Tiba tiba mila memeluk ara, mila menangis dipelukan mila.


"Mbak ara sabar ya mbak... maafin kita juga udah mengingatkan mbak sama masalalu mbak yang begitu menyedihkan...kita benar benar menyesal membuat mbak ara menangis.." kata mila sambil menangis dipelukan ara.


"Nggak apa apa mil...wajar kalau kamu dan ibu menanyakan itu..apalagi kamu dan ibukan tidak tau.." kata ara sambil menghapus airmata mila.


Sibalik dinding diruang dapur ternyata rais mendengarkan obrolan mereka, diapun ikut sedih. Tadinya rais mau beranjak kekamar mandi mau menggiling baju kotornya, namun setelah dia mendengar percakapan ibu adiknya dan ara dia duduk dimeja makan sambil termenung.


"Kasihan kamu bu dokter...andai aku bisa menghapus airmatamu..." gumam dalam hati rais.


"Astagfirullah..." kata rais sambil menutup mukanya dengan kedua tangannya.


Hari ini ara dan keluarga rais sudah terlihat dekat, meskipun ara baru mengenal ibu dan ayah sambung rais. Namun mereka sudah seperti mengenal lama. Ara yang tadinya mau minta antar mila balik pulang,tiba tiba tidak jadi. Karena ibu mila menyuruh ara makan malam dulu dirumah mereka, tanpa bisa menolak arapun meng iyakan ajakan ibu mila.


Waktu sudah semakin sore, sudah hampir magrib. Dilihatnya rais oleh ara yang baru keluar dari kamarnya dan hendak pergi ke masjid. Seperti biasa rais tidak pernah melihat ara,dia selalu menunduk. Tiba tiba Arapun menyapa rais.


"Mau kemana is...kok kamu baru keliatan.."tanya ara


"Mau ke mesjid mbak...mau siap siap sholat magrib.." jawab air sambil menunduk.


"Is...kamu kenapa...aku nggak suka ya aku main kerumahmu..." tambah ara.


"Rais memang gitu mbak... dia tidak akan pernah melihat lawan bicaranya kalau lawan bicaranya bukan muhrimnya...jadi mbak ara nggak usah kaget.." kata ibu rais.


"Oh gitu ya bu... oh iya bu...sepertinya keluarga ibu, keluarga sempurna...putra putri ibu ilmu agamanya bagus sekali...boleh saya diajarin bu... saya masih awam dengan pengetahuan agama dan akidah..." kata ara.


"Beneran mbak ara mau belajar,,,kalau mau belajar... dengan senang hati ibu akan memberikan ilmu yang ibu punya selama ini..." kata ibu rais sembari tersenyum.


"Beneran bu... saya mau banget... jadi kapan mulainya bu... saya banyak waktu senggang". Kata ara dengan wajah menggebu gebu ingin segera belajar.


"Dirumah ibu setiap hari senin ada pengajian rutin mbak... hari selasa ada pelajaran tahsin...hari rabu fiqih...hari kamis bahasa.arab...terserah mbak ara maunya ikut hari apa... dimulainya jam 9 pagi sampai jam setengah dua belas siang.." taka ibu rais menjelaskan.


"Mau semua sih bu sebenernya... tapi hari slasa sama hari kamis saya ada jadwal praktek di rumah sakit... bisa diundur nggak bu jam nya..hehe.."kata ara.


"Yaudah kalau gitu khusus mbak ara sebisa mbak ara aja jam berapa ya...ibu juga nganggur kok dirumah..." jawab ibu rais.


"Beneran bu...kalau gitu saya atur jadwal dulu ya bu..."jawab ara dengan semangat.


\=\=\=\=\=\=\=\=


Setelah selesai makan malam dirumah mila, arapun berpamitan untuk kembali pulang diantar mila. Ibu mila yang khawatir takut ada apa apa dengan putrinya sepulang dari mengantar ara, akhirnya menyuruh rais menemani mila mengantar ara, dengan motor yang berbeda tentunya.


Dengan bersemangat raispun meng iyakan perintah ibunya.

__ADS_1


Sesampai dirumah ara,mila mampir dan masuk ke kontrakan ara yang lumayan luas itu.


Diruang tamu mila dan rais duduk menunggu ara masuk ke dalam kamar. Tiba tiba bola mata mila tertuju kepada sati figura di meja sudut. Disitu ada foto pernikahan ara dengan ali suami ara.


"Mas..mas rais...coba liat keren ya... suami mbak ara ganteng banget..sayang udah nggak ada.." bisik mila ketelinga rais.


Rais yang tidak menjawab hanya membungkam mulut mila dan mengedipkan matanya.


"Kalian mau minum apa..."tanya ara yang baru keluar dari kamar.


"Nggak usah mbak...kita mau langsung balik aja..." jawab rais.


"Yey mas rais mah...orang kita juga baru disini.." jawab mila manyun.


"Kapan kapan aja mainnya mil..ini udah malam..nggak enak sam tetangga.." kata rais.


"Ohya mil..katanya kamu kan mau masuk kedokteran setelah lulus SMA nanti...sini mbak kasih buku kedokteran buat referensi kamu nanti.." kata ara sambil mengajak mila masuk kamar untuk memilih buku buku kedokteran dan dunia medis.


Setelah masuk kekamar ara, mata mila terbelalak melihat begitu banyaknya buku buku ara.


"Ini buku punya mbak ara semua...mbak bawa dari jakarta..." tanya mila sambil melihat lihat buku ara dilemari kaca yang tersusu rapi.


"Iya...kenapa.." tanya ara..


"Banyak banget mbak.." kata mila sambil tersenyum.


"Yaudah kamu pilih pilih dulu ya... " kata ara.


Sembari mila memilih buku yang mau dibawa kerumahnya,ara keluar kamar dan menemui rais yang duduk diruang tamu..


"Is..."..panggil ara


"Iya mbak..." jawab rais.


"Kamu sudah punya pacar.." tiba tiba ara menanyakan pertanyaan yang bikin rais kaget.


"Hah...nggak mbak..saya nggak mau pacaran..nambah nambahin dosa... maunya langsung nikah...itupun kalau calonnya udah ada..."kata rais tersenyum dan mendunduk.


"Ya nyari kali is...kalau kamu nggak nyari masa iya langsung ada didepanmu..." kata ara menggoda rais.


Raispun tidak menjawab,karena dia sudah dag dig dug diajak ara ngobrol.


Tak lama milapun keluar dari kamar ara, dia sudah mendapatkan buku yang diinginkannya. Mila membawa 3 buku yang entah apa isinya, namun kalau dilihat dari covernya sepertinya sudah memusingkan.


"Mbak ara aku bawa ini ya..." kata mila sembari menunjukkan beberapa buku yang akan dibawanya pulanh ke depan ara.


"Iya bawa aja...ntar klau kurang kamu bisa ambil lagi..." kata ara.

__ADS_1


"Beneran mbak..makasih ya mbak..." jawab mika dengan wajah girang.


__ADS_2