
Perjalanan yang memakan waktu hampir tiga jam dari bandara hingga sampai kerumah Rais. Membuat pasangan sejoli itu yang kini masih di label sebagai pengantin baru terlihat lelah. Setelah sah menjadi istri seorang Annas Rais Almunfiq, kini, Arra memutuskan untuk mengikuti dimana sang suami tinggal. Seperti yang sudah Rais katakan kepada sang istri sebelum ijab dan qobul. Jika dirinya meminta Arra untuk tinggal bersama dengannya dirumah yang kini ditempati oleh Ummu dan ayah Rais.
"Assalamualaikum..." Ucap Rais dan Arra dari pelataran rumah.
"Waalaikumsalam ... Wah pasangan pengantin baru sudah sampai?" Suara Ummu Rais terdengar sumringah, setelah menjawab salam dari kedua pasangan sejoli tersebut yang telah berdiri diambang pintu rumah.
Senyum dan tatapan kerinduang begitu jelas melekat dikedua mata sang ummu.
"Baimana perjalanan kalian? Pasti melelahkan?" Sambung ummu.
"Alhamdulillah nggak Umm. Kan sama istri..." Jawab Rais tersenyum. Sedangkan Arra terlihat tersipu ketika Rais melihat kearahnya.
"Ayo masuk, Ummu sudah masakin buat kalian berdua." Ajak ummu seraya merangkul sang menantu tercinta.
__ADS_1
Tanpa menunggu lama, mereka pun akhirnya berjalan menuju ruang makan. Diatas meja sudah ada beberapa masakan hasil kreasi sang ummu. Masakan kesukaan sang putra terkasihnya pun tak lupa ummu masakkan.
"Baceman tahu ..." seloroh Rais. Sepertinya ia sudah tidak bisa menahan salivanya. "Umm, ayah kemana?" sambung Rais setelah mengedarkan maniknya kesegala penjuru rumah namun tak didapatinya sosok lelaki baya tersebut.
"Lagi ke pabrik bata milik kita, soalnya kemarin ada pesanan membludak. Jadi kalau di kerjakan sama pekerja saja sepertinya terlalu lama," jawab ummu sembari menuangkan air putih kedalam gelas.
"oh..." jawab Rais seraya mengangguk-angguk.
Mereka bertiga akhirnya menikmati makanan diatas meja. masakan yang lezat serta nikmat. Setelah kenyang dengan perut masing-masing. Kini sisa makanan diatas meja tersebut dibereskan oleh ummu dan Arra.
"Tidak apa-apa Umm. Biar sekalian," jawab Arra sembari tersenyum.
*****
__ADS_1
Malam telah manyapa, kilauan gemintang nampak semakin temaram karena mendung terlihat sedikit menggantung. Keseruan dikedian Rais terlihat begitu hangat. Empat anak adam beda generasi tersebut sedang berbincang-bincang diruang tengah, sembari menikmati singkong dan pisang goreng buatan sang Ummu.
"Terus ... apa kalian berkeinginan segera mempunyai momongan? Atau ingin menunda, dulu?" tiba-tiba sang Ummu bertanya kepada kedua pasangan yang baru saja menjadi sepasang kekasih halal itu.
Arra dan Rais terlihat saling melempar pandanga, sebelum pada kahirnya Rais menjawab dengan swmangat, "doakan segera dapat kepercayaan untuk dititipin buah hati ya, Um?"
Ummu Rais terlihat tersenyum kepada pasangan suami istri tersebut, "Alhamdulillah, jika memang kalian sudah merencanakan ingin segera mempunyai momongan. Ummu dan Ayah sudah tidak sabar menggendong cucu dari kalian." Ucapnya, lalu melihat kearah sang suami yang terlihat tersenyum juga.
Arra dan Rais terlihat saling menautkan jemari mereka. Membuat Ummu dan sang ayah tidak ingin mengganggu ketomantisan mereka.
"Sudah malam, Ayah dan Ummu mau istirhat dulu, ya?" ucap sang ayah, lalu segera memberi kode berupa kedipan kepada sang istri.
"Oh, iya, Yah. Monggo silahkan." jawab Rais.
__ADS_1
"Oiya, Le? Besok kamu jemput adik kamu pagi-pagi sekali ya? Soalnya Ummu dan Ayah mau ke Jogja jam sembilan pagi." Ucap Ummu ketika hendak berlalu dari ruang tamu.
Speninggal orang tua mereka, Rais dan Arra menikmati malam yang semakin temaram diruang tengah. Entah apa yang sedang mereka pikirkan satu dengan yang lain. Yang jelas keduanya saling tersipu malu. Lalu, dengan keberanian yang sudah dikumpulkan oleh Rais. Pemuda itu mencoba untuk membisiki sesuatu di telinga Arra. Lalu, Arra hanya tersenyum dan segera berdiri dari posisi duduknya. Ya, kedua anak adam itu memilih untuk menghabiskan malam yang semakin larut didalam kamar.