JODOH SANG DOKTER

JODOH SANG DOKTER
BERKUNJUNG KETEMPAT FAISAL


__ADS_3

Ara dan mila yang berangkat ke bogor tiga jam yang lalu, akhirnya mereka sampai juga ke tempat yang dituju.


Mereka sampai dipintu gerbang pesantren tempat faisal menimba ilmu di kota bogor. Sebelum memasuki area pesantren, ara keluar mobil, dia bertanya kepada satpam yang berjaga dudepan gerbang utama pesantren.


"Maaf pak mau nanya..kalau mau berkunjung apakah mobil boleh masuk area pesantren pak... atau mungkin ada parkiran disekitar sini..?? Tanya ara kepada satpam.


"Maaf ibu dengan orang tua atau keluarga dari santri bernama siapa bu,, biar saya cek dulu di komputer..." tanya balik satoam itu sebelum mempersilahkan ara masuk ke area pesantren.


Karena ara tidak tau nama lengkap faisal, akhirnya dia melambaikan tangannya ke mila yang masih berada didalam mobil, dan milapun bergegas keluar mobil yang masih dalam keadaan menyala.


"Mila..nama panjang faisal siapa...soalnya kata pak satpam kalau mau berkunjung harus jelas mau berkunjung atas nama siapa.." tanya ara ke mila.


Milapun langsung menjawab didepan satpam itu yang sedang masuk ke pos jaga dan mengutak atik komputer didepannya.


"Atas nama M. Faisal almunfiq, asal dari klaten jawa tengah..." kata mila.


Tak lama sepertinya satpam sudah menemukan nama tersebut di layar komputernya, satpam itu langsung mempersilahkan ara dan mila masuk dan menyuruh parkir mobilnya didalam pintu gerbang utama.


"Baik bu silahkan masuk dan mohon kendaraan ibu diparkir disebelah sana, habis ini saya akan umumkan atas nama faisal agar ke menemui ibu ke tempat tunggu di samping aula itu..."kata satpam sambil menunjukkan tempat parkir dan ruang tunggu untuk para orang tua santri berkunjung.


"Baik pak terimaksih ya pak.." ucap ara.


Setelah memarkirkan mobil diarea parkir yang telah ditunjukkan satpam tadi, ara dan mila bergegas ke ruang tunggu sambil menunggu faisal keluar dari asramanya.


Tak lama kemudian, faisalpun sudah terlihat berjalan menuju ke arah wisma/ruang tunggu untuk para tamu santri.


"Assalamualaikum...mbak mila..." sambut faisal dengan salam serta langsung mencium punggung tangan mila, faisal melihat orang yang bersama kakaknya, dilihatnya seorang perempuan, jadi faisal tidak menjabatangan perempuan itu. Faisal hanya mengatupkan kedua tangannya didepan dadanya sambil mengucap salam juga.


"Waalaikumsalam... iya ini mbak mila... kenalin ini mbak ara temen mbak, mbak ara ini baik lho mau nganterin mbak kesini..." jawab mila sambil memegang kedua pundak ara,sembari memberitahu kalau ara adalah perempuan yang sangat baik hati.


"Kamu bisa aja mil.."jawab ara tersipu..


"Hai mbak ara...makasih ya udah nganterin kakak saya kesini...maaf ngerepotin mbak ara..."ucap faisal sambil tersenyum.


"Iya sama sama.." jawab ara tersenyum.


"Mbak gimana kabar ibu dan mas rais...mereka sehat kan..?" imbuh faisal bertanya kepada mila..

__ADS_1


"Alhamduliah sehat semua sal...kamu sendiri gimana..makin subur aja disini..." kata mila.


"Alhamdulillah mbak faisal baik banget..." jawab faisal.


"Faisal kelas berapa..."tanya ara yang duduj disamping mila.


"Kelas tiga Tsanawiyah mbak.." jawab faisal.


Lama mereka ber tiga berbincang seputar hidup faisal di pesantren.


Tiba tiba faisal kasih tau sesuatu kepada mila.


"Mbak mil...aku lagi butuh sepatu olah raga...sepatuku udah rusak, mau jebol... " kata faisal dengan muka sedih.


"Oh gitu..belinya dimana dek... tapi mbak cuma punya segini..." jawab mila sambil mengelurkan sejumlah uang pecahan limapuluh ribuan dua lembar dari dalam tas slempangnya.


Karena memang mila masih sekolah dan belum bekerja, uang yang di dalam tasnya itu juga uang saku dari ibunya. Karena sang ibu juga tidak tau kalau mila di jakarta akan mengunjungi putri bubgsunya, jadi dikasih uang sakunya hanya sekedarnya saja. Apalagi ibu mila berfikir, mila di jakarta hanya dua hari.


"Nggak usah mbak,, mbak mila tolong kasih tau umma aja, kalau aku butuh sepatu...biar nanti di kirim umma aja uangnya.." jawab faisal sambil trsenyum.


Dikunjungi saudaranya saja faisal sudah benar benar senang sekali, jadi dia tidak mau merepotkan saudara perempuannya itu dengan meminta uang untuk beli sepatu yang di perlukannya.


"Boleh sih mbak asal jelas tujuannya, emang mbak ara mau ngajak saya kemana mbak. " tanya faisal.


"Yaudah mbak ijin sama pak satpam dulu ya.." jawab ara tanpa memberi tahu tujuannya kemana..


Karena diperbolehkan oleh satpam pesantren itu, akhirnya mereka ber tiga pergi berlalu dari pesantren. Sesampainya disebuah toko sepatu yang lumayan ternama di kota bogor, ara mengajak mereka masuk kedalam toko tersebut.


"Mbak ara mau ngapain..." tanya mila


"Mau beliin faisal sepatu.." jawab ara sambil tersenyum..


"Eh jangan mbak... biar umma nanti yang beliin faisal... nggak usah repot repot,, apalagi mbak ara sampai mau membelikan sepatu faisal...diantar ke tempat faisal aja aku udah seneng mbak.." jawab mila sambil mengehentikan jalannya dan menarik faisal.


" kalau mau dan faisal nolak...mbak akan tinggali  kalian berdua disini...gimana mau...?" Jawabnya ara mengancam sambil berjalan melewati mereka.


Karrna tidak mau ditinggal ara ditempat asing itu, akhirnya mereka berdua memilih untuk berjalan mengikutinya.

__ADS_1


"Mbak ara.. tapi beneran mbak kita nggak enak..kita nggak mau nyusahin mbak ara..." kata mila...


"Hey.hey.hey...mbak nggak ngerasa direpotin lho mil...malah mbak seneng kalau kalian mau terbuka sama mbak... mbak pengen punya saudara... mbak cuma sendirian nggak punta kakak dan adek..." jawab ara sambil melihat kearah mila dan faisal.


"Iya mila ngetri tap..." belum sempat menyelesaikan kata katanya mila terbungkam karena ara sudah memotong pembicaraanya.


"Udah nggak usah ngomong apa apa... kalau mbak bilang ayo...ya ayo... kalian pilih mana yang kalian suka dan cocok...anggap ini hadiah ulang tahun mbak buat kalian berdua.." imbuh ara.


Setelah lama memilih sepatu mana yang cocok untuk faisal, akhirnya faisal menjatuhkan kepada pilihan sepatu kets berwarna biru. Tapi ara masih melirik mila yang daritadi hanya diam tidak memilih sepatu juga, mila hanya melihat sepatu yang bagus bagus itu tanpa memegangnya.


"Mila mbak ara tadi bilang apa.. pilih sepatu untuk kalaian..jadi bukan hanya faisal aja..." kata ara sembari menarik tangan mila...


Tanpa menjawab mila pun berjalan kearah sepatu yang memang sudah ditaksir dadi tadi..


"Tapi mbak ini mahal lho mbak...nggak apa apa emangnya.." tanya mila dengan ragu.


"Udah ayo ke kasir bayar... udah mau sore...ntar kena macet..." kata ara tanpa menjawab pertanyaan mila.


Sesampainya di pesantren ara dan mila turun dari mobil mengikuti faisal, tapi sekarang mobil ara tidak diparkir didalam lingkungan pesantren. Karena ara dan mila harus segera balik ke jakarta.


"Mbak ara makasih banyak ya mbak..maaf ngerepotin..semoga rejeki mbak ara makin lancar dan barokah..aamiin " kata faisal.


"Aamiin...semoga kamu seneng ya dek.." jawab ara sambil membuka tas totebag nya, seperti sedang mengeluarkan sesuatu.


"Apa ini mbak.." tanya faisal, karena ara menyodorkan sejumlah uang pecahan seratus ribuan sebanyak tujuh lembar.


"Maaf mbak fasial nggak bisa nerima..sepatu ini udah cukup buat faisal..." kata faisal melanjutkan kata katanya sambil menolak pemberian ara.


"Kalau kamu nolak,,mbak ara nggak bakalan terima kata makasih kamu..." jawab ara.


Faisal tidak menjawab kata kata ara, dia hanya melirik ke arah mila sebagai tanda bertanya boleh apa tidak.


Mila hanya mengedipkan mata dan tersenyum, tanda meng iyakan.


\=\=\=\=\=\=\=


Hari ini lumayan melelahkan untuk ara dan mila, jam sembilan malam mereka baru sampai rumah. Mereka langsung berjalan ke kamar untuk bersiap siap istirahat.

__ADS_1


Ibu dan ayah ara yang belum tidur di ruang keluarga, memanggil ara dan mila agar keruang ruang keluarga untuk ngobrol setelah membersihkan diri mereka. Akhirnya ara dan milapun meng iyakan.


Setelah berbincang sama ibu dan ayah ara di ruang keluarga, ara dan mila kembali kekamar untuk segera tidur. Karena besok pagi ara dan mila harus kembali ke klaten.


__ADS_2