JODOH SANG DOKTER

JODOH SANG DOKTER
KEINGINAN RAIS DAN ARA


__ADS_3

Setelah kejadian dirumah ara, kini ara dan rais semakin dekat, namun mereka berdua tidak menampakkan kedekatannya didepan ibu rais dan juga mila. Bahkan diam diam sekarang mereka sudah berani bertemu.


Jumat besok ara memutuskan untuk pergi kerumah rais, dia sengaja mengambil susu pesanannya kerumahnya langsung, karena kalau harus ke masjid Al-aqso ara juga lagi kedatangan tamu bulanan.


Hari ini ara melihat jadwal prakteknya hanya tiga jam saja,dan jadwal kajian juga kosong. setelah pulang dari rumah sakit tempatnya bekerja, dia tidak langsung pulang kerumah. Ternyata dia sudah ada janji dengan rais di danau daerah karanganom.


Setelah sampai di danau tempat dia janjian ketemu, karena dilihatnya sekeliling danau belum ada tanda tanda rais datang. Akhirnya ara berjalan menyusuri bibir danau, danau itu sangat indah, banyak bunga bunga di tepiannya. Setelah beberapa menit ara menyusuri area danau, tiba tiba tangan ara yang memegang tas dipegang seseorang dari arah belakang. Sontak ara kaget dan menoleh. Ternyata yang memegang tangan itu kekasihnya, ya ara dan rais sudah menjalin hubungan secara diam diam. Mereka sudah berpacaran hampir dua bulan.


"Maaf bikin kamu nunggu lama dear..." ucap rais berbisik ditelinga ara, rais memanggil ara dengan sebutan dear, karena dia juga bingung harus memanggil ara dengan sebutan apa.


"Rais...kamu ngagetin aku aja..." kata ara sambil memukul dada rais yang bidang.


"Eh duduk disana yuk.." ajak rais sembari memegang jemari ara.


Arapun menganggukkan kepala tanda setuju.


"Gimana dagangan kamu hari ini..laris..?" Tanya ara.


"Alhamdulillah laris manis...berkat doa kamu dear..." jawab rais sambil menatap wajah ara.


"Rais..." panggil ara.


"Iya apa sayang..." jawab rais.


"Aku ngerasa bersalah sama keluarga kamu, karena kamu yang dulunya terkenal baik dan tidak menentang, sekarang malah menjalin hubungan secara diam diam...apa kita nikah secepatnya aja is..." kata ara.


Rais masih berfikir tentang jawaban yang tepat saat ini. Bukan dia tidak mau segera menikahi ara, bahkan kalau bisa rais ingin saat ini juga bisa menikahi ara. Namun rais berfikir kalau dia menikah dengan ara dalam waktu dekat ini sepertinya uang tabungan rais jauh dari kata cukup.


"Maafin aku dear... bukan aku nggak mau nikah sama kamu dalam waktu dekat ini...tapi tabunganku jauh dari kata cukup... karena aku mau pernikahan kita aku yang tanggung, ya walau seserhana nggak apa apa kan... setelah menikahpun aku ingin kita hidup mandiri dengan hasil keringatku...kamu ngerti kan maksud aku dear.." kata anak sambil menatap dalam wajah ara dan menggenggam jemarinya.


"Is... aku paham itu semua,, tapi aku hanya ingin hidup dengan kamu... kalau memang tabungan kamu tidak cukup kita bisa pakai tabunganku untuk acara pernikahan kita...kalau kamu mau yang sederhana juga aku nggak apa apa...aku siap...aku takut is kalau kita seperti ini terus, aku takut ada setan yang lewat...nanti ada kejadian yang diluar kemampuan kita untuk menolaknya.." kata ara.


Sejenak raispun berfikir, dia mencerna apa yang dikatakan ara.


"Kamu benar juga dear..tapi kamu juga harus tau mengenai keuanganku saat ini, karena tabunganku benar benar menipis, dua minggu yang lalu aku mencoba untuk merintis usaha warung makan...jadi uang tabunganku sangat menipis..." kata rais memberi pengertian kepada ara.


"Kamu punya uang berapa saat ini..jawab jujur.." tanya ara.


"Di rekening tabunganku uangku tidak lebih dari empat juta..." jawab rais sambil menunduk.


"Tapi kamu jangan khawatir, aku pasfi berusaha buat pernikahan kita, apapun caranya yang penting halal..." imbuh rais.


"Is...aku nggak butuh pernikahan yang mewah,, aku hanya mau peenikahan sesederhana mungkin...seperti pernikahanku dulu dengan Almarhum... kita hanya mengundang teman dekat, tetangga dan saudara saja..." jawab ara.


"Kamu serius..." tanya rais.


"Iyaaa aku serius...nanti sepulang dari sini kamu minta ijin ibu ya buat ngelamar aku... dan akuoun akan kasih tau mamah sama papah kalau kamu mau ngelamar aku,," kata ara sambil tersenyum.


"Baik...tapi aku tidak mau ngelamar kamh disini...aku maunya langsung kerumah kamu di jakarta...biar sekalain aku tau rumah calon istriku ini..." ucapnya sembari memegang hidung ara.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Diruang tengah ibu dan ayah rais sedang berbincang, ibu rais yang sedang menyetrika baju sedang asik berbincang dengan ayah sambung rais, gelak tawa menghangatkan suasana diruang tengah itu. Rais yang masih didalam kamar hanya mendengarkan apa yang mereka bicarakan. Rais sedang mengumpulkan tenaga untuk memberi tahu orang tuanya kalau dia ingin menikahi ara. Rais mondar mandir didalam kamar, sampai dia tidak sadar kalau sang ayah sudah berdiri didepan pintu kamarnya yang terbuka.


"Mas rais kenapa...apa yang jadibpikiran mas rais..." tanya ayah rais sembari menghampiri sang putra.


"Eeeehm...enggak yah...rais nggak apa apa kok yah.." jawab rais ragu.


Ibu yang mendengar obrolan mereka akhirnya beranjak dari tempat dia menyetrika baju.


"Mas...kalau ada masalah tolong kasih tau kami...jangan disimpan sendiri.." kata ibu rais sembari berjalan masuk ke kamar rais.


"Iya umm...senernya mas rais pengen ngomong sama ummu dan ayah.. tapi kayanya lagi sibuk.." kata rais.


"Ummu nggak sibuk, cuma setrika doang...ayo cerita sekarang.." pinta ibu rais.


Sejenak rais terdiam, dia bingung harus mengatakan sama ibunya dari mana dulu. Sembari menahan nafas rais bilang kepada ibunya.


"Rais mau melamar shamira umm"... kata rais.


"Shamira...shamira siapa mas..." tanya ibu rais, yang tidak tau nama lengkap ara.


"Dokter ara umm". Kata rais lagi.


"Mashaa allah, beneran... kapan nak..."jawab ibu rais.


"Kamu yakin...sudah istikharah.." tanya ibunya


"Yakin umm...rais dan ara sudah memutuskan untuk segera menikah agar tidak terjadi hal hal yang tidak kami inginkan.." jawab rais.


"Iya ummu pasti kasih tau pakdhe..paman dan mbah kamu di tempur le.. tapi apa kamu sudah bertemu dengan ara secara langsung dan meminta untuk menikahinya..." tanya ibu rais lagi.


"Maaf umm, rais mau jujur sama ummu...kalau rais sebenarnya sudah beberapa kali bertemu dengan ara,,, maafin rais umm.." kaga rais jujur.


Ayah dan ibu rais saling memandang. Mereka berfikir apa jangan jangan putranya sudah......


"Kamu nggak ngapa ngapain ara kan le.." tanya ayah rais.


"Eng...ngak kok yah..rais cuma ngobrol biasa untuk membahas pernikahan..."kata rais berbohong.


"Syukur kalau gitu...besok biar ummu dan ayah ke tempur untuk ngasih tau saudara saudara disana...rencana kamu kapan mau melamar ara.." kata ayah rais sambil bertanya lagi.


"Rencanaku sama ara sih paling cepat minggu depan yah..umm...karena ara juga harus kasih tau keluarga di jakarta...karena rais maunya langsungbke jakarta bukan disini.." kata rais...


Tiba tiba airmata ibu rais terjatuh, dia bahagia ternyata anaknya sudah dewasa dan mau menikah.


\=\=\=\=\=\=\=


Ditempat yang berbeda ara sudah bersiap siap menelpon ayah dan ibunya. Dia akan membicarakan masalah masadepannya dengan rais.

__ADS_1


Tuuut...tuuuut....tuuuut.....


"Hallo assalamualaikum sayang.." jawab ibu ara mengangkat telpon.


"Waalaikumsalam mah.. mamah apa kabar hari ini...baik kan...?" Tanya ara.


"Alhamdulilmah baik nak...ada apa nak..." tanya ibu ara.


"Maah... kalau misalkan ara mau nikah lagi..mamah papah setuju nggak...? Tanya ara.


"Ya boleh dong sayang...malah mamah dan papah seneng banget,, kita kan udah nunggu cucu ya pah..."kata ibu ara yang memang telponya volume telponnya diperbesar, agar ayahnya juga dengar.


"Dengan kakak mila kah nak..."tanya lanjut ibu ara.


"Iya mah...tapiii..."kata kata ara terhenti.


"Tapi kenapa nak..."tanya ibu ara.


"Dia seorang penjual susu keliling mah...apa mamah sama papah setuju.." tanya ara.


"Trus kalau tukang susu keliling harusnya berjodoh sama siapa nak... dengan siapaoun kamu menikah mamah sama papah akan ikut bahagia, satu pinta kami...menikahlah dengan pemuda yang takut akan Allah...jika dia takut kepada Rabb.nya berarti segala yang dilakukannya juga penuh pertimbangan.." jawab ibu ara.


"Beneran mah..."tanya ara lagi.


"Iya beneran...emang kapan rencana rais melamar kamu..." tanya ibu ara balik.


"Inshaa allah dalam waktu dekat ini mah...minggu depan...kalau memang papah mamah setuju ara akan pulang untuk menunggu kedatangan rais..." kata ara.


"Iya mamah palah setuju...suruh rais dan keluarganya minggu depan kerumah mamah..." pinta ibu dan ayah ara.


Hari ini ibu dan ayah rais absen tidak pulang ke jogja seperti biasanya. Mila yang baru pulang dari pesantren bingung kenapa ibu dan ayahnya masih dirumah, biasanya jam kepulang mila mereka sudah tidak dirumah.


"Ummu kok tumben nggak ngunjungi mbak himma ke jogja..."tanya mila kepada ibunya.


"Nggak mbak mil,,ummu mau kerumah mbah kakung sama pakdhe di tempur..."jawab ibunya.


Dilihatnya juga rais tidak membuat susu seperti hari hari biasanya.


"Umm...emang di tempur ada acara apa...kok mas rais juga sampai nggak bikin susu..."tanya mila sembari mendekati ibunya yang sibuk memakai hijab syar'inya..


"Mas rais mau nikah mbak... makanya ummu dan ayah mau kerumah sodara ditempur.." ucap ibunya.


"Hah nikaaah..." jawab mila dalam hati..."kalau mas rais nikah gimana sama mbak ara...mbak ara kan kayanya suka sama mas rais..."tambahnya dalam hati.


"Nikah sama orang mana umm...kok mendadak..." tanya mila yang memang sengaja tidak dikasih tau, kalau kakak tercintanya akan menikah dengan ara.


"Ntar kamu juga tau... minggu depan hari rabu kamu ikut juga ya..  mas rais mau ngelamar sekaligus langsung akad.." kata ibu mila.


Mila yang kaget sampai melotot tidak menjawab apa apa... dia hanya bertanya tanya dalam hatinya, siapa perempuan yang akan segera kakaknya pinang.

__ADS_1


__ADS_2