
Setelah pesta pernikahan sederhana ala ara dan rais usai, para rombongan dari pihak keluarga rais pun berpamitan untuk kembali pulang ke klaten. Sengaja rais tinggal dirumah ara untuk beberapa hari kedepan, sembari menikmati libur cuti ara dari rumah sakit tempatnya bekerja.
Setelah rombongan keluarga rais kembali ke klaten, sepertinya rais dan ara merasa lelah. Mereka memutuskan untuk segera masuk kekamar untuk istirahat. Sebelum masuk kedalam kamar ara dan rais memohon ijin kepada orang tua ara, untuk masuk ke kamar terlebih dulu karena sudah sangat lelah. Orang tua ara yang juga mertua rais meng iyakan. Karena mereka juga tau kalau putrinya hari ini sedang menikmati hari pertamanya menjadi seorang Nyonya rais.
Sesampainya dikamar, ara langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Sedangkan rais yang berada di kamar ara, bingung dan panik entah apa yang mau dia lakukan. Karena ini adalah kali pertamanya dia menjadi seorang suami.
Ara yang sudah selesai membersihkan tubuhnya dikamar mandi, keluar dengan hanya memakai bhatrope tanpa mengenakan dalaman. Rais yang melihat dari arah pojok kamar spontan menutup pandangannya.
"Mas...kamu kenapa...sana gih mandi..biar seger..." ucap ara sambil memberikan bhatrope untuk rais.
Rais yang panik dan bingung tidak menjawab hanya menganggukkan kepala sembari berlari kecil ke kamar mandi. Didalam kamar mandi rais sedang mencari cara untuk menyenangkan hati ara. Tapi dia bingung bagaimana caranya, sedangkan dia belum pernah berpengalaman. Pengalaman pertamanya berciumam saja dengan ara, itupun ara yang ******* habis bibirnya. Hampir satu jam rais dikamar mandi, sampai ara yang menunggunya diatas ranjang ketiduran.
Seusai berlama lama dikamar mandi, akhirnya raispun keluar dengan memakai bhatrope yang sudah diberikan ara sebelumnya.
Dari depan pintu kamar mandi, rais menatap ara yang sedang pulas tertidur. Rais menikmati raut wajah ara yang begitu imutnya disaat tertidur lelap. Rais ingin mengusap rambutnya yang selama ini tersembunyi dalam balutan hijabnya, namun dia takut mengagetkan istrinya. Akhirnya dia memilih diam dan beranjak tidur disebelah ara agak jauh dipojok bibir kasur, karena dia takut membangunkan istrinya yang sedang terlelap tidur.
Tak lama raispun tertidur dengan wajah menatap kearah wajah istrinya. Setelah rais terlelap agak lama, ara yang sedari tadi tertidur akhirnya bangun. Sekarang bergantian ara yang menatap dalam wajah laki laki yang saat ini sudah menjadi suami sahnya sedang tertidur pulas didepannya, mungkin karena ara sudah berpengalam sewaktu bersama almarhum suaminya dahulu, jadi dia memutuskan untuk membangunkan rais dengan sebuah kecupan dibibir rais, yang membuat rais terjaga dari tidurnya.
"Dear... kamu udah bangun..." tanya rais dengan wajah yang masih setengah tidur.
"Iya... mas... kamu nggak mau apa apa gitu dari aku..." tanya ara dengan manja.
Sambil menggeliatkan badannya, rais mencoba mencerna kata kata istrinya itu.
"Hemmm....apa apa gimana maksudnya dear..." tanya rais belum mengerti.
Tanpa menjawab pertanyaan suaminya, ara langsung memainkan jemarinya, dia membuka bhatrope yang masih terpai dibadan rais.
"Dear...aku malu...aku belum pernah dear..." kata rais dengan wajah merah merona.
"Udah kamu diem aja... biar aku yang ngajarin..." jawab ara dengan wajah binal.
Sekarang bhatrope rais sudah terlempar disudut bawah dipan. Dia sudah telanjang bulat tanpa terbalut sehelai benangpun. tinggal ara yang masih memakai bhatrope di badannya.
__ADS_1
Mungkin karena rais laki laki normal, setelah telanjang bulat ternyata dede enyit nya bergerak mengembang seperti adonan donat yang dikasih pengembang. Wajah raispun semakin memerah dan malu. Ara sengaja membiarkan rais telanjang bulat tapi memilih tidak menyentuhnya lagi. Ara memilih untuk duduk didepan cermin rias, menyisir rambutnya yang masih basah akibat dari mandi tadi.
Ternyata rais yang mempunyai nafsu dan hasrat sebagai laki laki, diapun cepat cepat menghampiri istrinya di depan cermin yang sedang menyisir rambutnya. Pikir rais, dia harus berusaha bagaimana caranya menjadi suami yang baik untuk istrinya. Apalagi ini malam pertamanya dia bersama istri tercintanya.
"Ngapain mas..."tanya ara yang melihat rais sudah dibelakangnya tanpa mengenakan apa apa. Diliriknya si dede enyit masih berdiri dengan tegaknya. Ara langsung bangun dari duduknya. Dia meraih tangan suaminya yang sedang memegang bahunya.
"Mas pengen dear...tolong ajarin mas untuk kali ini...agar kedepan mas bisa melayani dear dengan baik..." bisik rais ditelinga istrinya.
Sambil berlahan rais membuka bhatrope yang masih terpakai ditubuh indah istrinya. Dia merasa kikuk, bagamaimana haru semulainya.
"Berdoa dulu sayang..." bisik ara pelan.
"Astagfirullah...hampir aja lupa dear...makasih ya sudah mengingatkanku..." jawab rais sambil tersenyum malu.
Setelah keduanya membaca doa bersenggama, merekapun melanjutkan atraksinya. Rais yang memang belum berpengalaman soal ranjang, diajari oleh ara dengan sabar. Jemari ara yang berada dipunggung tangan rais, mengajarinya, harus kemana dan harus berbuat apa dengan jemari jemari itu. Setelah dirasa mengerti sekarang rais mencoba menjelajahi setiap inci tubuh ara dengan tangannya sendiri. Bahkan rais sangat suka dengan bagian bagian tertentu tubuh ara, ara yang mengerang merasakan kenikmatan karena sentuhan rais, membuat rais semakin penasaran ingin melakukan yang lebih membuat ara mengerang nikmat.
Malam hari bagi sebagian orang adalah waktu yang tepat untuk beristirahat karena lelah dengan segala aktifitas disiang hari. Namun tidak dengan pasangan pengantin baru itu. Babak pertama baru mereka mulai. Malam panjang akan menemani mereka sampai merasa lelah.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Setelah mandi, mereka bergegas untuk sholat berjamaah.
Setelah sholat berjamaah, rais dan ara tidak langsung beranjak dari sajadah masing masing. Dia meminta ara mendengarkan kata katanya.
"Mulai hari ini aku akan memanggil kamu dengan sebutan ummi, karena kamu calon ibu dari anak anakku kelak...inshaa allah.." kata rais sembari memegang tangan istrinya.
"Dan kamupun akan memanggilku abi...karena aku adalah calon ayah dari anak anakmu kelak...ishaa allah..." lanjutnya.
Ara yang tidak menjawab hanya tersenyum menganggukan kepalanya. Rais meraih ara untuk tidur dipangkuan rais. Arapun langsung menggeser tubuhnya dan merebahkan dipangkuan sang suami.
"Mi... abi pingin setiap hari sebelum abi tertidur,,abi meminta maaf dan ber terimakasi kepada umi..." kata rais sambil mengelus elus kepala istrinya yang masih terbalut mukenah sambil tiduran dipangkuannya.
"Kenapa bi...emang abi bakalan bikin salah tiap hari.." tanya ara sambil menikmati elusan suaminya.
__ADS_1
"Tidak... mana berani abi berbuat salah yang abi sengaja untuk umi.. abi hanya tidak mau umi menyimpan dendam pada saat umi tidak sejalan dengan abi..." jawab rais.
"Trus kenapa abi mau ucap terimakasih setiap mau tidur..." tanya ara lagi sambil memainkan jemari suaminya dipipinya.
"Karena abi tau bagaimana lelahnya umi menyiapkan segala keperluan abi, dari hal terkecil sampai yang tak terduga..." jawabnya sambil mencium tangan istrinya.
Seketika ara beranjak dari tidurnya, dan langsung memeluk rais.
"Jika abi melakukan itu untuk umi, maka umipun akan melakukan itu untuk abi.." ucapnya sembari mendapat satu buah kecupan hangat dikening dari suaminya.
"Oh iya...umi mau kado apa dari abi untuk merayakan pernikahan kita sayang..."tanya rais dengan senyuman manjah.
"Umi mau abi selalu dekat dengan umi, tidak meninggalkan umi disaat umi marah bahkan disaat seperti anak kecil...umi mau abi selalu membimbing umi..." jawab ara sambil memeluk suaminya.
"Itu aja..." jawab rais.
"Emmmh...enggak sih..." kata ara.
"Trus apalagi"...tanya raisblagi.
"Umi pengen dibikin susu ala suamiku ini setiap hari..." jawab ara sambil tertawa.
Hari makin pagi, sang suryapun sudah menyapa dibalik jendela kamar ara. Mengisyaratkan kalau sudah waktunya keluar dari rumah untuk menghirup udara pagi yang cerah.
Ara mengajak rais untuk olah raga pagi sebelum matahari semakin merangkak naik.
"Kalian sudah bangun..."tanya ibu ara yang sudah bersiap siap untuk pergi ke kantor dengan sang ayah.
"Iya mah..kita mau jogging dulu mwnikmati udara pagi..iya kan bi..." kata ara sembari menoleh kearah rais.
"Yamaudah kalian hati hati. Jangan lupa makan." Kata ibu ara.
Pagi ini mereka menikmati suasana taman komplek dengan cara jogging. Banyak warga komplek yang menyapa ara dan rais, banyak dari mereka mengucapkan selamat kepada pasangan yang baru menikah kemaren itu. Bahkan ada yang mendoakan agar cepat diberi momongan.
__ADS_1
Setelah dirasa cukup waktu berolah raga mereka memutuskan untuk pulang kerumah. Disepanjang jalan mereka bergandengan tangan, membuat siapa saja yang melihatnya merasa iri sengan kemesraan mereka.
Sesampainya dirumah, merekapun langsung keruang makan untuk sarapan pagi. Karena memang sebelum berangkat berolah raga tadi mereka tidak sarapan hanya minum susu.