
Pulang larut mengerjakan banyak dokumen yang harus di selesaikan membuat Renggra tak bisa pulang lebih awal.
Rindunya ingin bertemu istri serta anaknya yang tak terbendung, masuk ke dalam kamar melihat Laura sedang meniduri yusuf dengan memberikan Asi menyender di tempat tidur, mata yang terpejam ikut tidur.
Senyum Renggra yang langsung ke kamar mandi membersihkan diri sebelum menyentuh istri dan anaknya. Ia tak mau kotoran di pakaiannya membawah penyakit.
Setelah usai membersihkan tubuh dan menggunakan pakaian santai, Renggra mendekati Laura dan duduk di sampingnya. Sembari memijiti pundak yang mungkin letih, mengurus Yusuf yang semakin hari semakin aktif.
"Ay, bangun."bisiknya di telinga Laura.
"Eeemmm, iya Mas."bangun mengusap wajahnya"Aku ketiduran rupannya."toleh ke arah Renggra"Mas, udah pulang ternyata."menikmati pijitan.
"Iya, Ay. Letakkin dulu gih yusuf ke tempat tidur."ranjang kecil yang di kelilingi kayu jati, di samping Laura.
Renggra mencium pipi mungil itu dengan sangat pelan, agar tak terbangun"Anak ayah bobok yang nyinyak dan semoga mimpi indah ya sayang."bisiknya.
Bergerak pelan meletakkan yusuf dengan hati-hati, setalahnya duduk kembali"Mas, belum tidur?"sambung kembali memijiti pundak Laura.
"Belum, Ay."cobanya mencium leher jenjang Laura.
Laura merasa geli, dengan perlakuan Renggra yang semakin hari makin nakal"Mas, kamu kenapa sih? Geli tau, mijitin tapi yang lain ikut mijit."
"Sekalian, Ay."mencium kembali.
"Sekalian, apa?"toleh ke arah Renggra.
Melepasi pijitan"Ay, kamu makin hari bikin gemes. Ingin ku lahap."kodenya yang sudah lama sejak lahiran tak di beri perhatian serta jatah malam.
Menyipitkan mata"Langsung aja, Mas ngomong. Jangan berkata yang membuatku nggak paham."puranya tak tahu.
Memeluk Laura,"Ay, aku tau kamu capek. Tiap hari mengurus yusuf anak kita, tapi Ay. Malam ini kamu capek nggak?"merayu serta membujuk secara halus.
Melepaskan pelukan Renggra, yang rasanya pembicaraan yang mengajak ibadah itu berbelit-belit.
"Shalat, yuk Mas?"ajak langsung, tanpa basa-basi lagi.
Mata Renggra membulat,"Ay, Kamu berani ya sekarang?"sempat bergurau, menjahili Laura yang langsung mengajaknya.
Hebuskan nafas"Mau apa nggak?"tanya kembali yang merasa Renggra main-main.
Tarik langsung tangan Laura,"Ayo, Ay."mengajaknya mengambil wudhu.
Senyum Laura"Iya, Mas."lucu melihat tingkah Renggra yang berbeda dari biasanya.
__ADS_1
Jalan ke kamar mandi bersama, secara bergiliran mengambil wudhu dan melaksanakan shalat sunnah. Membuat Laura dan Renggra merasa seperti pengantin baru lagi, suasana yang nyaman dan damai saat Yusuf tertidur dengan pulas tanpa menggangu mereka shalat.
Biasanya mereka berdua bergiliran menjaga yusuf, yang sering bangun saat mereka shalat.
"Ay, I love you."bisik ke telinga selepas meniupi ubun-ubun Laura.
Senyum Laura yang menggigiti bibir"I love you to, Mas."bisiknya yang takut yusuf bangun.
Cium Renggra kebibir Laura dengan lembut, memeluk erat Laura. Lepas Laura dengan paksa.
"Napa, Ay?"
"Mas lepas dulu, baju shalatnya?"bisiknya kembali.
Memejamkan mata lupa melepas dan merapikan alat sholat"Maaf Ay, habis nggak sabar."jujurnya.
Senyum Laura"Mas. Mas, makin hari tambah buas lupa ama yang lain."canda Laura.
Melepaskan kain sarung"Kamu juga seneng, kan."balik candai Laura.
Laura hanya tersenyum, tak bisa membantah memang itulah yang di rasa.
"Aku letakin ini dulu, Mas."ambilnya alat sholat di Renggra dan menuju ke ruang pakaian.
Datang Laura, melihat Renggra yang duluan masuk ke dalam selimut"Mas, ngapain disitu?"sempatnya bergurau.
Toleh Renggra, meraih langsung tangan Laura"Berantem dengan kamu dalam selimut, Ay."tariknya Laura ke bilik selimut.
Mengikuti arahan Renggra"Serem tau nggak Mas. lihat kamu berubah jadi singa."memposisikan diri.
Mendekati Laura"Lebih serem, kalau menahan hajat Ay."
"Eeemmm, kamu nih Mas. Ada aja jawabnya."
Tertutup selimut,"Sssuuutt, nanti aja kita lanjuti, nikmati dulu."bisiknya yang merasa mulai panas.
Angguk Laura dengan tersenyum,
Ciuman bibir yang lembut, menambah pacuan adrenalin semakin tinggi. Turun ke leher Laura yang jenjang, membuat suasana semakin memanas.
Tiba suara tangisan Yusuf terdengar dari luar selimut, hembusan nafas panjang Renggra lepaskan. Laura yang mendengar langsung keluar dari bilik selimut, menggendongnya dan meniduri kembali.
"Cobaan yang begitu berat, Ay."ucap Renggra pelan menyepihkan selimut tebal.
__ADS_1
"Sssuuutt, diem Mas yusuf tidur."bisik Laura, yang melihat Yusuf tertidur kembali.
Dalam semalam empat kali berturut-turut, Renggra dan Laura membatalkan hubungan intim mereka. Akibat tangisan yusuf yang tau Ibunya tak boleh di sentuh oleh ayahnya.
Akhirnya yusuf tertidur pulas di tengah-tengah Laura dan Renggra, secara Ikhlas Renggra menahan hajat demi sang anak. Mengalah dengan jagoan yang di buatnya dahulu.
***
Usai shalat subuh berjamaah, seperti biasa Laura membereskan alat sholat.
Renggra yang melihat Yusuf tertidur pulas, Ia berinisiatif memindahkan ke tempat tidurnya. Dengan secara perlahan-lahan, Yusuf mengulet dan tertidur kembali. Mematikan lampu, sisa lampu kuning kecil yang menyala.
Laura yang datang langsung di dekati Renggra, menggendongnya ke tempat tidur.
"Mas, ngapain?"tepuk pelan pundak Renggra.
Memuncungkan mulutnya"Sssuuutt jangan bersuara lagi, kita lanjuti yang semalam."bisik ke telinga Laura.
Renggra menyelimuti tubuh mereka dengan selimut, mulai Renggra kembali menerbangkan sayap kenakalannya ke arah Laura.
Mengecup bibir yang lembut, tangan yang mengerayang ke mana-mana membuat sensasi itu semakin panas. Pacuan adrenalin yang Ia tahan semalaman membuat Renggra makin beringas, tibalah kembali suara Yusuf terdengar.
Hembusan nafas panjang Renggra lakukan"Ya allah bantulah hambamu ini."ucap batin yang tak tahan jika harus di tunda kembali.
Mereka berdua keluar dari dalam selimut, melihat Yusuf yang tertidur pulas kembali. Rupanya sang anak hanya mengigau.
Senang di lubuk hati Renggra, ternyata ada jalan. Cepatnya menutup kembali Laura ke dalam selimut, melanjutkan aktivitas permainannya.
Selesai bermain kedua pasutri itu mandi bersama, selagi Yusuf masih tertidur pulas.
"Lama ya, Ay. Yusuf bobok, pengen main sama dia."mendekati Yusuf yang telah usai mandi dan berpakaian.
Hari ini seperti biasa Sabtu dan Minggu Renggra tak berkerja, menikmati hari libur bersama keluarga di rumah.
Duduk di ujung tempat tidur"Ngantuk kali, Mas. Semalam nangis terus."
Cium pipi Yusuf"Eeemmm, anak ayah tau ya. Ayah ngajak main bunda."bisiknya mengusap kepala Yusuf.
"Iya Ayah, lain kali jangan gangguin Ibuku."sahut Laura.
Geram Renggra menyipitkan mata, mendekati Laura"Ini mau Ibunya."memeluk Laura mencium bibirnya.
Momen yang begitu bahagia, membuat Renggra ingin selalu mengarungi sisa hidupnya untuk keluarga kecil yang di bina selama ini.
__ADS_1
Selanjutnya~>Chapter 36