Kaya Dalam Sekejap

Kaya Dalam Sekejap
106


__ADS_3

Frey tidak menyerah. Sahabat atau apa pun itu, tidak ada yang bisa dibandingkan dengan makanan enak.


****************


Setelah itu, Catrine Jasmin dan Frey Nardo sama-sama makan banyak, sementara Luis Nardo, satu-satunya pria di sana, makan paling sedikit.


"Oh, tidak. Berat badanku pasti naik." Frey setengah berbaring di kursi dengan wajah sedih.


"Rasakan itu. Kamu makan banyak sekali," kata Catrine.


Meskipun tadi dia juga makan banyak, tetapi Frey yang makan paling banyak.


"Aku pergi dulu," kata Luis.


Luis Nardo merapikan piring di atas meja, lalu pergi.


"Bagaimana kakakku?" tanya Frey dengan santai, sambil setengah berbaring di kursi.


"Tergantung untuk urusan apa," jawab Catrine.


"Seberapa banyak yang kamu ketahui tentangnya?" Frey bertanya dengan penuh semangat. Dia sadar bahwa dia hanya tahu sedikit tentang Luis.


Mungkin dia pernah mengenal Luis Nardo dengan sangat baik, tetapi sekarang tidak.


"Tidak banyak, aku tidak bisa membaca kakakmu dengan baik." Catrine juga merasa bingung.


Meski tidak bisa bilang bahwa dia sudah bertemu banyak orang, nyatanya Catrine sudah sering bertemu orang-orang dari generasi kedua di keluarga yang berpengaruh, orang biasa, dan berbagai jenis pria.


Dia merasa bisa membaca banyak orang, tetapi tidak dengan Luis.


"Apa kakakmu generasi kedua dari keluarga kaya?" tanya Catrine.


"Kenapa kamu mengatakan itu?" Frey tertegun sejenak, tidak menyangka Catrine Jasmin akan menanyakan hal itu.


Catrine menjawab, "Karena kakakmu kaya."


"Bagaimana kamu tahu dia kaya?" tanya Frey lagi.


Sebelum hari ini, Frey tidak tahu kakaknya sangat kaya. Luis mengendarai mobil sport super dan memiliki sebuah gedung di Malatam.


"Saat kita pindah dan membersihkan kamar, kita menemukan beberapa kotak, 'kan?" tanya Catrine.

__ADS_1


Frey mengangguk, lalu menjawab, "Ya, aku ingat ada label di atasnya."


"Patek Philippe dan Vacheron Constantin."


"Dua merek jam tangan terkenal itu?" Frey tentu saja pernah mendengar dua merek itu, karena keduanya sangat terkenal.


Hampir setiap jam tangan dari kedua merek ini berharga 1.500 dolar, bahkan 15.000 dolar.


"Barang yang paling mahal diproduksi oleh Vacheron Constantin. Semula harganya 110 ribu dolar, tapi sekarang pasti sudah naik menjadi lebih dari 100 ribu dolar," kata Catrine pelan.


Dia tahu betul tentang itu, karena seorang temannya sempat ingin membelinya, tetapi tidak berhasil.


Ada beberapa hal yang jika ingin dibeli tidak hanya membutuhkan uang, tetapi juga identitas dan status. Teman Catrine tidak kekurangan uang, tetapi dia tidak bisa membelinya.


"Bangunan ini miliknya," ujar Frey tiba-tiba.


"Oh?" balas Catrine.


Catrine Jasmin merasa heran, karena nilai sebuah bangunan bisa sangat menakjubkan, "Jadi, apakah kakakmu generasi kedua yang kaya?"


"Bukan," jawab Frey, yang kemudian menggelengkan kepalanya.


"Karena kakakmu terlihat seperti seorang pengangguran. Selain mewarisi kekayaan keluarga, aku benar-benar tidak tahu kenapa dia begitu kaya," kata Catrine sambil mengangkat bahunya.


Ruangan itu berantakan. Xavier White duduk di lantai dengan banyak botol bir berserakan di sekelilingnya. Dia sudah banyak minum hingga matanya menjadi merah.


Hari itu, Liliana Stewart tiba-tiba marah saat kembali. Meskipun Xavier sabar dan pengertian, mereka bertengkar hebat. Akhirnya Liliana pergi.


Tok! Tok! Tok!


Tepat saat Xavier hendak tidur dalam keadaan linglung, tiba-tiba terdengar ketukan di pintu. Dia tersandung, lalu bangkit dari lantai. Xavier membuka pintu dan mendapati Luis berdiri di luar.


"Apa yang kamu lakukan di sini?" Xavier mengusap kepalanya dan berkata, "Masuk dan duduklah. Agak berantakan di sini."


"Duduk? Di mana aku bisa duduk?" Luis melihat sekeliling, mendapati semuanya hancur berantakan. Jika ingin duduk, dia hanya bisa duduk di lantai.


"Apa yang terjadi? Apa kamu dirampok?" ejek Luis.


Balikan rumah yang dirampok saja tidak akan sekacau ini. Ini lebih seperti rumah yang dihancurkan.


"Aku dan Liliana bertengkar." Senyum pahit muncul di wajah Xavier.

__ADS_1


Jika situasi antara Xavier dan Liliana terus seperti ini, hubungan mereka pasti akan beraklur.


Namun, Xavier tidak bisa memperbaiki masalah yang mereka hadapi. Keluarga Liliana memandang rendah Xavier dan menekan Liliana. Karena tidak bisa bertengkar dengan keluarganya, maka Liliana melampiaskannya pada Xavier.


"Kamu itu pemarah. Bagaimana kamu bisa bertengkar dengan Liliana? Apa kamu tidak takut dia akan menamparmu?" Luis menemukan sebotol bir yang masih utuh di lantai. Dia membukanya, lalu duduk di sebelah Xavier.


Liliana memang keras kepala dan ganas sejak awal. Keganasannya itulah yang menarik Xavier. Akhirnya, Xavier benar-benar dijinakkan oleh Liliana.


"Kalau aku tidak mencintainya, apa aku akan takut padanya?" tanya Xavier secara retorik.


Apakah pria di dunia ini benar-benar takut pada wanita? Jika Xavier benar-benar tidak peduli pada Liliana, apakah dia akan kalah dalam pertengkaran?


Ada yang bilang bahwa wanita bisa membunuh ketika mereka kesal. Bukankah pria pun begitu?


"Jadi, hubungan kalian sedang benar-benar buruk?" Ekspresi Luis berubah. Jika kondisinya benar-benar sampai pada titik ini, hal yang serius bisa terjadi.


"Keluarga Liliana ingin mengirimnya ke luar negeri," ujar Xavier sambil mengambil botor bir, lalu menyesapnya.


Orang bilang, cinta sejati tak terkalahkan, tetapi waktu bisa memudarkan segalanya. Perpisahan selalu berujung pada putusnya suatu hubungan. Kali ini, keluarga Liliana ingin bersikap kejam dan memisahkan mereka.


"Bagaimana kalau kamu membantuku?" tanya Luis.


Kemudian, Luis melirik Xavier dan berkata, "Aku akan memberimu kejutan setelah ini selesai."


"Apa yang bisa kulakukan untukmu?" Xavier tersenyum pahit dan mengangkat bahu, lalu melanjutkan, "Aku bahkan tak bisa menangani urusanku sendiri sekarang."


“Bull market akan dimulai," ujar Luis tiba-tiba.


Xavier terdiam, sampai lupa meminum birnya. Bull market mengacu pada peningkatan yang sangat besar di pasar saham. Tren keseluruhan akan naik. Fluktuasi yang sangat besar pun terjadi.


Banyak orang mendapatkan keuntungan besar saat bull market terjadi. Tentu saja, banyak juga orang yang bangkrut karena tidak melakukan penarikan tepat waktu. Beberapa dari mereka memilih untuk mengakhiri hidup sebelum mereka bisa tinggal di rumah besar.


Ada beberapa orang yang melompat dari gedung karena gejolak pasar saham setiap tahun.


"Apa kamu yakin?" Xavier memandang Luis dengan tatapan bersemangat. Jika bull market benar-benar terjadi, dia mungkin bisa menghasilkan banyak uang.


Setiap bull market menghasilkan sekelompok jutawan dan miliarder.


Xavier tidak peduli berapa banyak uang yang bisa dia hasilkan dari bull market. Dia hanya ingin membeli sebuah rumah di Malatam. Setelah itu, mungkin keluarga Liliana akan mengubah pandangan mereka tentang Xavier.


"Aku tahu kamu sangat sensitif terhadap tendensi pasar saham, jadi aku butuh bantuanmu." Luis meneguk birnya. Dia butuh uang dalam jumlah besar.

__ADS_1


__ADS_2