Kaya Dalam Sekejap

Kaya Dalam Sekejap
Mengumpulkan Uang


__ADS_3

Menara Adipati terletak di dekat rumah sakit ini, dan di sana Luis masih punya rumah yang belum disewakan.


...........................................


Mendengar itu, Eli melambaikan tangan tapi tetap diam. Dia ingin tinggal di sini dan memastikan keselamatan gadis itu dengan mata kepalanya sendiri.


Jarang sekali ada orang sebaik kamu akhir-akhir ini. Luis tersenyum sambil berkata begitu.


Mimpi adalah hal yang idealis, tetapi kenyataan selalu brutal. Orang-orang akan bersikap tidak manusiawi dalam lingkungan masyarakat yang dingin seperti ini.


"Yah, kamu sendiri tidak buruk, mengingat kamu punya nyali untuk menyelamatkannya dalam kondisi semacam itu," jawab Eli.


"Aku tidak khawatir karena aku tidak melakukan kesalahan. Belum lagi, yang sedang kita bicarakan adalah nyawa seorang manusia.


Lampu ruang gawat darurat masih menyala walau sudah cukup lama waktu berlalu. Selama mereka menunggu, teman Eli meneleponnya dan dia langsung mengangkatnya pada saat itu juga. Eli sama sekali tidak berniat meninggalkan tempat itu, jadi Luis pergi dan membeli dua botol air.


Dia meletakkan salah satu botol di samping Stella, membuka botol satunya lagi dan mulai minum.


Luis sudah makan malam yang lezat, tapi porsinya tidak terlalu besar. Jadi perutnya mulai keroncongan lagi, dan dia hanya bisa menekan rasa laparnya dengan minum air putih.


"Halo, Anda pasti Tuan Nardo."

__ADS_1


Seorang wanita berambut pendek menghampirinya dan mengulurkan tangan. "Saya Evana dari Departemen Polisi Rawana."


"Halo, ya betul, saya Luis. Apa ada yang bisa saya bantu?" Luis segera bangkit berdiri.


"Kami sudah menemukan identitas gadis itu berdasarkan petunjuk yang Anda berikan. Dia berasal dari Jamarta, murid kelas tiga di sekolah menengah khusus perempuan. Kami juga sudah menghubungi ibunya, jadi kalian berdua boleh pulang," Evana menjelaskan situasi kepada mereka dengan tenang.


Luis memandang Eli yang melambaikan tangannya. "Tidak apa-apa. Kami akan menunggu di sini."


"Yah, Anda dengar dia." Luis tersenyum dan duduk bersandar di dinding lagi.


"Kami memeriksa latar belakang keluarga gadis itu dan menemukan bahwa dia dulu memiliki kehidupan yang cukup baik sampai ayahnya mengakhiri hidupnya akibat investasi yang gagal baru-baru ini. Sekarang dia tinggal bersama ibunya, dan keadaan finansial mereka sepertinya sedang buruk."


Eli memandang Luis saat mendengar itu karena Luislah-lah yang membayar pengobatan si gadis. Kalau keadaan si gadis seperti itu, maka tidak akan mudah bagi Luis untuk mendapatkan kembali uangnya.


Tak lama kemudian, seorang wanita berusia tiga puluhan berjalan mendekat dengan cemas. Wanita itu berambut pendek dan berkacamata. Sebenarnya, dia terlihat seperti gadis kota berusia dua puluhan.


"Semuanya, terima kasih banyak!"


Mata wanita itu memerah saat dia menggenggam tangan Evaba dan tersedu. Dia terlihat akan pingsan kalau Evana tidak menahan tubuhnya.


"Tidak perlu khawatir. Semuanya akan baik-baik saja. Dokter bilang dia bisa pulih." Eli dan Evana mulai menghibur wanita itu.

__ADS_1


Sudah tiga jam lewat tengah matam, dan Luis hampir jatuh tertidur sampai akhirnya pintu ruang operasi akhirnya dibuka. Para dokter kemudian keluar, dan semua orang dengan cepat menghampiri mereka.


"Tidak usah khawatir. Operasinya sukses, dan gadis ini tidak lagi kritis. Namun, dia menderita patah tulang di sekujur tubuhnya, dan kepalanya terluka parah, jadi dia perlu dipantau di rumah sakit. Anda harus mengatur supaya dia dirawat inap di sini."


"Bolehkah saya bertanya kira-kira berapa biaya pengobatannya?" Ibu gadis itu, Vina White, bertanya cemas.


"Operasinya tidak mahal, tetapi perawatan setelah operasi tidak murah. Kepala pasien terluka, dan kalau kita ikut mempertimbangkan patah tulang di sekujur tubuhnya, penanganannya akan cukup banyak. Sebaiknya Anda menyiapkan sekitar 15 ribu dolar untuk perawatan ini, tetapi tentu saja, jumlah ini hanya jaga-jaga saja. Biayanya terutama didasarkan pada hasil penyembuhan," jawab sang dokter dengan lancar.


Vina ternganga mendengar jumlah biayanya dan hampir pingsan di tempat. Sebelum ini, jumlah sebesar itu tidak begitu terasa baginya karena keadaan hidup mereka sedang baik. Tapi sekarang, jumlah itu terasa berat baginya.


Setelah percakapan selesai, si gadis didorong keluar dari ruang operasi oleh perawat. Tubuhnya sekarang tertutup perban.


"Bagaimana kalau begini? Anda bisa mengurus pendaftarannya terlebih dahulu."


"Boleh saya bertanya berapa depositnya? Saat ini saya hanya membawa 450 dolar karena saya datang dengan terburu-buru."


Jumlah itu adalah total uang yang Vina miliki saat ini, dan bahkan jika dia meminta pinjaman dari teman dan keluarganya, dia tidak yakin ada yang mau memberinya pinjaman.


Dokter mengerutkan alis dan menjawab, Itu tidak cukup. Depositnya sekitar 1500 dolar dengan kondisi pasien sekarang ini. Mungkin Anda bisa menarik uang dulu dari bank? Ada bank di dekat sini, dan tempat tidur di sini sangat terbatas.


Ketika Eli mendengar itu, dia mengeluarkan ponsel dan berkata kepada Vina, "Saya punya sekitar 300 dolar. Mungkin kita bisa mengumpulkan uang yang dibutuhkan bersama-sama."

__ADS_1


Eli masih seorang mahasiswi, jadi dia juga tidak memiliki terlalu banyak uang. Dia perlu menghubungi orang tuanya kalau dia membutuhkan ribuan dolar, tetapi dia tidak ingin mengganggu mereka selarut ini.


__ADS_2