Kaya Dalam Sekejap

Kaya Dalam Sekejap
Mengacaukan


__ADS_3

Lia pun menggelengkan kepalanya dan melanjutkan, "Meskipun aku belum pernah bertemu Xavier, aku bisa melihat dari hasil penyelidikan itu bahwa dia memang sangat cakap. Tapi, masih mustahil baginya untuk mengelola sebuah perusahaan besar."


..............................................................


"Benarkah?" Luis memijat pelipisnya. Alasan kenapa Luis ingin mendapatkan persetujuan dari Carlos adalah karena dia ingin Xavier dipromosikan.


Namun, Luis tidak akan semena-mena melakukannya. Dia sudah memutuskan untuk membuat Lia melakukan beberapa penyelidikan. Lagi pula, itu bukan hanya menyangkut keuntungannya sendiri, tetapi juga kepentingan Industri Hennerik.


Setelah mereka mengusulkan agar Xavier menjadi pemimpin perusahaan, dia bisa dilengserkan oleh para dewan direksi jika dia tidak mampu.


Memang benar bahwa Carlos bersedia memberinya kesempatan. Namun, itu tidak berlaku bagi orang lain, apalagi jika menyangkut kepentingan semua orang.


Lia menggelengkan kepalanya. "Jika hanya untuk mengelola perusahaan, maka Xavier seharusnya tidak masalah. Tapi kamu juga tahu. Industri Hennerik baru mulai beroperasi di Cania, jadi kita membutuhkan seseorang yang mampu mengembangkan perusahaan itu."


Jika Industri Hennerik sudah berjalan dengan stabil, maka tidak masalah jika pemimpinnya tidak cakap. Bagaimanapun juga, industri itu sudah stabil dan hampir tidak ada masalah yang akan muncul. Namun, itu adalah situasi yang berbeda bagi mereka. Kenyataannya, itu adalah hal yang tidak mungkin.


"Karena kamu ada di sini, bantulah aku." Lia berbaring malas di sofa layaknya seekor kucing.


Gerakan itu menunjukkan sosok tubuhnya dan pasti akan menarik perhatian siapa pun yang melihatnya.


"Aku sibuk. Aku harus pulang dan log in ke 'Aliansi Hero." Baru-baru ini, aku mengenal seorang ahli yang membantuku." Luis menolak sembari mengibaskan tangannya. Dia terlalu malas untuk dipusingkan oleh hal-hal yang tidak penting.


"Oh, ya?" Lia bangun dari sofa dan dengan lembut membelai telinga Luis. "Luis, apa kamu sedang lelah dengan hidup?"


"Jika ada yang bisa kubantu, katakan saja. Aku pasti akan melakukan apa pun untukmu, Nona," ujar Luis dengan Cepat setelah merasakan hawa dingin dari tangan wanita itu.


Dia tahu Lia tidak akan membiarkannya pergi dengan mudah jika dia menolak.

__ADS_1


"Jawaban yang lebih baik." Lia tersenyum menyeringai dan berjalan ke mejanya. Dia pun mengeluarkan kunci mobil dan berkata, "Ikuti aku."


Setelah sampai di area parkir, Lia menekan tombol di kuncinya, dan bunyi bip terdengar dari Cadillac perak. Lia membuka pintu mobilnya dan masuk.


"Kenapa kamu membeli begitu banyak mobil? Itu sangat tidak perlu," gerutu Luis sambil masuk ke mobil.


"Aku menyukainya. Memangnya kenapa?" Lia menjawab.


"Baiklah. Aku tidak akan memberitahumu lagi apa yang harus dilakukan. Itu uangmu. Lakukan saja selama kamu senang," ujar Luis dengan gentar.


Jika dia membuat Lia kesal, dia pasti akan dihajar.


"Baguslah, jika kamu mengerti," jawab Lia dengan congkak.


"Jadi, apa yang perlu kubantu?" tanya pria itu.


"Lihatlah dirimu sendiri terlebih dahulu. Kamu tidak akan mampu melakukannya. Dengan menjentikkan jariku saja, banyak orang bersedia melakukannya untukku, dan kamu bukan salah satunya," jawab Lia dengan santai.


"Bagus. Hentikan mobilnya sekarang. Aku akan pulang untuk bermain 'Aliansi Hero," jawab Luis.


"Luis!" Lia marah. Dia tidak menyangka Luis sangat menyebalkan.


"Apa kepribadiannya berubah karena putus dengan Larra?" pikir Lia.


"Aku bercanda. Jangan dianggap serius." Dengan cepat, Luis mengangkat tangannya sebagai bentuk pertahanan.


Dia khawatir Lia akan bertingkah saat mengemudi dan mereka berdua kehilangan nyawa mereka.

__ADS_1


"Kalau begitu, katakan. Kamu mau membawaku ke mana? Tempat siapa yang akan kita kacaukan?" tanya Luis.


Selama masa sekolah mereka, dia kadang-kadang mengikuti Lia untuk mengacaukan beberapa tempat. Luis hampir selalu mengikutinya hanya untuk menyaksikan kekacauan itu dan melihat bagaimana Lia mengamuk.


Dia tidak bisa memahami tujuan Lia setiap wanita itu mengajaknya pergi.


"Ibuku mengatur sesi perjodohan. Bantulah aku," jelas Lia.


Luis tercengang. "Ibumu mengatur sesi perjodohan untukmu? Apa kamu bercanda? Meski dengan penampilanmu itu, kamu masih butuh dijodohkan? Bukankah hanya dengan menjentikkan jarimu saja akan banyak yang mengantre untuk melamarmu?"


"Memangnya aku bisa apa? Keluargaku yang mengaturnya. Aku tidak bisa menolak. Apa kamu tahu betapa anehnya pria-pria itu? Pria yang kutemui kemarin menyuruhku menjual perusahaan dan menjadi ibu rumah tangga setelah menikah," ucap Lia.


Dia melanjutkan, "Aku heran dengan kepercayaan dirinya. Apa dia berpikir dia bisa menikahiku dengan gajinya yang kurang dari 750 dolar? Jumlah itu bahkan tidak cukup untuk membeli sehelai pakaianku."


"Lalu, kamu ingin aku berbuat apa? Mengacaukan sesi perjodohan itu?" Luis memutar bola matanya.


Dengan pasrah, Lia berkata, "Apa kamu punya saran lain? Aku tidak bisa melanjutkan ini. Tolong, bantu aku. Jika masalah ini terdengar oleh keluargaku, mereka mungkin akan melepaskanku."


Luis pun bertanya, "Apa kamu sadar apa yang kamu lakukan? Kamu memintaku merusak sesi perjodohanmu."


"Jika tidak, apa aku harus melanjutkan seluruh sesi perjodohan ini? Usiaku baru 24 tahun. Aku tidak akan menikah di usia primaku," kata Lia dengan percaya diri.


"Kamu membawaku ke mana?" Luis mengangkat alisnya saat dia melihat pemandangan di sekitar.


"Pelabuhan Mondial," jawab Lia.


"Untuk apa?" tanyanya lagi.

__ADS_1


Pelabuhan Mondial terdaftar sebagai satu dari sepuluh pusat perbelanjaan teratas di Malatam dan menerima banyak pengunjung setiap harinya.


__ADS_2