
Dia tidak peduli apa yang akan terjadi padanya. Keadaannya sedang terpuruk, tetapi dia sangat menyayangi putrinya. Dia adalah buah cinta Logan bersama istrinya.
...........................
Jika Logan akhirnya mati, maka putrinya akan menjadi satu-satunya bukti bahwa dia pernah hidup.
"Aku? Aku tidak menginginkan apa pun.”
Luis mengangkat bahu tak peduli. "Aku hanya mengatakan yang sebenarnya. Sejujurnya, jika kau menginginkan uang, maka dapatkanlah dengan cara yang benar. Apa yang kau lakukan sekarang hanyalah bermain api. Kau akan menerima akibatnya nanti."
"Lalu? Apa yang kau inginkan dariku?" Logan orang yang cerdas, karena itu dia pernah menjadi wakil presiden Perusahaan As, Logan tahu kalau Luis tidak ingin memasukkannya ke dalam penjara.
Logan tidak bodoh, ia tidak akan membuang waktu untuk berbicara dengan Logan.
"Aku tidak menginginkan apa pun. Aku hanya ingin memberimu kesempatan." Luis meregangkan tubuhnya dengan malas dan perlahan berdiri.
"Apa maksudmu?" tanya Logan dengan alis berkerut. "Tidak ada. Kau butuh uang dan aku butuh tenaga."
"Siapa yang kau inginkan untuk kubunuh?" Tatapan Logan berubah dingin saat dia melanjutkan, "Aku akan melakukannya jika kau memberiku 150 ribu dolar, tiket pesawat, tiket kereta api, tiket kapal, mobil, dan jika kau bisa merawat putriku dengan baik!"
"Siapa yang akan kau bunuh?" Luis tercengang. Dia berpikir, "Apakah aku baru saja mengatakan sesuatu yang salah?"
Logan meyakinkan, "Siapa saja! Berikan saja namanya! Jangan khawatir. Aku tidak akan mengadukanmu jika aku gagal dalam menjalankan misi. Aku tahu aturannya!"
Luis menunjuk ke pisau buah yang tergeletak tidak jauh dari sana dan berkata, "Hah! Tidak perlu memakai jasamu hanya untuk membunuh seseorang. Dengan kemampuanmu, kau akan dikalahkan dengan mudah."
Pembunuhan bisa menjadi tugas yang mudah juga sulit. Hanya dengan sebilah pisau, seseorang dapat dengan mudah membunuh. Namun, bagian yang menantang adalah sering kali dibutuhkan keterampilan saat melakukannya.
Ada berita tentang orang yang melakukan pembunuhan dengan menggunakan pisau. Target mereka mungkin memiliki keterampilan bertarung yang lebih baik dan dapat dengan mudah merebut senjata lawan. Pada akhirnya, justru para pembunuh itu sendiri yang kehilangan nyawa mereka.
Pembunuhan bukanlah sebuah lelucon. Tanpa keterampilan yang tepat, penjahat bisa berakhir sebagai korban.
Mendengar perkataan Luis, Logan mengerutkan kening. "Kalau begitu, apa yang kau inginkan dariku?"
__ADS_1
Dia sudah tidak memiliki apa pun, kecuali nyawanya. Oleh karena itu, dia bingung dengan maksud Luis.
"Seperti yang aku katakan sebelumnya, ini adalah kesempatan bagimu." Luis mengangkat bahu dan berjalan menuju jalanan di dekatnya.
Logan menatap sosok Luis yang semakin menjauh. Dia ingat Leah, putrinya yang masih terbaring sakit. Akhirnya, dia berjalan dan mengikuti Luis dari belakang.
Lagi pula, tidak mungkin baginya untuk menutup biaya pengobatan dengan merampok.
Mereka naik taksi dan tidak lama kemudian tiba di rumah Luis. Luis dengan santai menunjuk ke sebuah sofa usang, memberi isyarat kepada Logan untuk duduk.
Kemudian, dia menuangkan segelas air untuknya.
Setelah meminum seteguk air, Logan menatap Luis dan bertanya, "Sekarang, bisakah kau menjelaskan apa yang terjadi?"
Luis tertawa dan menggoda, "Apakah kau takut ini jebakan?" Dia mengulurkan tangan di bawah meja kopi, mengambil sebuah berkas, dan menyerahkannya kepada Logan.
Logan mengambil berkas itu dan membukanya. Sebagai mantan wakil presiden Perusahaan As, dia memahami proses dokumen bisnis.
Dalam sekilas dia langsung mengetahui itu adalah perjanjian lisensi. Nyatanya, perjanjian itu dari CEO Industri Hennerik, Carlos Smith. Dia telah memberi wewenang kepada Luis untuk menangani sumber daya manusia di Industri Hennerik yang ada di Cania.
Tidak diragukan lagi, Logan tahu tentang Hennerik, merek mobil sport papan atas dunia.
Merek ini terkenal dengan performanya dan harganya yang fantastis, dengan harga rata-rata 1,5 juta dolar per mobil. Karena harganya, hanya sedikit yang mampu membelinya. Oleh karena itu, keuntungan Industri Hennerik tidak bisa dibayangkan.
Apa lagi, Industri Hennerik sedang melakukan riset energi berkelanjutan. Setelah penelitian itu selesai, pasti akan berkembang menjadi perusahaan terkemuka dunia di beberapa industri.
Bahkan dalam waktu beberapa tahun ke depan, mungkin akan menjadi perusahaan paling terkemuka di dunia.
"Pemegang saham," jawab Luis disertai anggukan.
Dengan tegas Logan menyanggah, "Tidak mungkin. Industri Hennerik tidak memiliki pemegang saham dari kalangan masyarakat Cania!"
Sebagai perusahaan mobil sport paling terkenal di Sianta, Industri Hennerik sangat ketat dalam memilih pemegang saham, dan Logan yakin akan hal itu.
__ADS_1
"Hanya karena kau tidak tahu bukan berarti tidak ada." Luis mengangkat bahu tanpa sanggahan. Bagaimanapun, dia memang salah satu pemegang saham Industri Hennerik. Ini adalah kebenaran yang tak terbantahkan.
Logan menatap tajam ke arahnya, sedangkan Luis menatapnya dengan tenang. Beberapa saat kemudian, Logan menundukkan kepalanya.
Dia percaya Luis seolah ada suara di kepalanya yang mengatakan bahwa Luis berbicara jujur.
"Jadi apa maumu?" Dia menutup berkas itu dan meletakkannya di depan Luis.
Luis menjawab, "Aku hanya ingin mengajakmu bekerja di sini. Aku menawarkan padamu jabatan CEO untuk anak perusahaan Industri Hennerik di Cania."
Mata Logan sedikit mengerut saat dia bertanya, "Bagaimana jika aku menolak?"
"Kalau begitu, kau bisa pergi." Luis mengangkat bahu tak peduli. Dunia ini bisa kekurangan apa pun, tetapi tentu saja tidak kekurangan orang-orang berbakat.
Meskipun demikian, Luis sebenarnya enggan menghabiskan terlalu banyak waktu untuk menemukan orang yang tepat. Jika tidak ada kandidat yang cocok, dia bisa dengan mudah mendapatkan seseorang dari kantor pusat Industri Hennerik, dan tidak akan menjadi masalah bagi mereka.
Logan bangkit, berniat pergi. Dia percaya bahwa ada timbal balik yang harus dia berikan.
Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Luis melirik ke arahnya. Dia tidak berniat membujuk Logan untuk tetap tinggal. Namun, Logan meninggalkan ruangan, lalu kembali beberapa menit kemudian.
Luis meliriknya dan bertanya, "Ada apa? Apa kau berubah pikiran?" Dia tahu bahwa Logan tidak akan berpikir dua kali untuk pergi jika bukan karena Leah. Jelas, karena biaya pengobatannya menumpuk.
Bukannya menjawab, Logan malah melontarkan pertanyaan. "Kenapa aku?"
Luis mengangkat bahu dan menjawab, "Aku terlalu malas untuk mencari. Tetap saja, kau harus tahu bahwa tidak ada obat untuk leukemia, bahkan dengan tim medis terbaik. Pasien akan terus membutuhkan perawatan sampai akhir hayatnya."
Logan mengangguk dan menjawab, "Aku tahu." Sejak Leah didiagnosis menderita leukemia, dia melakukan banyak penelitian tentang penyakit itu."
"Jika kau setuju untuk menerima tawaranku, aku dapat membantumu. Orang lain tidak bisa mengobati leukemia, tapi aku memiliki obat istimewa," kata Luis pelan.
Mendengar itu, Logan seketika kehilangan kesabarannya dan wajahnya berubah kesal.
"Apa katamu?!"
__ADS_1
Leukemia selalu menjadi tantangan yang tak terpecahkan dalam industri kesehatan. Selama bertahun-tahun, ada banyak organisasi yang meneliti obat-obatan untuk menyembuhkan leukemia, tetapi sebagian besar berhenti pada fase uji klinis. Karena itu, tidak ada obat untuk leukemia yang tersedia di pasaran.