
Sebelum datang ke restoran, Anna sudah mempertimbangkan kemungkinan bahwa Luis tidak tahu bahasa Firian. Itulah alasan tepatnya Anna memilih untuk makan di restoran ini.
..............................................
"Baiklah. Berhenti membicarakannya. Lagi pula tidak semua orang tahu bahasa Firian," sela Vina. Dia mencoba menghentikan mereka untuk bertengkar lagi.
"Tapi saya tidak menyangka bahasa Firian Anda begitu bagus, Vina. Sepertinya Anda juga mengenal tempat ini dengan baik." Anna menilai Vina dengan penasaran.
"Saya belajar sendiri bahasa Firian ketika saya masih di universitas. Namun, seperti yang dikatakan Tuan Nardo, tidak ada gunanya selain untuk memesan makanan," jawab Vina dengan rendah hati.
"Bagaimana bisa? Saya rasa itu masih akan berguna bagi Anda di masa depan," kata Anna sambil tersenyum.
"Ngung!" Ponsel Luis tiba-tiba bergetar.
"Halo. Apakah ini Tuan Nardo? Paket Anda ada di sini. Saya di Gedung 404, Jalan Tanjung, Distrik Rawana. Harap bawa kartu identitas untuk mengklaim paket Anda."
"Baiklah. Aku akan turun sekarang." Luis menutup panggilan dan berkata pada Vina, Tolong beri aku waktu sebentar, Vina. Aku akan turun untuk mengambil paket."
"Oke."
Vina langsung mengangguk tanpa banyak berpikir.
Di lantai bawah, petugas pengiriman berdiri dengan seragamnya yang mencolok. Luis berjalan ke arahnya dan memberikan kartu identitasnya. Kemudian, pria itu menggeseknya melalui mesin untuk mengonfirmasi identitas Luis sebelum memberikan paketnya.
Ketika Luis kembali, Anna melihat paket di tangan Luis dengan penasaran dan bertanya, "Paket apa itu?"
"Ada sebuah restoran yang dijual. Aku membelinya dengan harga kurang dari 1.000 dolar," jawab Luis santai,
__ADS_1
"Kau gila?" Anna memutar matanya, dan dia menganggap kata-kata Luis hanya sebagai lelucon.
Dalam waktu singkat, hidangan sudah disajikan.
Ketika mereka selesai makan, Anna berkata, Biarkan aku yang membayar makanannya. Dengan itu, dia melambaikan tangannya untuk memanggil pelayan untuk meminta tagihannya.
"Tunggu."
Luis menghabiskan potongan steik terakhirnya. Kemudian, dia melihat ke arah pelayan dan mengatakan, "Tolong panggil manajermu ke sini sebentar. "
Pelayan itu terkejut sesaat. Setelahnya, dia tersadar dan berkata sambil tersenyum, "Tuan, Anda bisa berbicara dengan saya jika ada masalah."
"Maaf. Tapi saya ingin bertemu dengan manajermu, Luis bersikeras. Meskipun dia tersenyum, matanya tampak menegaskan.
"Baiklah. Saya akan memberitahunya." Pelayan itu pasrah dan mengangguk.
Tanpa sepatah kata pun, Luis mengambil pisau di atas mejanya dan menggunakannya untuk membuka paket itu.
Melihat aksi Luis, sang manajer, Mark Robba, mengernyit bingung. Namun, dia tidak mengatakan apa-apa dan mengambil dokumen itu dari Luis.
"Ya ampun!"
Setelah Mark membaca sekilas dokumen itu, dia hanya bisa berteriak dalam bahasa Firian. Kemudian, dia memandang Luis dengan hormat dan bertanya, "Anda bos baru restoran ini?"
"Apakah aku salah dengar?"
Anna menarik-narik lengan baju Vina, merasa bingung. Vina juga tidak percaya saat dia menjawab, "Aku rasa tidak..."
__ADS_1
Dia bertanya-tanya, "Apa yang sebenarnya terjadi? Kami baru Saja selesai makan di sini. Mengapa pemilik restorannya tiba-tiba berubah?"
Meskipun dia tahu bahwa Luis itu orang kaya setelah insiden ginseng, dia tidak menyangka bahwa Luis sekaya ini.
Mereka berada di restoran dengan bahasa Firian terbaik di Malatam. Orang kaya yang biasa tidak akan pernah bisa menggantikan pemiliknya dengan mudah.
Luis mengangguk pada Mark untuk memastikan bahwa dia adalah bos yang baru di restoran itu. Benar. Saya meminta Anda kesini karena saya ingin memberitahu Anda. Mulai sekarang, saya ingin restoran menyiapkan menu dalam bahasa Cania."
"Kenapa?"
Ekspresi Mark berubah seketika. "Kenapa, bos? Anda harus tahu bahwa restoran ini adalah restoran kelas atas dengan bahasa Firian. Faktanya, ini adalah restoran dengan bahasa Firian paling terkenal di Malatam. Kita telah sampai di titik ini karena kita menganut gaya bahasa Firian secara ketat. Bahkan karyawan kami dari Firian," tegasnya. Mark kemudian melanjutkan, "Bagaimana Anda bisa meminta kami untuk menyediakan menu makanan Cania? Tidakkah menurut Anda ini konyol? Saya dapat menjamin bahwa restoran ini pasti akan hancur jika Anda bersikeras untuk melakukannya! Saya tidak akan pernah membiarkan hal seperti itu terjadi di restoran ini!"
Luis sedikit mengernyit. Kemudian, dia berkata dengan dingin, "Anda dipecat."
Terkejut, Mark bertanya, "Anda memecat saya hanya karena saya tidak mengizinkan menu makanan Cania muncul di restoran ini?"
"Kenapa tidak?"
"Tapi ini restoran Firian kelas atas! Bagaimana saya bisa membiarkan menu makanan Cania muncul di restoran ini?!" Mark berteriak.
"Tuan, saya harus mengoreksi Anda. Ini bukan di Firian. Kita berada di Cania sekarang." Luis mengulurkan tangannya dan menyesuaikan dasi Mark. Kemudian, dia melanjutkan, selain itu, saya tidak ingin mendengar kata-kata yang sama keluar dari mulut Anda untuk kedua kalinya. Kalau tidak, saya mungkin akan benar-benar menghajarmu.
"Bos, saya ..." Mark mencoba untuk menjelaskan.
Tidak. Saya bukan bos Anda lagi. Luis melambaikan tangannya. Kemudian, dia menoleh ke Vina dan Anna yang masih tercengang. Ayo pergi. Kita bisa pergi sekarang," katanya acuh tak acuh.
Restoran itu miliknya, jadi dia tidak harus membayar tagihan.
__ADS_1
Sebelum pergi, Luis berbalik dan metirik Mark. "Anda bisa pergi ke departemen keuangan dan mengklaim gaji tiga bulan sebagai kompensasi."