Kaya Dalam Sekejap

Kaya Dalam Sekejap
89


__ADS_3

Luis berdiri dan berkata kepada Lisandra, "Ayo, aku akan mengajakmu makan."


............................


"Asyik! "


Hennerik Jesko yang berwarna merah ceri terparkir dengan rapi di pinggir jalan. Siapa pun yang melihatnya hanya akan berpikir bahwa mobil itu sedikit menarik, tetapi bukan satu-satunya mobil sport super edisi terbatas di dunia.


Dengan menekan tombol saja, pintu gunting di kedua sisi terangkat, dan Luis serta Lisandra langsung duduk.


Ini bukan pertama kalinya Luis Nardo datang ke Hotel Bulevar. Hotel itu adalah salah satu hotel paling terkenal di Malatam. Suara mesin mobil sport merah ceri itu meraung seperti binatang buas ketika masuk tempat parkir, dan para pelayan mulai melangkah maju dengan hormat.


Meskipun mereka tidak bisa mengenali jenis mobil sport itu, mereka masih mengenali logo Hennerik setelah bertahun-tahun bekerja di Hotel Bulevar.


Sebagai sebuali merek mobil sport top dunia, mobil sport Hennerik tidak diragukan lagi sangat mahal. Karena kebanyakan dari mobil mereka diluncurkan secara terbatas di seluruh dunia, hanya ada beberapa mobil sport Hennerik yang berharga kurang dari 1,5 juta dolar.


"Tolong antar saya ke ruangan ini." Luis memarkir mobil dan menunjukkan nomor kamar di teleponnya kepada pramusaji.


Sebelum Luis datang, ruangan itu sudah disiapkan oleh Albert Sanjaya.


"Baik, Tuan."


Melihat nomor kamar di ponsel, pramusaji itu menjadi lebih serius dan tulus dalam melayani.


Dipandu oleh pramusaji, Luis Nardo langsung masuk ke kamar dan mendorong pintu terbuka dengan santai. Situasi yang dibayangkan sebelumnya, di mana semua orang menantinya tidak terjadi.


"Apakah mereka belum datang? Mungkinkah karena mereka terjebak kemacetan?" Luis berpikir, langsung mencari tempat duduk dan memberi isyarat agar Lisandra duduk di sebelahnya.


Luis membuka ponsel dan membalas pesan Albert


Sanjaya: | Aku sudah sampai J. Namun, tidak ada respons sama sekali.


Dia hanya bermain game di ponselnya sebentar.


"Kruyuk ..."

__ADS_1


Setelah beberapa lama, sebuah suara aneh tiba-tiba terdengar. Luis melirik Lisandra dengan heran. "Apakah kamu lapar?"


"Sedikit." Wajah Lisandra memerah malu-malu. Lagi pula, memang agak memalukan bagi seorang gadis untuk membuat suara sepert itu.


"Sudah dua jam ..."


Luis selintas melirik arloji di pergelangan tangannya.


Dia merasa tersinggung dengan Albert yang belum hadir juga setelah sekian lama.


Jam belum menunjukkan pukul dua belas ketika dia sampai, dan sekarang sudah pukul dua siang. Bahkan jika ada kemacetan lalu lintas, sudah waktunya bagi mereka untuk datang, bahkan meskipun dengan berjalan kaki.


"Ayo pergi." Luis bangkit dan bersiap untuk pergi.


"Luis, kita tidak akan menunggu?" Lisandra ragu-ragu sejenak. Dia tentu saja tahu bahwa Luis datang ke sini bukan hanya untuk makan, jadi dia tidak ingin membuat Luis menunda urusannya hanya karena dia lapar.


"Waktuku tidak untuk disia-siakan begitu saja." Luis menggelengkan kepalanya, berkata dengan dingin.


Dia bisa menghabiskan waktunya untuk bermain game dan bahkan tidur selama sehari, tetapi dia tidak akan pernah membiarkan orang lain membuang waktunya seenaknya.


Tepat saat Luis hendak pergi, pintu kayu besar itu tiba-tiba didorong terbuka. Kemudian dia melihat beberapa pemuda, termasuk Albert Sanjaya, mengenakan pakaian merek terkenal berjalan masuk.


"Aku minta maaf."


"Kawan, berbesar hati sedikitlah untuk kami."


"Kami tidak mengharapkan ini terjadi."


Para pemuda yang mengikuti Albert Sanjaya juga berbicara berturut-turut, tetapi tidak ada sedikit pun penyesalan di wajah mereka.


Salah satu pemuda, mengenakan pakaian kasual Armani, langsung dan bersiap untuk memesan.


"Tuan Nardo, mari kita duduk dan berbicara." Albert Sanjaya tersenyum dan mengulurkan tangan untuk menarik Luis.


Awalnya, Albert Sanjaya berencana untuk datang lebih awal, tetapi yang lain tidak setuju, mengatakan tentang keinginan mereka untuk menjatuhkan keangkuhan Luis Nardo dan sebagainya. Dia kalah suara dengan rekan-rekannya. Dia tidak mau menyinggung perasaan begitu banyak orang sekaligus. Jadi dia hanya bisa mengikuti arus.

__ADS_1


Dia tidak terlalu mengkhawatirkan Luis. Lagi pula, mereka telah memberikannya begitu banyak keuntungan. Tidak bisakah dia menunggu mereka selama beberapa jam?


Ini bukan kesepakatan satu waktu, tetapi kesepakatan jangka panjang.


"Kalian silakan makan sendiri. Aku punya urusan yang harus dikerjakan, selamat tinggal." Luis mencibir, meraih tangan Lisandra dan bersiap untuk pergi, "Senang bertemu dengan kalian."


"Kamu sangat kaku."


Pemuda berjas Armani melengkungkan bibirnya, "Jadi kamu tidak mau bekerja dengan kami lagi?"


"Aku bersumpah, pabrik itu sudah kurang lebih selesai, menunggu untuk menghasilkan uang. Kamu hanya perlu mengikuti kami, dan kemudian sebagian dari keuntungan akan menjadi milikmu. Setidaknya bisa beberapa ratus ribu dolar setahun."


"Kalian menghasilkan uang? Apa yang kalian gunakan untuk menghasilkan uang?" Luis mendengus.


Orang-orang ini benar-benar mengira mereka memiliki koneksi dengan Industri Hennerik dan bisa mengusirnya?


"Aku tidak tahu tentang teknologi kalian, tetapi Hennerik tidak pernah bekerja sama dengan orang-orang berkarakter buruk."


"Apa maksudmu?!"


Ekspresi pemuda-pemuda yang lain juga berubah. Mereka telah menginvestasikan banyak uang untuk pabrik itu. Meskipun tidak banyak dibandingkan dengan kekayaan keluarga itu, uang itu juga merupakan sebagian besar dana yang dapat mereka kucurkan.


Jika mereka kehilangan semuanya sekaligus, pasti cukup untuk membuat mereka sangat menderita.


"Jika kamu ikut terlibat, ada setidaknya keuntungan 150 ribu dolar ..."


"Sst, jangan bicara ..." Luis mengangkat tangan kanannya dan melihat jam tangannya.


"Apa maksudmu?" Karim Lux berdiri tiba-tiba dari tempat duduknya.


"Bukan apa-apa. Tapi, aku sudah mendapatkan uangnya kembali." Luis mengangkat bahu acuh tak acuh. Itu hanya beberapa ratus ribu dolar, dan dia benar-benar tidak memedulikannya.


"Kawan, beberapa ratus ribu dolar bukanlah jumlah yang sedikit. Kita bisa menghasilkan uang bersama. Apa yang salah dengan itu?" ujar seorang pria muda dengan kemeja kotak-kotak menarik napas dalam-dalam.


Dia masih belum bisa percaya bahwa Luis Nardo telah membatalkan kerja sama mereka begitu saja hanya karena mereka datang agak terlambat. Wajar karena nilai yang dibicarakan bukan hanya beberapa ratus dolar, tetapi beberapa ratus ribu dolar.

__ADS_1


"Uang adalah hal yang baik, tetapi juga hal yang paling tidak dihargai di dunia ini." Luis mengangkat bahunya, dan berkata dengan tenang.


"Uang itu sendiri hanyalah selembar kertas atau rangkaian angka. Uang baik bukan karena keberadaannya saja, tapi karena uang bisa digunakan untuk membeli banyak hal yang membuat kita bahagia. Ketika suatu hari uang tidak bisa membuat kita bahagia, bagaimanapun juga, pada saat itu uang telah menjadi hal yang buruk dan menjadi tidak layak untuk dihargai. Itulah mengapa aku tidak pernah melakukan hal-hal yang membuatku tidak bahagia, bahkan jika itu bisa menghasilkan banyak uang. Jika kalian tidak puas dengan pembagian hasilnya, kita bisa membicarakannya lagi. Paling buruk, kami akan memberikan 1000 untuk kalian. Pembagiannya bisa tujuh banding tiga, kalian bisa mendapatkan 3000."


__ADS_2