Kaya Dalam Sekejap

Kaya Dalam Sekejap
82


__ADS_3

Mereka berdua naik taksi dan sampai di plaza pameran setelah menempuh perjalanan selama lebih dari setengah jam.


.............................


Melihat plaza pameran yang ramai, Lisandra bertanya, "Luis, kita perlu tiket masuk, 'kan?"


Dalam beberapa tahun terakhir, pameran mobil dan pameran komik jadi sangat populer. Orang-orang tidak hanya menghadiri pameran karena tertarik dengan mobil atau komik, tetapi juga untuk melihat-lihat para SPG.


Sebelumnya, Lisandra pernah menemani orang lain untuk datang ke beberapa pameran komik. Namun, pameran yang pernah dia datangi itu sama sekali tidak sebanding dengan betapa megahnya pameran mobil ini.


Luis membelai kepala Lisandra. "Jangan khawatir. Karena aku yang mengajakmu ke sini, kamu bisa masuk."


Luis berpikir, "Kalau Hazel tidak bisa menyelesaikan masalah kecil seperti ini, dia tidak akan pernah bisa mempertahankan posisinya sebagai petugas divisi umum."


Kemudian, dia mengirim pesan kepada Hazel. Selang beberapa saat, seorang wanita berjalan ke luar sambil membawa tiket. Wanita itu mengenakan setelan jas berwarna hitam dan memakai riasan tipis.


Nama wanita itu adalah Gita Kyla. Meskipun melihat Luis datang ke tempat itu dengan menaiki taksi, Gita tetap bersikap sopan. Meskipun Gita tidak tahu siapa Luis, dia tahu bahwa Luis adalah sosok yang pasti akan dihormati oleh bosnya.


"Tuan Nardo, Tuan Miles sedang mengerjakan hal-hal yang berkaitan dengan pameran mobil. Mari saya ajak Anda berkeliling hari ini," kata Gita dengan ekspresi yang tulus.


Luis mengangguk. "Baiklah. Saya hanya akan melihat-lihat." Luis santai saja karena dia tidak tahu banyak tentang mobil. Paling-paling, dia hanya akan berjalan-jalan dan melihat gadis-gadis.


Di sisi lain, Gita sepertinya tahu banyak tentang mobil. Gita terus menjelaskan fitur-fitur mobil kepada Luis Di antaranya, ada mobil SUV, kendaraan off-road, bahkan mobil sport.


Lamborghini berwarna oranye dipamerkan di tengah-tengah plaza pameran mobil. Eksteriornya yang mewah menarik perhatian banyak orang untuk mengerumuninya dan membicarakan kendaraan tersebut.


Luis juga akhirnya menghentikan langkahnya saat berjalan depan mobil itu. Namun, fokus perhatiannya bukan tertuju pada mobil itu, tetapi pada SPG mobil berambut pirang yang berdiri di sampingnya.


Wanita itu bertubuh langsing dan tinggi, pakaiannya yang minim membuat orang-orang yang lewat di dekatnya dapat melihat tubuhnya yang terekspos.

__ADS_1


"Lamborghini Huracan Evo adalah mobil sport yang sangat istimewa, memiliki mesin V10 5,2 liter dan torsi maksimum 600 Nm. Mobil ini dapat berakselerasi hingga 100 kilometer hanya dalam 2,9 detik, dan kecepatan maksimumnya adalah 330 kilometer per jam."


Gita mengira Luis tertarik dengan mobil sport, jadi dia mulai menjelaskan fitur-fitur mobil kepada Luis.


Hennerik adalah merek mobil sport ternama di dunia. Sebagai karyawan perusahaan Hennerik, Gita familier dengan segala jenis mobil sport, terutama merek-merek mobil sport ternama.


Sudah tidak diragukan lagi, Lamborghini termasuk di antara yang terbaik.


"Sepertinya sangat keren." Saat Lisandra mengamati desain mobil yang ramping dan pintu guntingnya, perasaan gembira terlintas di benaknya.


Bisa dibilang bahwa tidak ada pria yang tidak menyukai mobil sport. Namun, wanita pun juga tak akan mampu menolak mobil keren seperti itu.


"Tuan Nardo, jika Anda menyukai mobil sport, Hennerik juga memamerkan Hennerik Jesko di dekat sini. Ini adalah model unggulan yang akan dipromosikan oleh perusahaan kami di tahun 2020. Kami jamin kualitasnya sangat baik, menjadikannya salah satu mobil terbaik di dunia," jelas Gita.


Tidak ada mobil sport yang harganya murah. Selama dia bisa menjual satu mobil, dia bisa mendapatkan komisi yang cukup besar. Dari sudut pandang Gita, dia lebih suka meningkatkan kinerja penjualannya sendiri daripada membantu Lamborghini meningkatkan penjualan mereka.


Luis menanggapi dengan mencondongkan tubuhnya lebih dekat ke arah Gita dan berkata, "Hm ... Sebenarnya, mobil itu tidak terlalu penting bagi saya. Saya hanya ingin tahu apakah jika saya membeli mobil, saya juga bisa mendapatkan SPG mobilnya?"


Luis berbicara dengan pelan agar Lisandra tidak mendengarnya. Kalau tidak, dia akan berada dalam masalah besar.


"Tuan Nar ..."


Pipi Gita langsung memerah. Dia menyadari bahwa Luis tidak memperhatikan Lamborghini itu, tetapi dia memperhatikan SPG berpakaian terbuka di samping mobil. Gita menjawab, "Tergantung si SPG. Saya kurang paham dengan hal itu. Saya bisa menanyakan mereka untuk Anda."


Mendapatkan SPG sebagai bonus pembelian satu unit mobil sudah menjadi aturan yang tidak tertulis di industri ini. Bukan hanya tergantung tipe mobil yang dibeli, melainkan juga tergantung kemauan SPG mobil itu.


Meskipun zaman sekarang banyak orang mata duitan, bukan berarti setiap orang serakah akan uang.


"Luis, kamu sedang apa?" Lisandra menatap Luis dengan curiga. Meskipun dia tidak mendengar perkataan Luis, sepertinya Luis menyembunyikan sesuatu.

__ADS_1


"Ada beberapa hal yang tidak perlu kamu ketahui, Nak," jawab Luis dengan nada tegas.


"Oh. "


Lisandra berhenti bicara lalu mengangguk.


Luis kemudian menoleh ke arah Gita dan mengajaknya, "Ayo kita lihat mobil lain."


Kecantikan seorang wanita bisa menjemukan juga kalau dipandang lama-lama. SPG mobil yang berdiri di samping Lamborghini itu sangat cantik jika dilihat pada pandangan pertama, tetapi setelah mengamatinya agak lama, Luis merasa tidak ada yang istimewa dari SPG mobil itu.


Lagi pula, pameran mobil itu dipenuhi oleh gadis-gadis cantik. Luis merasa tak cukup untuk memandangi satu gadis saja.


"Saya akan mengajak Anda ke spot yang bagus." Dengan penuh pengertian, Gita memberi isyarat agar Luis mengikutinya.


Tentu saja, Gita lebih mengerti tentang pameran mobil dibandingkan Luis. Sekarang, Gita paham bahwa Luis lebih suka melihat-lihat gadis ketimbang mobil, sehingga Gita akan mengajak ke tempat yang lebih banyak SPG cantiknya.


Semakin mahal merek mobilnya, semakin cantik SPG mobilnya. Meskipun mereka tidak mengenakan pakaian yang terbuka, mereka memancarkan aura yang lebih elegan dan berkelas.


"Boleh juga."


Luis melihat sekelilingnya dengan mata berbinar. Luis menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah saja, jadi tak heran jika dia senang melihat begitu banyak wanita cantik di waktu yang sama. Pameran mobil itu terasa seperti surga baginya. "Apakah perusahaan Anda menggelar pameran mobil lain baru-baru ini? Bantu saya untuk mendapatkan beberapa tiket jika memungkinkan."


Gita mengangguk. "Ada beberapa pameran lain baru-baru ini. Namun, pameran-pameran itu memiliki skala yang lebih kecil dibandingkan dengan pameran ini."


Sebetulnya, ada cukup banyak pameran mobil dan komik di Malatam. Namun, pameran-pameran itu tidak terlalu populer karena skalanya lebih kecil.


"Luis?"


Beberapa saat kemudian, terdengar suara dengan nada kaget. Kemudian, terlihat beberapa sosok mendekat ke arah Luis dan Gita.

__ADS_1


__ADS_2