
"Aku tahu kamu sangat sensitif terhadap tendensi pasar saham, jadi aku butuh bantuanmu." Luis meneguk birnya. Dia butuh uang dalam jumlah besar.
****************
"Jika kita bekerja sama, akan mudah menghasilkan beberapa ratus ribu dolar." Xavier melambaikan tangannya dengan acuh tak acuh. Dahulu, dia dan Luis juga ingin menghasilkan banyak uang, tetapi saat itu mereka tidak punya modal untuk investasi. Mereka tidak bisa ikut serta dalam bull market.
"Beberapa ratus ribu dolar tidak akan memuaskanku." Kilatan cahaya melintas di mata Luis.
"Kalau begitu, berapa yang kamu mau?"
Luis kemudian mengulurkan lima jari dan memberi isyarat pada Xavier.
"7,5 juta dolar?"
Xavier mengerutkan kening, tidak menyangka Luis memiliki ambisi yang begitu liar. "Jika kita mau mendapatkan 7,5 juta dolar, kita harus menggunakan leverage."
Jika seseorang bisa memanfaatkan leverage sepenuhnya, tentu akan menghasilkan banyak uang. Namun, jika tidak berhati-hati, mengakhiri hidup akan menjadi jalan keluar yang mudah. Meski Xavier ingin menghasilkan banyak uang, tetapi dia tidak ingin mempertaruhkan nyawanya.
Xavier ingin panjang umur, menikah dengan Liliana, dan punya anak. Tidak ada gunanya mempertaruhkan nyawa untuk mendapatkan uang.
"Aku punya uang, jadi aku tidak perlu menggunakan leverage atau apa pun," kata Luis sambil menggelengkan kepala. Dia masih punya uang. Kalaupun rencananya gagal, dia tidak akan putus asa dan mengakhiri hidupnya.
"Lagi pula, aku tidak pernah bilang hanya kita berdua yang melakukannya." Luis menyeringai, lalu melanjutkan, "Aku tidak ingin mendapatkan 7,5 juta dolar. Aku ingin 75 juta dolar."
"Apa kamu kehilangan akal sehat karena demam?!" ujar Xavier sambil mengulurkan tangan untuk menyentuh dahi Luis. Jika dia tidak demam, bagaimana dia bisa segila itu?
Meskipun bull market membuat banyak orang menjadi kaya dalam semalam, hanya sedikit orang yang bisa menghasilkan banyak uang di bull market.
Memang bukan hal yang mustahil untuk menghasilkan setidaknya 15 juta dolar di bull market, tetapi butuh modal dan sumber daya yang sangat besar.
Xavier pesimis akan Luis. Bahkan perusahaan sekuritas terbaik di negara ini tidak akan mampu melakukannya.
__ADS_1
"Tenang, aku tidak mengatakan omong kosong."
Luis pun berkata dengan ekspresi serius di wajahnya, "Aku punya tim di Jalan Dompet. Jika kamu bergabung dengan kami, bukan tidak mungkin bagi kita untuk mendapatkan 75 juta dolar."
"Para ahli dari Jalan Dompet bersedia membantumu?"
Sedikit kecurigaan melintas di wajah Xavier.
Orang-orang yang mempelajari keuangan tentu memiliki pemahaman khusus tentang Jalan Dompet, tempat berkumpulnya para pakar keuangan global, dan hanya sedikit orang yang kekurangan uang.
"Apakah kamu pikir aku harus berbohong?" tanya Luis secara retorik.
Xavier menatap mata Luis dan mengangguk pelan, "Baiklah, aku akan memercayaimu! "
"Menurutku, kamu pasti akan bersyukur karena telah membuat keputusan ini," ujar Luis sambil tersenyum.
Dahulu, Xavier adalah salah satu orang paling berpengaruh di Universitas Keuangan dan Ekonomi. Dia sangat sensitif terhadap manipulasi dan pergerakan pasar.
"Aku hanya berharap ini tak akan berakhir tragis." Xavier menggelengkan kepala, meminum bir yang tersisa dalam satu tegukan, dan kemudian bicara sambil terhuyung, "Ayo, kita lihat."
Melihat mobil sport mewah berwarna merah ceri di depannya, Xavier tercengang. Dia bertanya-tanya, sejak kapan Luis menjadi begitu kaya? Apakah dia sedang bermimpi?
"Masuklah."
Luis mengangkat bahu sambil mengeluarkan kunci dari dalam sakunya. Dengan tekanan lembut, pintu gunting itu pun terangkat.
"Tidak heran kamu begitu percaya diri. Apakah kamu menjadi simpanan wanita tua yang kaya raya?" Xavier bercanda sambil masuk ke dalam mobil.
"Menurutmu, wanita kaya macam apa yang akan tertarik padaku? Andaikan aku memang menjadi simpanan wanita kaya, aku hanya akan bersantai setiap hari." Luis mengangkat bahu. Kalau dipikir-pikir, dia memang menyukai wanita yang memukau dan dewasa. Kaya atau tidak, sebenarnya tidak masalah untuknya.
"Bagaimana dengan Lia? Dia itu uang berjalan." Xavier menggodanya, "Mungkin aku seharusnya mendeskripsikannya seperti ini: berkulit putih, menarik, dan kaya."
__ADS_1
Di Universitas Keuangan dan Ekonomi, banyak orang tahu bahwa Luis akrab dengan Lia. Mereka mengenal Lia karena kekayaan dan kecantikannya, dan mereka mengenal Luis karena akrab dengan Lia.
Beberapa orang bahkan menduga bahwa Luis adalah pacar Lia. Lagi pula, tidak ada seorang pun yang pernah begitu dekat dengan Lia. Jika saat itu Luis tidak memiliki Larra, dia pasti akan menjadi sasaran kecemburuan orang-orang yang ingin mendekati Lia.
"Dia sudah kuanggap sebagai kakak perempuanku, oke?" Luis memutar bola matanya. Dia bertanya-tanya dalam hati, "Mengapa semua orang berpikir bahwa dia dan Lia adalah pasangan? Saat itu, Larra juga mencurigai mereka. Apa pria dan wanita tidak bisa bersahabat?"
"Baiklah kalau kamu memang berpikiran begitu." Xavier mengangguk, meski tidak terlihat yakin.
"Apakah mereka benar-benar hanya berteman?" pikirnya.
Dia masih ingat bahwa Lia pernah memukuli seorang pewaris kaya yang merundung Luis di luar asrama laki-laki.
Apa Lia akan melakukan itu jika mereka hanya berteman?
"Bukankah ini jalan menuju bandara?" Xavier melirik navigasi mobil dengan keheranan.
"Kita akan ke bandara untuk menjemput beberapa tamu." Luis mengangguk. "Aku sudah pernah bilang padamu bahwa aku menyewa tim dari Jalan Dompet beserta banyak peralatan."
"Oh."
Tidak lama kemudian, mereka tiba di bandara dan menepi. Luis mengirim pesan, dan tak lama kemudian, sebuah bus berhenti di depannya.
Entah sudah berapa lama mereka menunggu. Akhirnya, belasan orang datang sambil membawa berbagai benda di tangan mereka. Beberapa dari mereka memegang bendera Cania, tampak seperti rombongan tur.
Mereka semua bermata biru dan berambut pirang. Para prianya bertubuh tinggi tegap, sedangkan para wanitanya berpenampilan memesona. Rombongan mereka dipimpin seorang wanita yang mengenakan gaun panjang berwarna merah dengan rambut pirang yang diikat. Penampilannya tampak seperti seorang pebisnis yang andal.
Jika ada yang tahu identitas mereka, mereka pasti akan terkejut. Saat ini, mereka tengah terjebak di antara para elite dari Jalan Dompet. Jika orang-orang ini bekerja sama dan didukung modal yang cukup, mereka mampu menghancurkan perekonomian beberapa negara sekaligus.
"Apakah Anda bos baru kami?"
Setelah melihat papan selamat datang yang dipegang Xavier, Cassidy Parker melangkah untuk berjabat tangan dengan Luis dan menyapanya dengan bahasa Cania yang fasih.
__ADS_1
Karisma adalah sesuatu yang misterius yang tak terlihat dan tak tersentuh. Hanya dengan melihat sekilas, Cassidy langsung tahu siapa orang yang mempekerjakan mereka. Tentu saja orang itu adalah Luis, dan bukan Xavier.
"Suatu kehormatan dapat bertemu dengan Anda, Nona Parker. Bahasa Cania Anda sangat bagus." Luis menjabat tangan Cassidy dengan lembut dan memujinya.