
Jarvis tertawa sambil meletakkan kotak itu di atas meja. "Saya mendengar dari Lia bahwa keadaan finansial keluarga pasien sedang tidak baik. Sedari tadi saya memikirkan cara untuk mengurangi tagihan medisnya. Tapi kalau dilihat sekarang, sepertinya saya tidak perlu repot-repot."
.......................................................
"Tuan Andra, Anda keliru. Keadaan keluarga pasien memang sedang tidak baik. Saya bukan bagian dari keluarga mereka," jawab Luis.
"Anda mampu membeli sesuatu seperti ini. Bagaimana mungkin Anda bukan kerabat pasien? Ginseng Ini nilainya beberapa ratus ribu dolar. Tidak mudah mendapatkannya di pasaran, Jarvis menjabarkan dengan nada agak dingin.
"Tuan Andra, dia bukan kerabat dari keluarga itu. Dia yang menyelamatkan pasien. Karena itulah, dia sangat peduli tentang mereka," jelas Lia.
"Dia pelakunya?"
"Bukan, pelakunya sudah ditangkap. Rekaman kamera pengawas menunjukkan kejadiannya dengan jelas."
"Lalu kenapa Anda menghadiahi saya sesuatu seperti ini?" Tatapan penuh keraguan melintas di mata Jarvis. Akar ginseng itu tidak murah. Harga keduanya bisa mencapai setidaknya beberapa ratus ribu dolar.
Dia tidak melihat ada gunanya membantu orang asing sampai sejauh ini.
"Tidak ada maksud tersembunyi. Saya hanya ingin membantu," ucap Luis sambil tersenyum. Toh, dia membeli ginsengnya dengan harga murah.
Jarvis terdiam sejenak lalu menghela napas. "Semua orang mengatakan bahwa dokter adalah orang-orang yang baik hati. Saya telah berkecimpung di bidang medis selama sebagian besar hidup saya, namun saya ragu saya bisa bersikap tanpa pamrih seperti Anda. Silakan Anda ambil kembali."
Jarvis mendorong kotak hadiah itu. Tidak usah khawatir. Saya akan mencoba merawat pasien sebaik mungkin. Anda membuat saya merasa tidak enak dengan hadiah ini."
"Tapi, Tuan Andra ... ginsengnya..."
"Kalau Anda tidak membutuhkannya, berikan saja kepada pasien. Akan jauh lebih bermanfaat daripada memberikannya kepada saya."
"Setidaknya Anda harus mengambil satu. Tolong anggap saja sebagai tanda terima kasih, atau rasa hormat saya untuk Anda," ujar Luis gelisah.
__ADS_1
Dia hampir ingin memberi tahu Jarvis bahwa dia bisa membelikannya rumah kalau Jarvis tidak menyukai ginseng itu.
Jarvis agak terkejut. Dia melirik Lia dan berkata, "Dia orang yang cukup menarik."
"Menurutku juga begitu. Lia mengangguk dengan canggung.
"Baiklah kalau begitu. Saya akan mengambil ginseng yang kecil." Jarvis cekikikan. Dia meraih ponselnya untuk menelepon, meminta agar dikirimkan timbangan medis.
Ginseng liar dari Gunung Falkariye itu memiliki berat 21,3 gram. 1 gram harganya sekitar 1.500 dolar.
Mengeluarkan ponselnya lagi, Jarvis meminta nomor rekening bank Luis. Dia langsung mentransfer 30 ribu dolar kepadanya.
Tak lama kemudian, ponsel Luis membunyikan notifikasi masuk.
"Luis, apakah Anda keberatan mengeceknya?" Jarvis memberi isyarat ke arahnya.
"Tidak usah." Luis melambaikan tangan dengan acuh. "Saya percaya pada Anda!"
"Anda harus ambil yang ini.
Jarvis menutup kotaknya dengan hati-hati dan menyerahkannya kepada Luis. "Saya yakin Anda tahu bahwa dua ginseng di dalam kotak itu memiliki nilai yang berbeda."
Salah satunya adalah ginseng berusia 50 tahun, sementara yang satu lagi berusia ratusan tahun. Nilai di antara keduanya sama sekali tidak bisa dibandingkan.
"Yang satunya lagi harganya berapa? Lia bertanya penasaran.
Hampir tak ternilai harganya. Jarvis menggelengkan kepala. Harga ginseng berusia ratusan tahun cenderung berubah seiring waktu mengikuti perubahan permintaan. Kalau ada kebutuhan mendesak, seseorang akan bersedia membelinya walaupun harganya mencapai 790 ribu dolar. "Setidaknya beberapa ratus ribu dolar. Dan nilainya akan terus menanjak. Selain itu, ginseng yang dimiliki Luis ini sepertinya adalah ginseng liar kualitas premium dari Gunung Falkariye."
"Kami akan pergi sekarang, Tuan Andra, Luis mengumumkan.
__ADS_1
"Baik. Saya masih harus menganalisis laporan pasien, jadi saya tidak bisa mengantar Anda, kata Jarvis dengan senang.
Begitu dia kembali ke bangsal, Luis memberikan kotak itu kepada Vina. "Suplemen untuk putri Anda."
Vina kaget. Dia membuka kotak itu, lalu langsung menutupnya lagi. Dia ingin mengembalikannya. Ujarnya, Ini terlalu mahal. Kami sungguh tidak bisa menerimanya."
Dia sudah berutang pada Luis sebesar 15 ribu dolar. Kalau dia menerima ginseng ini, utangnya akan semakin bertambah besar.
"Tak perlu khawatir. Ginseng ini hasil tanam artifisial. Harganya tidak mahal." Luis menyiratkan agar Vina menerimanya.
Ada banyak ginseng hasil tanam artifisial di pasaran. Harga ginseng seperti itu tidak terlalu mahal. Ginseng Gunung Falkariye premium yang dibeli Luis ini jauh lebih murah daripada yang lain.
Luis memahami karakter Vina. Kalau dia tahu bahwa ini adalah ginseng berusia ratusan tahun yang asli, dia tidak akan pernah menerimanya.
"Benarkah?" Vina meragukannya, tapi dia tetap menyimpan kotak itu.
Setelah itu, Luis menemani Vina selama beberapa saat sebelum pulang.
Luis tidak punya mobil, jadi dia menumpang pada Lia.
"Kamu memang punya cara sendiri, ya? Kamu benar-benar berhasil mendapatkan barang yang sangat langka!" Lia memujinya sambil mengemudi.
Dengan kekayaan bersih Luis, tidak mengherankan kalau dia bisa memperoleh barang langka. Namun, memberikan barang itu kepada orang yang baru dikenalnya sungguh tidak terduga.
Hadiah itu tidaklah murah. Malah, harganya sungguh tidak ternilai.
"Apa salahnya? Kamu cemburu?" Luis menggodanya.
"Cemburu? Yang benar saja!"
__ADS_1
Kebetulan sedang lampu merah, jadi Lia mengambil kesempatan itu untuk memukul kepala Luis.
"Baiklah! Aku menyerah!" Luis mengangkat tangan menyerah.