
Dia berjalan menjauh sambil terus menelepon. "Menghabiskan uang lebih dari 2 juta untuk membelikan mobil seorang wanita? Aku tidak akan membuang-buang uang seperti itu, meskipun aku sangat kaya," pikirnya.
.............................
"Kamu mau apa?" Silvi maju beberapa langkah lalu mencengkeram lengan Ade.
Silvi datang ke pameran itu untuk membeli mobil, tetapi Ade berencana melarikan diri dan Silvi belum membeli apa pun. Jika Silvi tidak jadi membeli mobil, dia tidak bisa menyombongkan diri di depan Lula lagi.
"Silvi, ada urusan penting yang harus aku tangani. Ada beberapa masalah di perusahaan, jadi aku harus ke sana dan segera menyelesaikannya. Aku pasti akan membelikanmu mobil di lain waktu!" Ade tersenyum pahit.
Namun, mobil sport itu adalah mobil edisi terbatas. Bahkan di kota besar seperti Malatam, mobil itu tidak akan berada di pameran dalam jangka panjang. Ade tidak akan memiliki kesempatan kedua untuk membelinya bahkan jika dia menginginkannya.
Mobil itu hanya tersedia 125 unit saja di seluruh dunia. Tentu saja, mobil itu akan cepat terjual habis.
Ada banyak orang kaya di dunia. Harganya tidak murah, satu unitnya berharga lebih dari 2 juta. Tetapi bagi para taipan teratas di dunia, uang sebanyak itu bukanlah apa-apa.
Setelah berbicara, Ade melepaskan cengkeraman Silvi dari tangannya lalu berjalan keluar.
"Ade, jika kamu pergi sekarang, jangan pernah datang padaku lagi!" Wajah Silvi terlihat muram.
Ade tidak ingin berlama-lama di sana. Dalam sekejap, dia berlari ke arah kerumunan.
Ade tidak peduli dengan ancaman Silvi barusan. Memang, Silvi sangat cantik. Tetapi dia bukan satu-satunya gadis cantik di dunia.
Selama Ade masih kaya, dia bisa mencari gadis mana pun yang dia suka.
"Berapa banyak gadis yang bisa aku miliki dengan mengeluarkan uang 2 juta? Untuk apa aku membuang-buang uang demi Silvi?"
"Tenanglah, Silvi. Seharusnya kamu tidak menyusahkan Ade. Uang 2 juta bukan jumlah yang sedikit, dan kamu juga belum menikah." Lula menarik tangan Silvi untuk menenangkan amarahnya karena dia tahu Silvi akan merasa malu.
__ADS_1
"Aku yakin dia sebenarnya mampu mengeluarkan uang 2 juta!" Silvi mengentakkan kakinya dengan marah. Dia tahu kekayaan bersih Ade. Meskipun bagi Ade mobil itu sangat mahal harganya, dia bisa mengeluarkan uang sebanyak itu jika dia mau.
"Dasar wanita!" Luis menggelengkan kepalanya sambil bergumam sangat pelan. Luis menatap Silvi dengan penuh arti.
"Uang 2 juta adalah jumlah yang sangat besar. Kau tidak bisa mendapatkannya meski kau bekerja keras sepanjang hidupmu. Bagaimana kau bisa mengatakannya dengan begitu mudah dan meminta seorang pria untuk membelanjakan begitu banyak uang untukmu seolah-olah itu adalah kewajibannya? Karena kau cantik? Kau pikir kau adalah seorang dewi dan orang-orang harus memberimu segalanya? Kau salah besar. Kau pikir kau bisa berbuat semaumu hanya karena kau cantik? Ada begitu banyak wanita cantik di dunia, selama seorang pria memiliki uang, dia dapat mencari wanita mana pun yang dia sukai. Meskipun gadis yang lebih cantik darimu mungkin jarang, bukan berarti tidak ada sama sekali." Dia memarahi Silvi dalam hati.
"Hai, Tuan Nardo."
Tanpa mereka sadari, Hazel, yang mengenakan setelan jas berjalan ke arah mereka. Hazel terlihat lebih karismatik dibandingkan terakhir kali mereka bertemu.
Gita menyapa Hazel dengan sopan saat melihatnya.
Hazel menunjuk ke arah mobil berwarna merah ceri yang berada tidak jauh darinya dan bertanya, "Tuan Nardo, apa pendapat Anda tentang mobil itu?"
"Lumayan. Terlihat keren." Luis berkata sambil mengangkat bahu. Padahal, dia tidak tahu banyak tentang mobil.
Bagaimanapun, mobil itu sangat langka, satu-satunya unit yang ada. Pastinya, banyak orang akan berlomba-lomba dengan sengit hanya untuk mendapatkan mobil tersebut.
Meskipun mobil itu baru saja dirilis dengan warna yang berbeda, mobil yang baru rilis itu beda level dengan versi aslinya.
"Ini adalah hadiah dari Tuan Smith untuk Anda." Hazel tersenyum lalu melambai pada petugas di dekatnya.
Kemudian, petugas itu membawakan Hazel kunci dengan warna merah ceri seperti mobil itu.
"M-mobil itu untukku?" Suara Luis meninggi tanpa disengaja.
Itu adalah mobil sport edisi terbatas dan hanya ada satu unit di seluruh dunia. Siapa pun yang mengendarai mobil itu akan merasa bangga karena mobil itu melambangkan status tinggi pemiliknya.
Bahkan mobil-mobil seharga kisaran 5 juta tidak sebanding dengan mobil itu, karena itu adalah satu-satunya Jesko Red Cherry Edition 10 di dunia.
__ADS_1
"Mobil itu untuk Luis?"
Silvi dan Lula menatap Luis dengan curiga. Mereka tahu Luis adalah orang kaya sebab orang biasa tidak mungkin memiliki gedung di Malatam.
Namun, Jesko Red Cherry Edition 10 bukanlah sesuatu yang bisa dibeli hanya dengan uang.
Gita dan Lisandra tercengang setelah mendengar kata-kata Hazel. Lisandra tidak terlalu kaget karena dia tidak memiliki pemahaman yang mendalam tentang nilai mobil, tetapi Gita berbeda.
Sebagai karyawan di Industri Hennerik, dia tahu bahwa banyak taipan datang ke pameran untuk bertanya tentang mobil itu tepat saat mobil itu diperkenalkan.
Itu bukan hanya sekadar mobil, melainkan juga pengakuan status seseorang.
Meskipun demikian, untuk alasan yang tidak diketahui, perusahaan menolak untuk menjualnya kepada sembarang orang. Sekarang, yang membuat Gita terkejut adalah satu-satunya Red Cherry Edition 10 diberikan kepada seseorang sebagai hadiah secara gratis.
"Ya. Sesuai tradisi, Tuan Smith akan menyiapkan hadiah khusus untuk setiap pemegang saham baru. Namun, karena jadwal Tuan Smith yang sibuk akhir-akhir ini, dia tidak dapat menemukan hadiah yang cocok untuk Anda. Mobil sport edisi terbatas ini keluar tepat pada waktunya. Karena itu, Tuan Smith memutuskan untuk memberikannya kepada Anda. Dia ingin menjalin persahabatan yang baik dengan Anda, Tuan Nardo," jelas Hazel sambil berdiri di samping Luis.
Sebagian dari kata-katanya adalah perintah yang dikatakan oleh Carlos.
"Dia mencoba untuk memenangkan hatiku?" Luis membatin sambil mengangkat alis.
Sekarang dia memiliki beberapa kesan terhadap Carlos, CEO yang belum pernah dia temui. Carlos tampaknya benar-benar tahu cara memenangkan hati orang-orang.
Tentu saja, mobil itu adalah edisi terbatas dan simbol prestise.
Namun, bagi Industri Hennerik, tidak ada yang perlu dibanggakan.
Mereka bisa membuat ratusan atau ribuan model mobil itu jika mereka mau. Hanya saja mereka tidak punya alasan yang nyata untuk melakukannya.
Luis mengambil kunci berwarna merah ceri dari tangan Hazel. Dia menekan tombolnya dengan pelan, lalu pintu gunting mobil terbuka perlahan, memperlihatkan sentuhan akhir yang mewah dari interiornya.
__ADS_1