
"Suatu kehormatan dapat bertemu dengan Anda, Nona Parker. Bahasa Cania Anda sangat bagus." Luis menjabat tangan Cassidy dengan lembut dan memujinya.
****************
"Tentu saja. Saya telah menghabiskan waktu tiga bulan untuk mempelajarinya," kata wanita itu dengan bangga.
Dia selalu penasaran dengan negara kuno di timur ini, tetapi dia tidak pernah berkesempatan untuk mengunjunginya. Sekarang, akhirnya dia berkunjung, jadi suasana hatinya sedang baik.
"Busnya sudah siap," ujar Luis sambil menunjuk ke bus di belakangnya. "Karena keterbatasan waktu, saya tidak bisa menyiapkan banyak mobil mewah untuk kalian."
"Tidak apa-apa. Mobil di belakang Anda terlihat bagus."
Sambil tersenyum tipis, Cassidy berjalan ke arah Xavier dan meletakkan tangannya di lengannya. "Halo, tampan, apa kamu keberatan jika saya duduk di jok penumpang?"
"Tentu saja tidak ..." Suara Xavier bergetar. Ini pertama kalinya ada seorang gadis yang berdiri begitu dekat dengannya selain Liliana.
"Aku akan naik bus," ujar Xavier, lalu bergegas masuk ke dalam bus.
Kemudian, Cassidy melambai pada orang-orang di belakangnya dan berkata dalam bahasa Birton, "Teman-teman, naiklah ke bus."
Mereka pun langsung naik satu per satu ke dalam bus tersebut. Terlihat jelas bahwa Cassidy adalah ketua tim ini.
"Hennerik Jesko, mobil sport super terbaru edisi terbatas yang diproduksi oleh Hennerik tahun ini. Bos, Anda jauh lebih kaya daripada yang saya duga."
Mata Cassidy berbinar-binar. "Ceri merah. Hanya ada satu di seluruh dunia, 'kan?"
Untuk memiliki mobil seperti itu, tidak hanya diperlukan kekayaan, tetapi juga status sosial.
Orang-orang yang berhasil memilikinya bahkan tidak akan mengendarainya, melainkan menyimpannya di garasi sebagai kenang-kenangan karena nilainya yang terlalu berharga.
"Ya, warnanya benar-benar mencolok." Luis mengusap hidungnya dengan canggung. Sejujurnya, dia tidak terlalu suka warna itu karena dirasa tidak cocok untuknya.
__ADS_1
"Jika Anda tidak menyukainya, Anda bisa menjualnya kepada saya. Sebutkan saja harganya, asalkan tidak lebih dari 15 juta dolar, saya pasti akan membelinya," kata Cassidy dengan nada bercanda.
Bekerja di Jalan Dompet selama bertahun-tahun membuat Cassidy tidak pernah kekurangan uang. Bahkan, dia sebenarnya kaya raya. Jika bukan karena marketplace Shopazon, dia tidak akan ada di sini, tidak peduli apa pun yang ditawarkan Luis.
"Lupakan saja. Saya mendapatkan mobil ini dari seorang teman."
Luis menggelengkan kepalanya, lalu membuka pintu untuk masuk. Begitu dia menyalakan mobilnya, suara raungan mesin yang garang langsung terdengar.
"Seorang teman memberikannya pada Anda?" Cassidy masuk ke mobil dan terkejut dengan apa yang Luis katakan, "Teman macam apa yang begitu murah hati memberi Anda mobil seperti ini?"
Maksud perkataan Cassidy adalah siapa yang pantas mendapatkan hadiah mewah seperti itu?
"Carlos Smith." Luis mengangkat bahu dan mulai menjalankan mobil.
"Carlos Smith dari Industri Hennerik?" Mata Cassidy menyipit karena takjub. Carlos adalah ketua Industri Hennerik, seorang tokoh terkenal.
"Jadi, jika Anda tertarik dengan Hennerik, Anda bisa memberi tahu saya. Mungkin saya bisa mendapatkan diskon untuk Anda." Luis berkata dengan nada bercanda.
"Apa Anda kenal dengan Carlos?"
Hanya orang kaya atau orang yang berstatus sosial tinggi yang bisa berteman dengan Carlos. Dia mungkin tidak akan terlalu terkejut jika Luis berusia lebih tua.
Namun, Luis terlalu muda untuk mengaku sebagai teman Carlos. Dia mungkin akan percaya jika pemuda itu mengatakan bahwa orang tuanya mengenal Carlos.
"Kami bermitra." Luis mengangkat bahu.
"Mitra kerja sama?"
"Saya pemegang saham Hennerik."
"Pemegang saham Hennerik? Anda orang yang mengakuisisi 10 persen saham Hennerik beberapa waktu lalu?!" Cassidy bingung, tetapi tiba-tiba menyadari sesuatu dan berseru.
__ADS_1
Sebelumnya, kegagalan Perusahaan Koch dalam mengakuisisi saham Hennerik telah diketahui seluruh kalangan atas di Ardania. Sebagai perusahaan swasta terbesar di Ardania, Perusahaan Koch dianggap sebagai salah satu konsorsium teratas di negara itu.
Awalnya, Perusahaan Koch percaya bahwa mereka bisa memanfaatkan dan bekerja sama dengan Hennerik untuk menjadi pemain di bidang energi baru. Tanpa diduga, seorang dari timur, yang muncul entah dari mana, mengalahkan mereka.
"Ya, orang itu adalah saya." Luis mengangkat bahu. Menurut informasi dari Hazel, dalam beberapa tahun terakhir, Hennerik tidak menjual terlalu banyak sahamnya. Hanya dua kali, yaitu ke Bernia, dan kepada pemuda ini.
"Karena Anda, seluruh Perusahaan Koch menjadi bahan tertawaan publik." Mata Cassidy berbinar-binar penuh arti.
Pemuda yang ada di depannya iri benar-benar bukan orang biasa. Dia tahu betapa kokohnya Perusahaan Koch secara finansial. Luis bisa mengalahkannya dengan memiliki 10 persen saham, ini menunjukkan bahwa dia memiliki pendukung yang kuat.
"Saat itu, saya tidak terlalu banyak berpikir," ujar Luis sambil tersenyum santai. Sebenarnya, sejak awal dia tidak mengetahui perusahaan Hennerik bergerak di bidang apa. Saat itu, dia hanya berpikir bahwa membeli saham perusahaan seharga 1.500 dolar adalah sebuah pilihan yang ekonomis, jadi dia memutuskan untuk membelinya.
Di kemudian hari, dia baru mengetahui bahwa Hennerik adalah perusahaan mobil sport super yang terkenal di dunia.
"Itu benar-benar luar biasa." Kekaguman terpancar di mata Cassidy. Apa yang dikatakan Luis tadi membuat membeli saham sebuah perusahaan terdengar semudah membalikkan telapak tangan.
Orang macam apa yang bisa berbicara dengan nada percaya diri seperti itu? Seberapa kaya dia?
Berapa banyak keuntungan yang akan mereka hasilkan jika mampu membangun kenuitraan jangka panjang dengannya? Sebagai tokoh berpengaruh di Jalan Dompet, Cassidy tidak kekurangan uang, tetapi bukan berarti dia tidak mencintai uang.
Tidak ada seorang pun di dunia ini yang berpikir uang mereka sudah cukup.
"Bagaimana kalau kita langsung bekerja?" tanya Cassidy.
Dia baru saja turun dari pesawat dan membutuhkan waktu untuk mengatasi jet lag. Akan sedikit sulit baginya untuk bekerja sekarang.
"Tidak perlu terburu-buru. Itu hanya pertanda bull market. Jangan khawatir." Luis menggelengkan kepalanya perlahan dan berkata, "Mari kita makan dulu. Anggap saja ini makan malam selamat datang untuk Anda, lalu Anda boleh beristirahat. Setelah itu, baru kita akan mendiskusikan pekerjaan."
"Oke." Cassidy mengangguk. Dia tidak menolak.
"Apa yang Anda sukai? Masakan Cania atau masakan barat? Saya tahu restoran barat yang bagus." Luis menoleh untuk menatap Cassidy. Karena ini adalah makan malam selamat datang, dia pikir akan lebih baik jika menanyakan pendapatnya.
__ADS_1
"Lupakan makanan barat. Saya ingin mencicipi masakan Cania karena saya tertarik dengan masakan tradisional." Mata Cassidy berbinar-binar.
Selama bekerja di Jalan Dompet, dia terlalu sering makan makanan barat. Kalaupun ada makanan barat yang autentik di sini, tidak akan ada yang bisa menandingi yang ada di Ardania, yang memiliki restoran barat dengan sejarah ratusan tahun. Selain itu, berhubung mereka sekarang berada di Cania, mengapa tidak mencoba makanan lokal?