
"Dia orang yang cerdas." Lia menganggukkan kepala. Dia akan memberinya pelajaran jika lelaki itu mencoba melakukan sesuatu.
"Tampaknya mereka cukup segan padamu," ujar Luis.
................................
Mereka semua menghormati Lia, baik itu Albert maupun orang-orang yang mereka temui.
"Tentu saja. Mereka pernah menjadi kaki tanganku." Lia mengangguk puas. Rupanya Lia masih memiliki aura bos. "Aku bisa memberi Albert pelajaran kapan saja kalau-kalau dia bertingkah."
"Oh... begitu, ya ..."
Sudut bibir Luis berkedut. Dia seperti sedang melihat Lia yang dahulu lagi.
"Baiklah. Kita sampai."
Lia menghentikan mobil di depan rumah Luis. "Terima kasih, Lia." Luis turun dari mobil dan membawa pakaian lamanya.
"Bawa ini." Lia menurunkan jendela, melemparkan tas biru elektriknya, dan pergi meninggalkan Luis yang tercengang saat melihat tas itu.
"Tuan Nardo."
Tiba-tiba, sebuah suara jernih nan tajam memanggilnya. Luis, yang sedang bermain game, langsung mengangkat kepalanya. "Oh! Kamu ternyata."
Dia adalah Marry yang sudah lama tidak Luis temui. "Kupikir kamu sudah pindah."
Dengan uang 30.000 dolar milik Keysia, Marry pasti bisa pindah dan menemukan tempat sewa yang lebih baik.
Tidak mungkin membeli rumah di Malatam dengan uang sebesar itu, tapi menyewa rumah yang lebih baik
seharusnya tidak jadi masalah sama sekali.
"Hei, jangan panggil aku Tuan Nardo. Terdengar sangat canggung. Panggil aku Luis." Luis mengambil ponsel dan mulai bermain game.
"Yah, terakhir kali kita bertemu, aku tidak bisa berterima kasih dengan benar. Hari ini hari ulang tahunku. Jadi, aku ingin mentraktirmu makan untuk menunjukkan rasa terima kasihku," kata Marry sambil membelai rambut panjangnya.
Marry berpikir keras cukup lama tentang apa yang terjadi terakhir kali mereka bertemu. Dia tidak bisa memikirkan cara yang pantas untuk membalas Luis. Pada akhirnya,
Marry memutuskan untuk menemuinya langsung.
"Ini hari ulang tahunmu? Kalau begitu, harusnya aku yang mentraktirmu!" Luis mengutarakan keterkejutannya.
"Tidak, aku ingin berterima kasih padamu, jadi ..."
__ADS_1
Luis sedikit mengibaskan tangan. "Seleraku sangat diskriminatif. Aku tidak bisa makan makanan murah."
"Tentu saja! Kamu yang pilih tempat." Marry tersenyum lebar.
Karena dirinya yang akan mentraktir Luis, dia siap berfoya-foya.
"Tentu saja. Aku akan ikut denganmu setelah ronde ini."
Luis mengangguk dan menunjuk ke game-nya.
Makanan tidak akan pernah jadi lebih penting daripada game.
Beberapa wanita bahkan dengan naifnya bertanya mana yang lebih penting baginya, mereka atau game?
Pengembangan game AAA sering kali membutuhkan modal lebih dari 100 juta dolar, bersama dengan ribuan orang yang bekerja bersama-sama tanpa henti selama beberapa tahun. Namun, ketika seorang wanita berusia 20-an - pastinya ambisius, lincah, dan memakai banyak produk kecantikan di wajahnya - dibandingkan dengan game semahal itu, kebanyakan memang tidak sebanding.
"Oh, wanita. Betapa naifnya," dia sering membatin sendiri dalam hati.
Saat Luis melanjutkan game-nya, sudut bibir Marry agak berkedut. "Apakah aku kehilangan pesonaku?" pikirnya.
Dia bertanya-tanya lagi, "Kamu bilang mau mentraktirku makan, tapi kamu masih bermain? Apa kamu tahu berapa banyak orang yang akan mengantre hanya untuk mengajakku kencan?"
"Ayo pergi."
"Wow, di sini sudah gelap." Luis terkejut melihat bulan yang sangat besar di langit. Teraklur kali dia cek, baru pukul 15.00 sore. Bagaimana bisa tiba-tiba sudah gelap?
"Jangan bilang kamu sudah bermain game seharian?" Bibir Marry agak berkedut.
Dia tahu Luis bukan orang yang suka terburu-buru, tapi dia tidak pernah mengira Luis akan bermalas-malasan seperti itu.
"Memangnya apa lagi yang akan kulakukan?"
Luis mengangkat bahu. "Aku tidak punya banyak pekerjaan. Lagi pula, aku sudah terbiasa dengan ini."
Selama masih ada ponsel, komputer, dan makanan yang cukup, dia bisa diam di dalam rumah selama yang dia mau.
Rekor terpanjang Luis diam di rumah tanpa keluar sama sekali adalah 3 bulan. Saat dia akhirnya keluar rumah, itu hanya karena dia perlu potong rambut. Rambutnya menjadi sangat panjang, dan itu sangat berpengaruh pada caranya bermain game.
"Bukannya kamu punya pacar?" tanya Marry hati-hati.
"Tidak," jawab Luis sambil memandanginya dengan aneh. "Apa yang membuatmu berpikir aku mungkin punya seseorang semacam itu? Mereka butuh perawatan mahal!"
"Tapi bukankah normal untuk punya pacar?" tanya Marry.
__ADS_1
Dengan kekayaan bersihnya yang sangat tinggi di usia yang begitu muda, punya seorang pacar, atau bahkan beberapa pacar, bukanlah hal yang mustahil. Untuk seseorang seperti Luis, akan jadi lebih aneh kalau dia tidak punya pacar.
"Mungkin dia belum menemukanku." Luis mengangguk santai.
"Apa karena gadis itu?" tanya Marry.
Sebelumnya, Luis bercerita dulu dia pernah punya pacar, tapi wanita itu sangat menyakitinya.
"Dia belum melupakan wanita itu, ya?" pikir Marry.
"Itu semua sudah berlalu. Aku sudah melupakan semuanya," Luis tersenyum. Ada kilatan kelegaan di matanya.
Hari saat ia membelikan boneka beruang raksasa untuk Larra telah lama berlalu. Rasa rindu di hatinya pun telah hilang. Mungkin dia teringat pernah mencintai seorang wanita terlalu dalam, tetapi sekarang itu adalah kenangan yang telah lalu.
Pesta perjamuan yang sesuai dengan status Luis tentu akan diadakan di restoran mewah, mulai dari beberapa ratus hingga beberapa ribu dolar per orang. Marry sudah siap mental kalau-kalau makanan itu akan membuatnya bangkrut. Namun, dia tidak menyangka Luis akan membawanya ke warung BBO terdekat yang telah menjalankan bisnisnya selama lebih dari 10 tahun.
Mereka berdua bisa kenyang bahkan tidak sampai menghabiskan 100 dolar.
Menatap warung tersebut, Marry berseru, "Kamu tidak perlu sungkan gara-gara aku, aku benar-benar ..."
"Aku tidak memilih warung ini karenamu."
Sebelum dia bisa menyelesaikan kalimatnya, Luis menyela, "Pesta perjamuan bisa punya makna yang berbeda untuk setiap orang. Bagiku, inilah pesta perjamuan."
Dengan binar di matanya, ia menambahkan, "Begini, saat aku kecil, keluargaku tidak terlalu kaya. Ayahku hanya akan membawaku ke sini jika aku mendapatkan nilai bagus dalam ujian. Jadi, bagiku, inilah pesta perjamuan."
Pesta perjamuan tidak selalu harus berupa masakan kelas atas seperti lobster atau abalone.
Bagi kebanyakan orang biasa, pesta perjamuan bisa berkisar antara 50 hingga beberapa ratus dolar. Bagi orang kaya, pesta perjamuan bisa menghabiskan beberapa ribu dolar hingga sepuluh kali lipatnya. Untuk mereka semua, itu semua bisa dianggap "pesta perjamuan". Oleh karena itu, pesta perjamuan bisa menuliki makna yang berbeda untuk orang yang berbeda.
Jika kamu mentraktir Luis dengan lobster dan abalone, dia tidak akan mengingatnya. Demikian pula, jika kamu mengundangnya ke pesta BBO, dia tidak akan mengeluh.
"Luis hadir!"
Pemilik warung mengenalinya. Dia menyapa Luis dengan hangat, "Seperti biasa?"
Luis mengangguk dan menunjuk Marry. "Ya, seperti biasa. Untuk dua orang."
"Akan segera datang! Aku akan membawakan sepiring udang karang nanti, sebagai hadiah dariku. Sekarang adalah waktu terbaik untuk makan udang karang."
"Terima kasih, Quill," ujar Luis.
Di warung ini, sepiring kecil udang karang yang dijual seharga lebih dari 20 dolar saja bisa menghasilkan banyak uang.
__ADS_1
"Duduklah," kata Luis pada Marry, sambil menunjuk bangku di depannya.