
[ Malam hari ]
kejadian di usia 5 tahun.
"Mami nanti nia mau main sama Wiliam yah"duduk tenang di dalam mobil.
"aduhhh sayang,diajak liburan ke rumah nenek kok mau main sama Wiliam terus. Papi cemburu tau" fokus menyetir.
"ihhh papi,kan mainnya di halaman rumah"
"anak mami suka sama Wiliam yah??kok mainnya sama Wiliam terus??" goda mami pada Nia.
"ihh mami enggak kok" pipi merona merah.
sepanjang perjalanan didalam mobil, diiringi dengan canda tawa keluarga kecil Lee. Hal tersebut menjadi canda tawa terakhir kalinya bagi Nia Lee.
"awaaaasssss...."
Bruugggg•••
Mobil yang dikendarainya terperosok ke dalam jurang untuk menghindari sebuah truk yang melaju cepat ke arah mobil mereka. Mobil bagian depan hancur dan menjepit badan kedua orangtuanya. Hanya Nia Lee yang dapat keluar dari mobil itu.
"aduhhh mami...papi...bangun...." tubuh mungil yang berlumuran darah mencoba membangun kan kedua orangtuanya.
"papi.... jangan tidur..ayo bangun....mami ayo bangun.... bukannya rumah nenek masih jauh??kenapa kalian malah tidur disini" tangisnya pecah dan berusaha membuka pintu mobil
"sayang....cepat pergi dan carilah bantuan....mami dan papi akan tinggal disini... jangan menangis sayang" terbata-bata.
aku berlari sebisa mungkin untuk dimintai pertolongan warga. Sekujur tubuh yang dilumuri oleh darah dan kepala yang terluka tak mampu membawa tubuhnya berjalan lebih jauh lagi.
"mami..papi...maaf Nia lelah sekali..."
pingsan tak jauh satu meter dari mobil tersebut.
3 Tahun berlalu•••
Setahuku aku dibesarkan di panti asuhan Yong Gam Yu. Ibu pengasuhku berkata yang menemukan ku sudah tergeletak di depan pintu waktu malam hari sendirian dengan badan yang lelah, aku hanya ditinggali sebuah boneka yang dihadiahkan langsung oleh ibu kandung ku saat aku masih bayi. Itulah yang dikatakan ibu pengasuh padaku,aku tak ingat memori kehidupan yang lalu. Seperti debu yang diterbangkan angin entah kemana perginya.
Ibu pengasuh membesarkanku dan merawat ku dengan baik hingga aku berusia 8 tahun. Dia sudah menganggap diriku sebagai anak kandungnya sendiri karena aku berbeda dari semua anak panti yang lainnya. Aku dijauhi karena aku berbeda dengan mereka hanya ibu pengasuhlah yang baik kepadaku selama ini hingga sampai suatu hari tiba akan ada orang tua yang akan mengasuh salah satu dari kami untuk dijadikan anak adopsi 'anak angkat'.
Tingg....Toongg...2x
Suara bel berbunyi.
"Anak-anak kalian harus bersikap baik kepada orang tua asuh kalian jika salah satu kalian dipilih, kalian harus sopan dan tidak boleh nakal jika bertemu dengan mereka. Apa kalian paham?" Kata ibu pengasuh.
"Paham buuu..."serentak.
Ibu membukakan pintu bagi orang tua asuh dan memanggil kami semua dan yang penting memperkenalkan diri kepada orang tua asuh. Satu persatu sudah memperkenalkan diri dan selanjutnya giliran ku.
"Nakk siapa namamu anak manis.." kata orang tua asuh.
"Nama saya Nia Lee".
"Nama yang indah sesuai dengan orang nya cantik dan elegan sekali,iyakan pah"
Setelah berbincang-bincang cukup lama akhirnya mereka memilihku untuk jadi anak adopsi mereka,tapi aku juga takut jika harus meninggalkan tempat panti asuhan ini. Baru pertama kali ini saya keluar melewati pagar panti asuhan ini,rasanya berat sekali harus meninggalkan tempat ini.
"Kami setuju untuk mengambil anak ini, nama kamu Nia lee bukan?kamu sangat pendiam sekali."
3 jam kemudian...
3 jam sudah berlalu begitu cepat dan aku tertidur pulas di dalam mobil entah karena nyaman atau terasa kecapean aku tertidur pulas, sesampainya di sebuah gedung aku dibangunkan oleh mama angkatku.
__ADS_1
"Sayang ayo bangun,kita sudah sampai nakk.." ucapan lembut dan tangan halusnya membuai pipiku untuk aku cepat bangun.
"Ehmm...maaf aku tertidur tadi." Jawabnya sambil mengusap mata.
"Biar Papa saja yang menggendong nya,kasian seperti nya masih lelah karena perjalanan tadi".
"Selamat datang Tuan Steve dan Nyonya Steve" beberapa pelayan serempak menyambut kedatangan kami dengan membungkukkan badan dan tangan kanan berada di dada, tangan kiri berada di belakang punggung.
"Ohh anak ku sudah pulang...apa dia cucuku?" Sahut nenek.
"Benar ibu,dia cucumu tapi dia sedang kelelahan karena perjalanan kemari,mohon dimaklumi"jawab Nyonya Steve.
"Ehmm aku sudah bangun nyonya Steve.." bangunku dengan nada datar.
"Sekarang panggil aku dengan sebutan Mama. Ini Papa,ini nenek dan ini kakekmu"
"Baik mamaaa...apa aku boleh kekamar mandi??"jawabku polos.
"Pelayan antarkan putri kecil ini kekamarnya dan mandikan dia segera,pakaikan baju yang ada di lemari dan pakaian yang lama ini kamu boleh membuangnya" perintah mama.
"Baik nyonya,ayo putri kita kekamarnya putri."
Setelah diperintah mereka langsung mengerjakan tugas mereka,mereka memandikan diriku, memakai kan baju, merapikan rambut ku.
Setelah lama kedua pelayan mengurus diriku, akhirnya kami bertiga turun kebawah untuk acara penyambutan ku. Yah meskipun hanya dihadiri orang tua angkatku,nenek,kakek,pelayan dan beberapa saudara dari kedua orang tua ku.
"Lihat-lihat putri kecil cantik sekali" bisikan kecil dan semua mata melihat diriku.
"Selamat siang semuanya, perkenalkan nama saya Nia Lee saya anak angkat dari Papa Steve dan mama Steve"
"Anak yang sopan"serempak dengan nada yang rendah.
"Terima kasih nenek" aku membalas pelukan hangatnya,rasa nyaman sekarang ini menyelimuti seluruh tubuh ku. Aku merasa aman untuk sekarang ini.
Acara berlangsung dari pukul 12:55 sampai 15:00 wib acara yang mungkin membuat orang dewasa merasa bahagia tapi menurutku ini sungguh melelahkan,aku hanya ingin beristirahat dan tidur untuk hari ini. Tapi niatku digagalkan oleh seorang anak kecil yang usianya hampir 2 tahun lebih tua dariku, untuk mengajak ku pergi ke taman rumah ini dan bermain dengannya.
"Haiii... Perkenalkan namaku Chidian Lu nama kamu pasti Nia Lee bukan??kamu mau bermain dengan ku??" Uluran tangannya kepadaku.
Belum sempat aku berkata iya, dia langsung menarik tanganku dan membawaku ke nenek untuk meminta ijinnya.
"Nenek Steve apa aku boleh mengajak cucumu ini bermain di taman rumah ini??boleehhh yahhh??" Memohon dengan gaya imutnya.
"Keluarlah,tapi jangan melewati jalan raya atau keluar dari gerbang yah?soalnya cucu nenek ini baru disini jadi takut kalau tersesat". Sahutnya lembut dan membelai rambut kami secara bersamaan.
"Baiklah nenek Steve,kami permisi dulu. Ayo Nia kita ke taman" menarik tanganku dengan erat menuju ke taman. Dia selalu menggandeng tangan ku meskipun sudah sampai di taman dan hanya duduk di taman.
"Oh ya aku baru melihat mu,kamu pasti mau kan berkeliling dengan ku???aku akan panggil kamu Cabi yah dan kamu boleh kok memanggil ku kakak Chidian" senyuman hangat terangkat dari kedua bilah bibir mungilnya.
"Kenapa aku harus memanggil mu begitu?lagi pula apa aku Cabi?" Menatapnya tajam dengan tatapan keheranan.
"Yah, karena kamu Cabi jadi aku jatuh cinta sama kamu" sambil cubit pipi.
Aku tak langsung menjawabnya melainkan mendiamkannya,aku tak mengenalnya bahkan dia juga tak begitu mengenal diriku bagaimana bisa dia jatuh cinta padaku?..
Aku bisa menebak perasaannya saat ini,tangan yang hangat dan lembut ini bisa diartikan dia lelaki yang penuh perhatian dan kasih sayang. Senyumannya ini dapat diartikan sebagai orang yang ramah. Sedangkan cerewet nya ini mungkin saja agar tidak kehilangan kontak dengan lawan bicaranya.
Kami berdua berbincang cukup lama dan menentukan nama panggilan masing-masing dari kita,kami bercanda lepas dan saling mencubit sang menggelitik satu sama lain sampai kita berdua jatuh kebawah bersama. Deegg..deggg... Kenapa jantungku berdebar kencang yah?? Apa karena aku jatuh dibawah kakak Chidian??atau mungkin kita terlalu dekat mukanya. Aku mendorong kak Chidian jatuh kesamping ku dan aku segera berdiri dan disusul kak Chidian berdiri.
"kamu tidak apa-apa??apa ada yang terluka?ma...maaf..." Jawabnya mendekati diriku dan membantu ku untuk berdiri. Mungkin saja aku terluka tapi keadaan kak Chidian apa baik-baik saja? setelah ku dorong dia,aku dengar suara kalau kepalanya terbentur kursi ditaman.
__ADS_1
"Kakak Chidian aku...aku..aku baik-baik saja,apa kakak baik-baik saja?"
Lutut terasa nyeri karena memar,wajahku agak nyengir saat merasakan lututku tergesek rok yang ku pakai.
Tiba-tiba~~
"Nona kamu baik-baik saja??kakimu sedikit bengkak,mari saya gendong saja" tanpa perintah dariku pelayan yang harus mengawasi ku bermain menggendongku masuk kedalam. Jujur saja ini pertama kalinya aku digendong oleh orang lain selain orang tua pengasuh ku. Kami berdua meninggalkan kakak Chidian ditaman sendiri, "apa pak Yuancheng akan bantu mengobati kakak Chidian ditaman ya?aku merasa khawatir" batinku dengan muka khawatir sepanjang langkah kaki melangkah menuju kamarku.
"Maaf telah merepotkan Anda pak Yuancheng".
"Tidak apa nona, saya antarkan ke dalam kamar nona saja dan mengobati lukanya"secara bersamaan wajah kami bertemu dan tidak sengaja menyentuh bibir kita berdua. Jantungku yang tadi belum tenang, sekarang kenapa tambah tak tenang begini,mukaku langsung memerah dengan perlahan.
"Ma... maafkan saya pak.." aduh aku kenapa gugup sekali...kyyaaaa...
5 menit kemudian sampai di kamarku.
"Nona kamu bisa turun sekarang" membelakangi tempat duduk.
"Nona kalau boleh tau umur nona kecil ini berapa?" Berbicara sambil mengoleskan obat. Wajahku menyengir dan keningku mengerinyit tanda menahan sakit sekarang ini.
"Emm...anuu...8 tahun umurku 8 tahun pa...pakk..."
"Ohh gitu yah...jangan panggil saya pak,saya kan masih muda nona kecil" sambil tersenyum mengerutkan keningnya. Apa dia baru saja bilang "masih muda" memang usianya berapa?....
"Laluu aku harus memanggil mu apa??" Sedang berfikir.
"Panggil kakak Chen saja" mengelus rambutku.
Setelah selesai mengobati kakak Yuancheng dan aku hanya mengobrol didalam kamar saja, berbincang selayaknya kakak yang menghibur adiknya yang terluka. Aku merasa nyaman jika ada seseorang yang menganggap diriku ini ada. Setidaknya aku punya seorang kakak yang mau melindungi ku sekarang.
"Terima kasih kakak" jawabku tersenyum lebar.
"Iya...aku akan selalu mendampingi mu nona kecil mulai dari sekarang dan untuk seterusnya sampai kau mampu melindungi diri sendiri. Aku akan tetap bersamamu" jawaban itu membuatku semakin yakin bahwa dia bisa diandalkan dikeluarga Steve ini.
"Janji yah kak..." Menyodorkan kelingking.
"Iyaa..." Kelingking kita saling berpaut satu sama lain dan sejak saat itu aku selalu manja terhadap kakak Yuancheng. Aku ingin membuat kakak ku ini tertawa dan tidak bermuka dingin setiap kali diajak bercanda.
Tak lama kemudian pelayan Yuancheng beranjak dari kamarku, " nona saya permisi dulu,saya akan memeriksa tuan Chidian kecil tidak apa-apa" jawabnya dan pergi berlalu.
*Disisi lain taman.
"Haiss....kenapa aku ditinggal sendirian sih??aduhhh" mengusap kepalanya.
Tak kusangka aku akan bertemu dengannya,ia yang dingin diluar tapi lembut didalam. Aku dapat merasakan kenyamanan hanya dengan menatap matanya,matanya yang penuh keberanian itu membangkitkan semangat ku saat ini juga.
Aku heran kenapa ada seorang wanita yang menarik perhatian ku secepat ini. Selama aku berteman,semua temanku sangat membosankan tapi ia berbeda. (Sedang sibuk menghayal).
"Tuan kecil anda baik-baik saja??" Suara Yuancheng membuyarkan lamunannya. Ia kaget dan jantung nya berdetak cepat tapi lain dengan yang tadi. Padahal tadi saat dengannya aku juga begini tapi kenapa rasanya lain??( Pikirnya).
"Itu perasaan cinta bodoh,mana bisa disamakan dengan perasaan kaget mu itu~~" sahut author yang tiba-tiba nongol. "Oooo..." Membulatkan mulutnya.
"Aku baik-baik saja paman" sahut Chidian.
"Baiklah,ayo silahkan masuk kedalam,nyonya mencari anda"
"Mami mencari ku??" Langsung bergegas menuju ke dalam rumah.
Kedua anak kecil ini seperti nya jatuh cinta pada pandangan pertama ya??dasar kids jaman now ( menaruh telapak tangan di kening ).
__ADS_1