Kekasih Beda Dunia

Kekasih Beda Dunia
Pertemuan dengan pianis.


__ADS_3

Seharian penuh pikiran ku terbang entah kemana hanya memikirkan mimpi yang semalam terjadi padaku.



"Hei nanti temani aku yuk,ke suatu tempat.


pokoknya asik deh" song jae membuyarkan lamunanku.



"oke"jawabku.




*Siang hari di tempat les piano.



"aku kira tempat asik mana yang mau didatangi, ternyata~~" terpampang tulisan Akademi piano.



"are you serious??"



"yeah come on" ditariknya tanganku masuk ke dalam tempat tersebut mengikuti song jae dari belakang.



"wahhhh Song Jae disini rame banget....gak kayak biasanya" sahutku melihat sekeliling ruangan.



"Yaelah namanya juga tempat Les Piano ya pasti rame lah, kebanyakan orang yang Dateng itu cuman mau nonton aja gituuu" mulai ceramah sambil jarinya nunjuk keatas.



Tak lama kemudian.. seseorang memanggil...


Suara yang asing bagiku tapi tak asing bagi Song jae.



"Song Jae disini" seseorang melambaikan tangannya kearah kami berdiri.



"Ohh haii..." Menyapa balik dan meninggalkan ku.



Anjirr nih anak udah mau gua temenin ke tempat les segala aku alesan keluar malah ditinggal ngacir sendirian...sialan!! Penuh emosi😤.


Sabar Hana kamu harus tetap stay cool didepan semua orang ( mengelus dada dan atur nafas ).



"Haii..." Sebagai teman baik aku harus menyapanya dulu walaupun kagak kenal😅.



"Ohhh perkenalkan ini Noel dan ini Nia" saling berjabat tangan.



"Halo aku Noel Cruz temannya song jae" rangkul mendadak.



"O-ohh aku Nia lee salam kenal" gugup ketemu cowok ganteng kyyaaaa...



"Hei... acaranya sudah mau dimulai tuhh..." Song jae berinisiatif.



Melodi yang lembut mulai mengalun dan memancarkan pesona nya dan menyihir semua orang dengan alunan musiknya....ohh indahnya...


Semua orang terpana melihat aksi seseorang itu... seseorang misterius yang menutupi wajahnya dengan topeng....



"siall!!aku tidak bisa melihat wajahnya...apa wajahnya buruk rupa?apa wajahnya sangat tampan seperti anggota boys penyanyi atauuu..." Song jae Berandai-andai.



Wahhhh sudah selesai yah?cepat sekali rasanya ingin ku mendengar suara lembut nya lagi. Ahh capekk...hauss... memikirkan itu membuatku hauss...



"Song jae aku keluar sebentar yah....aku tunggu diluar ruangan aja yah...disini penuh orang jadi terasa sesak nafas" mencari alasan.



"Ohh oke dehh....ntar aku nyusul kok" sahut song jae dengan cepat.



"Nihh anak minta ditampol apa yahh biar tambah tempos tuh pantat sekalian" ditinggal pacaran...nasib orang jomblo beginiii....😥



Wahh sejuknya udara nya seperti udah ratusan abad gak ngerasain udara sejuk begini....[ Alay nya kumat ].


Jadi laper juga...ahh ke cafe ajalah buat ngisi nih perut keroncong...dari pada gua didalam dijadiin obat nyamuk aja buat dua orang itu....



Buka pintu masuk cafe.



Wahh ternyata sepi,bisa duduk bentar kali yah sambil nunggu mereka keluar.



Wahhhh ada kakak cantik kesini.....aku harus tampil so cute didepannya ( batin pelayan cafe )



"Mau pesan apa kakak" pasang muka imut.



"Coco capuccino caramel sama burger combo 1" nih pelayan kesambet apaan sih,sok imut banget.



"Semuanya jadi 50 ribu kakak"



"Pakai ini aja" kasih kartu ATM.



"Ini kakak makasih" menyodorkan atm, dan pesanan tadi.



Aku belum pernah makan diluar sendiri sebelumnya... seperti ada yang kurang. Ah biarlah aku ingin sendiri dulu. Oh ya mimpiku semalam menakutkan sekali,apa mimpi juga bisa datang berkali-kali dan bertemu dengan seorang yang sama?kenapa aku malah memikirkan itu. Aku kan mau santai dulu.



"Hai..." Seseorang mengagetkan ku dengan menepuk bahu ku.



"Kyyaaaa....." Reaksi kaget hampir mau loncat nih jantung.



"Apa aku boleh duduk disini?"



"Oh silahkan....lagi pula ini bukan tempat ku pribadi kok.. silahkan duduk"



"Pssstttt.... hahahhahah reaksimu dan wajahmu lucu sekalii...🤣" Tertawa lepas.



"Anjirr nih anak baru Dateng udah bikin mood ancur aja😤 untung ganteng kalo kagak gua lempar luh" muka datar.



"Tenang....aku hanya bercanda..."masih tertawa.

__ADS_1



"Ehh kamu kan yang tadi bermain piano bukan?" Melihat setelan jas miliknya.



"Heiii...hei...lihatinnya jangan melotot gitu dong...dasar cewek aneh" ngelirik sinis.



Anjirr nih anak buat kesabaran ku habis aja (ngepalin tinju).



"Benar aku baru yang memainkan piano barusan. Kok kamu bisa tau??aku terlalu ganteng yah mainnya" sok cool.



"Idihhh...geer amat lu..." Sahutku dan mulai beranjak.



"Tunggu....namaku Jason Statham kalau namamu adek cantik?" Menyodorkan tangan.



"Pesanan anda sudah siap kakak" sahut pelayan cafe. Aku langsung beranjak dan membalas pertanyaan nya.



"Hehe maaf ya kakak Jason Statham tapi aku tidak berminat untuk berkenalan dengan anda" langsung berpaling dan pergi menjauh.



"Cihh baru pertama kali aku ditolak berkenalan dengan seorang gadis,tapi lumayan juga" tatapan dan senyuman sinis dilontarkan oleh nya.



"Tuan Jason apa ada yang menggangu pikiran anda saat ini?" Tanya pelayan pribadi nya.



"Walker kamu cari tau siapa gadis itu,jika sudah ada informasi tentang dia beritahu aku,ayo kita pergi" perintah nya dan masuk kedalam mobil.



"Baik tuan muda".



"Kyyaaaa Jung hari ini aku sangat senang....." Datang-datang meluk sembarangan.



"Woiii lepasinnn...jangan bikin malu..."



"Kamu tau kan cowok yang bermain piano tadi....dia ngajak aku jalan besok lusa..... kyyaaaa rasanya seperti mimpi..." Berkagum.



"Iya-iya selamat yah..." Cubit pipinya.



"Aduhhh makasih...kamu teman baikku..." Peluk lagi.



"Woiii lepasinnn kagak.... walaupun kamu cewek aku gak pilah-pilih lho kalo mau ngabisin orang" siap ngepalin tinju.



"Ahh ampunnnn....Dewi jangan siksa akuuu..." Memohon ampun.



"Ayo kita pulang,aku sangat lelah" jalan loyo.



"Lho katanya mau shopping dulu,kok udah loyo..."



"Lu mending ada yang nyemangatin....la gua apalah daya hanya seorang jomblo" nasib-nasib...




Diiinnn....diinnnn....


Suara klakson mobil dari arah belakang kita berdua.



"Ayo masuk" tiba-tiba paman muncul.



"E ehh... kenapa bisa ada makhluk hidup ini sih...gapapa lah capek kalo jalan kaki,lumayan jauh" berjalan kearah mobil.



"Paman aku boleh numpang??" Tanya song jae.



"Arah gak sejalan,jadi gak bisa" jawab ketus.



"Njirrr bisa jutek ternyata...." Masuk dalam mobil.



"Ohh baiklah paman...Nia jumpa besok yah" melambaikan tangan.



Suasana hening,gak mood bicara.



"Hei bocah habis dari mana aja?kok lesu gitu?" Tanya penasaran tetap fokus nyetir.



"Les" jawab singkat.



"Les apa les?? jangan-jangan buat yang aneh-aneh yah??hayoo ngaku" usilnya keluar.



"Kagak" dahi berkerut.



Entah kenapa suasana hatiku berubah drastis seperti turun lebih curam ke arah jurang. Aku tidak mau berbicara banyak dan juga tidak semangat seperti biasanya. Apa karena sikap cowok tadi di cafe?atau karena hal lain?. Hadehh lihat ekspresi wajah paman yang datar gitu jadi gak tega karena marah tanpa alasan ke dia,aku harus minta maaf kepada nya. Aku tidak mau membuat hati seseorang sedih karena keegoisan ku sesaat. Sesampainya di rumah paman hanya diam saja,tidak bicara sepatah kata pun. Mungkin dia marah kepada ku. Aku langsung menuju kamar dan berdiam diri. Aku tidak tau harus bagaimana cara meminta maaf kepada nya. Kalau dia sudah marah akan sulit menemuinya. Aku coba deh nanti datang kekamarnya untuk minta maaf.



Pukul 10:30 wib



Malam pun sudah tiba tapi aku belum merasakan ngantuk. Aku buat teh saja ah kalau begitu. Turun dari kamar melewati kamar paman.Lho paman belum tidur yah?coba aku ketuk deh



Tok...tok...



"Paman belum tidur?"



Masuk kedalam kamar paman. Melihat paman yang masih duduk dimeja kerjanya. Mungkin segitu pusingnya yah tugasnya?aku ingin membantu tapi apa boleh buat toh aku gak tau caranya. Paman hanya melirikku tanpa berkata apa-apa.



"Paman aku buatkan teh hangat dulu yah,tunggu sebentar" keluar dari kamar.



Menuju dapur dan membuat teh dan semangkuk kecil es krim untukku.


__ADS_1


"Semoga paman suka deh buatan teh ku" soalnya terakhir kali buat yang aku masukin bukannya gula tapi garam halus😅pasti bakal dibilang bego kok dipelihara dengan ekspresi entah apa yang akan dipasang.



"Paman ini teh mu" menaruh teh ke meja paman.



"Kok ada semangkuk es krim?kamu yang mau makan?" Jawabnya sambil menyeruput teh nya.



"Hehe iya,lagi pingin yang manis-manis" jawabku tersenyum.



"Teh nya lumayan" memuji.



"Paman matanya minus yah?kok pakai kacamata gitu?" Tumben ngeliat paman pakai kacamata tambah ganteng 😍.



"Memangnya kalo pakai kacamata harus minus dulu gitu matanya?" Jawab judes.



Yaelah baru aja dipuji udah di jatohin lagi ke bawah, sabar-sabar hana ini cobaan punya paman ganteng tapi ketusnya minta ampun dah😥.



"Kamu malam-malam begini makan es krim apa gak sakit perut tuh" ngelirik dan duduk bareng disofa panjang.



"Ah paman perhatian banget😅gapapa kok ini juga aku yang mau,tenang aja" makan terburu-buru sampai gak nyadar kalo belepotan.



"Hais kamu itu udah gede,makan aja sampai belepotan begitu"



"Disebalah mana paman?" Usap-usap sekitar mulut.



"Gak ada kok...paman boong yah?" Lirik sinis.



Tiba-tiba paman mencolek ice krim di meja dan ditempelkan di sekitar mulutku, ia mendekat dan tangannya merangkul tubuh dan kepalaku untuk mendekat padanya.



"Paman lagi apa sih...lepasinnn.." nahan bahu paman agar tidak mendekat.



Chhuuu... bibir kami bersentuhan dan paman menjilati es krim yang belepotan tadi. Jantungku berdetak kencang tidak bisa aku kontrol lagi. Mukaku mulai memerah. Wajahku rasanya panas sekali.



"Umm...paman lepasinnn..."



Paman sama sekali gak mendengar suara ku. Paman semakin buas saat ciuman mulai turun ke leher dan telinga. Rasanya aneh,panas sekali.



"Pamannhh lepasinnn umm...panas banget.." rasanya aneh saat paman mendengus diarea telinga ku. Aku rasa aku paling sensitif dibagian itu.



"Sayang...mukamu memerah...tambah imut" menatapku dengan seksama.



"Maaf paman aku kesini untuk meminta maaf kepada paman,bukan untuk dilecehkan seperti ini" otomatis kepalaku tertunduk malu serta mengelap bibir sendiri.



"Boleh....kalo mau minta maaf ada syaratnya"



"Syarat apa paman?" Menunduk malu.



"Kamu harus mau menemani paman ke pesta pernikahan teman paman, bagaimana?" Nada serius.



"Cuman itu? baiklah. Kapan dan dimana?" Jawabku inisiatif.



"Besok tempatnya agak jauh dan kita harus menginap disana"



Kenapa ada perasaan aneh,aduh gimana ini...paman tega banget dah sama keponakan sendiri masih kejem gituuu...tuhann tolong hambamu ini...😓.



Keesokan harinya.


Pukul 07:00 wib.



Kita sudah bersiap-siap menuju bandara dan butuh waktu lama untuk sampai di bandara.



"Mama,ayah aku pamit dulu"



"Kamu yakin sayang mau ikut paman ke sana?" Rasa cemas mama,aku harus bisa menyakinkan mama kalau aku akan baik-baik saja disana.



"Iya mah aku bakalan nurut kok,gak bakal bawel. Lagi pula ini kemauan ku sendiri untuk ikut paman" agak tersenyum meskipun perasaan mengatakan hal yang sebaliknya.



"Hati-hati ya sayang,Leo kamu jaga anak kesayangan kami ini. Kalo terjadi apapun pada anak kami,aku tidak akan tinggal diam" wajah seram.



"Aduhhh kakak kamu tenang aja,aku bakalan jagain dia. Lagian dia sudah aku anggap adik sendiri." Sambil mengelus rambut ku.



"Adik sendiri seenak jidat kalo ngomong" batinku dengan wajah kesal.



"Tuan sudah waktunya berangkat"



"Oke sampai jumpa 8 hari lagi yah" melambaikan tangan.



Ini aneh biasanya kalo aku diajak keluar negeri harusnya aku senang bukan? kenapa malah aku jadi khawatir begini. Semoga saja tidak terjadi apa-apa. Pemandangan diluar jendela mobil menjadi daya tarik ku saat ini. Suasana hening dan paman sibuk dengan ponselnya. Tak terasa sudah tiba di bandara internasional.


Saat pertama masuk ke pesawat jantungku tidak mau berhenti berdetak kencang seperti ada perasaan khawatir menyelimuti seluruh tubuh ku. Aku duduk tempat didekat jendela. Paman berada di samping diriku.



"Kamu kedinginan?" Kata paman.



"Tidak apa-apa" jawabku nada rendah.



"Sudah sini jangan khawatir,tidak akan terjadi apa-apa" peluknya yang nyaman dan hangat bisa meredam rasa khawatir ku.



Paman tidur sambil mengangkat tangan ku gini apa gak pegal yah, kepalanya juga bersender dibahuku. Apa aku terlalu egois kalo aku marah pada paman dan paman juga baik terhadap ku,selalu perhatian. Semoga saja paman gak punya perasaan apapun terhadap ku. Aku hanya ingin tetap menjadi diri sendiri dan tetap bersama layaknya kakak dan adiknya. Saling menjaga walaupun tidak ada hubungan darah sama sekali. Aku ikut tertidur selama berada di pesawat.



__ADS_1


__ADS_2