Kekasih Beda Dunia

Kekasih Beda Dunia
Penawaran Menggiurkan


__ADS_3

“Salam, Prabu. Hamba datang memenuhi permintaan Prabu,” sapa Bayu ketika datang. Kata-kata ini ia dapatkan dari Dayang Retno. Begitu katanya cara menyapa.


Prabu tersenyum dan mengarahkannya untuk ikut duduk di dekatnya, “Duduklah!”


Bayu duduk dengan menggigil, ia takut ditanya-tanya lebih. Lalu ia gugup dan sampai ia tak bisa menjawab pertanyaannya.


“Aku tidak tahu bahwa ternyata putriku sedang menjalin hubungan denganmu. Mungkin oleh karena sebab itulah Roro Ageng selalu menolak saat aku jodohkan dengannya. Bahkan sampai kabur,” kata Prabu.


“Maaf Prabu, mengenai hal ini biar Roro saja yang akan menjawabnya,” jawab Bayu kemudian.


“Aku rasa itu tidak perlu, jika kalian memang saling mencintai, menikahlah segera. Aku sudah menyetujuinya karena aku berhutang budi padamu. Kau menyelamatkan kerajaan dan banyak orang, terutama putriku. Aku sangat-sangat berterima kasih.”


Bayu mengangguk dengan pasti. “Sama-sama, Prabu.”

__ADS_1


“Aku tahu tempat tinggalmu sangat jauh, tapi sesekali, undanglah keluargamu kemari, siapa yang tersisa?”


“Hanya tinggal Ibu saja, Prabu.”


“Tidak apa, kami sekarang adalah keluargamu, anggaplah ini kerajaanmu. Kelak kau akan tinggal di sini jika kau menikahi putriku. Kau tentu akan menikahinya kan?”


Bayu mengangguk sebelum akhirnya menjawab, “Tetapi tidak untuk tinggal, Prabu. Aku ingin mengajak Roro Ageng untuk mengikutiku.”


“Tadinya aku sempat berharap kau akan tetap di sini, akan memimpin kerajaan ini, menggantikanku.”


“Maaf aku potong, pembicaraanmu.” Prabu Dharmawangsa tersenyum lembut, dari wajahnya yang ramah itu tersirat ketulusan saat menatapnya, “Aku sudah tua, kaulah calon menantuku satu-satunya, tidak ada yang lain lagi. Lagi pula aku percaya kau hebat, hari kemarin menjadi bukti betapa hebatnya kau dalam pertarungan ini. Pasti gurumu sangat hebat, kepada siapa kau berlatih?”


“Aku tidak berlatih, Prabu. Kekuatan ini muncul dengan sendirinya, aku pun tidak mengerti kenapa bisa begitu. Aku hanya orang biasa yang terlahir dari rakyat biasa,” jawab Bayu asal karena ia tidak yakin untuk menjawab sejujur-jujurnya dari mana ia berasal.  Karena belum tentu Prabu akan mempercayainya, atau justru menganggapnya sedang melantur. Terpenting adalah, ia tak menyembunyikan identitasnya yang berasal dari rakyat jelata. Mungkin nanti atau kapan Bayu dan Putri akan memberitahukannya secara perlahan agar mereka dapat mengerti dan menerima.

__ADS_1


Prabu Dharma melanjutkan, “Kau terlalu redah diri,” katanya menganggap demikian, membuat Bayu semakin tidak enak. Ia seperti sedang berbohong atau menutup-nutupi sesuatu, padahal ia tidak bermaksud seperti itu.


“Aku percaya kau tumbuh dari keluarga yang baik. Aku rasa kau juga bisa menggantikanku untuk melindungi seluruh rakyat Siwalingga, kerajaan yang selama ini berada di bawah kekuasaanku selama berpuluh-puluh tahun lamanya.”


Bayu tak menjawab, namun tak juga menolaknya. Ia terlalu bingung. Di satu sisi, ia ingin tetap tinggal tapi disisi lain, ia memikirkan kehidupan sebelumnya. Bayu manusia masa depan, bagaimana dengan status tubuhnya ini. Akankah ia hidup dalam ketidakjelasan, terombang-ambing seperti yang terjadi kepada Roro Putri sebelumnya? Manusia bukan, makhluk tak kasat mata juga bukan. Entah apa kata yang pantas untuk itu, entahlah!


“Aku butuh waktu untuk memikirkannya, Prabu,” jawab Bayu akhirnya.


“Baiklah. Aku juga tidak akan memaksakanmu untuk menjawabnya sekarang,” kata Prabu kemudian.


Sekembalinya Bayu dari pendopo, ia merenung memikirkan apa yang telah disampaikan tadi. Mendadak kepalanya menjadi oleng. Kehidupan di sini memang jauh lebih baik. Ia yang pada awalnya tak terlihat di dalam kehidupan sebelumnya, maka akan menjadi orang terpandang. Semua pasang mata tertuju kepadanya. Semua yang ia inginkan akan terpenuhi serta mempunyai istri yang jelita. Mana lagi kenikmatan yang lebih nikmat daripada itu?


Tetapi apakah Bayu rela meninggalkan Ibunya, saudaranya dan para teman-temannya yang lain. Untuk saat ini saja ia merasa sangat rindu. Sesungguhnya tidak terlalu bermasalah meskipun hidupnya sederhana, Bayu mensyukurinya. Ia suka dengan kehidupannya yang normal. Menjadi mekanik di bengkel, bekerja dengan kotoran oli yang hitam pekat, bercanda dengan teman-temannya saling mencoret muka, susah senang bersama tanpa aturan-aturan yang sengaja dibuat dan harus ditaati. Tetapi ... ia juga tak ingin berpisah dari Putri. Terlebih untuk saat ini belum ada kepastian, apakah Putri bisa kembali ke masa depan, atau tidak?

__ADS_1


Keadaan Putri yang masih sakit membuatnya tak bisa menemui gurunya.


Ini benar-benar memusingkan!


__ADS_2