Kekasih Beda Dunia

Kekasih Beda Dunia
Hari pertama.


__ADS_3

•••°°•••



Pukul 03:20 wib


Aku terbangun lebih awal seperti biasa. Saat di panti asuhan aku sering mengalami mimpi buruk dan terbangun waktu pagi buta. Tapi ini seperti menjadi kebiasaan bagiku dan terbiasa bermimpi buruk seperti ini sepanjang harinya.



"Uhh...aku hauss...".



Aku berjalan turun kebawah dan menuju ke dapur untuk mengambil air minum. Dengan hati-hati berjalan turun tangga karena keadaan gelap gulita.



"Ehh.. gelap sekalii...aku takuutt.." seluruh tubuh gemetaran setiap menyusuri tangga.



Sreekk...sreekk..taapp..tappp..



Terdengar suara orang berjalan di daerah dapur. Aku semakin ketakutan.



"Si....si..siapaa disanaaa??" Berjalan sambil menyodorkan boneka tongkat pemukul kasti ke arah kedepan. Tujuannya untuk melindungi diri jika ada pencuri lalu aku bisa teriak sekencang-kencangnya. Yahh... meskipun ini hanya boneka pemukul kasti masih boleh digunakan untuk senjata bukan??



"Kyyaaaa pencuriiii...." Langsung memukulnya dengan boneka kasti.



"Haiiss kauu ini siapaa" orang itu langsung berlari menyalakan lampu didapur.



Cekleekkk...



"Heii anak kecil...kau ini siapa??kenapa ada di rumahku??kau yang sebenarnya pencuri yah" langsung mengangkat ku seperti anak kucing.



keributan yang aku buat di dapur telah membangun kan semua orang yang berada di rumah saat itu juga.



"Ada apa ini... kenapa ribut² didapur pagi buta begini..."suara ayah.



"Leo...kenapa kau bersikap begitu pada keponakan mu..cepat turunkan" lanjut ayah.



"Apa?? keponakan??" perintah nya langsung dituruti dan menurunkan badanku. Leo menatap dengan teliti dari atas hingga bawah,ia tak pernah ingat bahwa dirinya akan mempunyai keponakan seperti diriku.



"A...ayahh...aku takuutt..." Berlari meluk ayah.



"Iya sayang sudah jangan menangis" menggendong ku sambil menenangkan ku.



"Maaf kalo anak kecil ini itu anakmu...habisnya pagi-pagi gini malah keluyuran ke dapur. Kan ngagetin orang" mencari alasan. Ia masih berfikir tak lama ia meninggalkan kediaman keluarga Steve. Selama bekerja di rumah sakit sebagai dokter spesialis bedah karena itulah Leo jarang sekali berada dirumah.



"Yuancheng tolong antarkan dia kembali kekamarnya sekarang" suruh ayah.



"Baik tuan" mengambil alih dan menggendongku.



"Kakak Yuancheng akuu hauss...boleh minta segelas air?" Wajah memelas ku kearah kak Yuancheng.



"Baiklah putri...aku akan ambilkan"



Yuancheng menurunkan ku dan mengambil segelas air putih untuk ku minum. Aku meminumnya seperti orang kehausan. Lalu berjalan kearah ruang televisi keluarga,entah apa yang kupikirkan aku langsung menarik tangan kakak Yuancheng untuk ikut denganku dan menemani ku duduk disana.



"Maaf tuan saya permisi dulu" sahut kak Yuancheng saat aku menarik tangan kanannya.



"Nona kecil apa kau tidak ingin kembali tidur??ini masih pukul 04:45 wib loh.."



"Tidak...aku sudah tidak mengantuk lagi,kakak temani aku duduk disini yah?" Senyumku.



Kita saling membagi senyuman pagi itu, mengobrol layaknya kakak beradik dan saling membagi kehangatan pagi ini. Tiba-tiba ayah dan orang asing tadi bergabung dengan kami yang sedang bercanda ini.



"Wahh anak ayah ini begitu akrab yah sama Yuancheng" bergurau dan mengelus rambutku dengan lembut.



"Hehehehe ayah kan kita harus saling akrab dengan yang lainnya meskipun itu bawahan sekalipun iyakan?" Jawabku tersenyum.



"Iya sayang...kamu memang pengertian...ohh ya ayah sudah daftarkan kamu sekolah loh...nanti ayah ajak kamu ke sekolah yah"



"Sekolah yaa..."wajahku langsung cemberut.



"Kenapa...anak ayah ini tidak suka sekolah yah..." Langsung menggendong kepangkuan nya.



"Aku suka ayah tapi ini pertama kalinya aku sekolah formal"



"Kalau begitu kamu pergi siap-siap dan mandi,mama seperti nya sudah persiapkan seragam sekolah mu di ranjang."



Aku berdiri dan berjalan kearah kamar tidur ku dan benar apa kata ayah disana sudah ada ibu dan beberapa pelayan yang sudah mau melayani ku untuk sekolah. 2 pelayan menghampiri diriku yang berdiri didepan pintu. Aku sudah tau masudnya karena mereka akan memandikan diriku seperti pertama kali datang ke rumah ini. Itu membuatku malu dan mukaku memerah karena nya.



"Aku akan lakukan semuanya sendiri,jadi terima kasih karena aku sudah merepotkan"


__ADS_1


2 pelayan itu bingung dan pergi setelah perkataan ku tadi,mama hanya melihat ku dari kursi belajarku disana. Aku pasti sudah membuat kesalahan. Pasti mama sedih karena aku menolak untuk dilayani oleh pelayan tadi.



"Selamat pagi mama maaf jika aku menolak pelayan tadi" jawabku menunduk.



"Tidak apa-apa mama mengerti kok,kan kamu sudah besar jadi bisa tau mana yang benar hehe mandi gih...mama tunggu dibawah yah sayang..." Jawab mama dan berjalan kearah pintu kamar.



15 menit kemudian.



Wahh ini seragamnya sangat bagus dan nyaman pasti mahal sekali harganya. Tidak heran kalau aku diangkat oleh keluarga terpandang.


Aku turun kebawah sambil membawa tas punggung di tanganku menuju dapur untuk sarapan pagi.



5 menit menghabiskan roti tawar dan segelas susu hangat untuk mengganjal isi perut saat ini.



"Aku sudah selesai,wahhhh masakan mama emang paling top" mengacungkan jempol.



"Ayah ayo nanti kita terlambat ke sekolah" menjawab dengan penuh semangat.



"Wahh anak ini semangat sekali yah,tadi pagi murung setelah dengar mau masuk sekolah" ledek ayah.



"Oh ya kakak biarkan aku yang mengantarkan keponakan ku tersayang ini yah..." Tersenyum sinis kearah ku.



aku bergedik merinding melihat senyumnya itu mengerikan sekali,aku digandeng keluar dan memasuki mobil mewah. Dalam perjalanan terasa sangat canggung dan menyebalkan sekali kalo duduk berdua dengan pamanku ini. Wajahnya sih tampan,tinggi dan bisa termasuk tipe idaman para wanita apalagi matanya yang biru tajam itu menambah nilai karisma nya.



"Ma...maafkan saya soal peristiwa tadi pagiii...itu benar-benar sebuah kecelakaan" gak berani natap muka langsung.



"Hei bocah...kau ini sedang bicara dengan siapa??lihat kemari jika bicara" tatap tajam.



Waduhhh ini orang galak banget sih,jadi takut sendiri kalo harus bicara berdua dengan dia. Aku perlahan menatap langsung mukanya yang sedang fokus berkendara. Wajah setampan itu kenapa galak sekali terhadap anak kecil seperti ku yahh?😐



Ciittt....


Suara ban derdecit saat direm.



"Sudah sampai ayo turun"katanya.



Aku turun dari mobil dan digandeng kearah sekolah yang akan aku tempati. Tapi sebentar dehh kok sekolahnya kayak tempat presiden gitu yah...geedee dan bagus banget ukiran dindingnya.



"Ini sekolahmu...kenapa kamu bengong begitu..belum pernah melihat sekolah elit yahh??".



"Sekolah elit bukannya sekolah untuk para bangsawan dan orang terkaya di dunia ini yah??" Jawabku berdecak kagum.




"Tunggu kalau sekolah nya aja sebesar ini...mungkin jika memahami denahnya juga akan susah mengingat nya bukan??" Berfikir dalam hati.


Beraninya dia meninggalkan ku sendiri. Langsung berlari mengejar paman masuk sekolah.



Setelah bertemu dengan kepala sekolah dan mengetes kemampuan ku,mereka bilang jika aku lolos dan bisa masuk sekolah elit ini.



"Selamat yah kamu berhasil lolos uji tertulis kali ini dengan hasil yang memuaskan" berjabat tangan.



"Hei bocah kecil aku tinggal bekerja dulu,nanti pulang sekolah aku jemput kamu yah" melambaikan tangan ke arahku.



Setelah melewati tes uji tertulis,aku diantarkan langsung kepala sekolah menuju kelas 4A-B. Rumor yang kudengar selama ini kelas ini terkenal dengan kenakalan nya,dan kepintaran murid kelas ini.



"Wahh kayaknya ada mangsa baru nihh...cantik lagi.."salah murid berseru.



"Nah anak-anak kelas kita kedatangan murid baru, silahkan masuk perkenalkan diri kamu"



"Perkenalkan namaku Nia Lee . Mohon bantuannya guys" senyumku kepada semua murid,sontak para murid langsung bergemuruh dan berbisik-bisik satu sama lainnya.



"Baik.."jawab serentak.



"Silahkan cari tempat duduk yang kamu suka"



"Hai sini aja duduk disebelah ku yah" murid cewek yang duduk dekat jendela.



Aku mendekatinya dan duduk dibelakang murid tadi.



"Hai namaku Song Jae nanti kekantin bareng yah" ramah.



"Baiklah" balasku.



Tak lama kemudian bel istirahat berbunyi pertanda waktu belajar selesai. Para anak cowok langsung datang kearah tempat duduk ku dan mengajak ku untuk pergi kekantin bersama.



"Hai perkenalkan aku adalah cowok terkeren disekolah ini. Nama saya Kim Beom anak dari keluarga terkaya disini." Nada sombong.



Tapi aku tidak menghiraukan nya dan langsung pergi kekantin bareng song jae dan teman-teman wanitanya. Entah apa aku yang salah pakai Seragam atau apa,setiap jalan ke kantin semua murid memandang kami dengan rasa penasaran apalagi para cowok disini terkenal playboy nya dan suka menggoda murid baru seperti diriku ini. [ Informasi ini aku dapat dari song jae]

__ADS_1



"Nia lee kamu jangan hiraukan mereka,mereka hanya iri dan kagum padamu." Sahut Song Jae yang membuyarkan lamunanku.


Aku tidak berfikir untuk menjadi terkenal disekolah ini dengan membanggakan tubuh ini,aku hanya ingin terkenal dengan prestasi ku yang baik.



"Cantik...kamu sangat cantik yah...kamu baru datang yah??kelas apa?? Aku Xiun Long dari kelas 6A-B,kalau kamu??" Belum sempat aku menjawabnya aku ditarik Song Jae untuk mengambil makanan di kantin. Tapi selera makanku lenyap karena semua cowok ganjen ini.



"Bisakah hidupku lebih tenang lagi??" Jerit batinku karena geram.



"Song jae aku pamit dulu kalian makanlah tanpa aku,nafsu makanku sudah hilang karena mereka." Pamit dengan emosi yang meluap tapi aku tahan.



Aku emosi berjalan menuju kelas,karena emosi ini aku sampai lupa dimana kelas ku berada. Ya Tuhan kenapa hari pertama masuk sekolah harus sejengkel begini.


Aku duduk di taman sekolah Royal Elite ini untuk meredam emosiku. Entah malaikat mana yang datang menjemput, seseorang dari kelasku yang terkenal pendiam itu duduk disebelah ku.



"Pas sekali...aku bisa minta tolong membawaku pergi ke kelas" nada kemenangan sesaat.



"Maaf jika mengganggu waktumu tapi apa boleh kamu mengantarkan aku kembali ke kelas??kau kan teman sekelas ku" wajah memelas.



"Boleh.. tapi itu tidak gratis" jawab nya yang singkat dan auranya yang dingin.



"Okok aku akan membayarmu kok tenang saja.."



"Apa kamu bisa menepati janji mu??" Tatapan sadis.



"Iya...iya janji..." Sahutku tanpa memandang nya.



"Ikuti aku.." menarik tangan ku dengan kuat dan mengikuti kemana ia berjalan. Setibanya dikelas dia kembali seperti semula saat bel masuk berbunyi. ( Yah sifatnya itu dingin sedingin es,dan tatapan matanya itu tajam dia juga dikenal sebagai cowok tanpa banyak bicaranya tapi sering melakukan dengan tindakan.)


Aku jadi semakin penasaran oleh dirinya yang bersikap seperti itu tapi ya sudahlah dia kan seperti gak punya teman ditempat ini jadi bisa aja sifat dinginnya muncul karena itu.



Pelajaran dimulai seperti biasanya dan dengan cepat waktu berjalan,bel pulang sekolah pun mulai berbunyi semua murid sudah bersiap-siap untuk pulang.



Seluruh pelajaran hari ini sudah selesai, selamat datang ke sekolah kembali dengan semangat yang baru ( suara bel berbunyi ).



Semangat apanya kalau baru pertama masuk sekolah saja sudah begini pusingnya, sangat merepotkan.



"Hei kau tidak lupa bukan dengan janjimu itu" suara itu lagi.



"Baiklah ayo keluar sekolah bareng aku kasih kamu disana saja."pergi keluar kelas dan menuju gerbang sekolah.



Berjalan berdua begini jadi canggung juga yah, apalagi cowok dingin seperti dia. Ah itu dia mobil ayah datang,tapi kok yang menyupiri seperti kakak Yuancheng. Mobil berhenti tepat disampingnya kita berdua.


Benar apa yang aku pikirkan,itu ternyata kakak Yuancheng.



"Nona silahkan masuk" ucapan nya yang turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk ku. Aku mengisyaratkan pada kakak Yuancheng dan mulai berbisik padanya agar memberi ia uang dengan segera.



"Kakak bisakah kakak membayar anak ini??aku berhutang budi padanya." bisik ku dan mulai masuk kedalam mobil.



"Ini tuan muda,terimalah." Mengeluarkan beberapa lembar uang.



"Hei bukannya kamu yang berjanji memberikan uang itu dari dirimu sendiri. Kenapa meminta supirmu yang membayarnya." Jawabnya kesal.



"Maaf tuan muda,nona seperti nya tidak membawa uang cash jadi biar saya yang membayarnya." Jawabnya pelan.



"Okay aku terima yah paman,terima kasih" jawabnya.



Setelah menunggu sekian menitnya, akhirnya mobil kami melaju pulang kerumah.



"Maaf ya kakak,aku merepotkan mu lagi" suara pelan.



"Tenang saja nona kecil,yang penting kamu mengganti nya suatu saat nanti jika aku benar-benar membutuhkannya" jawabnya tersenyum.



Wajahku tetap saja murung sepanjang jalan ini. Aku tidak bisa mengerti sifat-sifat orang kaya seperti mereka ini. Sifat mereka yang acuh-acuh dan suka menyelesaikan masalah dengan uang,mereka membuatku bingung kenapa harus membuang uang yang didapat selama ini hanya untuk masalah sepele. Huufftt dunia orang dewasa memang sulit dimengerti.



Setibanya dirumah saya disambut beberapa pelayan rumah ini juga ayah dan mama juga menyambutku.



"Selamat datang nona Steve" sambut beberapa pelayan didepan pintu masuk.



"Sudah pulang sayang.. bagaimana hari pertama sekolah mu" memberi ciuman pipi.



"Sekolah ku baik kok mah" menjawab dan berjalan masuk kerumah tanpa basa-basi aku langsung naik ke kamarku untuk mandi dan melepas seragam sekolah ini. Hari yang melelahkan bagiku. Sebaiknya aku duduk di taman saja setelah ini.



Setelah selesai,aku memutuskan untuk duduk di taman rumah untuk menjernihkan pikiran ini. Aku suka taman ini karena banyak sekali bunga bunga bermekaran dan menyejukkan mata bila melihat nya.


Bunga tulip,mawar merah,mawar hijau,mawar putih,dan bunga lilin yang kusukai,wangi harumnya yang khas juga memikat hati untuk datang ketempat ini. Aku terlena karena suasana taman hari ini sampai lupa waktu, waktu hampir menjelang malam hari ini.



"Hei bocah kecil hampir malam begini masih diluar taman begini apa tidak takut nanti ada yang menculik mu??" Suara paman yang mengagetkan ku.



"Pamann...kalau boleh jujuurr...kamu berisik sekali" jawabku datar dan langsung masuk kerumah. Tak seharusnya aku berkata seperti itu pada paman ku sendiri tapi itu adalah fakta bahwa dia memiliki sifat cerewet dan nyebelin itu.

__ADS_1



"Bocah keciiilll...awas kau.." sebal,marah dan geram kini tengah dilanda oleh paman. Ia tak tau harus bagaimana meladeni bocah kecil seperti Nia Lee ini.


__ADS_2