
Bertahun-tahun lamanya hidup di keluarga Steve selama itu hidupku menjadi berubah. Hidupku yang dulu sederhana, sekarang berubah bisa dibilang hidupku mewah. Penuh kemewahan dan binar-binar kehidupan orang kaya. Semua yang kumiliki saat ini brand ternama semua seperti pakaian,alat make up, aksesoris hingga sepatu pun merek ternama semua. Tetapi meskipun hidup penuh kemewahan pasti akan ada keanehan yang aku alami selama ini.
Saat ini usiaku menginjak 17 tahun. Usia dimana masa remaja akan dimulai dan saat itulah keanehan-keanehan mulai terjadi. Sekarang aku duduk di bangku SMAN 01 Jong Nam sekolah yang terkenal akan disiplin nya semua murid-murid nya. Sekolah yang mayoritas muridnya memiliki IQ lebih dari 200 keatas. Aku adalah seorang yang termasuk kedalam catatan IQ paling tinggi tapi IQ tersebut hanya dimiliki beberapa anak murid saja dan yang lainnya rata-rata dibawah 200 IQ nya.
Pukul 06:15 wib
"Selamat pagi semuanya,aku berangkat duluan yah...dah..." Menyapa dan mencium ayah,mama,nenek dan kakek tapi paman itu kecuali yah hehehe soalnya iseng banget sama aku jadi aku hanya meledeknya saja😝.
"Sayang kamu tidak bergabung untuk sarapan?" Kata mama.
"Maaf mah aku sudah terlambat ke sekolah,nanti aku makan siang di sekolah kok....muachh dahh" melambai tangan dan berlalu.
"Hei bocah tungguu..." Buru-buru mengejar ku dan membawa roti dalam mulutnya.
"Huftt...ada apa pamanku yang tampan.."senyum terpaksa.
"Apa kau masih marah karena paman mengerjaimu waktu di pesta makan teman paman mu yang tamvan ini" nada sok imut.
"Tidakkah paman pergi bekerja di rumah sakit sajaaa??kenapa malah mengikuti ku" wajah kesal.
"Gapapa cuman berjaga-jaga saja,takut kalau keponakan paman yang cantik ini jatuh gimana??lagian paman bosen di rumah sakit..ketemunya alat bedah muluuu.." bicara sambil manyun.
Aku tetap berjalan dan menghiraukan ucapan paman itu, haiss cowok tapi berisiknya ampuunnn dahhh...itu kaann..bukannya mobilnya milik kakak Chidian yah??kok dia menuju tempat sekolah ku??heheh apa aku numpang aja yahh😏toh biar bisa jauh-jauh dari paman cerewet ini ( batinku ).
"Pamanku aku ikut mobil kakak Chidian saja yah,takut telat soalnya dahh..." Sambil berlari mengejar mobil.
"Bocah kecil,tau gini tadi aku antar saja pakai mobil ku...." Sahutnya sambil memegang kening.
"Kakak Chidian...."teriakku.
*dari kejauhan.
"Tuan seperti nya nona Steve memanggil anda" kata supir pribadinya.
"Tolong berhenti pak" mobil dihentikan dan membuka kaca mobil.
"Ohh si putri kecil... kenapa memanggilku??" Senyumannya.
Sebelum disuruh masuk ke mobil aku sudah masuk duluan dan duduk disebelahnya. Kakak Chidian pasti kebingungan, gimana aku menjelaskan nya yah hadehh😥.
"Maaf ya kak 😅 aku asal nyelonong masuk aja,huftt..capek juga yah lari-larian" sambil ngelirik kearah paman.
"Ohh aku tau sekarang....dasar yah kamu itu jahil juga" tau maksud terpendam ku. Yaitu menjauhi cerewet nya paman.
"Pak jalan"
"Baik tuan muda."
Supir tersebut langsung melajukan mobilnya ke arah sekolah SMAN 01 JONG NAM. Hanya membutuhkan waktu 3 menit kami sudah sampai di tempat tujuan.
"Silahkan tuan, silahkan nona" supir turun dan membuka pintu mobil secara bergantian.
Kita berjalan menuju kelas masing-masing,aku merasa canggung dan pikiran ku saat ini kemana-mana,entah apa yang ku pikirkan saat ini. Aku hanya diam dan tidak mendengar bahwa kakak Chidian mengundang namaku berkali-kali.
"Tuan putri apa yang sedang kau pikirkan?apa ada masalah?" Nada khawatir.
"Ahh maaf kakak Chidian akuu...gapapa"
Kakak Chidian menggandeng tangan ku dengan erat menuju kelas,tapi yang kupikirkan malah mimpi yang terjadi kemarin malam. Mimpi itu seperti nyata dan ucapan itu selalu terngiang di telinga. Mimpi yang buruk itu kenapa aku menjadi khawatir seperti ini? Ya udahlah.
"Oh ya kakak Chidian kelas berapa?" Sahutku memecah keheningan.
"Itu... Aku berada di kelas 12 a-b kalau kamu sendiri??"
"Itu kelas ku kak,aku duluan yah..."sambil menunjuk.
"Nanti pulang bareng aku yah Jung Hana Steve" sahutnya sambil berlalu meninggalkan kelasku.
* Pikiran kakak Chidian yang sedang berkecamuk.
Apa yang di pikiranku yah?aku selalu deg-degan setiap lihat nona kecil itu tersenyum manis. Mukaku juga memerah saat berpegangan tangan. Apa aku ini lagi kasmaran yah??masa sih??.
Tapi kenapa Nia Lee cemberut gitu yah pagi ini,apa ada masalah?apa aku tanyakan langsung aja yahh....huftt mana mungkin bocah itu mau bertukar pikiran dengan ku..ahh bodohnya aku ( bergumam sendiri lalu tersenyum ).
Bel berbunyi dan pelajaran pun dimulai, seperti biasa aku melewati hari-hari seperti ini. Tapi sepertinya kali ini aku tidak sendiri, seperti ada yang mengawasi ku dari kejauhan. Aku tidak fokus hari ini,ada apa dengan ku ini. Rasa cemas dan gelisah bercampur aduk di hati dan pikiran ku.
** skips **
"Nia Lee hati-hati...."
Bola voli terlempar dan terkena kepalaku. Kesadaran ku mulai meredup,kepalaku pusing sekali dan akhirnya aku jatuh pingsan. Aku mendengar suara orang berteriak untuk membangun kan diriku,aku merasakan tubuhku di angkat oleh seseorang dan entah mau dibawa kemana.
Haloo...apa ada orang disinii...
Ini dimanaa? tempat ini sama dengan halaman sekolah tapi kemana semua orang pergi??kenapa aku ditinggal sendirian....halooo....ada orang....
Uhhh dinginn sekali...aku mohon respon ucapan ku....
__ADS_1
Gedung-gedung tinggi pencakar langit dan awan yang begitu kelam, bulan berwarna merah menyala. Pohon yang berguguran. Aku ketakutan, kedinginan. Aku menangis dan aku berteriak minta tolong tapi tak ada siapapun yang menjawabnya. Tiba-tiba seseorang membungkam mulutku dengan tangannya dan menyeret ku mundur bersembunyi di balik semak-semak. Aku merasa ada bau darah dimana-mana.
"Sssttt....diamlah...jika kamu masih tetap ingin hidup"suara yang berat tapi suara siapa?.
Aku hanya mengangguk tanda setuju. Ia melihat sekeliling agar tetap waspada, ia menggendong ku dan melesat lari ketempat persembunyian nya. Aku pingsan lagi karena bau darah yang menyengat.
"Hei bangunlah...."suara orang menepuk pundak ku.
"Siapa kamu??ada dimana aku sebenarnya?" Tanya ku dengan suara bergetar.
Muka yang pucat dan cakar yang tajam membuat orang ketakutan.
"Tenanglah,kamu sekarang sudah aman" berbicara sambil sibuk membersihkan darah ditangan dan mulutnya.
"Minumlah agar kau merasa baikan. Maaf jika dari tadi aku mengintaimu seharian ini, tapi aku hanya menjalankan tugas saja"
"Aku tidak mau minum...aku mau pulang..." Mulai menangis.
"Hei... Tenang kau sebenarnya sedang dialami mimpimu sendiri,jadi tenanglah kamu sebentar lagi akan sadar. Aku datang kesini di mimpimu karena aku tau kamu bisa menolong ku" menenangkan ku.
"Menolong bagaimana?aku sendiri tidak tahu apa-apa?" Menangis.
"Ssttt sudah jangan menangis"ucapnya sambil memeluk ku. Taringnya kini berada di leherku,darah ku seperti dihisap oleh dirinya.
"Ahhh sakittt...lepaskan akuuu..."aku mendorong nya agar menjauh tapi dia lebih kuat dari dugaan ku.
Tiidakkkkk...dia menggigit ku...darahku mengalir keluar...pusing....
14:55 wib
"Dokter bagaimana keadaan anak kami.. "
"Kondisi nya tidak apa-apa,hanya sedikit benturan keras dikepala nona Steve yang mengakibatkan dia pingsan" dokter menjelaskan.
"Uhuukk...ehmm pusing..."
"Akhirnya kamu sadar,mama sangat khawatir padamu" cemas dan khawatir bisa aku rasakan.
"Mari kita keluar dan biarkan nona Steve istirahat"
Semua orang keluar dari kamar ku,kecuali paman Leo Waldy Steve dia duduk di ranjang ku melihat aku terpaku ketakutan. Paman langsung memeluk ku agar tangisku mereda.
"Pamann...aku takuutt..." Nada takut.
Aku hanya menangis karena kejadian mimpi yang aku alami seperti nyata adanya. Rasa gigitan, ketakutan dan bau darah masih terasa sekali ditubuh ku. Tapi pelukan hangatnya membuat ku sedikit tenang dan damai.
"Leo bagaimana keponakan mu saat ini" tanya ayah.
"Tenang saja kakak steve, dia sudah tertidur pulas"
"Dokter Park Ji-Sung maaf telah merepotkan mu jauh-jauh datang kesini." Berjabat tangan.
"Tenang saja Dokter Leo Waldy Steve aku pamit dulu" berjabat tangan.
Paman Leo mengantarkan dokter Park Ji-Sung keluar sampai pintu depan rumah. Ia kembali masuk kedalam dan ia meminta ijin kakak nya Steve untuk menjagaku saat tidur.
"Kak Steve aku akan menjaga keponakan ku takut kalau dia mimpi buruk tidak ada yang bisa mendengar nya jika tidak ada orang di sisi nya"
"Oke kamu jaga keponakan mu itu jangan membuat ulah atau mengerjainya lagi"
"Iya kakak...aku gak akan nakal dalam kondisi seperti ini..." Nada serius.
Paman menjagaku sepanjang malam. Dia takut kalau aku bermimpi buruk lagi, dia memegang tanganku sepanjang malam dan tertidur di kursi sebelah ranjang ku.
Pukul 02:33 wib
Aku terbangun karena rasa haus ku,aku baru menyadari bahwa paman tidur di kursi sepanjang malam. Tanganku digenggam nya erat.
"Pamaann...tidurlah di kamar paman sendiri..." Membangunkannya pelan-pelan.
"Pamannn bangunn....paman tidur di ranjang ku saja...pamannn..." Heiss susah sekali membangunkanya.
Aku memapahnya untuk pindah ke ranjang ku agar lebih nyaman tidur nya. Uhh...dasar berat banget sihhh... Padahal tubuhnya perfect banget tapi beratnya kayak beras sekarung.
"Aduhhh....berat banget...ehh..ehh..jangan jatuh jangan jatuhhhh"
Bruugggg....
Aku jatuh diatas dada paman yang datar. Bibir kami hampir bersentuhan. Aku ingin berdiri dari tubuh paman tapi kedua tangannya menindih punggung ku.
"Aduhhh pegal sekali...gimana cara lepasin tangannya sihh😫"
"Woi sapi bangunnnn...." Jeritku dalam hati.
__ADS_1
Dikira badanku guling apa gimana sihhh....cepat lepasinn pegel tauuu...mana hauss lagi...punya paman kok nyebelin nya selangit....dasar keboo...
"Paman kalau dilihat dari dekat gini makin tampan yah,bulu matanya lentik,alisnya tebal...ihhh bikin iri tauuu..." Berbisik-bisik.
"Maaf ya paman aku mau tidur posisi begini aja deh,ngantuk"
Kami berdua tidur berpelukan,entah kenapa rasa hangat menyelimuti seluruh tubuh ku. Aku menjadi semakin nyaman tidurnya.
Kriiinggg....
Suara jam weker bunyi menunjukkan pukul 05:00 wib.
"Ehmm..." Aku bangun dan melihat paman sedang memandang diriku diatas tubuhnya.
"Nyaman yah tidur di dada paman??" Ucapnya sambil tersenyum lembut.
"Nyaman sekali" jawabku.
Aku baru ingat kalo aku tidur diatas paman,aduhhh gimana ini....ahhh kacauuu😫 aku berusaha lepas dari pelukan paman.
"Kenapa terburu-buru, bukankah tadi bilang nyaman??" Nada menggoda.
"Paman lepasin tangannya...pegell tauuu.. "
"Kalau mau paman lepasin tangannya,syarat nya ada lohh"
"Aduhhh paman kalo mau memalak uang anak kecil percuma...minta ayah saja pamannn.." berusaha lepas dari pelukan nya.
"Bukan uang kok bocah kecil,paman cuman mau dicium aja seperti ayah dan mama mu itu loh" nada mengejek.
"Ihh kok minta ma aku sihh...minta pacar paman aja yang kasih..."😒
"Sayangnya paman gak punya pacar...gimana dong.."
"Ya cari dongg... Udah ah lepasinn..."
"Umm gak mau"😜
"😬Yaudah tapi paman janji kalo udah dicium harus dilepasin"
"Iya sayang paman janji"
"Paman tutup mata dulu dongg..."
Mukaku memerah karena dilihatnya. Aku cium di pipi aja biar sama kayak mama dan ayah. Tapi saat hampir menyentuh pipinya,paman langsung berbalik arah muka dan aku mencium bibirnya. Sontak aku terkejut,mata ku membulat sepenuhnya,mukaku memerah karena malu. Tapi paman dengan semangat nya menerima ciuman di bibirnya itu.
"Aduhhh aku harus lepas dari dia...." Batinku.
Ciuman paman semakin menjadi-jadi dan mulai berani memasukan lidahnya kedalam mulutku. Rasanya sesak sekali,bernafas saja tidak bisa.
Tok...tok...tok...
Suara pintu kamarku.
"Sayang ayo bangun sudah pagi nak...." Suara mama.
Langsung membuat paman berhenti mencium ku dan melepaskan pelukannya.
"Iya mah aku sudah bangun kok" teriakku.
Setelah paman keluar dari kamar ku,aku langsung mandi dan kejadian tadi membuat ku malu dan mukaku memerah dibuatnya.
"Pagi sayang sini sarapan bareng yuk" sapa ayah.
"Pagi juga ayah,mama dan paman. Oh ya nenek sama kakek dimana?tumben gak ikut sarapan pagi?" Tanyaku melihat kursi nya kosong.
"Kakek sama nenek sedang pergi ke acara temannya diluar kota tadi pagi."
"Gitu yah" pantesan kursinya kosong.
"Oh ya ayah sama mama gak usah nungguin aku yah,soalnya mau les piano sekalian keluar bareng temen ku"
"Mau bawa mobil gak sayang?" Kata ayah.
"Gak perlu ayah,aku mau jalan kaki aja lagian juga tempatnya Deket" soalnya kalau bawa supir pasti ngikutin mulu kayak bodyguard 😅.
"Gak mau paman anterin nih??ntar capek lho" sahut paman.
"Heheh gak perlu paman,temenku sudah chat. Aku duluan yah "melambaikan tangan.
"Hai Nia lee ayo kita bakalan telat nih." Kata Song Jae.
"Iya ayo"
Kita berjalan dan saling bercanda satu sama lain. Obrolan yang mengasyikkan. Apalagi Song Jae itu baik,cewek humoris lagi jadi gak canggung kalau jalan bareng dia.
__ADS_1