
Para penumpang yang terhormat dimohon untuk membawa barang bawaan anda. Terima kasih.
Seluruh penumpang turun membawa barang bawaan masing-masing.
"Hei bocah waktunya untuk bangun, heii..." Berusaha membangunkan diriku.
"Emm...apa kita sudah sampai?" Ucapku sambil menguap kecil.
"Iya,ayo turun"
Kita berdua turun yang paling terakhir,paman menuntun ku untuk turun dari tangga. Emm aku merasa masih mengantuk...gimana nihh jalan aja hampir jatuh mulu,untung ketolong paman. Tapi aku udah gak kuat lagi,pusing....ngantuk berat... penglihatan mulai kabur dan tubuhku terjatuh,paman dengan lihainya menangkap tubuhku lalu menggendongku.
"Tuan muda apa perlu saya yang menggendong nona muda?" Sahut kakak Yuancheng.
"Tidak perlu,kamu bawakan barang kita berdua saja" masih jalan kedepan.
Aku merasakan paman menggendongku dengan erat,nyaman sekali pelukannya. Aku sangat beruntung ( batinku ) melihat samar-samar kearah paman.
Pukul 18:40 wib.
Aku terbangun dari tidurku yang melelahkan ini. Aku bermimpi berlari sepanjang hari tapi entah apa yang aku takuti di dalam mimpi sampai aku berlari-lari seperti itu. Aku merasa haus,gerah... Aku mulai menapak dan mencari dapur yang letaknya sangat dekat dengan kamarku.
"Wahh...badanku pegal-pegal banget...." Berjalan kearah jendela.
Oh ya kayak ada yang ilang deh...tapi apa yah? Coba ku ingat dulu. Sambil berpikir...oh ya paman dimana. Perasaan tadi berangkat sama paman kok udah ilang gitu aja sih,huftt mungkin lagi keluar...yah nasib di negara asing jadi hanya bisa lihat dari kamar hotel deh. Pemandangan yang indah yah kalo malam begini,di pusat menara Eiffel pasti ramai ya?ingin kesana...
Tok...tok...
" Iya sebentar..." Berteriak dari dalam dan jalan menuju pintu.
"Ya cari siapa??..." Lihat dari atas sampai bawah. Nih orang salah masuk kamar apa gimana? Tapi pakaian nya berjas begitu.
"Est-ce vraiment la chambre de M. Statham? " Bahasa Perancis.
Hadeh ini orang ngomong apaan kagak tau nih,jawab apa lagi.
"Sorry you can ask the hotel waiter. " Untung ada pelayan masakan lewat,kalo kagak bisa pusing ditanyain bahasa orang sini mulu.
"Ba... Lagi nunggu paman yah?"
"Huftt paman bisa kagak kalo gak ngagetin jantung orang" kening berkerut.
"Hehehe lagi apa sih ngelamun didepan pintu." Lihatin kearah aku lihat.
"Gak ada apa-apa." Masuk kedalam.
"Cuek banget,itu tadi orang nanya apa?kok serius banget." Mendengar dengan serius.
"Oh aku gak tau" jawab seadanya.
"Kok gak tau? Dia bisu yah?"
__ADS_1
"Bukan gitu,tapi aku gak tau bahasa orang sini,makanya gak tau."
"Oh...maaf yah paman keluar lama tadi"
"Umm" sambil minum air putih.
"Nih dicoba" kasih kotak hadiah.
"Wah apa nih paman? Hadiah untuk aku?" Tiba-tiba terharu.
"Coba buka".
Aku membuka nya dengan semangat, ternyata berisi dress dan Haig hils didalamnya. Aku bingung dengan sikap paman kadang baik juga kadang resek nya kumat tapi dia tetaplah pamanku.
"Aku coba yah paman" masuk ke dalam kamarku.
20 menit kemudian aku keluar dari kamar.
"Tuh anak cuman disuruh pakai dress nya apa harus selama ini?" Nunggu begitu lama.
"Tuan.. mungkin nona masih berdandan." Sahut Yuancheng.
"Paman bagaimana?" Jalan pelan-pelan.
Matanya terpana melihat pesona Nia lee yang ia pancarkan,cantik,putih dan menawan layaknya seorang wanita dewasa.
"Kak...paman kenapa?" Bisik-bisik.
"Saya juga tidak tahu nona" tersenyum simpul kearah ku.
Aduh nih sepatu tinggi nya berapa sih,buat jalan aja susah banget. Sakit lagi. Mending pakai sepatu aja kalo gitu. Jalan sambil dituntun dinding sepanjang jalan turun ke pintu keluar.
"Nona baik-baik saja?" Melihatku jalan yang begitu susah.
"Ya gapapa cuman susah aja kalo buat jalan"
"Nona belum terbiasa mungkin,mari saya tuntun untuk jalan." Menyerahkan lengannya untuk digandeng.
Ini pertama kalinya aku bergandengan tangan selayaknya sepasang kekasih yang mau ke acara resmi. Jantungku berdetak kencang. Jalan kita berdua juga seirama, kakak Yuancheng berjalan seirama dengan ku, menyesuaikan jalanku yang seperti ini. Tanganku menggenggam erat lengan ini seakan tak mau dilepas karena aku tak mau terjatuh dan menyusahkan orang lain.
"Paman sebenarnya kita mau kemana?"jawabku tetap fokus berjalan.
"Kita akan keacara resmi menyambut para tetamu dan keluarga besar disana"
Akhirnya sampai ke mobil juga,ah sakit banget. Mungkin kaki ku mulai bengkak, ukuran sepatu ini juga gak pas buatku. Mungkin sebaiknya aku duduk saja selama acara berlangsung.
Setibanya di tempat acara yang begitu besar dan meriah. Beberapa orang terkenal juga datang yah. Seperti acara impian. Sejak kapan tanganku bisa menggandeng lengan paman,aku juga tidak menyadari nya.
** skips **
"Selamat datang Dokter Leo Waldy Steve,terima kasih sudah meluangkan waktu untuk acara ini." Berjabat tangan.
__ADS_1
"Mr.Edison Statam anda terlalu melebih-lebihkan,saya juga senang dapat berkunjung kesini."
"Wah ini siapa? Cantik sekali."
"Ini keponakan saya"
"Selamat malam Mr.Edison Statam,saya Nia lee Steve keponakan dari Dokter Leo waldy Steve" berjabat tangan.
"Perkenalkan ini anak kami"
"Halo nama saya Jason Statham,kita bertemu lagi..putri"tanganku diciumnya dan jabatan tangannya tak mau lepas dari tangan ku.
"Kalian berbincang lah dulu,kami mau menyapa para tetua disini sebentar." Sahut paman.
"Baik paman" segera ku lepaskan genggaman tangannya dan menjauhi dirinya.
Sekarang paman sedang sibuk menyapa para tamu dan tetua organisasi,aku tunggu disini sajalah.
"Hai,kamu sedang apa duduk sendiri di sini?" Seseorang menyapa. Seorang pria berjas putih dengan senyuman hangat yang ia pancarkan membuat auranya keluar.
"Anda bicara dengan saya?" Menengok ke kanan dan kiri. Menunjuk diri sendiri.
"Iya...boleh saya temani?"
"Oh silahkan,saya kesini bersama paman kok"
"Oh ya apa kamu sudah lupa dengan ku??" Perkataannya seolah-olah sudah mengenal lama diriku.
"Tunggu sebentar.....ketemu dimana yah??" Sedang berfikir. Berpura-pura lupa ingatan.
"Ckk..aku Jason Statham pemain piano dan tempat cafe itu lho"
"Oh iya sekarang aku ingat...."
"Dasarr..masa wajah setampan ini kamu bisa lupa sih" tersenyum bangga.
Idihhh gak ada kata lain apa,selain memuji diri sendiri. Tapi kenapa dia ada disini juga,apa karena mau pertunjukan yah?
"Kamu juga disini pasti ada acara yah?" Sahutku tersenyum.
"Iya....aku ingin bermain piano disini"
"Oh pantas saja ada piano di panggung nya" melihat arah panggung.
"Sudah waktunya dimulai,nanti ketemu lagi ya.....Tuan putri" sambil berkedip padaku.
Dia berjalan menuju panggung dan duduk didepan piano yang akan ia mainkan. Jari-jarinya mulai menari di atas tombol tuts piano tersebut. Seolah-olah tau akan perasaan yang ia rasakan pada seseorang,melodi yang sangat indah dan membuat para pendengar nya begitu terpesona oleh kepiawaian yang dimainkan nya. Melodi yang lembut sangat pas dengan suasana hatiku saat ini,aku tersenyum menikmati alunan melodi itu. Seorang pria yang terlihat begitu dingin bisa selembut ini saat memainkan pianonya. Ahh jadi meleleh😅.
__ADS_1