
Sejak pagi, Lucie terus mengawasi Maria seperti janjinya pada Lady Angelia. Maria memang terlihat aneh hari ini, wanita itu sebentar-sebentar pergi keluar dan mengawasi halaman depan hingga ke pintu gerbang.
Lucie mengintip melalui jendela. Memantau Maria untuk mengetahui apa yang disembunyikan wanita itu.
"Kau sedang apa?" Louise tiba-tiba muncul di belakangnya dan bertanya dengan raut heran.
Lucie terperanjat kaget. Pengintaian ini membuatnya tegang bukan main, dan suara Louise sekonyong-konyong mengejutkannya.
"Aku sedang melihat Maria," jawabnya sembari mengelus dada.
"Buat apa?"
"Wanita itu sedang menyembunyikan sesuatu. Dan aku ingin menyelidikinya."
Louise ingin tertawa mendengar jawaban kembarannya. Kenapa tiba-tiba Maria dicurigai?
Namun tingkah Lucie hari ini cukup membuatnya bingung, sedari tadi pagi terus berwajah tegang.
Sepertinya memang ada masalah serius.
Perempuan cuek dan judes itu ikut melongok keluar jendela dan mencari keberadaan Maria. Ia melihat Asisten bibinya itu sedang berdiri di dekat pilar Kastil, dan wanita itu sedang memperhatikan gerbang.
"Mungkin dia disuruh Comtesse untuk menunggu seseorang. Kenapa kau harus curiga?" ujarnya.
"Tidak, Maria memang sedang merencanakan sesuatu. Aku yakin itu!" Mata besar Lucie semakin melebar saat berusaha meyakinkan saudarinya.
__ADS_1
"Apa alasanmu berpikir seperti itu?"
"Karena Lady Angelia yang mengatakannya. Orang sebaik Lady Angelia tak mungkin berbohong untuk menjelek-jelekkan orang lain."
"Huh!" Louise spontan mendengus mendengar jawaban Lucie. "Jadi semua ini karena omongan Lady Angelia?"
"Iya, Lady Angelia mengkhawatirkan Monsieur Comte yang menyendiri di dalam kamar dan dia merasa Maria sedang merencanakan sesuatu yang buruk untuk sepupu kita itu."
"Hahaha ...." Louise tiba-tiba terbahak dengan keras.
Merasa deduksi Lady Angelia diremehkan kembarannya, Lucie tampak kesal. "Kenapa kau tertawa?"
"Karena orang yang menyebabkan Monsieur Comte itu menyendiri adalah Lady Angelia sendiri, Lucie. Dan yang memiliki niat buruk juga adalah temanmu itu."
Louise memutar bola matanya sembari bersedekap. "Baiklah, terserah kau saja. Aku akan memperingatkanmu untuk yang terakhir kalinya, jangan lagi mau diperalat oleh Lady Angelia," ujarnya. Kemudian segera berbalik dan meninggalkan Lucie sendiri.
Lucie mendecak kesal. Louise memang tak pernah mendengarkannya.
Lalu kembali mengintip keluar untuk memantau Maria. Namun ternyata wanita itu telah tiada di luar sana.
"Ck!" Lucie kembali berdecak. "Gara-gara Louise aku jadi terkecoh. Sekarang Maria telah menghilang. Kemana perginya wanita itu?" kesalnya sambil bergegas mencari lagi.
Dari aula hingga ke kamar Comtesse, Lucie mencari jejak Maria bak detektif. Namun sosok asisten yang paling disegani di kastil itu tak juga ia temukan. Hingga kemudian ia memutuskan untuk mencari ke dapur.
Pencarian Lucie akhirnya membuahkan hasil, Maria memang berada di dapur. Ia segera mencari tempat untuk mengintai. Di balik karung gandum yang bertumpuk tinggi.
__ADS_1
Maria terlihat sedang memantau tukang masak.
"Siang ini tidak perlu memasak stew ayam untuk Monsieur Comte. Begitu juga dengan menu lainnya, jangan ada yang mengandung ayam, apa kalian mengerti?"
Lucie mengerutkan keningnya. Kenapa Maria melarang tukang masak membuat makanan yang mengandung ayam? Kalau hanya stew ayam, tidak mengherankan. Karena bisa saja Monsieur Comte memang sedang tidak ingin menikmati makanan kesukaannya itu. Tapi kalau sampai tidak boleh ada ayam, itu seperti ... makanan itu ditujukan untuk orang lain yang anti ayam!
Perempuan bertompel itu kemudian melihat Maria memanggil gadis pelayan yang sering dilihatnya bersama Mlle Gaulle. Lalu mengajak bicara terpisah dengan pelayan lain. Menghampiri tempat yang kosong, tak jauh dari tempatnya bersembunyi.
"Antarkan makanannya setelah siap. Jangan sampai terlambat dan memancing perhatian Comtesse. Satu hal lagi, jangan lupa memberi kode seperti yang telah kita sepakati," pesan Maria dengan suara pelan.
Mata Lucie seketika melebar mendengarnya. Bulunya sampai merinding mendapatkan fakta yang mengejutkan itu. Ternyata memang benar Maria merahasiakan sesuatu. Sesuai dengan dugaan Lady Angelia. Andai saja Louise mendengarnya juga, kembarannya itu pasti akan menyesal telah meremehkan pendapatnya.
Gadis itu segera keluar dari tempat persembunyian, dan bergegas menemui Lady Angelia di dalam kamarnya.
Sang Lady sedang duduk di depan cermin bersama pelayan pribadi yang sedang sibuk menyisir rambut panjangnya.
"Lady Angelia, aku menemukan sesuatu!" serunya.
Lady Angelia menoleh antusias. "Sesuatu apa?"
"Maria melarang tukang masak membuat makanan yang mengandung ayam. Seolah makanan itu untuk orang yang tidak bisa makan ayam. Dan itu tak mungkin Monsieur Comte, aku tau benar selera makannya."
"Jadi? Kau curiga bahwa Maria meminta tukang masak membuat makanan itu untuk orang lain?"
"Sepertinya begitu. Dan ada yang lebih mencurigakan, my Lady. Maria memperingatkan pelayan itu untuk memberi kode seperti yang sudah disepakati."
__ADS_1