Kekasih Taruhan Tuan Bangsawan

Kekasih Taruhan Tuan Bangsawan
Bab 80


__ADS_3

Bab 80


Mme Aamber terpaku menatap kekacauan yang terjadi di hadapannya. Tak menyangka sekaligus malu terhadap para tamu.


"Maaf ... makan malam Anda semua jadi terganggu," ucapnya.


Kemudian menatap putranya, "Biar Mère yang mengurus mereka. Kau temani tamu sampai makan malamnya selesai," titahnya.


Lalu bangkit dan menyusul keluarga Inggris itu. Melangkah nelangsa dengan perasaan tak menentu. Bagaimana bisa keluarga yang terkenal sangat terhormat itu melakukan hal yang semengerikan ini? Lady Angelia yang di matanya bagaikan seorang peri, terlihat lemah dengan tutur kata yang sangat manis, ternyata memiliki otak licik.


Namun, baru saja ia hendak masuk ke dalam, suara keras Duke of Medwin menghentikan langkahnya.


"Apa?! A-apa maksudmu?" Nada suara pria itu terdengar kaget dan tak percaya.


"Maksudku adalah, aku meracuni orang yang Daddy minta untuk aku dekati. Sir Felix, pria itu bukan terkena serangan jantung, tapi aku yang membunuhnya!"


Di ambang pintu, Mme Aamber merasakan keterkejutan yang luar biasa. Apa ia tidak salah dengar?! Gadis muda itu pernah membunuh seseorang?


"Tidak! Itu tidak mungkin! Kau mengada-ada, Angelia!" Duke of Medwin terdengar syok dan berusaha meyakinkan diri bahwa ia salah dengar.


"Terserah Daddy mau percaya atau tidak," Lady Angelia tertawa pelan. "Apa Daddy tahu? Aku tak menyesal telah meracuni lelaki bejat itu."


"Ke-kenapa? Kenapa kau menjadi seperti ini Sweet heart?" Duchess of Medwin bertanya dengan suara bergetar.


"Karena Daddy dan Mommy! Daddy yang terus memaksaku menarik hati para bangsawan muda agar bisnis yang Daddy inginkan berjalan lancar. Dan Mommy juga terus membela Daddy dengan meminta pengertian kami, aku dengan Alfred! Kami harus terus mengorbankan diri demi keinginan Daddy mengejar martabat yang tinggi."


"Tidak, Sweet heart ... kami tidak menginginkanmu seperti ini. Kami hanya ingin kalian tidak dipandang rendah oleh orang lain," jawab Duchess lirih.


Sementara Duke sendiri tak lagi bersuara karena syok luar biasa.


"Tidak dipandang rendah?" Lady Angelia terdengar mendengus. "Apa Mommy dan Daddy pura-pura tidak tahu? Alfred diasingkan oleh teman-temannya. Karena Daddy tak pernah memberikannya izin ataupun uang untuk dia menikmati masa muda dan menggapai cita-cita. Alfred selalu dicemooh karena tak punya apa-apa dan tak mampu merayu wanita. Sehingga dia juga terpaksa meminta ahli ramuan kita untuk membuat beberapa ramuan hitam untuk mendapatkan keinginannya."


"Oh Mon Deu ... Kenapa bisa seperti itu?" Alis Duchess tampak menyatu dengan raut putus asa. "Apa yang telah kulakukan? Aku telah membiarkan kepribadian anak-anakku hancur ...." lirihnya.


Sementara itu di balik pintu yang sedikit terbuka, masih berdiri Comtesse dengan hati miris.


Kisah yang didengarnya itu sangat mengiris hati. Ternyata separah itu akibat dari memaksakan kehendak kepada anak tanpa mau mendengarkan dan memahami perasaan mereka. Anak-anak yang belum dewasa itu mencari pelampiasan hingga menjadi tak terarah dan sesat.


Buk!


Tiba-tiba terdengar suara sesuatu yang terjatuh di lantai.


Sang Comtesse tersentak. Apa yang terjadi di dalam sana? Tanpa membuang waktu, wanita itu masuk ke dalam. Dan ia melihat Duchess of Medwin tergeletak di lantai.


"Mommy!" teriak Lady Angelia dan berlari menubruk ibunya.


"Kenapa? Apa yang terjadi padanya?" Mme Aamber ikut menghampiri dengan raut khawatir. Lalu berjongkok di samping Duchess.


"Sepertinya Mommy pingsan!" Ratap sang Lady panik.


"Jangan khawatir. Kita angkat ibumu ke atas tempat tidur. Aku akan memanggilkan Dokter di luar."


Mme Aamber kemudian beralih pada Duke of Medwin. "Mari kita angkat istri Anda bersama, My Grace."


Namun Duke of Medwin sama sekali tak merespon. Ia berdiri terpaku seperti patung yang berwajah pucat dengan raut syok.


Mme Aamber menghela napas. Sepertinya ia harus memanggil para pelayan untuk membantu.


Namun belum sempat ia bangkit untuk keluar, dua orang laki-laki berseragam prajurit masuk.


"Bonjour, Ma'am ...."


"Bonjour ...." jawab Mme Aamber.


"Kami akan membawa Lady Angelia untuk diadili!"


Lady Angelia yang sedang sibuk mengangkat kepala ibunya ke atas pangkuan segera menoleh dengan wajah pucat.

__ADS_1


Ia akan ditangkap?!


Dengan susah payah gadis itu meneguk salivanya.


"Tidak ... ku mohon. Tolonglah mengerti. Ibuku sedang tidak sadarkan diri seperti ini, bagaimana kalian tega?!" lirihnya sembari menggeleng.


"Tapi hukum tetap berjalan, seperti apapun keadaan keluarga tersangka, M'mselle," sanggah salah seorang Prajurit.


Mme Aamber menyentuh lengan gadis itu. "Jangan khawatir, my Lady. Aku akan menjaganya dengan baik," hiburnya prihatin. Lalubangkit mengambil salah satu bantal untuk mengganti pangkuan Lady Angelia yang menopang kepala Duchess.


"Tidak! Aku tidak akan pergi!" teriak Lady Angelia histeris.


Mendengar itu, para prajurit segera menghampiri dan menarik lengannya.


"Jangan sentuh aku!" pekiknya sembari menghempas tangan para prajurit.


"Maaf, M'mselle ... kami harus bertindak tegas. Ini juga atas perintah Monsieur Comte. Anda tak bisa menghindar!" tegas salah satu prajurit.


Lalu keduanya langsung menarik gadis itu bangkit.


"Tidak! Lepaskan aku orang rendahan! Tangan kalian tak pantas untuk menyentuhku!" Lady Angelia mengamuk.


Ia menjerit-jerit sembari memberontak. Namun Prajurit tetap menyeretnya keluar.


Mme Aamber hanya bisa menatap kepergian Lady Angelia dengan perasaan iba. Lalu beralih pada Duke of Medwin yang masih berdiri terpaku seperti tadi.


Sang Comtesse menghela napas.


Sungguh ironis.


Kejadian yang berlangsung di depan matanya hari ini benar-benar ironis.


Wanita itu kemudian bangkit untuk keluar mencari Dokter. Saat ini, yang terpenting adalah kondisi Duchess yang pingsan.


***


Begitu melihat Lady Angelia keluar dalam keadaan mengamuk dan diseret oleh dua orang prajurit, semua orang tampak terperanjat dan serentak menutup mulut mereka yang terbuka dengan raut tak percaya. Melihat seorang gadis dari kalangan atas berkelakuan seperti itu benar-benar membuat mereka tercengang.


"Aku sungguh tak menyangka ... Lady Angelia adalah orang yang mengerikan seperti ini. Aku selama ini telah menolong orang yang salah ...." kata Lucie pada dirinya sendiri dengan suara pelan saat Lady Angelia lewat di hadapannya.


Sang Lady langsung menoleh dan menghentikan langkahnya, memaksa kedua prajurit itu berhenti menyeret.


Gadis itu menyeringai pada Lucie dan para pelayan yang bergerombol menontonnya.


"Apa yang kalian lihat? Di sini bukan aku yang menjadi penjahatnya! Tapi perempuan rendahan yang bernama Naeva de Gaulle! Perempuan itu yang telah berani merebut calon suamiku!"


"Tidak ada yang merebut!" Abellard muncul dan menyela kemarahan Lady Angelia. "Sejak awal Anda tidak pernah memiliki saya."


Lady Angelia menoleh.


Begitu menatap Abellard, raut wajahnya yang sedang marah seketika berubah sendu.


"Aku sangat mencintaimu, Abellard. Aku bersumpah akan mendapatkanmu. Suatu saat ... aku akan memilikimu. Hanya milikku seorang ...." lirihnya.


Cinta yang penuh obsesi itu benar-benar telah membuat seorang Lady Angelia tak bisa memikirkan hal lain selain pria di hadapannya itu. Bahkan ia sama sekali tak merisaukan hukuman penjara yang menantikan.


"Sudah cukup!" Mme Aamber menghampiri dengan sikap tegas dan dingin seperti biasa.


Tapi ada yang lain dari tatapan matanya. Wanita itu menatap Lady Angelia iba. Hatinya sungguh merasa miris mengetahui ironisnya hidup yang dijalani gadis muda itu. Gadis berwajah peri itu berubah jiwanya menjadi Monster yang mengerikan.


"Bawa Lady Angelia sekarang juga, Prajurit!" titahnya pada kedua lelaki berseragam yang masih mencengkeram lengan sang Lady. Lalu tatapannya beralih pada gadis itu kembali. "Aku akan menjaga ibumu. Jadilah gadis yang baik dan mulailah mencintai dirimu sendiri. Jalani hukuman ini untuk membersihkan jiwamu yang telah ternodai," tuturnya lembut.


Lady Angelia terpaku.


Ya, benar ....


Jiwanya telah benar-benar kotor.

__ADS_1


Oleh kebencian ....


Dan oleh darah lelaki bejat yang telah ia habisi.


Perlahan, tubuhnya ambruk. Terduduk di lantai marmer dan membuat pegangan Prajurit terlepas dari lengannya.


Gadis itu mencengkeram lantai dengan ujung kukunya yang cantik. Lalu perlahan bahunya tampak berguncang seiring terdengar suara tangis yang begitu pilu.


Semua orang terpaku. Menatap sang Lady yang terpuruk di lantai dengan begitu menyedihkan.


Hingga beberapa saat kemudian, tangisnya mereda, dan gadis itu mendesah lirih, "a ... aku memang telah berubah menjadi monster. Tapi ... aku berhak mendapatkan cinta. Dan baru kali ini ... aku menemukan cinta sejati. Aku rela melakukan apa saja untuk mendapatkannya ...."


"Jadi seperti itu? Ternyata kau memanfaatkanku selama ini untuk mendapatkan keinginanmu. Aku sangat lega, Mlle Gaulle telah kembali dan membawa pelayan itu untuk membongkar kejahatanmu ujar Lucie.


Lady Angelia sontak mengangkat wajahnya.


"Apa?! Jadi Mlle Gaulle yang membawa pelayan itu kembali?!" Wajah yang tadinya tampak menyedihkan seketika berubah garang kembali.


Abellard pun tampak terperanjat. Bagaimana Lucie tahu bahwa Naeva yang membawa Jean kembali?


Gawat!


Lady Angelia pasti tidak akan tinggal diam dan mengatakan pada semua orang tentang rahasia Naeva!


"Jadi, perempuan miskin itu bukannya pulang ke gubuknya, tapi malah berencana untuk menyingkirkan aku?!" Sang Lady menggeram.


Lalu tiba-tiba terbahak dengan nada yang mengerikan.


"Baiklah ... Berarti hidupnya akan tamat hari ini juga!" katanya sembari bangkit berdiri.


Mendengar itu, Amily dan Sora langsung maju dengan gagah berani.


"Anda tidak akan bisa menyakiti Mlle Gaulle. Karena kami akan berada di depannya untuk menjadi tameng yang akan menghadang Anda!" seru Amily tanpa takut.


Lady Angelia mendengus sinis. "Aku tidak perlu mengotori tanganku untuk menyingkirkannya. Karena sebentar lagi, kalian sendiri yang akan mengusirnya dari sini."


Abellard maju dua langkah dengan raut panik. Ini tak bisa dibiarkan.


"Prajurit! Cepat bawa perempuan ini dari sini!"


"Tunggu dulu!" bantah Lady Angelia dengan suara keras. "Kalian tidak boleh membawaku sekarang. Karena aku akan mengatakan sebuah rahasia yang selama ini disembunyikan sang Comte."


Abellard tak peduli. Ia tak akan membiarkan Lady Angelia memiliki kesempatan untuk mengatakannya.


Pria itu segera menghampiri dan menarik lengan Lady Angelia dengan keras.


Namun sang Lady segera membuka mulutnya dan bersuara dengan lantang, "Mlle Gaulle adalah seorang muslim!"


***


Halo my readers ....


Tinggal satu atau dua bab lagi, kita akan mencapai akhir kisah ini. Jadi jangan lupa pantengin terus, ya. 😊😊😊


Maaf beberapa hari ini tidak bisa up karena harus full meluangkan waktu untuk kehidupan nyata, yakni menyelenggarakan acara maulid. πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»


Di tanah kelahiran saya, Aceh, setiap desa bergiliran membuat kenduri yang kemudian akan dimakan bersama, dan juga di bagikan untuk warga desa tetangga. Beberapa desa di sekitar akan diundang untuk mengambil kenduri yang telah dipaketkan.


Nah seperti ini fotonyaπŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡



Ini paket kenduri yang akan dibawa ke surau untuk dibagikan.



Kalo ini foto orang-orang yang pada menunggu giliran dipanggil ke halaman surau untuk dibagikan kendurinya.

__ADS_1


__ADS_2