
Rabu malam telah tiba.
Saatnya bersiap-siap menjemput Ikhsan.
“10 menit lagi kawan mbak sampai”
“yaa…”
Solusi masalah ini ialah meminta bantuan teman mbakku menjadi supir malam ini. Mbak bisa mengendarai mobil, tapi jika sudah keluar kota dan malam hari ia akan menolak. Sedangkan diriku masih belum bisa mengendarai mobil, maka dari itu yang biasanya menjadi supir ialah masku. Namun karena malam ini ia tidak ada, teman mbak menjadi supir.
Dari rumah menuju bandara Kulon Progo membutuhkan waktu kurang lebih 100 menit, durasi waktu yang sama dibutuhkan bagi maskapai Pekanbaru Jogja untuk sampai tujuan.
Tok tok…
“itu dia, bukalah pintu. Mbak mau siap-siap dulu”
“yaa..” (baru mau siap-siap, kenapa gak dari tadi sih…) pikirku.
Membuka pintu dan menyambut temannya.
“silahkan masuk dulu mas”
“oh iya, makasih”
“mau minum apa mas? Kopi? teh? Soalnya mbak baru siap-siap, jadi agak lama”
“hoo, air biasa aja kalau gitu”
“ok”
Menyiapkan minuman, lalu kami duduk bersama di ruang tengah.
“namanya siapa mas?”
“nama mas Danin, kamu Andi yaa?”
“oh yaa, benar.”
“ya mbakmu pernah bercerita”
“ku harap gak semuanya dicerita”
20 menit kami habiskan hanya bercerita hal-hal yang sedang hangat terjadi di sosial media. Sering sekali mas Danin meminta pendapatku mengenai itu, mungkin alasannya ingin mengetahui pola pikir yang kumiliki atau menjalin hubungan silaturahmi. Untuk saat ini, apapun alasannya ku hanya berharap tidak untuk keuntungan pribadi.
“ ok ,ayo berangkat!!” ajak mbak yang telah rapi dan siap pergi.
Sepanjang perjalanan, tidak banyak percakapan yang ku ikuti. Percakapan tentang kuliah menjadi hal yang sering dibahas oleh mereka berdua. Dengan baik, ku mendengarkan percakapan mereka yang mungkin akan berguna dalam kehidupanku. Mendengarkan musik menjadi pilihan terakhir ketika percakapan mereka selesai.
1.5 jam kemudian.
Akhirnya tiba di Bandara Internasional Yogyakarta. Berlokasi di Kulonprogo dan didekat laut lepas. Sejuknya angin darat di malam hari menjadi sebuah kenikmatan untukku.
__ADS_1
“jam berapa temanmu datang Ndi?” Tanya mbakku.
“jam 10 kalau sesuai jadwal”.
“hmm masih ada 15 menit lagi, ayok ke café atau apa gitu. Cari yang hangat-hangat. Dah mulai kedinginan ni…”.
Dengan lari kecil, dia memasuki bandara.
Di dekat pintu masuk, ada pemberitahuan seluruh maskapai penerbangan. Segera ku mencari maskapai Ikhsan untuk memastikan lagi jam tiba, namun ada notif delay selama 1 jam dimaskapai yang ia gunakan.
“Hmm…1 jam lagi nunggu”.
Puas melihat berbagai pemberitahuan maskapai, ku menuju café yang menjadi tempat pilihan mbak. Sebuah café dengan kesan sederhana namun kurasa harga tidak sederhana. Memesan coklat es, lalu bergabung bersama mbak dan temannya.
“pesawatnya delay 1 jam”.
“kok lama sih… ya udah deh… main game yok nin”.
“ok login”.
Tidak mengejutkan bagiku melihat mbak bermain game. Baginya game hanyalah sebuah hiburan, kalah menang tidak menjadi masalah. Asalkan bisa bermain bersama, itu sudah cukup baginya. Jadi melihatnya yang sekarang bermain game, mungkin baginya jadi hiburan hingga pesawat tiba. Sedangkan diriku lebih memilih membaca komik online selama menunggu.
“ gak ikut main ndi?” Tanya mbak.
“ gak, hp game gak dibawa.”.
“ tu sekarang lagi ngapain?”.
“ hmm baca komik aja”.
Demi menyelamatkan diriku, menolak bukanlah jawabannya. Seingatku juga membaca komik bukan menjadi
kebiasannya.
“ yaa…” jawabku pasrah.
Akhirnya aku dan mas Danin bermain game genre moba. Sebuah game yang cukup terkenal di Handphone dengan tujuan menghancurkan markas musuh. Game dimulai dengan pemilihan karakter, pada dasarnya setiap
karakter memiliki perannya masing-masing. peran tersebut dibagi 6 atau didalam game disebut Job. Keenam Job ialah Tank, Assassin, Fighter, Mage, Shooter, dan Support. Setiap tim bermain 5vs5, sehingga satu Job tidak akan digunakan. Setelah pemilihan karakter, barulah bermain game di map berbentuk persegi. Setiap markas saling bersebrangan dan dilindungi oleh 3 tower yang akan menyerang target pertama memasuki wilayah serangnya. Game akan berakhir jika salah satu markas hancur terlebih dahulu, sebelum markas hancur, game tidak akan selesai berapa lamapun waktu dibutuhkan.
Game ini sudah cukup lama tidak kumainkan, kurang lebih semenjak kejadian itu ku tidak pernah lagi memainkannya. Dan kini dengan terpaksa ku harus bermain. Banyak karakter baru dan berbagai buff dan nerf yang tidak kuketahui.
“mau main mode apa mas?”
“ranked mau gak?”
“kalau A rank keatas, skip dulu. Banyak hero dan meta saat ini yang gak ku
ketahui.”
Di game ini, peringkat dibagi menjadi 7 rank. Tingkatan tertinggi yaitu SS rank dan terendah E Rank. S Rank kebawah dibagi lagi menjadi 4 bagian, 1 tertinggi dan 4 terendah. Dulu ketika masih aktif, S1 rank merupakan tingkatan tertinggi yang bisa ku capai. Untuk menuju SS rank, butuh waktu lebih banyak dalam menaikkan
__ADS_1
peringkat dan waktu itu tidak kumiliki.
“ ok kalau gitu B rank aja,”
“berdua aja? Atau ada kawan mas?”
“hmm… ini mas invite”
“hoo…full mah berlima” pikir ku sedikit curiga.
Bagi anak kuliah, masih terjaga di jam segini bukanlah menjadi masalah. Tapi melihat mereka yang seperti menunggu kami, agak aneh pikirku.
“ku Job apa mas?”
“terserah, biar kami yang nyesuaikan”
“hmm, kalau gitu Job Fighter aja”
“ok gas…”
18 menit kemudian, 1 game telah selesai.
Cukup lama, dulu hanya butuh kisaran 13 menit untuk menyelesaikan game. Mungkin efek penyesuaian setelah lama tidak bermain menjadi sebabnya.
Meminum Coklat dingin yang telah ada dipertengahan game tadi. Ah…nikmatnya…
Masih ada 32 menit lagi, sebelum pesawat tiba.
“lagi gak?” ajak mas Danin
“boleh…”
Feel keseruan bermain moba didalam diriku mulai muncul. Di game kedua, gaya bermain dengan tim mas Danin
sudah bisa kusesuaikan. Mereka berempat bermain sangat bagus, terlihat jelas jika mereka sering bermain bersama. Job Tanker sangat tahu kapan ia memulai perang melawan musuh. Job Shooter tahu posisi terbaik agar ia tidak mudah menjadi target Assasin musuh. Job Mage sangat tahu memanfaatkan skill Crowd Control yang dimilikinya. Terakhir Job Support tahu kapan ia menggunakan skill buff atau Heal ke satu tim. Sebuah
tim yang bagus.
(hmm seperti tim E-sport…)
40 menit kemudian, 3 game berhasil kami menangkan.
Waktu yang dibutuhkan untuk menghancurkan markas musuh semakin berkurang, antara kerjasama kami semakin kompak atau kami beruntung mendapatkan musuh yang mudah?.
Menukar hp kami kembali, satu pesan diterima tepat ketika hpku kembali.
“Ndi, baru sampe. Tunggu barang dulu.”
“ok, ku tunggu dekat pintu keluar”
Memberitahukan kepada mbak, lalu segera pergi didekat pintu keluar. Dari luar terlihat jelas Ikhsan sedang menunggu kopernya. Gaya menunggu kerennya hancur ketika ia melihatku kearahnya, ia melakukan sebuah gaya yang menurut kami lucu.
__ADS_1
“ hahaha…..akhirnya, ni kampret tiba dijogja…”
(bersambung…)