Keputusanku Di Sekolah Game

Keputusanku Di Sekolah Game
Chapter 24 - Tes Masuk Ekskul 2


__ADS_3

Jam 12:30, sebuah pengumuman muncul di dischat.


“Tes Mode kedua Battle Royale akan dimulai tepat pukul 13.00 WIB. 10 menit lagi kode Room akan diberikan. Harap mengisi squad sesuai dengan nama yang telah ditetapkan. Jika namamu tidak, segera laporkan ke @BayuXI_IpaA.


Berikut nama-nama Squad:”


Memeriksa satu persatu nama yang telah diberikan dari awal hingga akhir namun namaku tidak tertulis. Sesuai pengumuman, aku segera melaporkan hal tersebut ke mas Bayu.


“Mas, namaku gak ada mas. Jadi harus gimana?”


“hoo Ikhsan ya, yang namanya tidak tercantum membuat squadnya sendiri dan hanya boleh solo”


“eh solo mas? Gak adil mas kalau yang lain Squad sedangkan saya Solo”


“adil kok, kemampuanmu sepertinya sudah melampaui squad amatir. Lagi pula squad lain baru saling kenal, besar kemungkinan kerjasama mereka tidak sebagus squad yang sering bermain bersama.”


````


“iyaa sih…”


Memang benar pernyataan mas Bayu, sebuah tim yang baru dibentuk memiliki kelemahan yaitu tidak adanya kepercayaan dan kerjasama.


“naah, maka dari itu segera pilih slot squad yang kosong yaa”


“oklah” dengan terpaksa menerima perintah mas Bayu.


Ada sekitar 14 squad yang telah ditentukan oleh senior. Kebanyakan dari squad tersebut berisi 4 orang dan hanya beberapa yang full 5 orang. Berdasarkan pengaturan Room, maksimal squad yang akan bermain ialah 30 squad. Sehingga besar kemungkinan squad lain akan di isi oleh squad senior dan solo squad sama sepertiku.


Beberapa menit sebelum pertandingan dimulai, sudah terisi 28 Squad dan tidak ada tanda-tanda 2 squad lagi akan menyusul. Ada 7 Solo Squad termasuk diriku, 14 squad yang telah ditentukan, dan 7 squad terakhir merupakan kumpulan para senior. Kebanyakan senior membentuk squad yang terdiri 2 orang, hanya ada 2 squad senior yang terdiri 3 orang.


“28 Squad akan bertahan di mode Battle Royale. Kalian bebas ingin Camper atau melakukan Rush. Hal utama disini ialah bertahan hingga akhir. So, Lets Play!!!” pesan di dischat  yang menandakan tes kedua akan dimulai.


Kelemahan terbesar solo ialah tidak ada kesempatan kedua, sekali kita Knock, maka permainan selesai. Oleh karena itu bertahan menjadi pilihan utama bagi solo squad. Tapi tidak bagiku. Memang benar kata mas Bayu, kebanyakan dari mereka belum saling kenal sehingga kerjasama masih belum ada. Contohnya selama tes


Mode Kompetitif tadi, kebanyakan siswa kelas 1 tidak bisa kerjasama, mengakibatkan kekalahan yang sudah tidak bisa dihindari lagi.


Menjadi penyerang selama Battle Royale berlangsung  adalah pilihan terbaik. Bisa meratakan satu atau dua squad yang memiliki lebih 2 orang, akan menjadi poin utama untuk diterima didalam ekskul game.


“okk, saatnya bermain”


Gadget yang ku pilih ialah Jumper, sebuah Gadget yang meningkatkan mobilitas karakter. Didalam game FPS, sekuat apapun senjata yang dimiliki jika tidak mengenai target hanya akan sia-sia. Mobilitas tinggi menjadi salah satu cara agar kita tidak mudah menjadi target musuh.


[Battle Royale dimulai!!!]


Bertahan selama mungkin dan mencampuri pertempuran squad lain dari jarak jauh adalah prioritas saat ini. Jika terdesak, sebisa mungkin kabur atau kalahkan squad musuh dengan cepat. Alasannya sederhana, jika terlalu lama dalam suatu pertempuran, maka squad lain akan ikut campur dan bisa mengalahkanku. Istilah untuk squad yang ikut campur pertempuran antar squad ialah Third Party.


Posisiku saat ini berada di tenggara, kebanyakan player turun di tempat-tempat besar. Seingatku ada beberapa squad yang mendarat di sekitar posisiku saat ini.


Dor..dor..dor..dor..Dor..dor..dor..dor..


Dor..dor..dor..dor..Dor..dor..dor..dor..


Benar saja, sebuah peperangan telah terjadi.


Mendekati lokasi mereka, lalu menunggu dari jarak tidak terlalu jauh, menunggu sebuah kesempatan agar bisa mengalahkan squad yang tersisa. Namun yang menunggu tidak hanya diriku saja. Di Gedung seberang, ku melihat ada 1 squad yang juga menunggu.


Suara tembakan berakhir, menandakan salah satu squad telah gugur. 1 squad yang menunggu, segera memasuki Gedung bekas pertempuran tadi. Kembali pertempuran terjadi lagi.  Mengetahui jumlah squad yang baru masuk beranggotakan 4 orang, membuatku bertindak cepat untuk menghabisi jumlah terbanyak dahulu.


Alasannya sederhana, jika jumlah terbanyak masih ada. Dan squad yang baru selesai perang berhasil mereka kalahkan, maka aku akan berusaha sangat keras untuk mengalahkan mereka berempat.


Mencari anggota paling belakang untuk dikalahkan terlebih dahulu, agar anggota lain yang sudah maju akan bingung karena harus memilih antara menyelamatkan tim atau lanjut menyerang.


Dor..dor..dor..dor..Dor..dor..dor..dor..Knock.


1 orang knock, 1 orang mendekatiku dan 2 orang lainnya tidak diketahui, sepertinya mereka sedang berperang didalam Gedung.


“1 vs 1, bisalah menang…”


Dor..dor..dor..dor..Dor..dor..dor..dor.


Dor..dor..dor..dor..Dor..dor..dor..dor..Knock.


“waduh, hampir aja kalah.”


Poin darah tersisa 30, 2 musuh sudah knock.


Membunuh salah satu musuh yang knock untuk mengambil persediaannya.


Mengganti Armor, mengambil amunisi, bomb dan kebutuhan lainnya. lalu menggunakan Red Ball akan mengisi penuh seluruh darah dan shield yang kumiliki. Kenapa tidak menggunakan Med kit? Kan shield sudah penuh? Alasannya untuk berjaga-jaga. Seandainya ketika menggunakan red ball lalu ditembak, shield masih bisa menahan tembakan, dan Ketika selesai shield yang telah berkurang akan penuh Kembali.


Apa yang ku perkirakan terjadi, beberapa tembakan dari dalam Gedung mengenaiku. Tapi bukan seperti tembakan tersebut ditujukan kepadaku, lebih seperti tembakan yang tidak mengenai target didepannya dan peluru tersebut kebetulan satu garis lurus dengan posisiku saat ini.


Sepertinya perang disana telah usai, kemenangan ditentukan jika kuberhasil mengalahkan mereka yang tersisa.

__ADS_1


Dor..dor..dor..dor..Dor..dor..dor..dor.


Set!...Swooshh…


Dor..dor..dor..dor..Dor..dor..dor..dor..


Menghindar Ketika shield pecah dan peluru habis, segera mengisi dan kembali bertempur. Ketepatan dan kelincahan menjadi kunci agar bisa menang melawan jumlah yang lebih banyak.


Set!...Swooshh…


Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..Knock


Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..Death


Set!...Swooshh…


“waduh zona udah jalan, gak sadar karena kelamaan perang”


Sebelum menuju zona aman, aku mengambil persediaan musuh untuk memperbesar kemungkinan bisa bertahan dalam game battle royale ini. Terutama perlengkapan itu, yang sayangnya hanya ku temukan 1 dalam perang ini.


Zona ronde pertama sudah dimulai, memaksa seluruh pemain  menuju kearah utara. Posisiku yang berada diselatan, harus mencari cara menuju zona aman tanpa ketahuan oleh musuh. Karena jika ku disergap oleh squad yang lebih dari 3 orang, kekalahan menjadi hal yang besar terjadi, dan aku benci itu. Oleh karena itu, bermain aman sangat diperlukan. Namun hal tersebut tidak perlu kukhawatirkan terjadi jika bermain bersama Andi.


“akhirnya sampai dizona aman.” membuka peta untuk melihat zona aman yang tersisa. “hmm…Sepertinya wilayah Lake akan terjadi pertempuran.”


Senjata yang kugunakan saat ini ialah T20 bertipe SMG dan Highbull bertipe Pistol. Alasan aku menggunakan kedua senjata ini ialah T20 merupakan SMG dengan tembakan paling cepat namun kerusakan paling rendah, sedangkan Highbull merupakan Pistol dengan kerusakan paling besar namun membutuhkan ketepatan dalam menembak.


Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..


Suara perang sudah mulai terdengar. Dari arah suaranya, ada pertempuran didekat Lake dan Tower. Squad yang tersisa berjumlah 7 termasuk diriku. Jika Lake dan Tower merupakan perang antar 2 squad, maka ada 2 squad lagi yang masih belum diketahui lokasinya.


Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..


Peperangan masih berlanjut. Aku memutuskan menuju Lake, lokasinya yang berada ditengah peta membuat suara tembakan akan mudah terdengar bagi squad yang ingin menjadi party ketiga.


Masuknya diriku kedalam peperangan musuh ternyata bersamaan dengan masuknya Squad lain yang memiliki tujuan sama denganku, yaitu menghabisi yang tersisa.


Ada empat squad dalam situasi ini, masuknya kami membuat perang tadi berhenti. Sepertinya mereka tahu kalau mereka diganggu oleh kami. Sebut saja Squad A dan B merupakan squad awal, sedangkan C adalah squad lain yang masuk denganku.


Dor..dor..dor..dor..Dor..dor..dor..dor..


Squad C mulai menyerang squad A. Peperangan mereka memancing squad B untuk ikut bergabung. Melihat peperangan mereka yang memanas membuatku ingin bergabung. Aku yang sendiri melawan mereka yang setiap squad ada lebih dari 2 orang, salah keputusan maka aku akan kalah.


[Anda telah dipindai]


Selama 4 detik kedepan, seluruh Gerakan dan posisiku akan dapat dilihat oleh tim musuh, sehingga menyerang bukanlah pilihan yang tepat.


Dor..dor..dor..dor..Dor..dor..dor..dor..


Dor..dor..dor..dor..Dor..dor..dor..dor..


Perang dimulai Kembali.


Set!...Swooshh… pindah ke lantai 2.


Kami berperang di Gedung yang memiliki 5 lantai. Sebuah Gedung yang cukup besar dan sangat pas untuk berperang melawan banyak squad.


Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..


Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..Knock


“1 tumbang” kataku dengan waspada.


Dor..dor..dor..dor..Dor..dor..dor..dor..


Dor..dor..dor..dor..Dor..dor..dor..dor..Knock


“2 tumbang” aku tersenyum puas, namun hal tersebut sirna Ketika sebuah peringatan muncul di monitorku.


[Anda telah terpindai]


“eh???”


Arah pemindai bukan dari musuh yang kuhadapi, melainkan dari belakangku. Yang berarti…


“Squad lain mau bergabung kedalam perang!!!”


Set!...Set!...Swooshh…Swooshh…


2 pemain menuju kelantai yang sama denganku.


Dor..dor..dor..dor..Dor..dor..dor..dor..


Dor..dor..dor..dor..Dor..dor..dor..dor..

__ADS_1


Dor..dor..dor..dor..Dor..dor..dor..dor..


2 melawan 1, peperangan yang susah untuk dihindari.


[Anda telah terpindai]


“aaahh…kenapa harus aku yang kalian incar!!!” nadaku tinggi.


Emosiku meningkat karena kesempatan untuk menang menurun. Wajar jika mereka mengincarku, dengan jumlah mereka yang lebih dari 1, tentunya mereka akan mengalahkan musuh yang tersisa sedikit yaitu aku.


“aku ingat… masih ada itu…”


Sebuah perlengkapan yang sudah kusiapkan untuk berjaga-jaga Ketika melawan musuh yang lebih dari 2 pemain. Seketika pikiranku menganalisis keadaan sekitar.


Sebelum aku terpindai pertamakali, dilantai bawah masih ada suara peperangan. Namun Ketika pindai tersebut, mereka pergi meninggalkan aku dan 2 pemain yang berhasil ku tumbangkan.


“baiklah, 1 pemain melawan 1 squad. Akan ku ladenin kalian!!!”


Perlengkapan yang menjadi kunci utamaku untuk menang ialah bomb lengket. Bentuknya seperti kubus namun Ketika dilempar sebuah jarum besar keluar dari setiap sisinya untuk menancap disetiap permukaan yang ia sentuh. Tidak peduli permukaan tersebut adalah pemain ataupun benda lainnya, ia akan menancap dan dalam 3 detik meledak memberikan kerusakan yang cukup untuk menyisakan 20 poin darah jika ia dalam keadaan Shield dan poin darah penuh.


Set!...Swooshh…


aku keluar mencari pemain pengguna Gadget Scout. Membutakan penglihatan musuh, sehingga posisi dan gerakanku tidak bisa diketahui.


Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..


Dor..dor..dor..dor..Dor..dor..dor..dor..Knock


“Scout tumbang!!”


2 musuh yang berada digedung, mulai menembakiku dari Gedung. Dengan bomb asap ku menyembunyikan diriku, tanpa Scout, mereka tidak akan bisa melihatku. 1 orang mendekat, namun tidak kearahku melainkan kearah pemain yang berhasil aku tumbangkan tadi.


Set!...recovering…


Sebuah suara yang menandakan ia memiliki gadget Medic. Gadget yang memiliki kemampuan membangkitkan anggota tim lebih cepat. Aku membatalkan mengisi shieldku dan menembaki pemain tersebut.


Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..


Set!...Set!...Swooshh…Swooshh… 2 pemain digedung, ikut membantu timnya. Seakan mereka mendapatkan perintah untuk melindungi Medic membangkitkan scout.


“akhirnya…!!!”


Berkumpulnya mereka menjadi hal yang kutunggu. Melempar bomb lengket kearah Medic.


Booombb….


Scout telah berubah menjadi peti, medic tumbang karena tembakan ku diawal cukup banyak mengurangi shieldnya, sedangkan 2 pemain masih tersisa. Salah satu dari pemain yang masih tersisa berhadapan denganku, satu lainnya membelakanginya.


Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..


Dor..dor..dor..dor..Dor..dor..dor..dor..Knock


“1 tumbang lagi, tinggal 1…”


Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..


Set!...Swooshh… berpindah posisi sedikit menjauh untuk mengisi shield dengan little ball agar meningkatkan ketahanan walau tidak sempurna.


Dor..dor..dor..dor..Dor..dor..dor..dor..


Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..Knock


“done kelar…Rata!!!!”


Poin darahku tersisa 10.


Dia mengejar dengan harapan bisa mengalahkanku yang memiliki poin darah sedikit, namun gagal karena aku berhasil menggunakan little ball, sehingga shieldku sedikit terisi dan perang tadi berhasil kumenangkan.


Baanggg….


“eehhh….???!!”


[Kamu kalah]


[Squad urutan ke 3]


Sebuah tembakan dari sniper terkuat yaitu Lock-on. 1 tembakannya jika mengenai kepala pasti menumbangkan musuh tersebut tidak peduli sepenuh apapun shield yang ia gunakan. Dan 1 tembakan tadi mengenaiku yang hanya memiliki poin darah 10. Tentunya kalah!!!


“aaahhh…!!!!!!”” ku teriak kesal.


Beruntungnya dirumah ini hanya ada diriku seorang. Sehingga tidak ada orang yang terganggu dengan teriakan kekalahanku.


(Bersambung…)

__ADS_1


````


__ADS_2