Keputusanku Di Sekolah Game

Keputusanku Di Sekolah Game
Chapter 4 - Hari Pertama


__ADS_3

Malam harinya, kami makan bersama.


Setelah itu giliranku untuk cuci piring.


Beberapa menit selesai cuci piring, Handphone ku berbunyi. Nada dering yang terputar bukan memberitahukan sebuah pesan, melainkan sebuah panggilan.


Dari layar tertera sebuah nama yang sangat dekat denganku, nama yang dari kecil membesarkan diriku dan tentunya nama yang memberikan fasilitas rumah ini. Ya panggilan tersebut berasal dari Ibu


“ Assalammualaikum anak bunda…”.


“ ya waalaikum salam,”


“ gimana persiapan sekolahnya?”.


“ ya udah aja kok, tinggal ke sekolah aja lagi”.


“ syukurlah… kamu ni, kenapa milih kelas D?”


Mendengar pertanyaan tersebut, sedikit membuatku terdiam. Diam karena bingung bagaimana cara menjelaskan alasan kenapa aku memilih kelas D.


Ketika ingin menjelaskan, Ayahku menjawab pertanyaan Ibu.


“ yaa gak apa sayang… mungkin Andi ingin mencoba mencari sesuatu. Bisa jadi itu tujuannya atau keputusannya atau dia ingin merasakan hal yang berbeda”.


“ yaa seperti itu lah bun…,” sambungku bersyukur Ayah membantu menjelaskan.


“ ok lah, ya udah kalau gitu. Semangat untuk besok yaa. Assalammu alaikum,” pamit menyudahi telpon.


“ ya waalaikum salam”.

__ADS_1


keputusan.


Kata itu muncul dikepalaku, saat ini alasanku memilih kelas D hanya ingin mencoba rasanya berada di kelas D. mungkin itu pengalihan dari alasan lain yang saat ini tidak ingin ku ingat lagi.


“Ah… males rasanya mengingat masa lalu” gumamku.


Dari pada memikirkan hal tersebut, lebih baik ku bermain game. Menyalakan komputer yang sudah tiga tahun menemaniku. Spek pc termasuk kategori High.


Kategori terbagi tiga, High, Medium, dan Low. Tiap-tiap hardware (perangkat keras) yang dimiliki juga mewakili ketiga kategori. Jika mayoritas hardware berada di kategori medium, maka bisa dibilang komputer yang dimiliki kategori medium.


Hal yang wajar untuk mengetahui hal tersebut, karena itu minatku. Sama dengan orang lain yang berminat dibidang motor atau lainnya. Pasti akan mengetahui informasi untuk mengembangkan minat yang dimiliki.


Spek komputerku saat ini ialah prosesor dari kubu merah berseries sembilan , vga rtx series duapuluhan, ram 32gb dan hardware yang setara. Dengan spek tadi, sudah lebih dari kata cukup untuk memainkan seluruh game yang inginku mainkan.


Dua monitor menyala, monitor kedua yang lebih kecil dari monitor utama akan ku off-kan. Game yang akan kumainkan bernama TEM, memiliki genre FPS (First Person Shooter) atau lebih mudahnya game


tembak-tembak.


***


Senin Pagi.


Hari pertama sekolah dimulai.


Hingga Ikhsan tiba disini, aku berangkat sekolah bersama dengan Mas atau Mbak. Karena mereka juga memiliki jadwal pagi, sehingga bisa barengan.


Sesampainya di sekolah, tepat di dekat gerbang masuk ada sebuah mading, di mading tersebut terdapat


peta sekolah dan lokasi kelas untuk siswa/i baru.

__ADS_1


Tidak butuh waktu lama bagiku untuk mencari kelas yang ku tempati. Melewati bangunan khusus lab dan kelas International serta melewati lapangan Futsal dan Voli, akhirnya sampai di bangunan kelas.


Bangunan tersebut berbentuk persegi dengan memiliki tiga lantai, setiap lantai ada ruangan khusus guru yang mengajar tingkatan kelas. Di lantai satu untuk kelas tiga, lantai dua untuk kelas dua dan lantai teratas atau tiga untuk kelas satu.


Ruangan kelas masih tidak ada penampakan seorangpun, mungkin karena aku yang terlalu cepat pergi atau memang jam segini belum bagi siswa/i untuk sampai disekolah.


Setiap kelas di isi oleh 30 orang siswa/i, dengan posisi tempat duduk enam kursi dalam satu baris kebelakang dan lima kursi ke samping.


Karena tidak ada penentuan tempat duduk dan ku sudah bosan berada di depan, tentunya


posisi tengah hingga belakang menjadi pilihan.


“Hmm…”


Posisi paling belakang biasanya cukup ribut, jadi pilihan selanjutnya di tengah. Posisi tiga dari belakang atau tiga dari depan. kalau ke samping…ah. Memikirkan dengan cepat, akhirnya ku memilih posisi tiga dari belakang baris paling kiri.


Anggap aja Pas.


Baru beberapa detik menikmati kursi meja  yang ku tempati, tiba-tiba ada suara langkah kaki yang mendekati kelas. Dua orang wanita masuk kelas.


Awalnya ku tidak mempedulikan mereka, namun setelah melihat wajah salah satu perempuan tersebut mengingatkanku akan seseorang yang pernah ku temui dalam waktu dekat ini, di Gramedia.


Nabila.


Nama itu kembali muncul di ingatanku, baru saja kemaren kami bertemu dan hari ini berada di kelas yang sama.


Lalu wajah kami bertemu.


***

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2