
POV Nabila
Akhirnya sampai di sekolah. Seorang satpam datang mendekati, memberitahukan untuk melihat mading.
“ makasih pak atas infonya ” (menundukkan kepala)
lalu menuju mading.
Disana, sudah ada beberapa murid yang memperhatikan mading. Segera ku mencari lokasi
kelasku.
“ah ini dia kelasku,” sambil menunjuk peta kelas.
Tidak hanya jariku, namun ada jari seorang siswi. Menandakan bahwa kami akan sekelas.
“eh mbak, sekelas kita ya. Mau barengan?,”.
“ ayo mbak”.
Selama menuju arah kelas, kami berkenalan. Dia bernama Tia Purnama Sari, panggilannya Tia. Berasal dari Solo, namun selama sekolah dia tinggal di Yogya di rumah Pamannya.
Kukira kami yang pertama memasuki kelas, namun ada seorang siswa duduk tenang di dalam kelas. Semakin ku perhatikan siswa tersebut, dia semakin ku kenal. Lalu ia melihat ke arah kami. Ternyata dia adalah Andi, orang yang kutemui kemarin di Gramed.
“ eh Andi kan, yang kemaren di Gramed…?,” sambil menuju ke arahnya.
“ iyaa Nabila, cepat juga ya kita ketemu lagi,”.
Ku segera duduk di kursi sebelahnya agar nyaman berbicara, sedangkan Tia memutuskan duduk didepannya.
“ haha iya, katanya kemaren bukan siswa sini….?” Tanyaku bingung. Karena seingatku dia tidak berkata siswa disekolah ini.
“ gak ada ku bilang, kan ku jawab kalau ada kenalan sekolah disini, dan memang ada,”
setelah ku ingat kembali memang benar apa yang dikatakannya. Mungkin aku saja
yang salah menyimpulkan.
“ hmm serah kamu aja lah, oiya ini tia”.
“ haii…,”.
__ADS_1
“ yaa, dah lama kalian kenal?” tanya Andi ke kami.
“ ooh gak, tadi sama-sama lihat mading, lalu karena berada di kelas yang sama, jadi barengan kesini”.
Semakin lama berbicara dengannya, ku merasakan ada sesuatu hal yang berbeda dari Andi yang mungkin akan ku ketahui jika terus bersamanya.
Tanpa sadar kami sudah berbicara cukup lama hingga isi kelas sudah mulai penuh. Beberapa siswa/i lebih memilih menyendiri, tidak adanya orang yang dikenal atau masih malu dalam berkenalan yang membuat mereka memilih sendiri dulu.
Kring Kring, Bel berbunyi. Menandakan upacara dimulai.
Semua siswa/i menuju lapangan.
“ ayo ke lapangan ” ajak tia.
“ ya”
Kami bertiga bersama pergi ke lapangan.
***
POV Andi
Setiap senin pagi, hampir seluruh sekolah dari jenjang SD hingga SMA di Indonesia melaksanakan upacara bendera. Tujuannya agar menumbuhkan rasa nasionalisme dan tidak melupakan jasa para pahlawan Indonesia dalam memperjuangkan Indonesia untuk merdeka.
Barisan upacara dikelompokkan berdasarkan jenjang kelas. Sehingga seluruh kelas satu berada dalam beberapa barisan yang sama, begitu juga untuk kelas dua dan tiga.
Upacara dimulai.
Posisiku berada ditengah-tengah barisan. Diposisi ini ku mendengar bisik-bisik antar siswa yang sedang kagum dengan petugas pembawa bendera saat ini. Petugas bendera terdiri tiga orang, orang pertama dan orang ketiga menjadi pengerek bendera, sedangkan orang kedua membawa bendera Merah Putih. Saat ini ketiga orang petugas bendera merupakan siswi.
Cantik.
Kata itu lagi yang kini menjadi penyebab para siswa kelas satu memperhatikan dengan seksama petugas upacara. Ada yang terpesona, ada yang terdiam, dan ada juga yang menghayal kalau salah satu petugas bendera merupakan pacarnya.
“ Kepada, Bendera Merah Putih. Hormaat… Gerakk!!!” perintah pemimpin upacara kepada seluruh peserta.
Serentak, seluruh peserta upacara memberikan hormat.
Lagu Indonesia Raya dimulai, bendera mulai dinaikkan.
**
__ADS_1
Selanjutnya arahan dari Pembina upacara disampaikan oleh wakil kepala sekolah saat ini.
“Assalammu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatu.
Yang saya hormati Bapak Kepala Sekolah,
Bapak ibu guru beserta staff yang saya hormati
Serta, siswa/i yang saya cintai.
Pertama marilah kita panjatkan puji syukur kita Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmat-Nya kita dapat berkumpul pada upacara hari ini.
Selamat pagi semuanya, semoga kita dalam keadaan yang sehat sentosa. Pagi ini, kita kedatangan satu angkatan baru yaitu kelas satu yang baru bergabung. Selamat bergabung disekolah SMA ini.
Belajar adalah sebuah proses untuk memahami atau mencari tahu sebuah hal yang belum kita ketahui. Belajar akan lebih menyenangkan jika pembelajar mengetahui apa yang dipelajarinya.
Ketika seseorang tertarik pada suatu hal, misalnya ingin bisa menjadi ahli pemain game. Apa yang akan dia lakukan? Ya, tepat sekali. Dia akan belajar tentang game tersebut. Sebelumnya, mungkin dia akan mempelajari setiap item atau konsep game tersebut, memlihat berbagai tips dan yang paling penting terus berlatih.
Mengapa demikian? Karena ia mempunyai sebuah motivasi dan keinginan yang kuat menjadi ahli pemain game.
Pemisalan tadi berlaku juga ketika kamu sedang belajar di kelas. Pada saat kamu mempunyai ketertarikan suatu pelajaran, maka kamu akan fokus untuk menguasai pelajaran tersebut.
Jadi, sangat jelas. Motivasi itu memiliki peran dan fungsi yang penting dan baik dalam rangka meningkatkan semangat untuk mencapai keberhasilan dalam segala hal, termasuk dalam meraih prestasi, baik di sekolah ataupun di luar lingkungan sekolah.
Saya yakin kalian semua memiliki motivasi yang luar biasa, fokus lah pada hal tersebut untuk meraih berbagai macam prestasi. Jangan ragu dengan apa yang kamu kerjakan selama itu baik dan benar.
Demikian yang bisa saya sampaikan, sekali lagi selamat bergabung siswa/i kelas satu. Semoga makin termotivasi disekolah ini.
Wassalamu ‘Alikum Warohmatullohi Wabarokatuh..”
Berakhirnya amanat tadi menandakan upacara bendera sudah mendekati akhir acara. Sebelum membubarkan
barisan, ada pengumuman tambahan dari osis
“ untuk anak kelas satu, siang ini setelah jam istirahat harap segera ke gedung Aula. sekian terima kasih… silahkan kembali ke kelasnya masing-masing”
Barisan bubar.
Siswa/i kembali ke kelasnya masing-masing, Tia dan Nabila sudah menunggu, bersama kami kembali ke kelas.
***
__ADS_1
\~\~\~\~(bersambung)