Keputusanku Di Sekolah Game

Keputusanku Di Sekolah Game
Chapter 40 - Pemenang Panjat Pinang


__ADS_3

“koe, sini…”


Seorang siswa dengan patuh menuju kearah sumber suara. Sepertinya mereka akan membahas kembali strategi untuk naik keatas puncak pinang. Suasana tegang yang sedang menyerang kelas disebabkan oleh urutan pertama dalam panjat pinang,


Gilang, pemilik suara tadi mengumpulkan lebih dari 5 cowo. Mereka semua adalah perwakilan panjat pinang dikelasku, dan saat ini mereka sedang membahas kembali strategi untuk mencapai puncak.


Setelah memastikan tugasku yang ternyata tidak ada, aku segera menuju lokasi panjat pinang yang berada didekat lapangan futsal dan voli. ada sebidang tanah yang sengaja tetap seperti itu, bahkan rumput tumbuh subur ditanah itu.


Ada 3 pinang yang berdiri, setiap pinang berdasarkan tingkatan kelas, jadi tidak mungkin kami kelas 1 akan bertanding kelas 3. Mengingat senior kelas 3 lebih tinggi dan memiliki tenaga lebih, sedangkan kelas 1 kebanyakan masih tahap pertumbuhan.


Setiap puncak pinang ada mahkota yang merupakan salah satu hadiah yaitu poin akhir. Ada sekitar 17 hadiah dipuncak, lalu setiap kelas yang berhasil naik kepuncak hanya berhak mengambil 2 hadiah yang tersisa. Berdasarkan modul, ada beberapa hadiah yang menurutku sangat menggoda dan merupakan hadiah tertinggi selain mahkota. Seperti kotak misteri, makan gratis dikantin untuk sekelas maksimal 3 kali, dan voucher potongan harga untuk Study tour.


“pengen deh makan gratis, walau yang sekali aja…” Nabila mengejutkanku ketika ikut membaca modul dengan sangat dekat.


“heh..??!!!”


“maaf…" namun wajahnya tidak seperti dengan perkataannya.“kira-kira isi kotak misteri apa yaa?” kini Nabila memperlihatkan wajah bingungnya.


“kalau dari hadiah yang lain, kemungkinan besar hal yang sangat berguna untuk kelasnya nanti”,


“mungkinkah makan gratis selama seminggu? Atau bebas makan sebanyak apapun dalam sehari? Atau-….”


“belum makan tadi?” aku menyelanya,


“udah sih, tapi bosan itu-itu aja. Biar gak bosan nanti malam bisa ikutan kami makan-makan Ndi?”


Sebuah ajakan yang tak disangka,


“kami?”


“aku, Tia, Ikhsan, Icha dan Andi kalau jadi”


“lihat kondisi nanti malam sih, kalau urusanku cepat kelar datang, kalau tidak ya maaf”


“ok, kalau jadi kabarin. Akan ku kasih tau tempatnya”,


Urusanku bisa terbilang sangat penting, karena akan meningkatkan kenyamananku dalam bermain game. Yaitu rakit komputer terbaru.

__ADS_1


“Baiklah, terimakasih telah menunggu. Kita akan memulai lomba terakhir hari ini dan lomba yang sangat ditunggu – tunggu yaitu PANJAT PINANGGGG!!!!” seorang siswa menjadi komentator,


“untuk urutan pertama pada panjat pinang kali ini ialah, dikelas satu kelas Ipa D, dikelas 2 Ipa A, dan terakhir dikelas 3 Ips B. diharapkan perwakilan setiap kelas agar menuju Pinang. Sedikit penjelasan, setiap kelas hanya diberi waktu 7 menit untuk mencoba naik, dan urutan akan terus berputar selagi hadiah masih ada”, partner komentator memberikan arahan,


Ada 17 hadiah, berarti dibutuhkan sekitar 9 kali naik kepuncak untuk menghabisi seluruh hadiah. Bagus jika seluruh kelas dapat mengambil hadiah, namun berdasarkan arahan partner komentator ada kemungkinan terjadi satu kelas bisa mengambil lebih dari sekali hadiah.


“untung aku tepat waktu…” Tia akhirnya bergabung,


“yaaa benar, baru akan dimulai…”


Tepat setelah perkataan Nabila, perlombaan Panjat Pinang dimulai.


Setiap perwakilan kelas berisikan 10 orang, lalu mereka akan berusaha memanjat pinang dengan tinggi berdasarkan tingkatan kelas. Kelas 1 dengan tinggi terendah 12 meter, kelas 2 dengan tinggi 14 meter, kelas 3 dengan tinggi 16 meter.


Hilmi dan Teguh sudah siap menjadi pondasi paling bawah, diatasnya satu orang naik yaitu Ahmad. Lalu hal yang selanjutnya ia lakukan menghilangkan pelican sebanyak yang ia bisa. Kalau aku lihat, pelicin yang digunakan pada batang pinang merupakan sabun colek yang banyak. Mengurangi pelicin akan memudahkan


orang diatasnya untuk bertahan memegang pinang. Orang ketika Fadli naik ke atas Teguh sehingga dia sama tinggia dengan Ahmad. Kini 2 pasang orang telah bertahan dan mungkin akan menjadi pondasi utama.


“di Semua sisi kelas, mereka menggunakan sebuah cara yang bagus, membuat 2 pondasi diawal, dan membersihkan pelicin yang mengganggu!!!” komentator mulai melakukan tugasnya,“sepertinya itu sudah menjadi pemikiran setiap peserta yaaa”


Hilmi dan Ahmad.


“Ayoo kalian bisaaa!!!” Tia menyemangati mereka,


Tersisa 4 orang yang belum naik, selama Budi berusaha naik keatas Bayu, Gilang sudah bersedia dengan menunggu diatas Wahyu lagi.


“Bisakah mereka sampai ke atas Ndi?”


“Bisa, selagi yang menjadi pondasi bisa menahan Bil. Setidaknya itu menurutku”


Aku memang belum pernah ikut panjat pinang, namun selama aku menjadi penonton, kegagalan sering terjadi dipondasi yang tidak kuat. Memang benar pondasi menjadi hal utama dan membutuhkan ketahanan yang luar biasa, mengingat ia menahan berat badan lebih dari 5 orang. Melihat taktik mereka dengan 2 pondasi, sepertinya akan meringankan beban Hilmi dan Teguh. Sehingga mereka bisa berbagi beban yang


sama.


Setelah Budi membersihkan pelicin paling atas, Gilang berusaha menaiki dan melewati


Bayu.

__ADS_1


“Ayooo Bisaaa!!!!”


“Sedikitt lagiii!!!!!”


Sorakan semangat penonton semakin kuat disaat Gilang mencoba menaiki Budi. Jika berhasil, hanya butuh 1 orang terakhir yang menjadi tumpuan Andrian untuk memanjat kepuncak. Namun hal tersebut pupus, pondasi pertama tidak kuat menahan.


“HUAAAAAAAA!!!!!” Teriakan Hilmi dan Teguh membuat sorakan penonton mengecil hingga menghilang,


“Sepertinya yang paling bawah sudah tidak kuat!!!” sebuah kalimat komentator yang menjadi kenyataan.


Beberapa saat kemudian pondasi pertama lepas. Satu persatu orang yang diatasnya perlahan jatuh.


Dibalik kejatuhan mereka, ada kebahagian bagi tim kelas lain. Mengingat tadi sedikit lagi mereka mencapai puncak, membuat mereka khawatir.


“Waktu tersisa 3 menit lagi!!!”


Masih ada harapan. Setelah mendengarkan pemberitahuan komentator, Hilmi dan Teguh segera kembali keposisinya. Tidak seperti sebelumnya, setiap satu orang yang berhasil naik keatas tidak perlu melakukan mempersihan. Sehingga Hilmi dan Teguh tidak perlu menahan mereka terlalu lama. Bayu mulai naik, dengan cara yang sama seperti sebelumnya.


“orang terakhir sebelum jatuh tadi mulai memanjat, perlahan namun pasti ia melewati tingkatan kedua dan ketiga. Terlihat kehati-hatiannya dalam memilih pijakan, karena salah pijak akan membuat temannya kesakitan, dan jika itu terjadi mau tidak mau mereka harus menahannya. Jika tidak kuat, mereka harus tumbang dan jat-…berhasil!!! Tingkatan kelima berhasil dinaiki dan bertahan, sepertinya hanya butuh satu orang lagi yang saat ini sedang memanjat…”


Penjelasan komentator membuat peserta kelas lain tidak senang, hanya butuh  1 orang lagi yang naik keatas sehingga Adrian bisa dengan lancar mencapai puncak. 1 orang yang saat ini sedang berjuang naik tersebut ialah Bimo. Setiap tingkat yang berhasil ia lewati  meningkatkan suara penonton. Namun 2 pondasi berkata lain.


“CEPAATT!!!!!”


1 kata yang singkat dan jelas, mereka sudah tidak tahan. Mendengar itu, Wahyu berinisiatif menahan mereka agar tidak menjauh dari pinang seperti sebelumnya.


Bimo berhasil mencapat tingkat ke 6, saatnya Adrian mengakhiri ini dengan memanjat kepuncak.


“orang terakhir berusaha naik satu persatu melewati teman-temannya. Orang terakhir ini seperti tidak peduli dengan pijakannya, ia lebih peduli harus cepat sampai kepuncak. Terlihat dengan lihai dia melewati teman-temannya.” Volume komentator semakin naik “orang terakhir sedikit lagi mencapai puncak, tidak ada halangan yang mengganggu, pondasi juga masih kuat dan ia melewati itu semua dengan sangat baik!!! Dan dia menjadi kelas pertama yang mencapai Puncak!!!”


“ehhh??” Nabila dan Tia bingung,


Mereka seolah sedang menonton sebuah film yang rusak, Audio lebih cepat dari pada Video.


“selamat kepada kelas 2 Ipa A telah berhasil mencapai Puncak!!!!”


(bersambung…)

__ADS_1


__ADS_2