
POV Acha
“Assalammualaikum Ayah, dimana sekarang?”
“di Toko Kak, kakak aman aja kan?”
“aman Yah, mau ngabarin si Andi. Katanya mau Toko untuk rakit komputer”
“hoo gitu, kalau gitu Ayah tunggu.”
Aku pulang mendapati rumah tidak ada penghuninya. Sepertinya Adik cowo ku sudah pulang namun segera pergi, sedangkan Ibuku baru memberiku sebuah pesan dan mengabari bahwa ia akan pulang malam.
Setelah mandi aku teringat bahwa tidak ada orang yang menyiapkan makan malam.
“hmm…malam lebih enak yang ada kuahnya...”
Melihat semua kebutuhan masak yang tersedia, sup ayam menjadi pilihan paling sesuai untuk kondisi saat ini, masaknya tidak terlalu susah dan cepat. Ketika selesai masak, Aku teringat tentang kejadian ketika lomba memasak. Ada teman cewe Andi yang ingin ia merasakan masakannya secara langsung, ya jelas dong Aku
cemburu. Lalu sebuah ide terpikir olehku.
Aku meraih ponsel dan mengirim pesan ke Ayah.
“kalau Kakak bawa bekal dan makan disana gimana?”
“boleh kak, hati-hati yaaa”
Izin telah didapatkan, saatnya menyiapkan bekal untuk 3 orang. Lagi pula aku juga yakin dia belum makan apa-apa dan tidak akan menolak ketika makanan sudah dihidangkan. Semua telah disiapkan, saatnya pergi.
Ketika hampir sampai, ponselku bergetar tanda ada seseorang yang menelpon. Tentu aku mengabaikan panggilan tersebut, karena masih berkendara. Setibanya di depan toko, salah satu pegawai Staff menyambutku.
“ada Mbak, cari Ayah yaa?”,
“iyaa mas, ayah ada kan?”,
“iyaa ada, masuk aja. Sekalian sama mas yang tadi, dia juga cari Ayah Mbak”,
“begitu yaa, makasih infonya mas”
“siap”
Aku masuk lalu mendapati Andi sedang di tanyai oleh pegawai yang lain.
“ee…Mbak, dia samaku mau ketemu Ayah”
“hoo begitu ya mbak, baiklah. Pak Rizky ada diatas, silahkan naik keatas”.
“makasih mas”
Pegawainya segera kembali kedalam untuk istirahat.
“boxnya bawa aja Ndi, pasang-pasang komputer biasanya diatas kok”
“ok, makasih”
Sebagai orang yang lebih tahu tentang denah lokasi toko ini, aku berada didepan memimpin dan Andi mengikuti.
Tok tok “Ayah??”
“yaa, masuk-masuk”
Aku membuka pintu dan melihat Ayah yang sibuk membaca beberapa dokumen tentang pekerjaannya. Dia sedikit terkejut melihat orang yang mengikutiku.
“oh… sama Andi ya, kalian Pacaran?”
Sebuah pertanyaan dari Ayah namun membuat wajahku memerah dan pikiranku panik. Aku segera duduk membelakangi Andi berharap ia tidak melihat wajahku.
(tenang…tenang…tenang wahai diriku…)
__ADS_1
“kalau iya, baguslah. senang Ayah ada yang jaga Acha ketika Ayah kerja”
(Diam Ayah!!! Tidak perlu berkata lagi!!!)
“kalau begitu maaf yah membuat kecewa, kami tidak pacaran. Lagi pula tidak perlu pacaran untuk jaga Acha”
Balasan Andi membuatku sedih, tapi juga senang.
“hahaha…makasih, jadi mau rakit pc seperti apa?”
“prosesor kubu biru series 9 generasi terbaru, Vga series terbaru. 2 itu yang paling penting, sisanya menyesuaikan. Oiya sebisa mungkin tanpa RGB Yah”
“hoo ok sip, Casingnya pake yang Andi bawa sekarang?”
“iyaa” membuka dan memperlihatkan case computer yang ia bawa.
“eh?? Ini kan Retro Case Limited Edition!!!”
“iya Yah, bisa dibilang beruntunglah aku dapat 1 unit dari 3 ribu unit untuk seluruh dunia”
Aku tidak terlalu paham apa yang mereka bahas, namun penjelasan kotak Andi sedikit ku mengerti kalau kotak yang ia bawa merupakan barang langka.
“Ayah dapat info orang Indonesia yang dapat cuman 5 orang dan Andi salah satunya”
“bisa dibilang begitu Yah”
Pembahasan mereka selanjutnya semakin tidak ku mengerti, mereka membahas pendingin, mobo, memory, kipas, dan kebutuhan lainnya untuk sebuah komputer.
Pembicaraan mereka berhenti ketika Azan maghrib berkumandang. Kami bersiap shalat maghrib berjamaah. Setelah itu, aku bergerak cepat memanaskan sup ayam. Di toko terdapat dapur untuk para pegawai memasak agar tidak perlu makan diluar, itu semua keinginan Ayahku agar memudahkan para pegawainya.
“waahh…bekal untuk Ayahnya ya Mbak?” salah satu pegawai berada didapur,
“iyaa Mbak”
“kalau boleh tahu, cowo yang sama Mbak itu siapa?”
“hoo teman masa kecil, gak pernah saya lihat dia sebelumnya”
“iyaa, dia baru kembali dari Sumatera”
Aku cukup sering ke toko untuk mengantarkan bekal, bisa dibilang seminggu minimal dua kali berkunjung. Jadi seluruh pegawai sudah mengenal diriku. Hanya diriku saja yang masih belum hafal nama-namanya karena mereka memiliki bergantian jam kerja yang telah diatur Ayahku.
Aku kembali ke kantor Ayah untuk menyiapkan makan malam. Kehadiran Andi sedikit membuatku terkejut, seakan dia menunggu diriku. Tanpa berkata, ia segera membantu menyiapkan meja, minum dan berbagai kebutuhan yang lainnya.
“waahh dah siap, saatnya kita bertiga makan lagi”
Ajakan Ayah akhirnya menjadi tanda bagi kami untuk makan bersama. Tidak ada pembicaraan selama makan, karena itu salah satu peraturan yang Ayah buat. Jadi dalam keheningan kami menikmati sup Ayam.
Setelah makan, Andi mengikutiku.
“sini ku bantu nyuci”
Ya benar, itu alasan dia mengikuti. Yaitu ikut membantu sebagai tanda terimakasihnya terhadap masakan yang kubuat.
“gimana sup ayamnya?”
“gak enak-”
“hmmm” nyuci piring terhenti sejenak, wajah cemberut kesal aku lihatkan kepadanya,
“maksudnya gak enak karena gak bisa nambah”
“aah kesall” Nadaku berubah ke mode ngambek,
“ya udah, sebagai permintaan maaf nanti mau ikut gak?”
“kemana?”
__ADS_1
“Cafrek, tahu?”
“iya tahu, ok Acha ikut. Kalau Ayah izinkan”
Bisa dibilang selama sekolah aku sangat jarang untuk keluar malam. Mayoritas teman cowo yang mengajakku keluar selalu terhenti ketika kubilang harus meminta izin sama Ayah. Tapi melihat Andi sudah pernah mendapatkan izin untuk pulang bersama, besar kemungkinan Ayah akan mengizinkan.
Semua bekal sudah dicuci dan siap dibawa pulang. Kami kembali ke kantor untuk meminta Izin.
“Ayaah, boleh aku ajak Acha ikut minum di Cafrek?”
“hoo gitu, boleh-boleh. Tapi maksimal jam 10 malam yaa…”
“ok makasih”
Izin sudah didapatkan, Andi pamit kepada Ayahku dan keluar duluan. Setelah memastikan hanya kami berdua didalam ruangan, Ayahku mulai berkata.
“selamat bersenang-senang Kakak”
“Ah…Ayah ni… Pasti sengaja dari tadikan…”
“haha iya maaf, nanti biar Ayah yang bawa pulang kotak bekalnya”
“okk Ayah, jangan terlalu lama kerjaa. Acha pergi duluuu…Assalammu alaikum”
“ya waalaikum salam”
Diluar, Andi menunggu berdiri didekat motorku. Kunci motor kuserahkan kepadanya, lalu dia bersiap. Setelah semua aman, kami mulai berkendara.
Cafrek merupakan singkatan Café Bandrek, satu-satunya café yang tidak hanya menjual kopi atau minuman sejenisnya, namun juga menjual minuman khas Sunda yang terkenal akan kehangatan dan kenikmatannya.
Kami sampai di Cafrek, tempatnya cukup luas dan ramai. Konsep sederhana menjadi salah satu penyebab tempat ini menjadi popular untuk nongkrong bagi tiap kalangan pelajar.
“minum mau apa Cha?”
“milkshake Coklat aja”
“ok…oiya Andi belum bilang ya kalau disini ngumpul bareng teman-teman Andi?”
“yaa kenapa tidak bilang Andii!!! Mana aku pake baju gini lagi…”
“ya gini kan udah manis dan cantik”
“…” Aku tidak tahu harus membalas seperti apa, yang pasti wajahku sudah memerah.
Andi menuntuku kea rah perkumpulan temannya. Terdapat 2 cewe dan 1 cowo yang menunggunya. Ketiga temannya sudah pernah kulihat dari kejauhan dan memang mereka bertiga sering bersama Andi.
Sepertinya kedatanganku tidak diberitahukan oleh Andi, terlihat beberapa temannya terkejut melihatku.
“Mbaak Lulu ya??!!
Andi yang melihat mereka seperti tidak sabaran akhirnya mengenalkanku.
“perkenalkan teman masa kecilku, Lulu Farasya biasanya ku panggil Acha, namun sepertinya kalian tidak boleh manggil Acha” mendengar penjelasannya membuatku sedikit marah dan menginjak kakinya. “hehe…Lalu Lulu cowo yang ini namanya Ikhsan, cewe yang pake jilbab namanya Tia sedangkan sebelahnya Nabila”
“salam kenal” kami saling membalas kenal,
“kalian mau nambah minum lagi?” tanya Andi ingi kembali memesan minuman,
“boleh Ndi, Vanila latte, red velvet, dan espresso”
“ok, makasih san.”
Tidak adanya Andi membuat suasana sedikit canggung. Ini kondisi yang wajar karena Andi merupakan penghubung kami semua. Temannya yang cowo, Ikhsan sebisa mungkun ia mencairkan suasana.
“eh, Lulu kok disini?”
Seseorang menyapaku, pemiliki suara itu merupakan salah satu siswi yang tidak ingin kutemui saat ini. Dia adalah…
__ADS_1
(Bersambung…)