
POV Andi
Hari terakhir lomba kemerdekaan telah dimulai. Perlombaan hari ini cukup padat. Dari jam 7 hingga jam 9 ada lomba final Cerdas cermat, Ranking 1, dan Video. Ketiga lomba itu dilaksanakan bersamaan. Lalu dilanjutkan dengan final tarek tambang hingga zuhur. Terakhir sebuah lomba yang persiapannya sudah dilakukan dari hari pertama. 3 buah pinang sudah berdiri gagah siap untuk dipanjat.
Dari 3 lomba yang diadakan secara bersamaan, Ranking 1 menjadi pilihanku. Salah satu alasannya karena cerdas cermat kelasku sudah kalah, sedangkan untuk lomba Video aku sudah meminta tolong bantuan seseorang.
Menurut modul, lomba video merupakan video yang berisi 2 hari perlombaan disekolah, setiap kelas diberbolehkan untuk mengedit dengan gaya apapun dengan durasi maksimal 5 menit. Selama 2 hari berlalu, aku sering melihat siswa/i yang membawa kamera atau alat rekam lainnnya, termasuk kelasku. 4 orang diantara Fauzan, Fifi, Gita dan Ayu menjadi tim perwakilan kelasku yang membuat video. Semoga mereka membuat sebuah karya yang bagus.
Alasan lain aku memilih melihat Ranking 1 ialah Tia menjadi salah satu perwakilan kelasku. Mengingat dia merupakan orang terpintar dikelas, Aku Ingin mengetahui seluas apa wawasan yang dimilikinya.
“siap Tia?”
“kamu bisa kok Tiaa”
“iyaa, makasih Andi dan Nabila. Sisanya Bismillah lagi…”
Setiap kelas diharuskan mengirimkan 3 perwakilan kelas. Tia, Farah, dan Anita menjadi perwakilan kelasku. Bisa dibilang mereka bertiga merupakan siswi yang selalu mendapatkan nilai tinggi.
Perlombaan ini memiliki peraturan yang mudah, panitia akan membacakan soal lalu peserta menjawab. Jika benar peserta akan lanjut ke pertanyaan selanjutnya, sedangkan jika salah peserta dinyatakan gugur. Berdasarkan modul, pertanyaannya mencakup wawasan dan pengetahuan umum yang masih mencakup didalam Indonesia. Mengingat kedua jurusan dipertandingkan sehingga tidak adil jika pertanyaan membahas salah satu dari jurusan tersebut.
Ada 72 siswa/i yang mengikuti Ranking 1, namun hanya ada 3 pemenang untuk tiap kelas. Sehingga jika ada 3 peserta dikelas yang sama bertahan hingga akhir, mereka bertiga akan dihitung satu.
“Halooo semuaanyaaa…!!!”
“halloo!!!”
“kali ini kita akan memulai lomba yang menantang wawasan dan pengetahuan yang kita miliki!!! Apalagi kalau bukan Ranking 1!!!”
Semangat pembawa acara membuat para penonton ikut bersemangat. Jumlah penonton yang semakin bertambah juga menambahkan kemeriahan Ranking satu. Penyebabnya sama dengan penyebab lomba menggambar kemarin yaitu Acha.
Teman masa kecilku dan menurut yang kudengar dia juga salah satu kembang bunga disekolah ini, mengikuti Ranking 1. Dalam lomba ini, menurutku Acha merupakan pesaing terberat.
“baiklah. Karena seluruh peserta sudah ditempatnya, kita akan mulai dengan pertanyaan pertama”
Seketika semangat penonton tadi tertahan. Semuanya diam siap mendengarkan pertanyaan pertama.
“siapakah nama presiden pertama di Indonesia?”
Semangat penonton yang telah tertahan kini pecah ketika mendengar pertanyaan pertama. Sebuah pertanyaan yang sangat mudah dan diketahui oleh seluruh siswa/i.
“silahkan ditulis jawabannya dalam 1 menit”
Setiap peserta dipinjamkan sebuah papan tulis kecil, lalu mereka cukup membawa alat tulis berupa spidol untuk menuliskan setiap jawaban dari pertanyaan yang diberikan.
“baik waktu sudah habis, semuanya tolong diangkat jawabannya”
Semua peserta menulis jawaban yang sama karena memang itu jawban yang benar.
“dan jawabannya ialah Ir. Soekarno!!! Tidak apa kalau tidak menggunakan gelar Insinyur. Jawaban benar jika menulis Soekarno”
Tidak ada satupun peserta yang salah. Wajar, sekolah ini merupakan salah satu sekolah dengan tingkat kesulitan yang cukup tinggi untuk bisa masuk. Lalu para peserta ini merupakan siswa/i perwakilan setiap kelas yang aku yakini merupakan siswa/i dengan pengetahuan dan wawasan yang tinggi.
__ADS_1
Pertanyaan kedua, tiga, bahkan hingga ke delapan. Tidak ada peserta yang keluar, ketujuh pertanyaan berhasil dijawab dengan benar oleh seluruh peserta.
“belum ada yang gugur, berarti soal ke sembilan akan kita tingkatkan lagi kesusahannya”
Memang benar yang dikatakan pembawa acara, setiap 3 pertanyaan yang telah diberikan tingkatannya meningkat.
“pertanyaan ke Sembilan, siapakah nama lengkap pengarang lagu Indonesia Raya?... ingat ya nama lengkap, jika disingkat dianggap salah walau benar.”
Mayoritas orang hanya mengetahui singkatan dari nama pengarang lagu Indonesia Raya yaitu W.R. Soepratman. Dari pertanyaan ini aku yakin akan ada peserta yang gugur. Alasannya sederhana, hampir diseluruh buku-buku pelajaran ataupun buku kumpulan lagu selalu menuliskan singkatan W.R. Soepratman.
“tau Ndi jawabannya?” Nabila bertanya dengan wajah bingungnya.
“lebih tepatnya ragu sih, W.R.-nya bukan nama Indonesia. kalau tidak salah W.R. itu singkatan dari Wage Rudolf…”
“hmm iya sih, gak ada nama Indonesia yang begitu. Mungkin salah satu orang tuanya merupakan orang Hindia Belanda?”
“bisa jadi sih, nantilah ku baca lagi mengenai biografinya”
Aku mengetahuinya dari sebuah artikel mengenai lagu kebangsaan Indonesia Raya. Di artikel itu nama pengarang tidak disingkat, oleh karena itu aku bisa tahu. Saat itu aku juga terkejut mengetahui kalau singkatan W.R. merupakan itu.
“baiklah waktu sudah habis, mohon diangkat jawabannya”
Terlihat ada beberapa jawaban yang berbeda. Sudah pasti akan ada yang gugur di pertanyaan kali ini.
“jawabannya ialah!!!...Wage Rudolf Soepratman!!!”
Satu, dua, tiga, total ada 12 orang yang gugur. Sayangnya salah satu dari 12 orang tersebut terdapat Anita, satu dari tiga perwakilan kelasku. Sayangnya lagi, pesaing terberat yaitu Acha juga masih bertahan.
“mungkin bisa sebelum pertanyaan itu muncul Nabila sudah keluar duluan…”
“kalau begitu kalau Andi yang ikut soal kedua mungkin sudah keluar…”
Kami saling merendahkan.
“benar juga ya Bil, entah kenapa tadi pertanyaan nomor 2 bisa lupaku…”
Sekarang aja aku lupa pertanyaan nomor 2, kalau tidak salah masih seputar presiden zaman dulu.
“seriusan??”
“iya itulah, hadeh…”
“haha…sepertinya efek lapar tuu…”
Tadi pagi aku tidak sempat sarapan karena alasan yang sudah biasa terjadi yaitu telat bangun. Malam tadi kami latihan cukup lama dan membuat jam tidurku tersita.
“sepertinya setelah ini harus makan dahulu”
Ranking 1 terus berlanjut.
Pertanyaan ke 16, Farah dan lebih dari 5 siswa/i gugur. tersisa 38 peserta termasuk Tia dan Acha. Selanjutnya setiap pertanyaan selalu ada 1 sampai 3 peserta yang gugur.
__ADS_1
Diakhir pertanyaan ke 27, peserta yang dapat bertahan berjumlah 14 orang.
“waaah tanpa terasa sudah ada 14 orang yang bertahan, sebelum melanjutkan kami ingin tahu nih dari kelas mana aja yang masih bertahan.”
Walaupun para peserta berjuang sendiri, namun mereka masih mengatasnamakan kelasnya. Sehingga perwakilan terbanyak akan diuntungkan jika bisa bertahan hingga akhir.
“mengejutkan, dari 14 peserta ini ada 8 kelas yang berbeda dan hanya 1 kelas yang masih utuh 3 perwakilan yaitu kelas 2 Ipa A.”
Seluruh penonton terdiam.
Dari yang kudengar, kelas Acha merupakan kelas terkuat dalam setiap perlombaan yang diadakan disekolah. Bahkan ketika mereka kelas satu, mereka bisa mengalahkan kelas 3 tanpa memberikan celah kemenangan pada mereka yang mau lulus.
(sepertinya dimasa yang akan depan aku butuh kerja lebih keras untuk mengalakan kelas Acha…)
Sedikit ambisiku dimasa yang akan datang, ada alasan pribadi kenapa aku tidak mengikuti berbagai lomba saat ini. Ya benar karena menjaga identitasku. Namun aku sadar, tidak selamanya aku bisa menutupi siapa diriku, menurut perkiraan maksimal sampai kelas 3 nanti aku bisa melakukannya. Alasannya belum pasti, namun 2 tahun sangatlah cukup untuk membiarkan orang disekitarku mengenalku dan saat itu sepertinya aku tidak perlu cemas. Aku berharap mereka yang nanti ada disekitarku bukan karena ada apanya, melainkan apa adanya.
“pertanyaan ke 28, sebutkan satu penemuan presiden ke 3 yang diakui didunia Internasional?”
Seingatku ada 3 penemuan B.J. Habibie yang diakui dunia Internasional, masalahnya aku lupa sebutannya. Namun masih ingat apa saja penemuannya, yaitu menjelaskan titik awal retakan bagian sayap dan badan pesawat, pembuatan pesawat agar sesuai disegala kondisi dan cuaca, dan terakhir cara menghemat perawatan pesawat. Setidaknya itu yang kuingat.
“kamu tahu Ndi?”
“lupa Bil, lebih baik kita dengarkan jawabannya”
14 peserta mengangkat jawabannya.
“ada 3 penemuan, namun hanya diminta satu, dan tidak dijelaskan juga tidak apa…jawabannya ialah pertama Habibie Factor yang membahas retakan sayap pesawat, kedua Habibie Theorem yang membahas tentang material apa saja untuk membuat pesawat agar tahan disegala kondisi dan cuaca, dan ketiga Habibie Method yang membahas cara menghemat perawatan pesawat” Pembawa acara menjelaskan jawabannya dengan sangat jelas. “bagi yang salah, mohon segera meninggalkan tempatnya”
6 peserta tersisa, sayangnya Tia tidak salah satu dari 6 peserta itu.
“maaf ya, Tia gak tahu jawaban tadi”
“gak apa Tia, santai aja. Bisa bertahan sampai kayak tadi sudah hebat kok”
“iya benar tu kata Andi, kalau aku mungkin tidak sampai segitu.” Nabila juga berusaha menenangkan Tia.
“terimakasih Nabila, Andi…”
Perjuagan Tia sudah hebat, terbukti ada 16 kelas yang tidak berhasil mencapai pertanyaan ke 27.
“tersisa 6 peserta dari 5 kelas yang berbeda…ada kelas 2 Ipa A dengan 2 peserta, kelas 3 Ipa A dengan 1 peserta, kelas 3 Ips A dengan 1 peserta, kelas 1 Ips A dengan 1 peserta dan kelas 1 Ipa A dengan 1 peserta... sangat sengit sekali, oleh karena itu para penonton kita beri semangat ke 6 peserta yang masih bertahan!!!”
Sorakan penonton muncul sesuai permintaan pembawa acara.
“pertanyaan ke 29, siapakah nama panjang wartawan yang berjuang menyebarkan kemerdekaan ke seluruh pelosok Indonesia?”
Kesunyian penonton meningkat ketika pertanyaan tadi dibacakan. Bahkan para beberapa peserta juga ikut terdiam memikirkan jawabannya.
(kalau tidak salah jawbannya…)
(Bersambung…)
__ADS_1