Keputusanku Di Sekolah Game

Keputusanku Di Sekolah Game
Chapter 35 - Menggambar itu Susah


__ADS_3

POV Nabila


Tanpa terasa aku sudah bersekolah selama 1 bulan. Bisa dibilang ini sekolah yang sangat bagus, ya setidaknya itu penilaian pribadiku yang membandingkan dengan sekolah lamaku yaitu ketika masih SMP.


Hubunganku dengan Andi juga makin dekat, aku senang akhirnya bertemu dengan cowo yang memiliki prinsip sehingga aku dan dia tidak akan baperan dalam berhubungan. Hubungan kami murni sebatas teman atau mungkin kami bisa menjadi lebih dekat? Setidaknya itu masih membutuhkan waktu yang lama.


“itu diakan mbaknyaa…!!!”


“cantik sekali diaa!!!”


“seandainya tadi dia masak untukku!!!”


“aah jangan mimpi luu…!!!”


Semua keributan penonton ini disebutkan oleh orang yang menjadi topik pembahasanku dengan Mbak Dinda dan sekaligus teman masa kecilku Acha.


Dari luar aku bisa melihatnya menjadi panitia dalam lomba menggambar.


Berdasarkan modul, lomba ini mengharuskan peserta menggambar dengan tema kemerdekaan, format ukuran 1280x720 pixel, dan diberikan waktu selama 2 jam. Menurutku itu cukup berat untuk dilakukan. Bagi orang yang belum pernah merasakan menggambar, 2 jam itu waktu yang sangat kurang.


Sederhananya seperti ini, seseorang yang ahli dibidangnya pasti akan tahu bagian mana saja yang harus diperhatikan. Jika ada kesalahan maka bagian itu harus diperbaiki dan diperindah. Satu bagian yang diubah, maka harus melihat bagian lain apakah serasi atau tidak? Jika iya biarkan, namun jika tidak bagian itu harus diubah. Masalahnya bagian-bagian itu cukup banyak muncul, sehingga memakan waktu yang cukup lama.


“ada lagi yang ingin meminjam Pen Tablet?” salah satu panitia bertanya ke kami para


peserta.


“…”


“ok kalau tidak ada, Lulu tolong dimulai”


“baiklah, seperti yang sudah diberitahukan melalui Modul. Tema menggambar kali ini ialah kemerdekaan. Para peserta diberi waktu selama 2 jam untuk menggambar. Ukurannya 1280x720 pixel dan diakhir gambarnya format .jpg, untuk saat ini ada pertanyaan?”


“untuk aplikasinya bebas mbak?” salah seorang siswi bertanya.


“yaa bebas, pakelah aplikasi yang sudah biasa kalian gunakan. yang penting hasilnya format .jpg…ada lagi?”


“…”


“baiklah, karena tidak ada lagi yang bertanya. Kita mulai sekarang!!!”


Seluruh peserta mulai menggambar.


Desain gambar yang sudah kupikirkan cukup sederhana jika dijelaskan secara kata-kata. Yaitu seorang pejuang yang berusaha menaikkan bendera merah putih ke puncak tiang bendera dengan keadaan dia dan sesama pejuang menahan serangan musuh untuk menggagalkan bendera merah putih sampai ke puncak. Masalahnya aku bingung ingin mengambil sudut pandang dari mana? Diawal aku sempat berpikir untuk mengambil dari atas atau biasa disebut Bird Eye Angel, semua keadaan genting dan perjuangan akan terlihat digambar. Namun sudut pandang tersebut membuat ekspresi  para pejuangnya tidak terlihat. Kemudian ku putuskan untuk membuat dengan sudut pandang Wide Shot atau biasa disebut Full/Long Shot, sebuah sudut pandang yang menampilkan subjek secara menyeluruh dengan adanya jarak di atas dan di bawah subjek.

__ADS_1


Pertama membuat sketsa atau sebuah gambaran kasar, dimulai dari subjek utama yaitu seorang pejuang yang berusaha menaikkan bendera, kemudian pejuang lain dan para penjajah, lalu diakhiri dengan latarnya.


(sepertinya ini cukup…)


Kedua membuat lineart atau garis luar dari setiap subjek, cukup mengikuti dari sketsa yang telah dibuat. Setelah itu, proses yang cukup simpel namun harus dipilih dengan cermat, yaitu pemilihan warna. Setiap subjek, tempat dan suasana harus diselaraskan sehingga wajar diproses tersebut akan membutuhkan waktu yang banyak. Langkah selanjutnya ialah Shading atau bayangan. Pewarnaan dengan tujuan memberikan pencahayaan pada gambar. Cukup mudah dikatakan, namun jika salah memberikan efek bayangan menghasilkan sebuah karya yang tidak enak dilihat oleh mata. Langkah terakhir ialah finishing, memeriksa semua sudut, detail kecil dan hal lainnya agar tidak ada kesalahan dalam hasil gambar.


5 langkah yang jika dibagi dengan 120 menit dari total waktu,  sama dengan 24 menit untuk setiap langkah. Awalnya itu rencanaku, namun dengan Pen Tablet milik Mbak Hana dan aplikasi menggambar rekomendasinya, membuat prosesku lebih cepat. 30 menit telah berlalu dan aku telah menyelesaikan langkah kedua yaitu Proses lineart.


(kayaknya harus nabung untuk beli Pen Tablet dan Software ini.)


Sebuah aplikasi berbayar memang memberikan fitur yang lebih baik dari pada aplikasi gratisan.


Langkah selanjutnya, memberikan warna. Dengan sisa waktu 90 menit aku berharap bisa menyelesaikan proses ini dengan maksimal 40 menit, lalu 40 menit lagi untuk proses Shading. Sisa 10 menit finishing.


(warna ini kesini… yang ini ke sini… kalau yang ini baiknya disini…)


Kombinasi dan keselarasan antar warna menjadi poin utama, serta memudahkan dalam proses memberikan efek bayangan nanti.


(ok, sepertinya warn aini cukup…)


Aku melanjutkan proses selanjutnya yaitu Shading.


“ini menggunakan aplikasi apa ya?”


“eh…??” aku  terkejut dan terdiam. Mungkin karena tingkat keseriusan yang cukup tinggi, membuatku tidak sadar ada seseorang yang mendekati mejaku. “maaf ada apa ya mbak?”.


“beberapa hari mbak”


“seriusan?”


“iya mbak, soalnya Tablet ini milik mbaknya temanku”


Dimalam setelah pemilihan peserta lomba, Andi mengantarkan Tablet ini kepadaku. Tentu sudah mendapatkan izin dari Mbaknya dan beberapa malam ini Mbaknya mengajarkanku fitur-fitur yang kubutuhkan untuk hari ini.


“begitu yaa…wajar kalau begitu…”


Dari perkataannya, sepertinya ia sudah tahu teman yang kumaksud ialah Andi dan Mbaknya merupakan Mbak Hana. Aku sudah mendengar dari Mbak Hana kalau Mbak Lulu merupakan teman masa kecil Andi, kedekatan mereka saat itu sangat dekat namun terpaksa berpisah karena suatu hal. Andi membenarkan cerita tersebut ketika aku menceritakan hal tersebut, Dia bahkan menambahkan detail kecil seperti cengengnya mbak Lulu kecil.


“silahkan lanjut…”


“iya mbak makasih…”


Setelah melihatnya secara dekat, aku masih tidak percaya bahwa Mbak Lulu yang elegan, cantik dan berwibawa ini dulunya merupakan gadis kecil yang cegeng.

__ADS_1


**


“ok semuanyaa, waktunyaa telah habis. Harap singkirkan Pen kalian dan mulai Upload gambar ke drive yang telah disediakan. Lebih dari 3 menit maka dianggap tidak mengirimkan gambar yaa…”


Gambar ku selesai dengan waktu tersisa 4 menit, lalu dengan waktu yang tersisa aku mengirimkan gambar.


“yang sudah mengumpulkan, dibolehkan meninggalkan ruangan ini. Terimakasih atas partisipasinya.” Mbak Lulu menunduk.


Diluar, jumlah penonton tidak berkurang.


“bagaimana lombanya?” Andi menemuiku setelah aku cukup jauh dari kerumunan penonton.


“yaa begitulah, untuk beberapa malam sudah diajarkan Mbak Hana. Jadinya bisa menyelesaikan dalam 2 jam kurang”,


“aku tidak terlalu paham mengenai ini tapi sepertinya baik-baik saja kan”


“haha…jujur kali, pura-pura tahu juga gak apa”


Kami melanjutkan berbicara sambil menuju ke kelas.


“jadi kenapa gak mau ikut lomba apapun Ndi?”


“ingin fokus melihat kemampuan lain yang dimiliki siswa/i dikelas kita selain belajar”


“emang itu untuk apa?”


“untuk saat ini, pengen tahu aja…”


Sepertinya dia saat ini masih enggan untuk memberitahuku.


“begitu yaa… besok perhatikan baik-baik”


“yaa, karena besok hari terakhir dan lomba yang membutuhkan fisik akan di pertandingkan”.


“jangan lupa untuk menikmati juga…”


“kalau itu, sudah ku nikmati dengan membantu kalian”


“makasih…”


Sore itu mengakhiri lomba dihari kedua. Besok sepertinya aku akan menemani Andi ketika melihat semua pertandingan. Mengingat besok aku tidak memiliki tugas apapun, sehingga menonton bersamanya lebih seru.


Sabtu siang mayoritas cowo dikelasku sudah bersiap untuk mengikuti lomba yang sangat sering dilombakan di seluruh daerah Indonesia. Sebuah lomba yang membutuhkan kerja sama tim untuk mencapai puncak, dan lomba yang cukup simpel untuk ~~~~dimainkan. Nama lombanya ialah…

__ADS_1


 


(Bersambung…)


__ADS_2