Keputusanku Di Sekolah Game

Keputusanku Di Sekolah Game
Chapter 54 - Flaying Shoot!!!


__ADS_3

[Tersisa 7 Squad]


Selesai mengalahkan squad lain, kami segera menuju zona aman berikutnya.


Dengan 7 squad yang tersisa namun zona yang masih besar, hanya satu strategi yang akan digunakan oleh ke 7 squad, yaitu camper atau sembunyi. Pilihan yang sangat aman dan meyakinkan, tidak merugikan tim sendiri dan bisa bertahan tanpa perlu menghabisi tim lain, setidaknya selagi berada di zona aman.


Ping!!!


“kita akan Camp disa-”


Baangg… Ikhsan Knock.


“dari atas” Ikhsan tau arah tembakan yang ia terima dari bantuan sistem.


“gitu ya...gak kuperkirakan akan ada tim lain diatas”


Aku segera merevive setelah Andi melemparkan bom asap untuk membutakan musuh. Selama menunggu Ikhsan mengisi poin darah, Aku fokus melihat kearah atas memastikan tim atas tidak turun kebawah, sedangkan Andi melihat kearah lain memastikan squad lain.


“Ok aman, sebelumnya ku minta maaf, karena penyerangan ini dilakukan untuk mendapatkan sniper Lock-on”


“haha, gak apa. Kalau kau yang megang, kan lebih seru”


“ku manut aja Ndi, toh kita satu tim siap mengikuti arahan Andi”


“nah benar tu kata Mas Pandu”


“baik, jadi ini rencananya…”


Setelah mendengarkan seluruh rencana dan poin darah Ikhsan penuh, rencana dilaksanakan. Pertama Aku dan Andi akan berpencar ke kiri dan ke kanan. Bisa dibilang kami berdua menjadi umpan agar fokus sniper Lock-On tidak ke satu titik. Bom asap terkadang Aku gunakan untuk mengamankan jalur yang tidak tertutupi oleh batu.


Ketika Aku dan Andi sudah dekat, saatnya melanjutkan ke tahap selanjutnya.


Set!...Cling...


[3 musuh terpindai]


Selama 3 detik, 1 tim akan mengetahui pergerakan musuh yang terpindai. Selama itu juga, kami perlahan maju ketika musuh tidak melihat ke arah kami.


Set!...Cling...


[3 musuh terpindai]


Cooldown untuk menggunakan Gadget Scout ialah 16 detik. Namun, Aku dan Andi secara berkala menggunakan Gadget Scout secara gentian dengan jeda waktu 8 detik. Sehingga setiap 8 detik kami bisa mengetahui pergerakan musuh selama 3 detik.


“Ok, saatnya giliranku”


Ikhsan mulai bergerak, yang menandakan tahap ketiga akan dimulai.


Set!...Swooshh...


Dengan cepat, Ikhsan ke atas dengan bantuan Gadget Jumpster.  Alasan dia bersembunyi terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada squad lain yang ingin menembaki Aku atau Andi. Karena salah satu kelemahan strategi ini ialah jika Aku atau Andi tumbang, maka yang lain tidak bisa melindungi dan kemungkinan bertahan juga semakin rendah.


Set!...Cling...


[3 Musuh Terpindai]


Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..


Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..Crack


Peperangan dimulai tepat setelah musuh terpindai dan Ikhsan yang melompat menjadi pemicu terjadinya perang.


Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..Crack


Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..Knock,


“1 Knock, ku isi armor dulu”


Asap telah dilempar, Aku segera mengisi kembali armor yang telah pecah.


(cepaaattttlah penuuuh!!!)


Harapan ingin segera menembak lagi, keinginan untuk membantu harus pupus ketika tersisa 1 detik lagi pengisian selesai Aku ditembaki oleh orang lain.


Knock!!!

__ADS_1


“Eh, aman mass?” Tanya Ikhsan khawatir,


“aman-aman, kayaknya yang nembak squad lain dan pake scope thermal”


Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..Crack


Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..Knock,


“tunggu mas”


Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..Crack


Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..Knock,


Squad diatas rata, posisi ini sekarang menjadi milik kami atau setidaknya dikuasai oleh Ikhsan dan Andi.


“Musuh di arah 248, kau revive San. Biar ku lindungi dari mereka”


“ok”


Bom asap dilemparkan kembali, Ikhsan turun dan melakukan yang diperintahkan Andi.


Baanggg…. “Knock satu”


Aku dan Ikhsan segera naik keatas untuk melindungi Andi yang sedang menembaki squad jauh itu.


Baanggg…. “Knock dua”


Setelah beberapa saat, tidak ada tembakan yang dilakukan Andi. Sepertinya musuh lebih memilih bersembunyi dan tidak melawan dari pada kalah.


Zona 5 telah berakhir, lalu zona 6 muncul dan memberitahukan bahwa titik tengahnya berada dibawah. Kami menjadi squad terjauh dari lingkaran itu, sehingga zona merah akan bergerak lebih cepat.


[4 Squad tersisa]


Kami berada di tempat paling aman untuk bertahan dan menembak, 3 Squad lainnya ada dibawah sedang berjuang bertahan dari berbagai serangan squad lain.


Baanggg…. “Pecah satu”


Baanggg….”Pecah dua”


Baanggg….”Pecah tiga”


[Zona 6 mulai mengecil]


1 squad yang berada paling dekat dengan kami, mulai menembak.


Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..


Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..


Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..


Tembak, sembunyi, tembak lagi menjadi hal yang harus kami lakukan sendiri.


“Tepat setelah musuh knock satu, segera lempar asap kesana. Lalu Aku dan Ikhsan akan melompat kesana, mengalahkan sisanya dengan Scope Thermal” perintah cepat Andi.


Scope Thermal memiliki kemampuan untuk melihat musuh yang berada didalam asap. Scope ini hanya ada untuk 3 tipe senjata, yaitu senjata Shotgun, SMG, dan Sniper. Shotgun dan SMG diharuskan untuk jarak dekat, sehingga ada kemungkinan musuh bisa melawan balik atau bahkan mengalahkan pengguna Scope Thermal. sedangkan untuk Sniper, tidak ada kesusahan selain memperkirakan lintasan peluru dengan jarak musuh yang menjadi target. ~~~~


Baanggg…Knock,


Set!... Set!...Swooshh...Swooshh...


Sepertinya Gadget Andi telah ganti lagi menjadi Gadget Jumpster dari tim yang juga memberikan ia senjata Lock-On.


“Mas simpan dulu Pindainyaa” minta Andi tepat ketika ia sampai di kumpulan asap musuh.


“ok”


Dor..dor..dor..dor..


Dor..dor..dor..dor..Knock


Dor..dor..dor..dor..


Dor..dor..dor..dor..Knock

__ADS_1


[3 Squad tersisa]


Dari tempat kami, berbagai ledakan dan tembakan terdengar jelas dari seberang. Dengan perlahan menuju kesana, kami mengisi kembali armor dan poin darah yang telah berkurang akibat dari peperangan tadi.


Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..


Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..


Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..


Peperangan semakin terdengar jelas,


Kami di kagetkan oleh 2 orang musuh yang tiba-tiba melayang dengan Gadget Jumpster ke arah kami berada.


Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..


Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..Crack


Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..Crack


Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..Knock,


Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..Crack


Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..Knock, Kill.


[2 Squad tersisa]


Ada suara langkah kaki yang mendekat. Mendengar itu, Aku segera mengaktifkan Gadget Scout.


Set!...Cling...


[3 musuh terpindai]


Ketiga dari kami hanya menyisakan poin darah yang tertinggal setengah. Mengetahui ada 3 musuh yang mendekat dengan arah yang berbeda, kami dengan cepat mengganti armor di kotak mati musuh.


Baanggg….


Satu musuh dikanan langsung Knock, satu musuh ditengah ditembaki oleh Ikhsan dan Andi yang segera mengganti senjata ke senjata pertama yaitu Ladak. Senjata bertipe SMG.


Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..Crack


Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..Knock,


Disaat yang sama juga, musuh dikiri muncul. Hanya Aku yang menembakinya.


Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..Crack


Dor..dor..dor..dor.. Dor..dor..dor..dor..Crack,


Tepat setelah Armornya pecah, musuh yang tinggal sendiri itu segera kabur dengan Gadget Jumpster.


Set!...Swooshh...


Andi tak tinggal diam, dengan menarget Gadget Jumspter ke batu tertinggi yang ada disekitar, ia melompat tinggi keudara.


Baanggg….Knock, Kill.


[selamat, kamu adalah pemenangnya!!!]


Pertandingan ke 3 berakhir dengan tembakan udara yang dilakukan oleh Andi.


“yesss!!! Mantap keren Ndii!!!” Ikhsan kagum,


“Hoiya dong haha…” Andi membalas dengan canda dan tawa ringan.


Kesimpulan dari pertandingan ini ialah, Aku terdiam dan kagum. Selama kami latihan, bisa dibilang Aku tidak pernah melihat Andi menggunakan Sniper. Mungkin ia mau menggunakan itu setelah memastikan Aku menjadi pelindung yang baik? Atau mungkin selama latihan ia menyesuaikan kemampuannya dengan kemampuanku?


Entahlah, yang manapun keputusannya. Aku terima.


Pada pertandingan keempat, kami melakukan hal yang sama. Yaitu turun ditempat sepi, mencarikan Sniper dan equipment lainnya untuk Andi, dan tentu bermain aman. Namun kami harus puas mendapatkan peringkat 4 karena serangan mendadak yang dilakukan oleh 3 squad sekaligus. Sepertinya musuh sangat waspada dan tidak membiarkan Andi menembak dengan leluasa.


“Baiklah, ini Last game. Cukup masuk 5 besar, maka tiket ke Jakarta akan aman.”


“ok, Last game!!!”

__ADS_1


Kami kembali fokus untuk menyelesaikan pertandingan terkakhir yaitu pertandingan ke lima.


(Bersambung…)


__ADS_2