
Dengan wajah lelahnya, siswi tersebut masuk.
Mungkin penyebab dia kelelahan ialah lokasi ruangan ini, karena ia harus memaksakan diri naik kelantai 3 dengan sisa-sisa tenaga yang ada.
“aah…maaf, apa aku mengganggu kalian??”
“tidak kok Din, kami sudah selesai”
Namanya Dinda Azzahra, kelas 2 Ips C. salah satu dari 3 siswi yang ada di ekskul game. Ya benar, lebih 90% anggota ekskul adalah siswa.
“ya udah mas, ku pamit dulu”
“woke, makasih”
Aku pergi meninggalkan mereka berdua.
Ini bukan pertamakalinya dia menangkap basah kami berdua(eh), mungkin sudah lebih 5 kali dia selalu seperti ini. Alasan dia keruangan ekskul ialah memanfaatkan ruangan tersebut layaknya kamar dia sendiri, ya benar rebahan. Memang sih kalau dia salah satu anggota inti, tapi bukannya salah kalau dia memanfaatkan kekuasaannya seperti itu??
Tidak perlulah ku pikirkan masalah itu. Selagi Mas Pandu mengizinkan hal tersebut, itu bukan urusanku. Cukup percaya saja.
**
Lapar merupakan hal yang kurasakan saat ini. Satu-satunya cara untuk mengatasinya ialah makan. Namun ramainya siswa/i yang memesan memaksa harus bersabar dan bersahabat dengan rasa lapar. Memang benar sih kalau dengan lapar dapat merangsang otak untuk memicu proses autofagi, yaitu sebuah proses yang akan mendukung terjadinya penghancuran sel-sel tua yang ada pada otak, lalu dirombak dan menghasilkan sel baru yang masih berkualitas untuk menjalankan fungsi otak.
Jadi apakah dengan lapar dapat menambah kualitas otak? Tapikan otak berpikir membutuhkan makanan yang cukup.
“mau mesan apa?”
Pikiranku seketika bubar.
“nasi campur, ikan goreng gak pedas”
“ok”
Kurang lebih 1 menit, pesananku telah siap.
Meja didalam ruangan sudah penuh, dari dalam aku melihat ada 2 meja diluar yang masih kosong. Dengan rasa lapar yang semakin menguat, aku segera kesana.
Seorang siswi mendekati mejaku.
“Andi, boleh aku makan disini?”
“oh icha ya, silahkan duduk dan makan”
Siswi tersebut bernama Salwa Nafisa, namun dia bersikeras untuk dipanggil icha. Aku tidak tahu asal muasal nama tersebut dan sepertinya tidak baik jika bertanya tanpa mengenalnya lebih dekat. Aku ingat pertamakali bertemu dengannya diperpustakaan, saat itu dia membawa buku yang cukup banyak dan ingin meminjam semua buku tersebut. Setelah itu, kami cukup sering bertemu diperpustakaan, saling bertukar saran buku dan terkadang mengulas beberapa misteri dalam novel yang kami baca.
“sudah lama ya kita tidak bertemu”
Kurang lebih seminggu kami tidak bertemu, selama tes ulangan juga aku tidak ada menuju ke perpustakaan.
“yaa benar, terakhir saat sebelum ulangan dimulai”
“iyaa benar, terimakasih yaa atas bantuannya saat itu. Mudah Icha menjawab soal ulangan”
Kurang lebih seminggu sebelum tes ulangan diadakan, aku membantunya belajar. Saat itu aku sedang membaca salah satu novel misteri J.K. Rowling yaitu Cormoran Strikes. Lalu ia datang tidak membawa/memilih novel, melainkan membawa dan mengambil buku pelajaran.
“tumben buku pelajaran”
__ADS_1
“iyaa nih, persiapan ulangan nanti”
“hoo gitu, semangat-semangat”
“siip”
Kami fokus melakukan urusan masing-masing yaitu aku membaca novel sedangkan dia belajar. Sesekali ku melihat kearahnya untuk memastikan apakah dia paham yang dipelajarinya atau tidak.
“aaaahhh!!!!, gak paham aku”
Buku yang ia bawa ialah Matematika dasar, salah satu matkul yang harus dipelajari walau dia jurusan ips. Wajar kalau dia kesulitan karena itu bukan bidang yang dikuasainya.
“materinya tentang apa?”
“ini!!!” ia memperlihatkan materinya.
“hoo ini, sistem persamaan dua linear”
“kamu paham”
“sedikit sih…”
“naaah kalau gitu ajarin aku!!!”
Demi membalas kebaikannya karena telah meminjamkan dan memberitahu beberapa novel yang seru dibaca, aku akan mengajarinya. Hingga sebelum ulangan, aku mengajari pelajaran ipa yang tidak dia kuasai. Minggu ulangan tiba, kami fokus dengan ulangan masing-masing sehingga tidak bisa untuk bertemu.
Kring… Kring… Kring…
Jam istirahat telah selesai.
“aah sudah bell, aku duluan ya Ndi”
Sebentar lagi lomba terakhir pada hari ini akan diadakan, lomba yang memerlukan kerjasama tim dan kekuatan yang besar untuk menarik tim musuh dengan tali tambang. Menurut modul lomba, hari ini merupakan seleksi tarik tambang untuk memperebutkan 8 slot dibabak kedua yang akan dilaksanakan pada hari Sabtu. Pembagian slotnya cukup adil, 3 slot untuk kelas 1 dan 2, lalu 2 slot tersisa untuk kelas 3.
Lokasi lomba cukup ramai, mungkin banyak orang yang ingin melihat pertandingan adu kekuatan. Untuk mempersingkat waktu, ada 3 tempat berdasarkan kelas untuk lomba tarik tambang. Lokasi kelas 1 dan 2 berada dilapangan futsal, sedangkan kelas 3 dilapangan voli. kedua wilayah ini dipilih karena tidak menggunakan
aspal/semen, namun murni beralaskan tanah. Sehingga jika ada siswa yang jatuh tertarik, ia tidak akan terluka parah.
“kepada perwakilan kelas 1 ipa D dan ips D agar bersiap setelah pertandingan ini” kata salah seorang panitia.
Pertandingan yang akan dimulai antara kelas ipa C melawan ips B.
“3…2…1!!!” panitia memulai perlombaan.
Kedua kelas saling tarik menarik.
“ayo semangat!!!”
“tarikkk lebih kuatt!!!”
Sorakan penonton memberikan efek semangat kesalah satu kelas, dengan teriakan bersama kelas ips B mulai meningkatkan kekuatan.
“TIGAA!!!…DUAAA!!!…SATU!!!...”
Hitungan sederhana namun membuat kelas ipa C tertarik kearah ips B.
“TIGAA!!!…DUAAA!!!…SATU!!!...”
__ADS_1
“TIGAA!!!…DUAAA!!!…SATU!!!...”
Teriakan ketiga membuat kelas ipa C harus menerima kekalahannya. 1 poin berhasil didapatkan kelas ips B, 1 poin lagi dibutuhkan untuknya memastikan kemenangan kelas.
Pertandingan kedua dimulai.
Tidak ada perubahanan, pertandingan sama persis dengan sebelumnya. Sehingga kelas ips B berhasil memastikan kemenangannya.
(saatnya giliran kelasku)
Perwakilan kelasku telah siap, namun hal yang tak terduga muncul. Lawan mereka kelas ips D memiliki beberapa siswa yang berbadan besar.
“bersiap!!!”
Masing-masing perwakilan mulai Menyusun formasi.
(hoo tidak digunakan, sepertinya akan susah)
Saran
yang kuberikan ke Fadli tidak digunakan oleh mereka, sepertinya mereka memiliki
rencana. Sedangkan musuh, seakan tahu saranku, mereka melakukannya. Memposisikan
badan besar paling belakang sebagai jangkar.
“3…2…1!!!”
panitia memulai perlombaan.
Cukup
10 detik seluruh penonton sudah menemukan pemenangnya. Kelasku tertarik jatuh,
ada beberapa penonton yang tertawa lepas, ada yang menahan tawanya dan ada juga
yang terdiam.
Pertandingan kedua dimulai, namun dengan hasil yang sama membuat kelas ips D berhasil mendapatkan kemenangan mutlak.
Perwakilan pertandingan selanjutnya mulai menyusun posisi. Pertandingan ini antara kelas Ikhsan melawan ipa B. Tidak seperti pertanding kelasku yang sunyi sorakatan, pertandingan ini kebalikannya. Cewe-cewe memberikan semangatnya ke kelas ips A.
(aaah…disini juga dia ya)
Sepertinya kepopuleran Ikhsan masih sama ketika ia SMP.
“3…2…1!!!” panitia memulai perlombaan.
**
Azan Ashar berkumandang.
3 slot kelas 1 dibabak selanjutnya sudah terisi oleh kelas ips A, ips D, dan terakhir ipa A. Mereka akan melanjutkan pertandingan pada hari Sabtu untuk merebutkan kemenangan.
Hari pertama lomba 17an telah selesai. Hampir semua pertandingan aku melihatnya. Banyak hal yang tak terduga terjadi hari ini, seperti kemampuan kelas A yang memang layak mereka menyandang kelas A, lalu kelas lain dengan kemampuannya masing-masing.
(sepertinya besok tidak akan seperti hari ini…)
__ADS_1
(bersambung…)