
“NGOMONG APA KAU TADI??” Ia menguatkan cengkraman.
Memegang tangannya dengan kuat. Lalu berbalik dan melintir tangan ke arah punggungnya.
“AAAA….SAKIT-SAKIT…”
Teriakannya cukup keras, membuatku melihat ke keadaan sekitar. Syukur kami berada dilokasi yang tidak ramai oleh siswa-siswi, berdasarkan penglihatan sekilasku hanya ada beberapa orang yang melihat.
Keluar dari pintu Timur Aula terdapat sebuah tempat sampah, alasan aku mengajak Tia lewat sini jelas untuk membuang beberapa sampah yang kutemui didalam Aula. Sepertinya Rangga juga memiliki niat yang sama denganku, namun mendengar pembicaraan kami membuatnya menjadi arogan.
“Andi, pergi aja kita yuk…” aku menuruti Tia dan pergi dari hadapannya.
Tidak kusangka aku akan marah lagi walau hanya sebentar. Padahal sudah 8 bulan aku bisa menahan amarahku, kalau di ingat lagi terakhir kali aku marah ketika kejadian itu.
“maaf Tia…melihat kejadian tadi”
“gak apa kok Ndi, makasih…”
Pemicu amarahku tadi ialah tangan Tia yang gemetar, sepertinya ia ketakutan dengan nada membentak atau ia memiliki trauma?. Ah…Sebaiknya tidak perlu ku pikirkan lagi.
Lomba selanjutnya yang akan kami lihat ialah lomba estafet. Menurut modul lomba, lomba estafet terdiri 3 macam lomba kecepatan. Pertama ialah adu kecepatan lompat karung, kedua ialah adu kecepatan lari dan memasukkan paku yang tergantung dibelakang kedalam botol, dan terakhir adu kecepatan membawa kelereng disendok dengan mulut.
“hmm…sekarang sudah jam 8.25 seharusnya tim kelas kita sudah ada disini, tapi kok belum ada penampakan siapapun yaa…”
“iya benar… coba Tia tanya anak kelas”
“baiklah”
(tangannya sudah tidak gemetar lagi, baguslah…)
Meminta Tia untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi akan lebih efisien dari pada diriku yang melakukannya. Setelah 1 bulan lebih bersekolah, seluruh isi kelas sudah memiliki kelompok masing-masing. Setiap orang akan berkumpul dengan orang lain jika ia memiliki pemikiran yang sama, entah itu hobi, minat, atau kebiasaan. Sebagai contoh ekskul game ada karena sekumpulan orang-orang yang memiliki hobi bermain game, atau ekskul hasta karya ada karena sekumpulan orang yang berminat mencari tahu dan belajar dalam kerajinan, dan terakhir orang-orang yang terlambat akan dikelompokkan dengan orang yang sama.
Dikelas kami telah terbentuk 5 kelompok, ya benar cukup banyak terbaginya. Pertama kelompok yang dipimpin oleh Dewi, bisa dibilang dia merupakan ratu pertama yang memimpin cewe-cewe karena kedekatannya dengan ketua kelas, sebab lainnya jelas karena wajahnya yang cantik dan dia memanfaatkan kelebihannya dengan baik. Kedua kelompok yang dipimpin oleh Farah, ratu kedua dalam memimpin cewe-cewe selain pengikut Dewi serta memiliki keramahan yang membuat cowo-cowo lain tidak bisa menolak permintaannya. Kelompok ke 3 kumpulan cowo yang berniat dalam belajar, sedangkan kelompok ke 4 kumpulan cowo yang kurang minat dalam belajar. Dan terakhir kelompok orang-orang yang tidak tergabung dari ke 4 kelompok tadi termasuk diriku.
“ada masalah Ndi, sepertinya si Adrian tidak datang kesekolah hari ini”
__ADS_1
“hoo benar, dari tadi aku tidak ada melihatnya”
Setelah bel berbunyi hingga lomba dimulai, tiap-tiap kelas memiliki waktu luang untuk menyiapkan anggotanya. Waktu luang tersebut digunakan dengan baik oleh tiap-tiap kelompok didalam kelasku. Ya benar, dari pada bersiap untuk lomba, mereka lebih fokus dengan kelompoknya masing-masing. Termasuk diriku yang fokus memberikan bantuan ke Tia untuk memilih makanan untuk lomba memasak besok.
“hmm…sudah ada Tia dan Andi disini” Fadli sang ketua kelas menghampiri.
“hai Fadli, sayang sekali tadi ya cerdas cermatnya.”
“iyaa, maaf banyak soal yang tidak ku ketahui. Jadinya kalah deh”
“yaa gak apa, Namanya juga lomba. Pasti ada menang kalah”
Aku dengan baik menyimak percakapan mereka berdua.
“ini perwakilan kelas kita kok gak ada?”
“si Adrian rupanya tidak hadir, dan… tunggu sebentar” Tia membaca chat “si Bayu katanya jadi pengganti”
Bayu Irianto, salah satu anggota kelompok cowo yang tidak minat dalam pelajaran. Ya sebenarnya 3 peserta lomba estafet merupakan perwakilan kelompok mereka, jadi lebih baik jika dari kelompok mereka lagi yang mengganti Adrian.
Sorakan dari tiap-tiap kelas memenuhi sekeliling lapangan.
“ayoo dikit lagi pasti bisaa!!!”
“semangat!!!”
“cepattt!!!”
Usaha Bayu dalam mengejar posisi terbayarkan, namun dia harus puas untuk mendapatkan posisi ke 2. Posisi pertama berhasil dimenangkan oleh kelas A, ketiga kelas B dan terakhir kelas C. Sama seperti cerdas cermat, lomba estafet akan diadu berdasarkan kelas dan jurusan yang sama, namun setiap pemenang akan bertanding di hari terakhir bersama seluruh pemenang ditiap kelas dan jurusan untuk menentukan pemenang yang sebenarnya.
“waah hebat ya mereka”
“yaa benar, apalagi si Bayu. Aku terkejut melihat keseimbangannya membawa kelereng”
“ya benar, ku juga sama”
__ADS_1
seperti biasa aku hanya diam mendengarkan percakapan mereka.
Tidak banyak yang bisa kuberikan penjelasan, kurang lebih aku juga merasakan hal yang sama dengan Tia, melihat kehebatan mereka bertiga dalam lomba. Hanya Latihan dan pengalaman yang bisa membuat mereka memiliki kemampuan seperti itu, apakah mungkin mereka berlatih? Termasuk Bayu yang baru ditunjuk sebagai pengganti Kevin?.
“lomba Tarik tambang akan diadakan jam 1 siang nanti, Andi apa kamu ada saran?”
“mmm…yaa, ada.”
“gimana?”
Lomba Tarik tambang akan diikuti oleh 8 orang tiap kelas, seperti namanya lomba ini merupakan pertarungan 2 kelas dalam adu kekuatan menarik lawan dengan tali tambang. Kelas yang bisa menarik pita tengah kearahnya akan menjadi pemenang.
“pertama jelas Fadli ada didepan sebagai pemimpin, lalu orang yang paling kuat berada dibelakang sebagai jangkar, dan terakhir yang ditengah merupakan orang yang bisa membaca situasi dan membagi informasi, lalu sisanya terserah”
“hoo begitu, masuk akal ya penjelasannya”
“ya setidaknya hanya itu yang bisa ku bantu”
“makasih, sangat terbantu. Akan ku coba diskusi ke peserta yang lain”
Fadli pergi meninggalkan aku dan Tia.
“kamu juga hebat, bisa memikirkan strategi semacam itu”
“yaa biasa aja sih, aku hanya memenuhi peranku sebagai pembantu”
“iya sih…” Tia mengecek jam melalui ponselnya. “ah…sudah jam segini, mau ikut nemanin Tia nonton cerdas cermat kelas 2?”
“yaa boleh, lagi pula aku tidak ada kegiatan lainnya.”
Berdua kami memasuki Aula, dari arah panggung mataku bertemu dengan mata teman masa kecilku Acha. Sesaat setelah bertemu, ia membuang wajahnya kearah lain seakan ia tampak marah akan sesuatu, tapi apa?. Apa mungkin karena ini?.
Ketika menuju tempat duduk kami, aku melihat sesosok cewe sedang duduk fokus melakukan suatu pencarian diponsel pintarnya, cewe tersebut merupakan orang yang melihat kemampuanku dalam pertandingan moba bulan lalu dan juga cewe itu merupakan kenalan pertamaku disekolah ini.
Dia adalah…
__ADS_1
(bersambung…)